Di malam dingin berselimutkan hujan lebat, adalah awal dari kisah ini. Sebuah awal dari kehidupan baru yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun, termasuk Jesslyn sendiri. Saat takdir membawanya ke dalam jerat seorang yang tak pernah ia kenal sebelumnya.
Meskipun dia tau pada akhirnya dia akan tahu kalau dirinya harus menyerah. Menyerah pada takdir yang akan membawanya menuju jalan yang tak seharusnya. Jalan yang telah diciptakan oleh orang lain.
Inilah awal kisah mereka. Dua hati yang saling bertentangan berusaha menyatukan takdir mereka dalam satu roda kehidupan.
Dua orang yang akan berusaha hidup bersama dalam jalinan suci. Jalinan yang terlahir dari janji suci yang diikrarkan dalam suatu rangkaian ritual yang disebut 'Pernikahan'. Sanggupkah mereka menjalani kehidupan bersama?
Pernikahan tanpa cinta yang mereka jalani, tanpa mereka sadari akan membawa mereka ke dalam kemelut panjang yang membuat semua orang sadar bahwa apa yang terlihat bukanlah hal yang akan selalu sama. Banyak yang akan berubah di hidup mereka.
Sekelebat cahaya masuk melalui celah-celah tirai jendela. Jesslyn sedikit menggeliat. Dia sadar ini sudah pagi. Pelahan dia membuka matanya dan memiringkan tubuhnya mengahadap ke sebelah tempat tidurnya, kosong.
Gadis itu tersenyum hambar. Memangnya apa yang bisa dia harapkan dari sebuah pernikahan kontrak? Tidur seranjang dengan pria yang sekarang telah berstatus sebagai suaminya?! Itu tidak mungkin, karena memang bukan itu yang Jesslyn inginkan.
Tokk... Tokk...
Ketukan pada pintu menyita perhatiannya. Ia menoleh dan mendapati Mia berjalan menghampirinya sambil membawa sebuah kotak berukuran besar yang Jesslyn sendiri tidak tau apa isinya.
"Nyonya, Tuan meminta saya mengantarkan barang-barang ini untuk Anda. Tuan juga berpesan, agar Anda bersiap dalam 30 menit. Beliau akan menemui Anda disini,"
Jesslyn mengangguk. "Aku mengerti, kau boleh keluar sekarang. Aku akan segera bersiap," Mia membungkuk lalu meninggalkan kamar Nyonyanya.
Selepas kepergian Mia. Jesslyn membuka kota itu dan menemukan beberapa helaian gaun di dalamnya. Selain gaun ada beberapa pasang sepatu, set perhiasan dan peralatan make up.
Tau apa tujuan pria dingin itu mengirim semua barang-barang ini. Jesslyn mengambil salah satu dari baju-baju cantik itu lalu membawanya ke kamar mandi. Dia harus segera membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat, dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
Setelah berendam selama 15 menit lebih, Jesslyn keluar dari kamar mandi dengan balutan gaun cantik yang membuatnya terlihat sangat elegan. Ia kemudian duduk di depan meja rias untuk mempercantik diri.
Meskipun statusnya di Manson mewah ini hanya sebagai istri kedua, tapi dia tetap tidak boleh kalah cantik dari istri pertama Luis. Dia harus bisa memanfaatkan satu tahun itu untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik.
-
-
"Dari mana saja kau?!"
Kepulangan Anna langsung disambut pertanyaan oleh Luis. Pria itu menatap dingin sang istri yang berdiri didepannya. Anna tersenyum, kemudian dia duduk dipangkuan suaminya.
Anna bersandar pada dada bidang Luis yang tersembunyi dibalik kemeja hitamnya. "Lu, jangan bertanya seperti itu. Kau membuatku takut, apalagi tatapanmu. Maaf, aku tidak bisa pulang semalam karena harus menemani ayah di rumah sakit. Tiba-tiba asmanya kambuh dan aku harus menjaganya." Anna mencoba memberi penjelasan.
Luis tidak memberikan respon apa-apa. Dia hanya diam, tapi bukan berarti ia mempercayai ucapan istrinya. Luis tau jika selama ini diam-diam Anna telah bermain api dengan kakak sepupunya sendiri dibelakangnya.
Dan Luis sengaja tidak membongkar perselingkuhan mereka berdua karena dia telah memiliki rencana untuk membalas kedua sampah ini.
"Oya, Lu. Kemarin aku melihat ada sebuah tas yang sangat cantik sekali di toko langgananku. Kau mau kan membelikannya untukku?" Dia memainkan jari-jari lentiknya di dada Luis. Dan Luis masih menahan dirinya agar tidak membunuh penghianat ini.
"Kau bisa membeli barang apa pun yang kau inginkan," jawab Luis.
"Benarkah?!" Lalu mana kartunya?" Anna mengulurkan tangannya dengan wajah berseri-seri.
Luis memicingkan matanya dan menatap wanita itu penuh tanya. "Kartu, bukankah kau bisa memakai kartu milik kakak sepupuku untuk membelinya." Luis menyeringai, sementara Anna langsung memasang wajah terkejut serta kebingungan.
"Ma..Maksudmu apa? Kenapa kau malah menyarankan supaya aku memakai kartu milik kakak sepupumu, kau bercanda ya. Bisa-bisa kak Elizabet marah dan menggantungmu hidup-hidup. Lagipula yang suamiku adalah kau bukan dia, jadi aku harusnya mintanya padamu kan." Ujar Anna sambil memeluk leher suaminya.
"Turunlah dulu, sebaiknya sekarang kau mandi. Setelah ini kita sarapan sama-sama. Dan ada seseorang yang ingin aku perkenalkan padamu, juga semua orang di Mansion ini."
"Siapa?" Tanya Anna penasaran.
"Kau akan mengetahuinya nanti, Kris ayo antarkan aku keluar."
"Baik, Tuan."
Seketika Anna menjadi penasaran. Siapakah sebenarnya orang yang ingin dia kenalkan itu. Kelihatannya sangat serius. Dan entah itu hanya perasaannya saja atau memang benar adanya, jika Luis lebih dingin padanya.
-
-
Jesslyn masih berias saat Luis datang ke kamarnya. Gadis itu hanya menatap sekilas pada pria yang sejak semalam telah resmi menjadi suami kontraknya itu.
Ada yang ingin dibicarakan dengan Jesslyn, Luis pun memberi kode pada Kris agar meninggalkan mereka berdua.
Tiba-tiba Luis bangkit dari kursi rodanya lalu berjalan menghampiri Jesslyn, dan tentu saja itu membuat gadis itu terkejut setengah mati.
"Omo!! Jadi ternyata kau tidak lumpuh?!" Pekik Jesslyn sambil menatap Luis tak percaya.
"Ini adalah rahasia antara aku dan dirimu. Jangan sampai orang lain tau jika sebenarnya aku tidak lumpuh. Aku rasa tidak ada gunanya terus berpura-pura menjadi pria cacat di depanmu."
"Lalu bagaimana dengan lilitan perban yang menutup setengah wajah dan lehermu itu, apakah itu juga palsu?" Jesslyn menunjuk perban yang membebat setengah wajah sebelah kiri Luis dari kening sampai tulang pipinya.
Luis menghela napas berat. "Jadi kau ingin melihatnya apakah ini juga palsu atau tidak?" Jesslyn mengangguk. Luis menarik simpul yang mengikat perban itu lalu membukanya di depan istri kontraknya ini.
Jantung Jesslyn berdegup kencang menunggu perban itu terlepas sepenuhnya dari wajah Luis. Dan persis seperti dugaannya, ternyata wajah itu juga baik-baik saja setelah dia melepas kulit palsu yang terlihat seperti bekas luka terbakar.
Dan untuk sesaat Jesslyn melupakan bagaimana tampannya pria di hadapannya ini. Luis memiliki rahang yang kokoh, hidung yang mancung dan sepasang bola mata indah berwarna hitam keabu-abuan. Sungguh jarang orang Asia memiliki warna mata seperti yang di miliki oleh Luis.
"Kenapa?! Apa kau terpanah oleh ketampananku?" Ejek Luis melihat wajah Jesslyn yang sedikit memerah.
Buru-buru gadis itu menggeleng. "Mana ada, dibandingkan tampan, kau lebih terlihat cantik!!" Jawab Jesslyn sambil menyembunyikan kegugupannya.
"Hn, bersiap-siaplah. Setelah ini kita sarapan bersama keluarga , Qin. Aku akan segera memperkenalkanmu pada mereka, juga pada Anna."
Jesslyn memicingkan matanya. "Anna?"
"Dia istri pertamaku. Dan satu hal lagi yang harus kau ingat. Kau adalah Nyonya yang paling berkuasa di mansion ini. Jangan pernah menunjukkan kelemahanmu apalagi menundukkan kepala di depan mereka semua. Apa kau mengerti?!"
"Ya, aku mengerti."
Luis memang bukan satu-satunya yang tinggal di mansion mewah ini. Dia tinggal bersama seluruh orang yang di dalam tubuhnya mengalir darah keluarga Qin.
Meskipun tidak nyaman tinggal dengan mereka yang bermuka dua, namun Luis tidak bisa mengusir dan mendepak mereka keluar dari mansion ini. Karena jumlah saham yang dia miliki masih belum cukup, meskipun dia pemegang saham terbesar.
Dan rencana Luis baru saja dimulai, cepat atau lambat dia pasti akan mendepak mereka semua keluar dari mansion ini. Setelah saham tak bertuan sebenar 20% yang masih menjadi misteri dan teka-teki itu jatuh ke tangannya.
-
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Rhmad Flash
ooo ..o.o JD orang ky tak seenak apa yg kt byngkan
2024-03-02
1
Ratu Kalinyamat
ad ap ya d klrga quin/Casual//Casual//Casual//Casual/
2023-12-25
1
Wirda Lubis
lanjut
2023-12-10
0