Tampak Elisabet memasuki mansion mewah keluarga Qin sambil mendorong kursi roda suaminya.
Hari ini Frangky diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit karena keadaannya yang sudah semakin membaik. Wanita itu tidak hanya sendirian, ada Elisa yang menemaninya. Ibu mertuanya itu selalu bersamanya ketika berada di rumah sakit.
Tatapan penuh kebencian Frangky berikan pada sosok gadis yang sedang menuruni tangga dengan anggunnya. Siapa lagi gadis itu jika bukan Jesslyn.
Jesslyn tersenyum sinis menyikapi tatapan Frangky yang begitu tak bersahabat. Dia lalu menghampiri laki-laki itu.
"Selamat datang kembali kakak ipar. Senang melihatmu pulang dalam keadaan baik-baik saja. Kak Sabet pasti lelah, bagaimana bila aku saja yang mengantarnya untuk beristirahat?!" ucap Jesslyn sambil menatap Frangky dengan seringainya.
"Tidak perlu!! Aku tidak butuh bantuanmu!!" Jawab Frangky ketus.
"Jangan begitu kakak ipar. Aku punya niat baik loh. Bukankah kita adalah keluarga, dan sebagai adik ipar yang baik. Aku harus berlaku baik juga padamu, bukankah begitu?! Kau adalah kakak sepupu suamiku, jadi sudah sepatutnya aku bersikap hormat padamu." Ujar Jesslyn panjang lebar.
Elisa mendorong gadis itu hingga terhuyung kebelakang. "Jangan sok baik, ular betina sepertimu tidak bisa menipuku. Dan anakku, tidak butuh kebaikan palsumu. Sabet, segera antarkan suamimu untuk istirahat," Elisa melirik menantunya dari ekor matanya.
Sabet mengangguk. "Baik, Ma."
Elisa menunjuk Jesslyn tepat di depan mukanya. Namun detik berikutnya tangan itu terkepal dan dia tarik turun dengan kasar."Kau boleh merasa menang sekarang. Tapi ingat, aku tidak akan pernah tinggal diam dan membiarkanmu terus berkuasa di rumah ini!!" Dia menyenggol bahu Jesslyn dan pergi begitu saja.
Jesslyn menarik sudut bibirnya. Dia menyeringai sinis. Apa wanita itu pikir ancaman seperti itu mempan padanya? Tentu saja tidak, karena Jesslyn bukanlah orang yang mudah untuk ditindas.
-
-
Anna tampak sangat bahagia ketika Luis membawanya ke sebuah boutique langganannya. Laki-laki itu meminta dia memilih barang apapun yang Anna inginkan. Anna tau jika Luis memang sangat mencintainya, dan sikapnya beberapa hari ini hanya ingin membuatnya cemburu.
Luis memanggil seorang pelayan toko lalu meminta dia membawakan koleksi gaun terbaik boutique-nya. Luis berencana membeli gaun-gaun itu untuk Jesslyn.
"Sayang, bagaimana dengan gaun yang ini? Cantik tidak?" Anna menunjukkan beberapa gaun pilihannya pada Luis.
Luis mengangguk. "Jika kau suka, kau bisa mengambil semuanya." Dan tentu saja jawaban Luis membuat Anna kegirangan.
"Baiklah, aku akan mengambil semua gaun-gaun ini." Ucapnya.
Kemudian pelayan toko datang sambil membawa koleksi gaun terbaik boutique-nya, dan menunjukkan pada Luis. "Tuan Qin, ini adalah gaun-gaun terbaik di boutique ini."
"Bungkus semuanya." Pelayan itu mengangguk. Tentu saja dia sangat senang, semakin banyak gaun yang terjual, maka semakin besar juga bonus yang bisa dia dapatkan.
Anna menghampiri Luis lalu bertanya untuk siapa gaun-gaun itu. Dan jawaban singkat Luis membuat emosi Anna memuncak. Bagaimana tidak, karena Luis menjawab gaun-gaun itu untuk Jesslyn.
"Aku pikir kau membawaku kemari karena kau ingin memperbaiki kesalahanmu padaku. Tau begitu aku tidak akan Sudi ikut dan memaafkanmu, apa istri mudamu lebih penting dariku?!" Anna berbicara dengan nada yang sedikit meninggi agar orang-orang bisa mendengarnya. Dia ingin mempermalukan Luis.
Luis memperhatikan sekelilingnya. Orang-orang sedang berbisik-bisik membicarakan dirinya. Tapi Luis juga tidak kehabisan kata untuk menghadapi Anna.
"Sebaiknya koreksi dulu kesalahanmu sendiri, apa yang membuatku memutuskan untuk menikah lagi. Jangan pernah berpikir apalagi merasa jika kau yang paling tersakiti!! Kris, bayar gaunnya dan kita pergi dari sini!!"
"Baik, Tuan."
"Lalu bagaimana dengan gaun-gaunku?!"
"Minta saja selingkuhanmu itu membayarkannya. Aku yakin dia tidak akan keberatan!!" Jawab Luis dan membuat wajah Anna pucat seketika.
Anna menggigit bibir bawahnya. Dia bingung kenapa Luis berkata demikian, apakah dia sudah mengetahui perihal perselingkuhannya dengan Frangky? Anna menggeleng, meyakinkan pada dirinya sendiri jika Luis hanya asal bicara.
Dia bergegas menyusul Luis yang baru masuk ke dalam mobilnya. Dia tidak bisa membiarkan Luis sampai menceraikan dirinya. Karena dia bisa kehilangan segalanya jika Luis sampai memutuskan untuk berpisah dengannya.
"Luis, tunggu!!"
-
-
Seorang gadis berdiri di balkon kamarnya. Lensa pengamatannya yang teduh menatap hamparan mawar yang melambai-lambai karena hembusan angin. Sore ini langit terlihat cerah, biru membentang dengan hiasan awan putih yang tidak seberapa banyak.
Menjadi istri kedua bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan, apalagi pernikahan itu hanya tertulis diatas selembar kertas yang kemudian berakhir jika kontraknya telah habis.
Jesslyn tersenyum miris. Entah apa yang dia pikirkan saat itu, sampai-sampai dia bersedia melakukan pernikahan bersyarat dengan pria yang telah beristri. Ia merasa jika hidupnya persis seperti sebuah lelucon. Takdir Tuhan memang sulit ditebak, begitulah yang dia pikirkan.
"Apa yang sedang kau lamunkan?" Jesslyn menoleh setelah mendengar suara dingin seorang pria masuk ke dalam indera pendengarnya.
Gadis itu mengangkat bahunya. "Tidak ada, hanya menikmati senja," jawabnya acuh tak acuh.
"Cobalah gaun-gaun ini. Aku rasa ini sangat cocok untukmu," Luis meletakkan beberapa paper bag di atas tempat tidur Jesslyn.
Gadis itu kemudian melangkah masuk dan menghampiri suami kontraknya itu. "Untuk apa kau membeli semua gaun-gaun ini? Kenapa harus membuang banyak uang hanya untuk barang-barang seperti ini, lagipula aku tidak kehabisan pakaian untuk kupakai setiap hari," bukannya ucapan terimakasih. Jesslyn malah mengomeli Luis habis-habisan.
Menurutnya Luis terlalu boros. Dia tau jika pria di depannya itu tidak akan kehabisan uang jika hanya membeli beberapa helai gaun saja. Tapi tetap saja itu tidak baik, dari pada untuk membeli kain dengan harga puluhan bahkan ratusan juga, lebih baik uang itu ditabung.
Jesslyn bukanlah tipe gadis yang suka menghambur-hamburkankan uang. Dia selalu menggunakan uangnya dengan bijak, jika menurutnya tidak penting, maka Jesslyn juga tidak akan membelinya. Apalagi itu pakaian yang nantinya akan menjadi barang bekas.
"Dasar wanita!! Apa susahnya mengatakan terimakasih untuk gaunnya, kenapa malah ceramah panjang lebar. Ambil saja apa susahnya!!"
Jesslyn mendecih sebal. "Toh aku tidak memintanya, tapi karena sudah terlanjur dibeli akan aku ambil dan terimakasih. Puas!!"
Luis menatap gadis di depannya itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Menurutnya Jesslyn adalah gadis yang cukup unik dan berbeda dari gadis-gadis yang pernah dia temui sebelumnya. Dan Jesslyn adalah gadis pertama dan satu-satunya yang berani berbicara dengan nada sinis padanya.
Dia selalu apa adanya. Tidak penuh kepura-puraan dan kepalsuan. Sifatnya sangat berbanding balik dengan sikap Anna. Yang selalu manis di depan namun busuk dibelakang. Meskipun baru satu bulan mengenal Jesslyn, tapi Luis sudah bisa menilai dia gadis yang seperti apa.
"Pilih salah satu dari gaun-gaun itu, temani aku menghadiri sebuah acara. Aku akan memberimu waktu 30 menit untuk bersiap!!"
-
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Zareenakim🥰
Kok jdi bingung yah elisa sm sabet
2024-07-25
0
Ratu Kalinyamat
gadis sederhana yg beruntung ,, hmmm adakah yg pny sifat asli di dunia nyata, kebanyakan mah smua cewe y matre /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2023-12-25
0
Wirda Lubis
lanjut
2023-12-10
0