"Sudah kuduga, itu baru muridku. Aku dulu juga berpikir seperti itu tetapi aku tidak tau cara menggantinya. Sampai aku rusak buat melihat cara perakitan tidak tahu juga."
"Nanti aku pikirkan guru. Sebaiknya kita pulang atau cari makan saja dulu guru kasian senior Chu sudah lapar."ucap Bo Qin dengan pandangan serius
"Kau benar Chu ge'ge sepertinya sudah lapar."kata Zhu Luoning membenarkan perkataan Bo Qin padahal dari tadi yang perutnya berbunyi adalah Bo Qin dan Zhu Luoning.
'Benar-benar tidak tahu malu mereka berdua ini'pikir Liang Chu
"Baiklah aku sudah lapar."ucap Liang Chu dengan senyum masam
Mereka bertiga segera berangkat mencari tempat makanan yang cocok untuk mereka. Setelah beberapa saat mereka segera menemukan tempat yang cocok buat mereka, yaitu rumah makan bunga persik.
"Ning'er sebentar lagi penerimaan murid baru, apakau akan menerima murid nanti."
"Entahlah tetapi kalau ada yang menarik boleh juga."
"Tapi kalau cuma murid biasa yang tunduk pada yang kuat dan sombong pada yang lemah buat apa. Atau murid yang cuma bisa mengandalkan status gurunya saja, sungguh tidak penting. Aku lebih suka murid yang mandiri dan tidak mengandalkan statusku, yang menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri tidak menggunakan status orang yang di belakangnya."ucap Zhu Luoning sambil melirik kearah Bo Qin yang masih saja terus makan bahkan sudah menyamai porsi untuk 10 orang.
"Yah begitukah."ucap Liang Chu sambil melirik Bo Qin juga. Bo Qin yang merasa dari tadi di lirik terus-menerus hanya menoleh sebentar dan melanjutkan makannya
'Kalau seperti dia siapa yang berani mengganggu dia, awal - awal masuk sekte saja sudah bertarung dengan Tetua dan berhasil melukainya. Aku yakin sekarang pasti tetua Kong lagi berusaha menahan rasa gatal akibat ulah anak ini.'ucap batin Liang Chu sambil melihat ke arah Bo Qin lalu geleng-geleng kepala.
"Tapi jika ada murid yang berguna bagiku aku akan mengambil murid."ucap Zhu Luoning
"Qin'er menurutmu apakah aku harus mengambil murid lagi."
"Mungkin iya guru, cari yang bisa memasak makanan saja menurutku begitu saja guru."
"Bagus juga idemu, kalau kita terus mencuri makanan punya para tetua lama-kelamaan kita akan tertangkap juga. Sedangkan di kedai murid walaupun tetua tidak dilarang untuk makan disana, tapi tidak ada yang makan disana."ucap Zhu Luoning
"Iya guru benar saat aku makan disana orang-orang pun melihat ku dengan tatapan aneh."
"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan aku akan mengambil murid lagi, tetapi yang bisa masak dan kau tenang saja sebelum ada murid tambahan kita berdua akan bergantian memasak bagaimana."ucap Zhu Luoning
"Baiklah setuju."ucap Bo Qin lalu sehabis itu dia bersalaman dengan Zhu Luoning seperti seorang pedagang dan pembeli yang mencapai kesepakatan
"Setelah ini kita cari bahan makanan."ucap Zhu Luoning
Setelah itu Bo Qin dan Zhu Luoning dengan semangat segera menghabiskan makanan mereka. Setelah selesai makan mereka segera pergi mencari bahan makanan dengan cepat dan meninggalkan Liang Chu sendiri. Saat Liang Chu ingin menyusul mereka dia segera ditahan oleh pemilik rumah makan dia diminta untuk membayar makanan yang telah mereka makan. Sedangkan di tempat Zhu Luoning
"Hmmm...... Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa yah..........ya sudahlah gak usah di pikirkan."ucap Zhu Luoning sambil kembali melesat membeli bahan makanan. Sedangkan di tempat Bo Qin dia terus berbelanja bahan makanan baik daging bumbu masak dan lainnya. Sedangkan di tempat Liang Chu dia hanya menunggu di depan rumah makan bunga persik dia tidak kemana-mana lagipula uang yang dia bawa hanya tersisa beberapa perunggu saja, dia tidak menyangka bahkan tabungan yang dia simpan juga ikut ludes hanya untuk bayar makan saja. Sekarang dia menanamkan di otaknya bahwa rumah makan ini sangat mahal apalagi makanan yang di pesan Bo Qin dan Zhu Luoning merupakan yang terbaik.
"Sepertinya aku menunggu mereka disini saja."
Tidak seberapa lama Liang Chu menunggu Zhu Luoning dan Bo Qin pun datang.
"Ternyata kau sudah datang duluan ya Chu ge'ge."ucap Zhu Luoning sambil tersenyum
"Senior Chu cepat banget sampainya apa saja yang senior beli."
'Apa mereka sengaja meledekku ya.'pikir Liang Chu
"Aku tidak membeli apapun."
"Ouh begitu uang sisa juga lumayan ayo kita habiskan."ucap Zhu Luoning semangat.
"Eh tunggu dulu tetapi kenapa sisanya masih sebanyak ini kita makan tadi pasti butuh biaya yang besar, mungkin uang ini harusnya sudah habis atau malah kurang krna disini makanannya terkenal mahal walaupun rasanya yang terbaik diantara rumah makan sekitar."ucap Zhu Luoning
"Eh tadi kapan ya aku bayar makannya."lanjut Zhu Luoning
"Guru gak ada bayar, yang duluan pergi adalah guru."jawab Bo Qin
"Eh kalau begitu....."ucap Zhu Luoning sambil menengok ke arah Liang Chu yang di balas senyuman oleh Liang Chu.
"Hehehe karena uang yang dari para tetua dan patriak masih ada jadi berapa yang harus di ganti Chu ge'ge, tetapi yang tersisa cuma 53 emas lo."
"Ya sudah kamu ganti 40 emas saja."ucap Liang Chu
"Untuk makan aku sendiri saja udah lebih dari 130 emas menurut perhitungan aku, belum tambah minuman."ucap Bo Qin
"Sudah tidak apa-apa kapan lagi aku bisa mentraktir kalian."ucap Liang Chu
"Chu ge'ge yang terbaik."ucap Zhu Luoning.
"Ouh ya guru di jalan tadi aku mendengar akan ada pelelangan nanti, jadi kalian pulang dulu saja aku akan melihatnya siapa tahu ada sesuatu yang bagus."
"Baiklah hati-hati Qin'er."
"Guru tenang saja mungkin disana aku akan bersenang-senang. Hahahhahaahhaha."ucap Bo Qin yang di ikuti oleh suara tawanya yang keras sehingga orang yang melewatinya menganggap dirinya gila.
Dbuukkk....
Arrgghhhhh...
"Sialan siapa yang berani memukulku."ucap Bo Qin
"Aku memang kenapa. Untung aku cuma mukul saja apa kau ingin di anggap gila dengan tawamu yang tidak jelas itu."ucap Zhu Luoning
"Sudahlah Ning'er jangan menganggu dia, dia itu masih anak-anak sedangkan kau itu sudah dewasa. Kau itu harusnya menjaga dirinya bukan terus-terusan memukul dia."ucap Liang Chu
"Dia kuat kok kalau hanya pukulan seperti ini saja."
"Hmm baiklah lebih baik aku ketempat lelang saja ucap Bo Qin sambil menarik caping ke kepalanya yang sebelumnya dia gantung di belakang lehernya.
Bo Qin segera pergi ke tempat pelelangan. Setelah bertanya-tanya dengan beberapa orang tentang tempat pelelangan sampailah Bo Qin di depan suatu bangunan yang besar di atas pintunya tergantung sebuah tulisan bertuliskan Pelelangan rumah harta.
"Tempat yang mewah, tapi apakah akan ada harta yang menarik. Sebaiknya aku akan masuk saja dahulu."
Di depan pintu Bo Qin di tanya oleh petugas yang bertugas menerima tamu.
"Maaf tuan...tuan ingin di ruang mana, vip atau biasa jika vip tuan harus membayar 50 perak sedangkan untuk biasa hanya 50 perunggu."
"Biasa saja, kalau di ruang vip kurang menyenangkan. Sisanya untuk mu saja."ucap Bo Qin sambil menyerahkan sekeping uang emas.
"Baiklah tuan silahkan masuk."
Setelah kepergian Bo Qin petugas yang bertugas menerima tamu bergumam
"Sepertinya pelelangan kali ini akan ramai."
Setelah itu ia segera melanjutkan tugasnya sebagai menerima tamu. Sementara itu Bo Qin sengaja memilih tempat duduk di tengah bagian paling depan agar bisa terlihat oleh semua orang
...----------------...
...SEKIAN DULU YA SEMUANYA. TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA. MOHON MAAF JIKA ADA YANG SALAH SALAH TULIS ATAU KURANG MEMUTUSKAN MAKLUM JUGA PEMULA. KALAU ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR BIAR AUTHOR BISA LEBIH MEMPERBAIKI DIRI...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
fresh fresh fresh fresh fresh fresh fresh fresh
2023-09-18
0
hasbullah 123
Mhn maaf sekedar masukan ...untuk kata2 tingkat kultivasi & lain nya sebaik nya menggunakan bahasa indonesia biar mudah di mengerti tks
2022-11-05
0
Randi Pratama
knyol
2022-07-22
0