Sejak kejadian di sungai, Senja belum melihat sosok Kala.
" Senja.. ini minum teh hangatnya dulu." ucap Sita.
Melihat wajah sahabatnya yang terlihat cemas, Sita pun kembali duduk di samping Senja.
" Kenapa kamu Sen,, apa ada masalah? " tanya Sita.
" Ng_nggak cuma,, aku belum liat Kala dari peristiwa di sungai tadi." ungkap Senja lirih.
" Sudahlah,, itu akan lebih baik buat kalian.. sorry abang sepupu aku terlalu lebay khawatir sama kamu,, mulain sekarang dia nggak akan ganggu kamu kok. " ucap Sita menepuk pelan bahu sahabatnya
Benar saja sampai acara selesai dan sampai mereka kembali ke Sekolah pun Kala tak terlihat batang hidungnya.
" Kak Marvin,, tunggu..!! " Senja menarik Marvin untuk berhenti saat mereka baru turun dari bus.
" Apa Senja, ada sesuatu yang penting? " tanya Marvin datar.
" Kak, tahu Bang Kala nggak? " tanya Senja.
" Senja, gw tahu lo nggak bermaksud untuk bertindak kasar seperti di sungai waktu itu,, tapi..mendingan lo jangan lagi berurusan sama Kala,dia udah beda.. gw takut lo sakit hati Sen." ucapan Marvin malah membuat Senja makin penasaran.
Setelah mengatakan hal itu pun,akhirnya Marvin meninggalkan Senja yang masih terpaku dengan perkataan Marvin barusan.
.
________________________________________
.
Setelah beberapa hari berlalu dari kejadian yang ada di perkemahan itu,, Senja tak lagi melihat sosok Kala. Ada kehampaan di hati Senja saat tak ada seorang Kala yang selalu membuat dia setiap hari harus beradu mulut dengan Kala.
" Sita,kamu ke kantin duluan aku ke toilet sebentar ." ucap Senja saat mereka menuju ke kantin.
" Mau aku temenin?" tanya Sita.
" Nggak usah,, kekantin duluan, pesenin aku seperti biasa." ucap Senja dan melangkah menuju toilet di koridor kelas 12.
Saat melintas di dekat lapangan,Senja tak sengaja melihat sosok yang selama ini menghilang.
" Kala." gumam Senja.
Dengan sedikit ragu dia berjalan mendekati dimana Kala berada.
" Bang Kala.. " sapa Senja saat dia ada di samping Kala.
Kala yang tadinya fokus dengan bukunya, tentu saja menoleh kesamping, apalagi dia begitu mengenal bau parfum yang sangat mafiliar di indra penciumannya.
" Lo, ngapai lo disini.. nyasar? " ucap Kala beranjak dari duduknya.
" Bang, tunggu..!! "Senja menghentikan langkah Kala dengan memegang lengan Kala.
Namun, siapa sangka Kala dengan cepat mengibaskan tangan Senja dari lengannya dengan sedikit kasar.
" Jangan pernah ganggu gw,, itu yang selalu lo minta kan,, dan soal yang terakhir..gw minta maaf, gw lancang nyelametin lo,,gw nyelametin lo bukan karena gw peduli sama lo, tapi.. gw peduli sama Umi Salamah." ucap Kala dan melangkah menjauh meninggalkan Senja yang masih terpaku dengan penuturan Kala.
Entak kenapa rasanya begitu sakit,, saat memandang mata Kala yang tak selembut biasanya,, mata yang dengan pandangan dingin yang ada di depannya kini.
Senja hanya bisa melangkah gontai menuju kantin dan duduk dengan mata menatap kosong.
" Senja are you oke? " tanya Sita melihat sahabatnya yang terlihat sembab.
" Oke Ta,, jangan khawatir."jawab Senja dengan senyum terpaksa.
.
.
___________________________________________
Di kediaman mansion keluarga Bahtiar kini keluarga besar itu sedang mengadakan makan malam bersama.
" Kala, bagaimaa persiapan buat ujian kamu? " tanya Kakek Bahtiar pada sang cucu.
" Alhamdulillah baik kek, Insyaallah lancar." jawab Kala.
" Trus Sita bagaimana kamu jangan sampe nggak dapet rengking yaa..? " ucap Opa Bahtiar mengingatkan sang cucu.
" Hahh.. kalau juara satu kayaknya Sita pesimis kek, pasti Senja yang pertama.. walaupun nggak belajar otaknya encer kaya Bang Kala,, apa mungkin jodoh yaa..upss.. " cerocos Sita keceplosan ngomong.
" Maksudnya, kamu tadi ngomong apa Senja sama Kala pacaran? " tanya mama Diana mama Kala.
" Apaan sih mah, nggak ada yang pacaran.. lo juga Ta, urusin aja tuh pacar lo si Arga jangan-jangan dia selingkuh. " ucap Kala dengan wajah kesal
"Ihhh... si abang, jangan gitu sama sahabat aku,, kan abang...
" Sita.. bisa diem nggak..!!!" bentak Kala.
Semua yang ada di meja makan pun sontak kaget ,karena tak biasanya Kala sampai membentak sepupunya.
Kala yang terlanjur kesal pun pergi meninggalkan meja makan, langsung melangkah ke lantai dua untuk masuk kamarnya.
" Sudah,biar abangnya tenang dulu." ucap oma Tika
" Ada apa dia,, tumben sensi gitu sih? " tutur Lidya mama Sita
" Biar tenang dulu, baru nanti kita tanya." ucap Papa Farhan tak lain papa Kala.
.
.
Setelah makan, Sita pun begitu kepo dengn sikap abang sepupunya itu.
Tok tok tok
" Abang, bang Kala..Sita masuk yaa...??" teriak Sita.
Walaupun tak ada sahutan dari dalam, Sita akhirnya masuk kamar Kala.
" Ehhhh... abang di dalam bukan nyautin, malah asik sama buku." protes Sita dan duduk di atas tempat tidur Kala.
" Buat apa, lo di larang pun..pasti masuk kan? " sindir Kala pada sepupupnya.
" Ada apa, kepo apa lo? " tanya Kala melirik sepupunya dengan sinis.
"Yeee... abang, Sita beneran nih.. mau tanya,, abang kenapa sama sahabat Sita,dia salah apa sama abang? " tanya Sita nyerocos
" Siapa maksud lo, Senja? " tanya Kala dan Sita pun mengangguk, Kala menghela nafas panjang dan menatap sepupunya.
" Nggak papa, gw cuma mau jauhin diri gw dari dia,Senja kan memang minta begitu makanya gw kabulin kemauan dia, selesai." ucap Kala
" Eemm.. Sita rasa kalian salah paham deh, bang waktu di sungai itu, Senja juga nggak bermaksud nampar lo, lagian pasti nya dia malu.. udah berapa kali lo nyosor dia..
"Tiga kali.." serobot Kala.
" Hahh.. serius, lo doang yang berani ngusik dia, bang.. dia itu cewek paling susah dan apalagi dengan tampilanya yang berhijab juga,, takutnya dihujat dengan perlakuan abang sama dia." ujar Sita.
" Kan gw bilang, gw tanggung jawab.. tapi, nggak bisq sekarang nanti kalau gw udah sukses, gw suruh tuh..jaga diri buat gw. Tapi, dia anggep omongan gw cuma bualan, yah... itu terserah dia lah." terang Kala.
" Seriusan abang bilang gitu, trus dia jawab apa? " tanya Sita kepo.
" Kepo lo.. udah sono keluar, gw mau belajar biar pinter,dua hari lagi ujian Taa... " ucap Kala mengusir Sita.
" Hahh.. abang nggak aci, abang nggak belajar juga udah encer otaknya." teriak Sita.
Kala menanggapi kelakuan sepupunya hanya bisa geleng kepala.
_______________________________________
Hari kian cepat berlalu, dan ujian kelulusan pun sudah selesai.
" Assalamualaikum.. umi..oh umi.. " ucap seorang gadis dengan melangkah ke teras sebuah rumah sederhana.
" Wa'alaikum salam, Sitaaa... kebiasaan kamu sama Senja kalau manggil umi kaya tarzan aja, ayo masuk." ucap Umi Salamah mengajak Sita masuk.
" Senja di mana mi? " tanya Sita saat masuk dalam rumah sederhana itu.
" Ada di kamar, susul gih.. nanti Umi bawain minum ke kamar Senja." ucap Umi.
" Terima kasih Umi ku sayang.. Sita ke kamar Senja yaa.. " ucap Sita melenggang ke kamar sahabatnya
Saat di depan kamar Senja, Sita melihat Senja yang sedang asik membaca buku.
" Senjaaaaa...!! " teriak Sita membuat kaget sahabat nya itu.
" Sitaaaa...mau buat aku mati jantungan.!! " ucap Senja kesal.
" Jangan kesel gitu dong bu, kenapa sih..sensi banget, lagian kalau baca tuh fokus ke buku bukan menerawang otak nya, mikir apa sih, kayaknya berat banget? " tanua Sita melihat raut wajah sahabatnya.
" Nggak papa, cuma aku bingung ngadepin sepupu kamu, dia beneran marah tau,,sehabis peristiwa di sungai itu dia bialng ke aku, dia mau menjauh." Ungkap Senja.
"Trus, kan itu yang kamu pengen,, bang Kala cuma mewujudkan apa yang kamu mau, trus lusa dia juga mau langsung terbang keluar negri." jelas Sita.
Mendengar penuturan Sita membuat Senja terlihat sedih, ada rasa kehilangan dengan mendengar perkataan Sita. Senja bertanya tanya ada apakah dengan dirinya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Dwiii_Ha
visual nya kurang masuk thor untuk seusia SMA ketuaan
2025-02-20
0
Aira Azzahra Humaira
ada sesuatu
2024-09-11
0
abdan syakura
Ada Apa dengan Senja....???
2023-03-18
1