" Senja..!!" pekik Kala yang langsung menghampiri Senja dan menyentuh bahunya.
"Senja kamu baik-baik saja? " tanya Sita juga disampingnya.
Tanpa menjawab pertanyaan sang sahabat, Senja dengan cepat berlari keluar dari mansion besar itu.
" Senja..!! " seru semua orang.
" Biar Kala yang nyusul Senja." ucap Kala yang langsung berlari menyusul Senja.
" Bang Kala kenapa sih, nggak bisa damai sama Senja. Ada aja ulahnya. " gumam Sita.
" Kenapa kamu nyalahin abang kamu sih? " tanya Oma yang masih mendengar gumaman nya Sita.
" Yahh.. Oma, Senja itu pasti anggap bang Kala becanda, dia kan gitu.Sehari aja nggak nggak bikin Senja kesel kurang afdol ." omel Sita.
" Kok kamu ngomong gitu? " tanya Mama Diana.
" Yahhh.. gimana mam, abang itu musuh bebuyutan Senja sejak SMA, malah bang Kala berani cium... Upsss..!! " Sita yang sadar sudah keceplosan langsung menutup mulutnya.
" Cium,maksudnya apa Taa.. Kala udah berani kurang ajar sama Senja? " tanya Diana dengan tatapan menyelidik.
" Mampus gw..!! " batin Sita.
" Bukan gitu mah,, bang Kala pernah.. ancem Senja kalau nggak nurutin abang, dia bakal abang cium,,iya.. gitulah mah maksud aku " terang Sita mencoba untuk membuat cerita yang logis.
.
.
Senja berjalan cepat kearah gerbang mansion Bahtiar yang menjulang tinggi.
" Pak buka gerbangnya.. " teriak Senja pada security keluarga Bahtiar.
" Non Senja mau kemana malem-malem? " tanya Security
" Cepetan pak, saya nggak banyak waktu." ucap Senja tak mempedulikan pertanyaan sang security.
Security itu pun akhirnya menuruti kemauan Senja, membuka gerbang besar itu.
" Kamu yakin mau keluar dari mansion ini dengan keadaan kamu kayak gitu, liat diri kamu.Mau jalan kaki di komplek yang besar ini, nggak ada kendaraan lewat,jalan depan gelap begitu.Yakin kamu..?!" ucap Kala yang berjalan dengan santai mendekati Senja yang akan melangkah keluar mansion.
" Apa peduli kamu..!!" ucap Senja lantang
" Nggak peduli apa-apa ,cuma.. aku nggak mau keluarga ku di bilang nggak becus jagain kamu, apa kata umi nanti? " ucap Kala mendekati Senja.
" Mau kamu apa sih, nggak pernah bisa gitu.. biarin aku hidup damai.Sudah bagus,kamu nggak pernah balik kesini, kamu tuh.. hanya bisa nyakitin hati orang saja." ucap Senja kesal.
" Terserah kamu mau ngomong apa, sekarang masuk kedalam kita bicarakan soal pernikahan kita. " ucap Kala
" Maksudnya kakak apa sih, mau buat permainan apa lagi,, kita bukan anak SMA lagi.. kamu itu mempermainkan pernikahan untuk jalani tantangan lagi kayak dulu,, mungkin bagi kamu pernikahan nggak berarti, karena kamu bisa saja dengan mudah memilih wanita mana yang bisa naik diatas ranjang kamu, buat kamu selimut malam kamu, tapi.. aku bukan wanita yang seperti itu, aku nggak mau mengikuti kemauan kamu.Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup ku."ucap Senja dengan menatap tajam sosok lelaki yang selalu memaksanya
Kala mendengar segala perhataan Senja hanya bisa mendengus kesal, sebisa mungkin dia tak emosi menghadapi wanita yang selama ini buat dirinya gil*.
Kala mendekati Senja dan berdiri tepat di hadapan Senja dengan jarak yang begitu dekat. Senja dengan reflek memundurkan tubuhnya namun, sebelum benar-benar melangkah mundur Kala sudah menarik pinggang Senja.
Senja yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangatlah terkejut, karena gerakan Kala tak pernah bisa dia baca.
" Kak, lepas..!! " teriak Senja.
"Dengar baik-baik, aku serius ingin menikahi kamu. Walaupun jujur aku nggak ada rasa cinta sama kamu, dan aku yakin kamu pun masih belum melupakan mantan tunangan kamu itu kan, aku di desak oleh Opa untuk menikah, kamu tahu kan.. kalau aku sangat menyayangi Opa juga Oma ku, karena aku belum bisa menemukan wanita yang disukai mereka, maka hanya kamu yang menjadi kandidatku, aku nggak ada pikiran buat mempermainkan pernikahan seperti yang kamu tuduhkan, memang aku bukan orang suci, tapi.. setidaknya..kalau aku menikahimu,semua keluarga akan bahagia, aku nggak mau di jodohkan dengan pilihan opa yang mungkin akan merugikan aku. jadi, aku yakin kamu nggak akan pernah ngerugiin aku." Jabar Kala.
CUP
" Mr Pemaksa..!!! " teriak Senja dengan memukul dada bidang Kala.
Wajah Senja bersemu merah karena malu dengan apa yang baru saja Kala lakukan, untung saja Lampu bagian taman depan mansion Bahtiar remang-remang jadi menguntungkan Senja karena memang tidak ada yang tau dengan kondisi wajah Senja yang sudah memerah menahan malu.
" Eissttt..,oke oke.. aku akan tanggung jawab buat apa yang aku lakuin tadi, deal..? Oke, kita deal, diam kamu aku anggap setuju." ucap Kala
" Aku belum bilang setuju loh.. " protes Senja.
" Apa yang kamu ingin pertimbangkan, apa kamu masih mengharapkan laki-laki yang jelas-jelas sudah punya istri dan sebentar lagi akan punya anak?" ujar Kala.
" Kok.. kakak ngomong gitu, aku nggak pernah niatan nggak baik sama Viana, dan asal kakak tahu, aku bukan pelakor seperti yang kakak tuduhkan, aku bukan wanita pemu*s yang setiap malam diapartemen kamu..!!" Senja sudah tak bisa menahan emosinya dengan rasa kesal nya mengingat Kala sempat menuduhnya sebagai pelakor, dan sempat mendengar jika Kala di luar negeri sana, suka memanggil wanita sewaan untuk sekedar memua*kan nafsunya.
" Kamu ngomong apa sih, berita darimana soal aku suka memanggil wanita ke apartemen, kamu suka stalking aku yah.. selama ini? " ucap Kala dengan pandangan penuh selidik.
" Mana ada, yang ada sepupu kamu selalu ngeluh soal kelakuan kamu sama aku." ungkap Senja
" Oke, apalah namanya itu.. kita kedalam, dan bicara pada semuanya kita akan segera menikah,atau kita perlu buat surat perjanjian atau semacamnya? "kata Kala memberikan solusi untuk membujuk Senja menikah dengannya.
"Semoga dia mau, walaupun aku nggak tahu akan nasib pernikahan kita kedepannya ,yang jelas sekarang aku ingin menjadi kan kamu istriku, aku nggak tahu lagi mencari kemana lagi wanita yang dengan mudah dekat dengan keluarga ku dalam waktu tiga hari ini, selain dirimu aku nggak ada pilihan lain , aku yakin kamu tulus sayang dengan keluarga ku apalagi Oma dan Opa sangat menyayangi kamu." batin Kala
" Maksuf kakak, semacam kontrak pernikahan? " tanya Senja
" Bukan tapi, surat perjanjian pranikah.. itu banyak yang buat kok, pernah dengerkan artis-artis terkenal bikin surat perjanjian pranikah, kamu bisa mengajukan beberapa keinginan kamu,begitu pun dengan ku." ucap Kala.
" Aku mau nikah sama kakak, apa untungnya buat aku?" tanya Senja.
" Aku ingin melindungimu, apalagi aku rasa kamu nggak mau merusak rumah tangga mantan tunangan kamu kan? "
" Iya juga, gimana nih... Hahh,Ya Allah maafin aku.. bukan maksud ku mau mempermainkan pernikahan, aku cuma ingin Kak Ali nggak lagi menggangguku, aku tak tega dengan Viana yang sedang hamil,trus menangis karena Ali masih mengejar aku, baiklah.. Aku menikahi Kala ada satu. tujuan dan Kala juga perlu aku demi satu tujuan, berarti kita sama-sama menguntungkan, baiklah selama dia masih oke." batin Senja saat merenungi apa tujuan awal pernikahan mereka.
" Iya aku nggak mau Viana akan stress, trus berpengaruh ke kandungannya. Aku nggak mau di bilang orang jahat,tapi..aku mau kamu janji.. kita rahasiakan pernikahan kita, dan aku mau nikahannya cuma di KUA..paling yang hadir Orang Rumah Mansion ini dan Umi,bang Yudi sama kak Indah.. udah cukup,trus lainnya akan aku tulis di surat perjanjian pranikah kita.. gimana, deal? "ujar Senja.
" Oke, deal..!! " ucap Kala
Keduanya memutuskan untuk menikah di KUA dengan hanya keluarga dua belah pihak, dan pernikahan itu pun menjadi Rahasia sampai waktu yang di tentukan.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Itha Fitra
opa n oma ny kala setuju gk tuh,cucu kesayangan ny nikah hny di KUA doang.smntara mreka orng kaya
2025-02-22
0
Liie
kesempatan dalam kesempitan,, kala kala🤦♀️
2024-11-08
0
Aira Azzahra Humaira
lanjut
2024-09-12
0