Jesslyn melebarkan seringainya saat melihat dua orang yang berjalan menghampirinya. Siapa lagi mereka jika bukan Leo dan Rossa. Dua penghianat yang ingin Jesslyn hancurkan hidupnya.
Gadis itu mengembalikan dress yang sedang dilihatnya ketempat semula lalu mendekati mereka berdua. "Aku pikir siapa yang memanggilku tadi, ternyata dua sampah!!" Ucap Jesslyn dengan seringai yang sama.
"Jess, apa maksudmu menyebut kita berdua sampah? Apa sebegitu bencinya kau pada kami?" Tanya Rossa sambil menatap Jesslyn tak percaya. Dia tidak menduga jika sahabatnya itu akan mengatakan kalimat yang begitu menyakiti perasaannya.
"Lalu apa sebutan yang pantas untuk manusia-manusia tak beradab seperti kalian berdua jika bukan sampah?! Yang satu sahabat baikku, yang satu calon suamiku. Dan kalian berdua mengkhianatiku dengan kejam. Jadi apa tidak layak jika aku menyebut kalian sebagai sampah?!"
Leo dan Rossa memperhatikan sekelilingnya. Orang-orang sedang berbisik-bisik membicarakan mereka berdua. Dan tentu saja hal itu membuat keduanya menjadi tidak nyaman sama sekali.
Orang-orang itu menatap mereka dengan berbagai tatapan, tentu saja tatapan mencemooh dan meremehkan. Tak ingin semakin dipermalukan, Rossa segera memutar otaknya untuk membalas Jesslyn dan balik mempermalukannya.
Dia memperhatikan semua barang yang melekat di tubuh Jesslyn dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rossa tau jika semua barang-barang itu adalah barang mahal dari brand ternama.
"Oya, Jess. Aku sangat penasaran darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu untuk berbelanja di boutique ini?! Bukankah kau hanya karyawan toko dengan gaji yang tidak seberapa. Bahkan semua yang kau pakai adalah barang dari brand ternama dan berharga selangit. Atau jangan-jangan kau frustasi lalu menjual diri ke om-om hidung belang ya?!"
Rossa menyeringai, orang-orang itu kembali berbisik-bisik dan sekarang yang mereka bicarakan adalah Jesslyn. Namun Jesslyn tetap terlihat tenang.
"Sepertinya kau sangat suka sekali mencampuri hidup orang lain. Darimana aku mendapatkan uang untuk membeli barang-barang ini, itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Dan dari pada kau sibuk menjatuhkan harga diriku, lebih baik urusi saja janin haram yang ada di dalam perutmu!!"
"Jesslyn, cukup!! Berhenti menyudutkan Rossa. Lihat karena dirimu dia jadi kesakitan, apa kau sengaja ingin merusak mentalnya!!" Bentak Leo marah.
"Benar-benar pasangan sampah!! Kalian sama-sama menjijikkan. Munafik dan tidak tau malu. Dan sekalinya sampah, sampai kapan pun tetap saja sampah!!" Kemudian Jesslyn meninggalkan mereka berdua begitu saja.
-
-
"Aaahhhh... Frank, pelan-pelan. Milikmu terlalu besar. Aaahhh, sakit Frank!!!"
"Jangan keras-keras, Anna. Bagaimana kalau sampai ada yang mendengarnya?!"
"Memangnya siapa yang akan mendengarnya?! Semua orang tidak ada di rumah. Lebih baik lanjutkan lagi tapi jangan terlalu kasar, pelan-pelan saja,"
"Baiklah, Sayang. Aku akan lebih lembut lagi,"
Jesslyn menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja indera pendengarannya menangkap sebuah suara yang membuat bulu kuduknya langsung berdiri. Dia mengenal betul siapa pemilik suara itu, mereka adalah Anna dan Frangky.
Tanpa ragu sedikit pun, Jesslyn membuka pintu berpelitur elegan itu dan mendapati dua manusia sampah sedang melakukan perbuatan hina.
"Sepertinya akan sangat menarik jika Luis dan Elisabet melihat langsung perbuatan kalian ini!!"
Degg..
Keduanya tersentak kaget. Mata Anna dan Frangky sama-sama membelalak melihat siapa yang berdiri disamping pintu sambil memainkan ponselnya. Buru-buru Anna menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Apa yang ingin kau sembunyikan dariku?! Kenapa kau harus merasa malu, bukankah orang lain juga sudah melihatnya!!" Jesslyn menyeringai.
"Betina kurang ajar!! Aku akan memberimu pelajaran," Frangky menghampiri Jesslyn sambil membawa sebuah tongkat besi.
Tanpa ragu Frangky melayangkan tongkat itu ke arah Jesslyn, tapi sayangnya berhasil ditangkap dengan mudah oleh gadis itu. Mata Frangky membelalak, terkejut dengan apa yang baru saja disaksikan oleh matanya. Bagaimana gadis yang terlihat lemah ini malah sangat kuat dan sigap.
Jesslyn merebut tongkat itu dari tangan Frangky lalu balas memukulnya. Tubuh pria itu roboh dengan sekali pukul. "Cih!! Dasar pria sampah. Dipukul sedikit saja langsung pingsan. Manusia tak beradab sepertimu harus diberi pelajaran." Jesslyn mengangkat kaki kanannya lalu mengarahkan pada telor Frangky, dan..
"JANGAN!!" Anna berteriak histeris. "Ahhhh, telor priaku!!" wanita itu kembali berteriak dan menghampiri Frangky yang kembali tak sadarkan diri setelah sadar selama beberapa detik akibat rasa sakit pada sosis dan telornya.
"UPS!! Maaf, aku tidak sengaja. Hahaha!!" Jesslyn melambaikan tangannya dan pergi begitu saja.
Entah kenapa dia merasa sangat puas setelah memberi pelajaran pada kedua sampah itu. Mereka berdua tidak ada bedanya dengan Leo dan Rossa. Sama-sama tak beradab dan tak beretika. Dengan tenang Jesslyn berjalan ke kamarnya. Dia sangat lelah dan ingin tidur siang sebentar saja.
-
-
Sang surya mulai tenggelam di horizon, terlihat setengah lingkaran berwarna jingga, memancarkan citra kelembutan. Dia telah kehabisan waktu untuk menemani manusia bumi, dan keberadaannya akan segera digantikan oleh penguasa malam.
Semilir angin sore berhembus. Terasa dingin namun menyejukkan. Di balkon sebuah Manson mewah. Terlihat seorang gadis berdiri menatap senja, sepasang Hazel-nya menatap kagum pada ciptaan Tuhan yang satu itu.
Jesslyn adalah penikmat senja, hampir setiap sore hari dia selalu menyempatkan diri untuk menikmati senja. Jesslyn sendiri tidak tau apa alasannya sangat menyukai senja, yang dia tau senja itu indah dan dia adalah tipe yang setia. Senja tidak pernah ingkar janji untuk kembali lagi esok hari.
"Apa kau yang melakukannya?!"
Perhatian Jesslyn teralihkan dari senja. Gadis itu menoleh dan mendapati Luis menghampirinya. Tanpa bertanya lebih pun, tentu saja Jesslyn sudah mengerti maksud dari pertanyaan suami kontraknya itu.
Jesslyn mengangguk. "Ya, memang aku yang melakukannya. Kenapa? Apa kau merasa tidak terima karena aku memecahkan salah satu telor milik kakak sepupumu. Tapi untungnya dia tidak mati dan hanya pingsan saja." Tutur Jesslyn, bahkan dia tidak merasa bersalah sedikit pun setelah memecahkan telor Frangky.
Luis menghampiri Jesslyn kemudian berdiri disampingnya. Dia menoleh dan menatap istri kontraknya itu selama beberapa detik, membuat kontak mata diantara mereka tak bisa terhindarkan.
"Aku hanya merasa kasihan pada Anna dan juga Elisabeth, karena mereka harus menganggur dalam waktu yang cukup lama."
"Sepertinya kau masih sangat peduli pada istri pertamamu. Jika kau memang mencintainya, lalu kenapa kau bersikap kejam padanya?! Bukankah sekarang adalah kesempatan terbaikmu untuk memperbaiki hubungan kalian lagi, toh kakak sepupumu juga tidak akan seperkasa dulu!!"
"Memperbaiki tempurung yang retak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Dan bagaimana bisa aku memperbaiki hubungan yang sudah hancur sejak lama, dalam waktu dekat ini aku justru berencana untuk menceraikan Anna!!"
"Jangan!!" Jesslyn berseru kencang.
Luis memicingkan matanya dan menatap gadis itu penasaran. "Kenapa jangan?!"
"Itu sama saja dengan kau mendorongku untuk bunuh diri secara paksa. Jika kau menceraikan Anna setelah menikahimu, sama saja artinya kau menghancurkan nama baikku. Aku bisa dicap sebagai pelakor oleh orang-orang. Setidaknya kau harus menundanya sampai satu tahun ke depan, setelah kontrak nikah itu berakhir. Kau bisa bertindak sesuka hatimu. Karena sudah tidak ada alasan orang lain untuk mengutukku!!' " Ujar Jesslyn panjang lebar.
"Masuk akal. Ternyata kau tidaklah sebodoh yang aku pikirkan. Kau cukup berguna untukku. Bersiap-siaplah, setelah ini turun dan kita makan malam sama-sama."
"Hm, baiklah!!"
-
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Ibu negara
aku bara baca novel ini aku suka karena cerita nya wanitanya punya sifat mandiri dan tangguh. bukan cerita wanita nya yg merintih2 meratapi jalan hidup nya. di dunia realita tidak secengeng itu
2024-02-07
1
Iis Istikhoroh
jesslyn sangat keren
2023-12-30
0
Ratu Kalinyamat
ad ad saja y ceritanya ..bgtu rumit buat org awam biasa mah../Grin//Grin//Grin//Grin/
2023-12-25
0