" Kalaupun aku larang, abang pasti akan tetap duduk disini kan? " ucap Sita dengan wajah garangnya.
" Nggak usah galak-galak, abang nggak akan takut liat kegalakan kamu.. paling cuma Ray yang takut sama kegalakan kamu." ucap Kala melirik Senja yang masih menunduk fokus menatap ponselnya.
Tanpa ada yang bisa mencegah, Kala duduk di samping Senja. Senja terlihat kaget saat Kala menghempaskan bokong nya di sampingnya.
Rasanya saat ini Senja ingin hilang dari tempat itu, saat melihat orang yang sudah lama tak dia jumpai. Sosok yang kini menjelma menjadi pria dewasa, Kala yang terlihat tersenyum tipis saat pandangan matanya bertemu dengan gadis disampingnya.
Sedangkan keempat orang yang ada disana, terlihat saling senggol melihat pertemuan dua orang yang terkenal dengan musuh bebuyutan sejak SMA itu.
Senja dengan cepat mengalihkan pandangannya, dan kebetulan Umi Salamah menghubungi nya.
Makanan pesanan mereka pun sampai dimeja mereka. Senja masih menerima panggilan dari sang Umi.
" Umi jangan khawatir, Senja baik-baik saja."
.............
" Iya Umi, aku nggak papa. Kalau mereka datang lagi, bilang aku baik-baik saja."
...........
" Kenapa harus merasa bersalah Umi, aku ikhlas, garis takdir kita nggak ada yang tahu. Anggap kita tidak jodoh."
....
" Iya Umi, jaga kesehatan Umi.. Assalamualaikum. "
Senja mengakhiri sambungan ponselnya.Sita menggenggam tangan Senja yang diatas meja.
" Are you okey? " tanya Sita melihat sahabatnya tidak baik baik saja."
" Okey, kita makan." Jawab Senja singkat.
"You sure, I don't think you're fine. "ucap Sita memastikan.
Keempat lelaki yang terlihat menebak-nebak apa yang terjadi pada dua gadis yang ada di dekat mereka.
" I'm sure, I'm better now. " jawab Senja dengan mengulas senyum meyakinkan sang sahabat.
"Kenapa, kalian nggak pesen makan? " tanya Senja melihat keempat sahabat itu memandang Senja dan Sita bergantian.
" Aku sudah pesan, lagi tunggu aja." jawab Kala.
" Oo" ucap Senja dengan cepat
" Oo.. doang, astaga ini anak nggak ada rubahnya dari dulu." batin Kala.
" Kalian kok nggak ngasih tau kalau kalian semua udah balik ke Indonesia? " tanya Sita dengan menyantap menu makan malamnya.
" Kalau kita ngasih tau emang lo peduli? " tanya Kala meneguk kopi yang sudah dia pesan.
" Nggak juga sih, soalnya kemarin kita berdua lagi sibuk buat ngurusin wed..
Klutak..
Senja menjatuhkan sendok dan garpunya saat Sita selalu keceplosan soal pernikahan nya yang gagal
Sita pun menyadari bahwa dia sudah melakukan sesuatu kesalahan, membuat mood sahabatnya buruk.
" Sorry...?! " ucap Sita dengan wajah menyesalnya.
" Ada apa sih sama kalian? " tanya Athar melihat tingkah kedua gadis yang bersahabat itu.
" Nggak ada apa-apa." jawab Sita
" Nggak mungkin kalian nggak ada apa-apa tapi..
" Stop,, aku nggak suka kalau kalian ikut campur urusan orang lain..!! " ucap Senja sedikit meninggi.
" Aku balik duluan,ini aku bayar makanan ku...permisi." ucap Senja dengan cepat melangkah meninggalkan restaurant itu.
Sita sebenarnya ingin mengejar sahabatnya namun, Kala mencegahnya. Menurut Kala dia butuh sendiri. Namun, bukan Kala namanya jika dia melepaskan Senja begitu saja, ada beberapa orang suruhannya yang menjadi bayangannya untuk menjaga Senja dan Sita selama ini.
Saat memastikan bahwa Senja sudah aman, Kala yang memang penasaran apa yang terjadi pada Senja akhirnya sesi Introgasi sepupunya pun dia mulai.
" Ya ampun, gw lupa kalau Kala nggak mungkin nggak kepo soal Senja.. mati aku, kalau dia nanya-nanya soal Senja gw harus ngomong apa? " batin Sita yang meruntuki kebodohannya menyadari kekepoan empat manusia yang sudah ada di depannya.
" Ehemmm.. jadi, kamu mau cerita apa soal sahabat kamu yang tiba-tiba naik angin gitu? "tanya Kala dengan tangan dilipat di dadanya.
" Ng_nggak ada ap-apa apa.. " jawab Sita dengan gugup.
" Bohong dosa lho..?? " ucap Ray dengan wajah terlihat menelisik
" Aishhhttt... bisa nggak sih, kalau kalian nggak kepo?" ucap Sita menatap kesal keempat pria di depannya
" Jadi mau cerita nggak, atau gw harus cari Info dari orang lain. Siapa tahu, kita bisa bantu." ucap Marvin.
" Oke, tapi.. kalian harus janji sama aku, setelah aku cerita bisa pura-pura nggak tau,gimana?"usul Sita ada keempat nya.
" Tergantung.. " ucap Kala.
" Ihhh.. bang please.. dia nggak perlu di kasihani,tapi..dia butuh orang yang penuh kasih sayang yang tulus ,cuma itu yang aku harapkan." ungkap Sita.
" Deal, kita keep.. " jawab Ray dengan cepat dan memberikan kode pada sahabatnya yang lain.
" Jadi.. sebenarnya, Senja itu.... Senja gagal menikah." ungkap Sita dan dengan meminta maaf dalam hati pada sahabatnya.
" Kok bisa? " tanya Athar.
" Bisa, buktinya Senja disini sama aku juga kalian." ucap Sita.
Mendengar jawaban Sita yang bikin kesal, membuat keempat nya hanya bisa menghela nafas panjangnya dan menghembuskannya dengan cepat.
" Cerita in dengan singkat " ucap Kala dengan wajah datar.
" Jadi, calon suami Senja itu ternyata sudah punya istri, dan dia sedang mengandung anak calon suaminya." jawab Sita.
Jawaban Sita sungguh membuat keempat orang itu sudah bisa menebak sesuai pemikiran mereka.
" Sudah cukup kan, jadi..aku mau pulang ke Villa. ehh... sekalian bayarin makanan aki sama Senja yaa.. bye..!! " ucap Sita dengan cepat balik ke Villa.
Sampaidi Villa, Sita masuk dalam kamarnya dan melihat Senja yang sudah tertidur pulas, terlihat wajah sahabatnya itu sembab, pasti dia habis menagis.
" Kenapa kamu pura-pura baik-baik saja di depan kita semua, padahal aku tau kamu sangat terpuruk sekarang." gumam Sita melihat sosok yang terlihat kuat di luar namun, begiti rapuh di dalam.
.
.
Pagi hari, setelah sholat subuh, seperti biasanya Senja selalu buat sarapan untuk dirinya dan Sita. Selama mereka di Bali, Senja ingin cuma berdua bersama sahabatnya, jadi masak sendiri juga.
Namun, bagi Senja hari ini suasananya sedikit beda, karena saat masuk ke dalam dapur ada sosok yang tak ingin dia temui.
" Apa nggak ada basa basinya lewatin orang yang ada di sini? " sindir Kala.
Sayangnya Senja tak peduli dengan sindiran Kala padanya. Hingga membuat geram Kala.
Dengan cepat Kala menarik lengan Senja dengan sedikit menyentaknya, karena Senja yang tak siap dengan apa yang Kala buat sampai Senja menabrak dada bidang Kala.
" Lepas..!! kamu nggak sopan!! " hardik Senja dengan kelakuan Kala padanya
" Kalau nggak mau gimana? " tantang Kala menatap intens mata Senja yang masih terlihat sembab.
" Kamu mau apa sih, dari dulu nggak ada puasnya buat aku kesal..!!" ucap Senja dengan masih berusaha melepaskan diri dari dekapan Kala.
" Apa perlu menangis seharian, buat nangisin sesuatu yang nggak perlu? "sindir Kala.
" Kamu ngomong apa sih,,nggak jelas!! " ucap Senja dengan sinis.
" Kenapa, kalau mau cari suami itu di lihat dengan benar jangan sampai jadi Pelakor." bisik Kala tersenyum sinis pada Senja.
PLAK..
" Kamu, kalau nggak tahu apapun tentang aku, jangan sok paling tahu.. ngerti,dan denger.. aku bukan wanita yang tak punya hati!!" teriak Senja dengan dada yang naik turun setelah mendengar tuduhan Kala padanya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Mira Lusia
kok senja cenderung kasar ya..kuat sih kuat tapi jgn terus gak ada lembutnya gitu dongg..
2024-04-23
0
abdan syakura
woiii Kala......
maen tuduh aje loe!!!
2023-03-19
0
Kinay naluw
ish, ga tau itu nanya jangan nuduh. ya mana tau Ali udah nikah siri.
2022-09-12
1