Para tetua pun pergi, sedangkan Bo Qin dan Zhu Luoning tadi mereka segera ketempat Zhu Luoning tinggal. Yang awalnya dia menarik tangan Bo Qin sekarang dia menarik telinga Bo Qin lagi sampai kediamannya. Mereka menjadi tontonan murid yang sedang berlatih. Bo Qin yang sedang ditarik telinganya hanya menyilangkan kedua tangannya di dada, dia juga meletakkan kaki kirinya di depan kaki kanannya dia tak mau berjalan. Bekas Bo Qin yang diseret gurunya pun terlihat di sepanjang jalan menuju kediaman Zhu Luoning. Bo Qin yang menjadi tontonan cuma terus mengumpat Zhu Luoning dengan sebutan guru sialan, guru tidak berperi kemanusiaan, guru kampret, guru kejam, dan lainnya. Zhu Luoning hanya diam saja dan malah semakin keras menarik telinga Bo Qin. Para murid hanya menatap Bo Qin dengan kasihan.
Tak lama kemudian, mereka sampai di suatu bangunan yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil tetapi memiliki halaman yang luas. Di halaman itu juga terdapat taman bunga yang beraneka macam, disana juga terdapat banyak pohon buah-buahan.
"Nah Qin'er inilah kediaman kita, yah walaupun tidak sebesar kediaman tetua lainnya. Didalamnya total ada 12 kamar kosong, kau bisa memilih yang mana saja. Di sini hanya kita berdua yang tinggal jadi kau kalau mau makan bisa membuat makanan sendiri atau pergi ke kedai murid pada saat jam makan pagi, siang, dan malam di sana disediakan gratis untuk para murid. Tapi saat disana kau harus mematuhi aturan disana jika tidak kau bisa di pukuli oleh pengurus tempat itu. Kabarnya dia bahkan lebih kuat dari patriak makanya para murid tidak berani macam-macam di sana."
"Dulu ada murid yang suka berbuat masalah, disana dia juga membuat onar dan akibatnya dia tidak bisa bangun dari tempat tidur selama setengah tahun. Aku juga pernah berbuat salah disana yah walaupun cuma merebut antrian doang aku dihajar di sana habis-habisan. Aku tidak bisa bangun dari tempat tidur selama sebulan."
"Baiklah guru akan kuingat itu."ucap Bo Qin
"Nah... sekarang masuklah pilihlah kamarmu sendiri. Ouh ya kamarku ada saja namaku ku tulis, jadi yang papan namanya kosong itu bisa kau pilih yang mana yang akan jadi kamarmu. Sekarang aku akan menemui ayahku dahulu untuk melaporkan misi yang dia berikan."ucap Zhu Luoning
Sementara Zhu Luoning melaporkan misinya, Bo Qin segera memasuki kediaman tersebut. Setelah agak lama memilih dia memilih ruangan yang paling belakang. Dia kemudian memasuki ruangan tersebut tetapi sebelum itu dia juga mengukir namanya di papan namanya dengan pedangnya.
Setelah memasuki ruangan itu Bo Qin meletakkan buntalan kain yang dia bawa diatas meja yang ada di pojok ruangan. Sedangkan topengnya tetap dia pakai sedangkan topinya dia gantungkan di belakang lehernya. Setelah itu dia duduk diatas tempat tidur yang ada di ruangan tersebut dan mulai mengambil posisi lotus dan memulai menyerap energi alam untuk menjadi energi Qi.
Sementara itu Zhu Luoning yang sedang ada di kediaman patriak.
"Ayah, sepertinya benar dugaan ayah kalau aliran hitam akan melakukan gerakan besar-besaran
Menurut pengamatan ku aliran hitam juga telah membentuk aliansi.."
"Baiklah kalau begitu terimakasih Ning'er."ucap Zhu Guang atau patriak sekte pedang naga.
"Ouh ya dimana kamu bertemu dengan muridmu itu." lanjut Zhu Guang lagi.
"Ouh itu saya bertemu dengannya di kedai kebetulan dia lagi duduk sendiri, dan juga saya suka sikapnya jadi saya ingin menjadikannya murid saya."
"Begitukah baiklah terserah kamu saja saya harap dia tidak akan separah dirimu sehingga harus membuat diriku dan para tetua repot."ucap patriak sekte pedang naga
"Apa ayah menganggap diriku merepotkan, kalau begitu aku pergi saja." ucap Zhu Luoning sambil mengembungkan pipinya dan dengan bibir yang dimajukan.
"Tunggu Ning'er, ayah minta maaf kau tidak merepotkan ko. Sebagai permintaan maaf ayah akan memberikan ini pada dirimu."ucap Zhu Guang sambil menyerahkan sebuah pedang dengan gagang berwarna perak yang di pangkal pedangnya terdapat sebuah mutiara berwarna biru laut, dengan sarung berwarna putih.
"Ini pedang yang cantik ayah, terimakasih."ucap Zhu Luoning
"Ini peninggalan ibumu, saat dia masih hidup pedang inilah yang menemaninya dalam setiap pertempuran."
"Terimakasih ayah, aku akan menggunakan pedang ini menggantikan ibu dalam membasmi kejahatan."ucap Zhu Luoning bersemangat
"Baiklah, sekarang kau boleh pergi. Segera temui muridmu itu."
Zhu Luoning pun segera pamit dan kembali ke kediamannya. Sesampainya di sana dia segera mencari kamar yang digunakan Bo Qin, setelah sampai di depan kamar Bo Qin dia terkejut karena tulisan nama dirinya seperti di tulis dengan tebasan pedang dan itu cukup dalam, sedangkan senjata tingkat dewa saja hanya mampu membentuk goresan.
Karena penasaran dia segera memasuki kamar Bo Qin dan terlihat Bo Qin yang sedang berkultivasi. Zhu Luoning yang melihat Bo Qin sedang berkultivasi pun hanya duduk di salah satu kursi yang ada di kamar tersebut, Bo Qin yang merasa ada orang di sekitarnya segera menghentikan kultivasinya dan segera membuka matanya. Dia melihat sekeliling dan menemukan seorang wanita yang sedang duduk di atas sebuah kursi.
"Guru ada apa....?"
"Bagaimana cara kamu menulis nama kamu di papan nama di depan kamar." ucap Zhu Luoning tanpa basa-basi.
"Tentu saja meukirnya dengan pedang."jawab Bo Qin dengan mata heran
"Hahhh apa, ada di tingkat apa senjata kamu itu."ucap Zhu Luoning dengan berteriak untung saja di kediaman mereka cuma ada mereka berdua
"Tingkat kuno guru."ucap Bo Qin berbohong
"Jangan berbohong dengan ku, bahkan senjata dewa sekalipun hanya bisa sedikit menggores kayu papan nama itu. Dulu banyak yang berpikir untuk menjadikannya pusaka perlindungan atau menjadi zirah berkat kekuatannya tapi sayang kayu itu menyerap energi Qi di dalam tubuh pemakainya. Jadi ada di tingkatan apa senjata kamu..?"
"Ehhh baiklah guru akan ku jawab dengan jujur, pedangku ada ditingkat surgawi tingkat tinggi atau lebih, guruku sebelumnya juga tidak mengetahuinya sedangkan pakaian yang kupakai ini merupakan pusaka tingkat semesta tingkat tinggi yang ditempa oleh guru ku sendiri. Sedangkan topeng ini walaupun bukan pusaka tapi ketahanannya mencapai senjata surgawi tingkat menengah."
"Ehhhh......"
Buuukkk
Zhu Luoning terjatuh dari kursi akibat terkejut.
"Jadi semua yang kau pakai adalah barang pemberian gurumu. Apa benar semua itu pemberian gurumu dulu."
"Iyaa, semuanya pemberian guruku."
"Sekarang gurumu dimana."
"Guru ku sudah tiada."
"Baiklah sekarang kau lanjutkan kultivasi mu. Aku akan istirahat ke kamar ku dulu."
Setelah Zhu Luoning pergi Bo Qin pun melanjutkan kultivasinya sampai keesokan paginya. Setelah bangun dari kultivasinya dia merasa lapar, sehingga dia memutuskan untuk pergi ke kedai murid. Bo Qin segera memakai jubah murid langsungnya.
"Hehehe keren juga jubah ini, untung saja seragam murid disini cuma memakai jubah sehingga aku tidak perlu mengganti pakaianku. Kalau tidak aku tidak akan Makai seragam, sepertinya jubah ini juga sebuah pusaka. Jubah ini sepertinya bisa menahan senjata tingkat jendral."
"Baiklah saatnya menuju kedai murid, tapi dimana ya kedainya. Tanya murid lain yang ditemui aja nanti deh."ucap Bo Qin sambil keluar dari kediaman dia dan gurunya.
Setelah sampai di luar dia segera mencari seseorang yang bisa ditanyakan. Tak lama kemudian dia melihat seorang pria berjubah kuning dan seorang wanita berjubah biru yang sedang berjalan bersama. Terlihat wanita itu agak centil ke pria tersebut, sedangkan si pria hanya terus tertawa-tawa dengan sikap dan cerita si wanita yang masih saja terus bersikap centil.
Bo Qin kemudian mendatangi mereka berdua.
"Permisi, apa saya boleh bertanya. Dimana letak kedai murid?"ucap Bo Qin saat sudah berada di depan keduanya.
"Bajj...eh...eh tentu boleh."ucap si pria saat melihat warna jubah Bo Qin. Untung saja aku tidak keceplosan, jika tidak bisa mati aku dia murid langsung salah satu tetua.pikir pria tersebut. Sedangkan si wanita melihat pria yang di sampingnya saja bersikap sopan jadi dia harus bisa memikat pria dihadapannya tersebut. Bisa memikat murid langsung salah satu tetua pasti akan lebih banyak dapat keuntungan daripada pria di sampingnya, lagipula murid langsung jarang terlihat biasanya murid langsung akan fokus dalam kultivasi di bawah bimbingan tetua.
"Tentu, letaknya di sebelah sana. Kau lurus saja setelah itu belok kiri lalu kanan. Setelah itu sampai."ucap si pria
"Baiklah terimakasih."
"Kalau mau, aku bisa mengantarkan dirimu."ucap si wanita dengan sikap centilnya dan sambil mengedipkan mata. Tangannya pun mengarah ke tangan Bo Qin.
"Sekali lagi kau tunjukkan sikap mu itu di depan ku. Aku pastikan kamu akan mati dengan tubuh terpotong-potong."ucap Bo Qin sambil menarik pedangnya yang ada di pinggang nya
Melihat itu si wanita segera mundur dan berbalik kearah pria berjubah kuning sebelumnya dan menjulurkan tangannya ingin memegang tangan si pria berbaju kuning tetapi segera di tepis oleh si pria berbaju kuning.
"Pergilah Yun lan, kupikir kau mencintaiku dengan tulus ternyata tidak."
"Tapi Feng ge'ge."
"Pergilah kataku."ucap Kang Feng
Setelah wanita yang di panggil Yun lan itu pergi kemudian pria berbaju kuning itu pun segera memulai bicara lagi dengan Bo Qin
"Baiklah saudara sebaiknya kita kesana bersama. Aku juga ingin kesana. Perkenalkan namaku Kang Feng kalau saudara"
"Baiklah, dan nama ku Bo Qin"
"Kalau boleh tahu kenapa saudara mau ke kedai murid, bukankah di kediaman tetua biasanya ada yang pelayan."
"Di tempat guruku tidak ada, disana hanya kami berdua."
"Memangnya tetua mana yang jadi gurumu saudara."
"Zhu Luoning."
"Ouh tetua Zhu."
Pantesan dia kejam banget, artinya jika Yun lan tadi tetap menggoda dia maka Yun lan akan dipastikan akan mati. Guru dan murid sama-sama kejam pikir Kang Feng
**********
Tidak lama kemudian mereka sampai. Bo Qin melihat kebangunan yang besar yang ada di depannya disana juga terdapat banyak orang yang berjubah putih sampai kuning sedangkan warna ungu hanya dia sendiri saja.
SEKIAN DULU YA TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA. MAAF KALAU TULISAN MASIH BANYAK YANG SALAH MAKLUM MASIH PEMULA. KALAU ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
Bo Qin menuju kedai untuk pergi makan
2023-09-18
0
Ahmad Syahrullah
Yaah naif, wajar si karena masih bocil juga
2023-08-05
0
Bobo Hot
Tertarik kepada anak 9 tahun?
author sinting
2023-06-05
1