" Umi Aku berangkat yaa..Assalamualaikum. " ucap Senja saat berpamitan dengan sang Umi.
" Iya,, kamu hati-hati.. Wa'alaikum salam. "
Hari ini sungguh Senja sedikit kesiangan, karena ulah salah satu anak yang ada di penampungan semalamam buat ulah.
Sekitar tiga puluh menit Ojek yang membawa Senja ke Sekolah sampai di depan gerbang SMA Bina Bangsa.
" Ini pak Ongkosnya. " Senja serahkan selembar dua puluh ribuan untuk ongkos Ojek.
" Maksaih dek." ucap si tukang ojek.
" Sama-sama pak." balas Senja dengan senyum tersungging di bibirnya dan langsung melangkah kedalam area sekolah.
Tin Tin Tin
" Woiii..bisa nggak sih ,,jalan nya jangan kayak siput."
Terdengar suara teriakan seseorang dari arah belakang ,, dari suaranya Senja dapat tahu siapa yang meneriakinya. Senja tak mempedulikan teriakan orang yang dia hindari, tepatnya Senja nggak mau punya masalah dengannya,, bukan takut tapi.. lebih ke males urisan dengannya karena Senja pikir membuat darahnya naik kalau berhadapan dengannya.
Dengan cepat Senja melangkah menuju kelas nya.
" Senja,,akhirnya kamu dateng juga." tegur Sita saat Senja masuk dalam kelas.
" Kenapa Taa,, pasti belum ngerjain tugas kan?? " tebak Senja
" Hehehe... iya,, boleh yaa?? "
" Iyaa,,nih..kebiasaan."
" Terima kasih Senja ku sayang... " Ucap Sita dengan memeluk tubuh Senja
Senja hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.
Tak lama bell masuk pun berbunyi,, dan ternyata ada beberapa kakak kelas masuk ke dalam kelas,,dan di pastikan itu Kala cs.
" Kalian di harap kelapangan segera..!!" ucap Marvin sahabat Kala si musuh bebuyutan Senja.
Tak sadar tiba-tiba mata Senja dan mata Kala bertemu,terlihat senyum tipis tersungging di bibirnya,,namun seperti biasa Senja tak pernah merespon nya.
Setelah memberikan arahan Kala Cs akhirnya pergi meninggalkan kelas.
" Sen,, masih marahan sama Bang Kala,, Sen.. padahal kan kejadinnya udah lama Senja,, malah sebentar lagi mereka mau lulus SMA." ucap Sita menatap sahabat.
" Maaf yaa... Sita ku sayang,, walaupun dia sepupu kamu,, nggak ada kata teman buat dia,, Okey..?? "
" Iya aku tahu,, seorang Senja Utami tak mudah luluh dengan kata-kata manis..hahaha.."
" Rese.. lo,,dah buruan kita kelapangan."
Kedua sahabat itu akhirnya melangkah menuju lapangan,dan ter lihat sudah banyak siswa satu tingkat dengan kedua gadis itu.
" Perhatian untuk semua siswa ,,untuk kegiatan Persami yang biasa diadakan Sekolah bergabung dengan sekolah lain,, kita adakan hari sabtu dan minggu besok,, jadi..mulai sekarang kalian bersiap untuk pergi ke acara Persami diminggu ini."
Pengumuman yang baru saja kami dengar membuat para siswa heboh,, karena memang kegiatan Persami akan diadakan menjelang ujian kelulusan kelas 12.
" Hahh.. sebentar lagi aku nggak akan ketemu sama orang itu malas tiap hari harus menghadap wajah dia yang bikin naik darah." batin Senja saat melihat musuh bebuyutannya selalu saja seenaknya muncul membuat Mood nya selalu buruk.
Saat pulang sekolah seperti biasa Senja selalu menunggu bus di halte dekat sekolah.
Sebenarnya setiap hari Sita selalu menawarkan diri untuk mengantar nya namun,, dilihat arah pulang kami berbeda Senja selalu menolaknya.
Sudah satu jam Senja menunggu bus yang biasa lewat di kawasan rumah ,namun..sampe dia lelah menunggu bus belum ada yang lewat.
Tin Tin..
" Masuk,, nggak ada bus lewat sini hari ini.. Ojek juga nggak bisa masuk kawasan sini,, arah sana ada pengalihan arus." teriak seorang yang Senja hindari.
Senja masih tak merespon ucapan Kala yang masih setia menghentikan mobilnya di depanku.
"Senja,, ayo masuk.. tenang aja,, Kala nggak bakal gigit kamu, ada kita kok." tiba-tiba Marvin nongol membuka kaca mobil di bagian penumpang.
" Nggak usah ,,sana pergi..!! " Tolak Senja dengan wajah acuh.
"Masuk mobil atau mau aku gendong buat masuk mobil." ancamnya
" Hahh? "
" Lo sepertinya memang..
" Eeeehhh.. iya,, iya,, iya.. aku bisa sendiri!!".
Mendengar ancaman Kala terpaksa Senja masuk ke dalam mobil itu kalau tidak Kala akan bertindak lebih jauh dari itu.
" Pemaksa.. " gerutu Senja dengan mencebikkan bibirnya.
" Kalau gw nggak maksa,, nggak bakal lo nurut sama gw." ucap Kala yang mendengar gerutuan Senja..
" Haii.. Senja.. " sapa ketiga sahabat Kala yang duduk dibangku penumpang.
" Ha.. haii kak.. " jawa Senja seadanya karena Senja merasa bibirnya kelu untuk menjawab sapaan para sahabat Kala..
" Santai aja Senja.. kita nggak akan macem-macem." ucap Rayyan dengan senyum khasnya.
" I.. iya..,,ya udah,,nunggu apa lagi kak,, yuk.. udah mau sore.." ucap Senja sedikit gugup melirik Kala.
Kala mendekat kan tubuhnya kearah Senja,melihat kelakuan Kala Senja langsung a palingkan wajahnya.
" Jangan GR.. gw nggak akan menci*m lo lagi,, gw cuma mau pasang seatbelt doang." bisik Kala
"Hahh..astaga,, kenapa yang ada di otak ku sama dengan tebakannya." batin Senja meruntuki dirinya sendiri .
" Ihhhh... nyebelin,, Bugh... Bugh.. "
Geram itu yang Senja rasakan tanpa pikir panjang Senja memukul lengan Kala.
" Heiii.. bisa diem nggak,, aku cuma mau pasang ini doang..!! " Ucap nya dengan sedikit meninggikan suaranya sedang tangannya mengunci seatbelt di tubuh Senja.
Tanpa menunggu lama dan perdebatan Kala melajukan mobilnya dan menyusuri jalanan ibu kota.
" Alamat kamu dimana? "tanya Kala di sela kesunyian dalam mobil.
" Emmm... Jl. Merpati deket dari pasar Xx kok." jawab Senja dengan datar.
Saat melintas dekat pasar Senja melihat seseorang yang sangat dia kenal.
" Kak,, bisa berhenti disini." ucap Senja sambil melihat arah dimana dia melihat seseorang yang dia kenali.
" Hahh.. ini tempat kamu kan..
" Please kak,, buruan...!!
" Iya.. iya.. sabar... "
Tanpa basa basi Senja keluar dari mobil Kala.
" Ngapain tuh.. si Senja kesana Kal..? tanya Marvin menatap kepergian Senja
" Nggak tau juga gw.. "jawab Kala juga masih menatap Senja dari dalam mobil.
" Bro.. itu Senja ngapain,,itu kan disana banyak preman ngapain dia..? seloroh Rayyan.
" Lo..pinggirin mobilnya deh ..Kal,, takutnya Senja kenapa - kenapa." ujar Athar
" Hemmm.. " jawab Kala dan segera menepikan mobilnya di sebrang pasar.
Senja menyebrang jalan raya,, sedikit berlari menyusul seseorang yang dia kenal.
Senja mengikuti kemana mereka membawa orang yang Senja kenal,, saat di ujung pasar Senja menghentikan langkah mereka.
" Kak Indah.. tunggu..!! " teriak Senja.
Mendengar suara yang memanggil nama Indah,, dua preman yang sedang menarik Indah dengan kasar akhirnya berhenti.
" Senja,,ngapain kamu disini.. pulang..!! " teriak Indah.
" Kalian mau bawa kemana kak Indah,, jangan macem-macem kalian!! "
bukannya takut malah Senja semakin mendekat.
" Gw nggak ada urusana sama anak ingusan kayak lo,, ini urusan gw sama kakak lo..pergi sana,, jangan sampe kita berbuat kasar sama lo.. " ancam salah satu preman yang mencengkram lengan Indah.
" Lepasin kak Indah,, atau mau gw teriakin biar kalian di gebugin massa..Hahh??!! ancam Senja.
" Senja.. pergilah ,,jangan sok peduli kamu sama kakak..pergi !! usir Indah.
" Nggak ,,kak Indah bakal pulang sama aku,, Umi pasti cemas kalau kakak pulang kesorean." ucap Senja.
" Hehh,, denger yaa.. kakak lo ini punya utang sama boss gw,, dan ini sudah jatuh tempo,, malah dia udah telat dua minggu buat bayar utang ke boss gw. " terang preman itu.
" Emang berapa hutang cewek ini ke boss lo..!!" tiba-tiba Kala in the geng muncul di belakang Senja.
" Kala.. "gumam Senja.
" Kak,, maksudnya apa sih,, kalian ngapain kesini,, bukannya balik." ucap Senja.
" Bilang gw berapa utang cewek itu!!" bentak Kala.
" Lima juta belum bunga nya." Ucap preman itu.
" Gw bayar utang dia,, lepasin tuh cewe,, gw pengen ketemu boss lo.. " ucap Kala dengan merogoh saku celananya.
Terlihat Kala mengeluarkan uang, pecahan seratus ribuan dan menghitungnya.
" Kak,, kamu ngapain? " tanya Senja lirih berbisik pada Kala.
Kala hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Senja,, kelakuannya itu membuat Senja kesal dengan kelakuan Kala.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussehst
2024-03-17
0
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kak othor banyak typo yang perlu berbaiki🙏
2024-02-14
0
abdan syakura
Alhamdulillah...
Kala....
Manusia.memiliki kekurangan dan kelebihan...
2023-03-18
0