"Cobalah ice cream ini."
Jesslyn menyodorkan sendok ice creamnya pada Luis. Tapi ditolak olehnya. Karena ice cream milik Jesslyn terlalu manis dan Luis tidak menyukainya. Luis menggeleng lalu mendorong menjauh sendok itu dari depan bibinya.
"Jangan manja!! Hidup ini tidak selamanya hitam dan pahit. Terkadang terasa manis, asam dan asin. Kita hidup hanya sekali, jika tidak dinikmati, lalu apakah artinya hidup ini?!"
"Duduklah, kau terlalu banyak bicara dan lihatlah di sekelilingmu. Orang-orang sedang memperhatikanmu!!" Luis menarik Jesslyn yang sedang berdiri untuk duduk kembali. Tapi gadis itu menolaknya.
"Biarkan saja, toh mereka memiliki mata. Aku ini sedang mengajarkan apa artinya hidup padamu. Karena selama ini hidup yang kau miliki terlalu hambar, tidak menyenangkan dan terkesan membosankan." Ujar Jesslyn.
"Apa maksudmu?!"
Jesslyn menghela napas berat. "Kau memiliki segalanya, uang yang banyak, kedudukan dan kekuasaan yang tinggi. Kau hidup seperti seorang raja, selalu dihormati dan dilayani. Tapi apalah artinya semua itu jika kau tidak bisa menikmatinya."
"Lebih baik hidup dalam kesederhanaan namun penuh kebahagiaan. Karena dengan begitu kita bisa memahami apa artinya hidup yang sebenarnya!!" Ujar Jesslyn panjang lebar.
Mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir Jesslyn membuat Luis terdiam. Gadis ini begitu sederhana, tapi dia memiliki wawasan lang luas akan artinya hidup. Jesslyn memang berbeda, dan satu hal lagi yang dimiliki oleh gadis itu berhasil menyentuh hatinya.
"Sebaiknya cepat habiskan ice creammu jika kau tidak ingin aku tinggalkan disini!!"
Gadis itu mendecih seraya menatap Luis sebal. Kapan pria bermarga Qin ini akan bersikap baik padanya, dia selalu saja membuatnya kesal setengah mati. Ya meskipun terkadang dia masih bersikap baik.
"Aishh, dasar patung es berjalan. Apa kau tidak bisa melihat orang lain senang sedikit saja, huh?! Kalau mau duluan ya duluan saja, tapi jangan menggangguku. Lagipula aku bukan anak kecil yang akan tersesat jika kau tinggalkan sendirian!!" Jesslyn terus saja menggerutu sambil memakan ice creamnya yang masih setengah.
Luis mendecih sebal. Terkadang dia hilang kesabaran dan kata-kata ketika berdebat dengan gadis satu ini. Jesslyn selalu memiliki cara untuk menimpali semua ucapannya.
"Terserah!!" Luis bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Dia benar-benar meninggalkan Jesslyn sendirian di cafe ini. Tapi Jesslyn tidak mau ambil pusing dan terlalu memikirkannya. Dia tetap menikmati ice creamnya dengan tenang.
.
.
Luis kembali ke mobilnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Kris yang sedari tadi ada di dalam mobil menatap kebingungan majikannya tersebut karena datang sendirian. Padahal dia tadi pergi bersama istrinya.
"Tuan, kenapa Anda hanya sendirian. Dimana Nyonya?"
"Aku meninggalkannya di kedai itu."
"Apa kita benar-benar akan meninggalkan, Nyonya? Dia pasti akan sangat marah dan kesal pada Anda jika kita pulang duluan. Apalagi dengan sikap Nyonya, dia bisa mendiami Anda selama berhari-hari,"
Luis menggeleng. "Mana mungkin aku benar-benar meninggalkannya. Kita akan menunggunya disini, aku mengenal betul bagaimana sifat perempuan itu." Ujar Luis yang kemudian dibalas anggukan oleh Kris.
Kris menatap atasannya itu dengan tatapan tak terbaca. Bertahun-tahun dia bekerja pada Luis, baru kali ini Kris melihat bosnya itu memakai pakaian kasual. Dan sejak kedatangan Jesslyn ke kediaman Qin, sedikit banyak Kris melihat Luis menjadi orang yang berbeda.
Luis yang kaku dan mirip kutub utama sedikit banyak mulai bisa membuka dirinya untuk orang lain. Bahkan tak jarang dia melihat Luis yang tiba-tiba tersenyum sambil menatap Jesslyn. Sikap yang tak pernah dia tunjukkan pada siapa pun sebelumnya, termasuk pada Anna yang notabenenya adalah istrinya.
"Tuan, Itu Nyonya sudah keluar dari kedai. Apa perlu kita menghampirinya?"
Luis menggeleng. "Tidak usah, kita ikuti saja kemana dia pergi." Kris mengangguk setelah mendengar jawaban Luis. Kemudian Kris menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Jesslyn.
Taksi itu berhenti di sebuah rumah sederhana yang terletak disebuah pedesaan. Meskipun sangat sederhana, tapi rumah itu terlihat nyaman. Ada banyak bunga yang tumbuh dihalaman depan, dan rumah itu berada dilingkungan pedesaan yang asri dan nyaman.
Jesslyn masuk ke dalam rumah sederhana itu yang merupakan rumah lamanya. Tiba-tiba dia merindukan ayahnya, dan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sekarang adalah mendatangi rumah lama mereka.
"Jadi disini dulu kau tinggal?" Kedua mata Jesslyn membelalak setelah mendengar suara yang tak asing itu. Ia menoleh dan mendapati Luis berjalan menghampirinya.
"Luis, bagaimana kau bisa ada disini?!" Kaget Jesslyn. Dan Luis hanya mengangkat bahunya acuh.
"Tempat ini sangat nyaman, bagaimana kalau malam ini kita bermalam saja disini. Aku menyukai suasana pedesaan seperti ini."
"Tapi aku tidak memiliki pendingin ruangan apalagi tempat tidur yang nyaman disini. Apa kau yakin bisa tidur nantinya?" Jesslyn menatap Luis ragu.
"Kenapa tidak, lalu apakah ada sesuatu yang bisa dimasak disini? Aku lapar, bisakah kau memasak sesuatu untukku?" Jesslyn mengangguk.
"Aku akan memetik sayurannya dulu, banyak sayuran yang Papa tanam di kebun belakang rumah. Seharusnya sudah besar-besar sekarang." Ucap Jesslyn dan melenggang pergi.
Penasaran dengan kebun dan sayuran yang Jesslyn bicarakan tadi. Luis pun memutuskan untuk menyusulnya, mungkin dia bisa membantunya. Dia ingin tau seperti apa kehidupan Jesslyn sebelum menikah dengannya. Karena Luis tidak banyak tau tentang gadis itu.
-
-
Tidak melihat Jesslyn dan Luis sepanjang hari, membuat Anna tidak tenang sama sekali. Dia sangat penasaran kemana sebenarnya mereka pergi. Anna terus mondar-mandir di teras depan sambil menggigit kukunya.
Deru suara mobil yang memasuki halaman menyita perhatiannya. Itu adalah mobil Luis. Tapi kenapa hanya Kris sendiri, lalu dimana Luis dan Jesslyn.
"Nyonya, apa Anda menunggu Tuan dan Nyonya Jesslyn? Mereka tidak pulang hari ini, kemungkinan mereka akan bermalam diluar."
"Apa?! Tidak pulang dan bermalam diluar?!" Kaget Anna. Kris mengangguk, tanpa mengatakan apapun lagi dia melenggang pergi. Meninggalkan Anna sendirian di deras depan.
Anna semakin tidak tenang memikirkan apa yang akan mereka lakukan malam ini. Meskipun Luis lumpuh, tapi bagaimana pun juga dia adalah pria normal. Dan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan melakukan sesuatu apalagi cuaca malam ini sangat dingin.
Anna menggeleng. Dia tidak bisa membiarkannya, dia harus mencari tau kemana mereka pergi. Anna harus menyusul mereka. Ia benar-benar tidak bisa merelakan jika Luis dan Jesslyn sampai bercocok tanam.
Mereka memang sudah menikah, tapi dialah istri pertamanya. Dan Jesslyn hanyalah orang ketiga yang merusak kebahagiaan rumah tangga mereka, begitulah yang Anna pikirkan. Anna telah memutuskan untuk mencari mereka sampai ketemu.
-
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Ratu Kalinyamat
jgn jgn anna bsa. nemyin meteka berdua lg yg lg asekk d kmpung jesylin
2023-12-25
0
Dewi Zahra
lanjut
2023-08-22
1
Herlina Riansyah
ga nyadar aoa km lebih dl bercocok tanam am sepupu suami sndri !!!! 😡😡
2023-05-19
0