Bo Qin berteriak keras saat tubuhnya terkena serangan itu, lalu diapun kehilangan kesadarannya. Di saat dia kehilangan kesadarannya tubuhnya pun terangkat keatas dan energi di sekitar nyapun membungkus dirinya membentuk suatu bola hitam seukuran tubuhnya.
Setelah beberapa saat bola hitam itu pun pecah dan secara perlahan menurunkan tubuh Bo Qin.
Setelah lebih dari seminggu pingsan Bo Qin akhirnya sadar, diapun memeriksa tubuhnya tetapi tidak ada bekas luka sedikitpun baik luka saat dirinya di kejar kejar oleh orang sekte bulan sabit merah ataupun luka yang di dapat saat berada dalam gua.
"Ah.. luka ku sudah sembuh semua syukurlah. Sekarang aku akan memeriksa sekitar terlebih dahulu siapa tau aku menemukan makanan. Sepertinya tekanan nya juga sudah tidak ada, ah rupanya di ujung lorong ini adalah ruangan yang cukup luas. Eh...apa itu.....apakah itu orang kenapa ada orang di sini."
"Halo paman..paman.....apa paman tau jalan keluar dari sini juga apa paman punya pakaian semua pakaianku hancur akibat petir hitam saat datang kesini.
Saat Bo Qin melihat sekitar dia menemukan sesuatu seperti seseorang duduk di pojokan ruangan, karena pencahayaan yang kurang Bo Qin pun mendatangi tempat tersebut. Alangkah terkejutnya Bo Qin saat melihat itu ternyata adalah tengkorak manusia yang membentuk posisi duduk bermeditasi.
Saat Bo Qin ingin memeriksa tengkorak tersebut di menemukan selembar kertas yang berisi catatan di tangan kiri tengkorak itu.
"Namaku Wang Yihan ketika kau menemukan jenazah ku kuburkan aku di depan tempat semediku ini, dan kamu bisa mengambil pakaian ku ini untuk kau pakai karena pasti saat ini kau sedang telanjang ha..ha..ha.
Tenang saja baju ini merupakan pusaka bisa membesar atau mengecil sesuai ukuran tubuh penggunanya, juga tidak akan kotor ataupun basah saat terkena air. Setelah kau lepaskan dari tubuhku cukup kau teteskan darahmu pada pakaian ini. Dan didalam kotak kayu kecil di samping ku itu adalah bawahannya yang kubuat sebelum kematianku untuk penerusku. Keduanya adalah pusaka buatanku dari kulit naga kegelapan, jadi saat kau memakainya orang akan merasakan hawa mencekam dari dirimu, ini juga bisa memperkuat aura mu."
"Sebelum kau memperoleh pusakaku, sembahlah aku sebagai gurumu."
Bo Qin pun bersujud tiga kali kepada tengkorak tersebut
"Murid memberi hormat pada guru."
Setelah itu Bo Qin pun melepaskan pakaian atasan tengkorak tersebut dan memakai bawahan yang ada di kotak kecil di samping tengkorak tersebut yang semuanya didominasi warna hitam dan ada sedikit campuran warna merah, sedangkan bawahannya semua warna hitam. Lalu Bo Qin pun menggali tanah yang ada didepan batu tempat tengkorak pria tersebut.
Ternyata tanah yang terlihat keras itu tidak keras sama sekali, seperti sudah pernah digali sebelumnya. Setelah menggali beberapa waktu Bo Qin menemukan kotak lagi. Bo Qin pun mengambil kotak itu dan memeriksanya ternyata isinya adalah sebuah pedang bermata dua yang pangkal pedangnya berbentuk kepala naga dan gagangnya berbentuk tubuh naga dan batang silangnya berbentuk sayap naga sarungnya juga memiliki warna hitam dengan ukiran berwarna merah membentuk gambar naga di kedua belah sisinya ditengah ukiran naga juga terdapat ukiran huruf yang membentuk kata DOMINASI dan juga PENGUASA di masing-masing sisinya, dan juga sebuah cincin hitam polos dan ada sebuah mustika kecil berwarna putih yang tertanam di dalam cincin. Di kotak tersebut juga terdapat sebuah catatan kecil.
"Ha....ha......ha.. ternyata kau benar-benar menggali. Baiklah kau juga bisa mengambil pedang dan cincin tersebut dan teteskan juga darahmu di kedua benda tersebut, di dalam cincin tersebut ada harta yang kukumpulkan dan juga terdapat sumber daya untuk pelatihanmu. Kau tidak perlu menggali lagi cukup kau kumpulkan kayu yang ad di pojok ruangan dan bakar saja tubuhku. Dan masukkan abuku keguci yang ada di samping kumpulan kayu itu, dan kuburkan abuku di lubang yang kau gali.
Ha....ha.....ha..hha...hha..Haha aku cuma pengen mengetes kamu apakah kamu akan pergi setelah mendapatkan pusakaku atau melaksanakan perintah ku."
Bo Qin pun mengumpulkan kayu yang menumpuk dan mengumpulkannya di tengah ruangan itu dan meletakkan tengkorak gurunya Wang Yihan itu keatas tumpukan kayu dan membakarnya setelah habis terbakar dia pun memasukkan abunya kedalam guci yang telah disediakan penatua Wang Yihan yang sekarang telah menjadi gurunya itu sebelum kematiannya itu. Lalu menguburnya di lubang yang dia gali sebelumnya.
"Terimakasih guru atas pemberiannya sekarang aku akan keluar dan berlatih dengan giat agar bisa melindungi orang yang kucintai tidak membuat mereka mengorbankan diri mereka demi keselamatanku."
Bo Qin pun bersujud lagi tiga kali kearah batu tempat duduk gurunya itu yang di depannya juga adalah tempat penguburan abu sang guru, sebagai tanda penghormatan sekaligus perpisahan kepada gurunya tersebut, setelah itu Bo Qin pun meneteskan darahnya pada pedang dan cincin tersebut lalu mekenakan cincin tersebut. Sekarang Bo Qin menuju kembali jalan awalnya tetapi sebelum dia memasuki lorong terdengar sebuah suara
"Tunggu.... tetaplah disini sementara waktu berlatihlah disini."terlihat sesuatu berwujud manusia tetapi tubuhnya tembus pandang.
"Siapa kamu apa yang kau inginkan."kata Bo Qin sambil menarik pedangnya
"Hahahaha kau tidak mengenaliku murid bodoh."
"Guru... apakah kamu guru."
"Tentu saja apakah kau tidak melihat pakaian ku bukankah sama dengan yang kau pakai.
"Murid memberi hormat pada guru, maafkan murid yang tidak mengenal guru." Jawab Bo Qin sambil bersujud.
"Bangunlah tidak apa-apa lagipula aku ini sekarang hanya sebagian kecil kesadaran yang ditinggalkan sebelum diriku yang sebenarnya mati."
"Nah bocah aku akan memberikan sebuah kitab beladiri yang harus kamu pelajari."kata Wang Yihan kepada muridnya itu.
"Baik guru."
Whuuussss....syuuut..duarrr.....sebuah serangan dilepaskan oleh Wang Yihan kearah batu yang awalnya tempat tengkoraknya bermeditasi. Sebuah buku berwarna hitam dan sebuah bola kristal warna hitam terlihat di sela-sela pecahan bebatuan tersebut.
"Ambillah kitab dan kristal itu, simpan dulu kitab dan kristal itu nanti kita akan menggunakannya. aku akan memberikan beberapa nasihat dahulu akan pelatihan mu nanti." Kata Wang Yihan kepada muridnya
Bo Qin pun mengambil kitab itu dan melihat ad tulisan warna merah di atasnya DEWA NAGA KEGELAPAN MENGUASAI SEMESTA.dan dia pun memasukkan kitab itu ke dalam bajunya dan terus memegang bola kristal itu. Wang Yihan yang melihat kelakuan muridnya heran dan bertanya.
"Kenapa kamu tidak menyimpan di dalam cincin di tangan mu Qin er, cincin yang kuberikan padamu itu adalah cincin antariksa yang luasnya tidak terbatas jadi kau bisa menyimpan semua barangmu."
"Hehehe iya guru sebenarnya saya tidak paham dengan cara pemakaiannya cincin ini guru."
"Ehhhh cukup kau arahkan saja tangan mu ke barang yang ingin kau simpan dan katakan saja simpan kau juga bisa mengatakannya dalam hati saja, atau kau bisa menggunakan pikiranmu untuk menyimpannya begitu pula kalau kau ingin mengeluarkan pikirkan saja apa yang ingin kau keluarkan atau sebut saja benda yang ingin kamu keluarkan. Kalau kau ingin melihat seluruh isi cincin tersebut kau bisa mengalirkan energi mu kedalam cincin tersebut."
"Eh begitu ya guru..baik akan kucoba. Pedang masuklah.... pedang keluarlah.... berhasil guru."
"Nah aku akan mengirimkanmu ke dunia kecil yang ada di dalam bola kristal yang kau pegang itu. Di dalam sana kau akan melatih tekhnik beladiri dari kitab tersebut dan setelah kau selesai mempelajari nya kau harus membakar kitab tersebut... mengerti." Kata Wang Yihan dengan tegas. Sekarang tubuhmu itu saat melewati lorong ini sudah ditempa kembali tulang kulit dan juga sekarang kau sudah kebal terhadap berbagai jenis racun. Karena dari kabut asap itu tadi berasal dari berbagai racun kuat yang kubuat dan membentuk kabut. Mungkin seluruh racun di dunia ini tidak ada yang bisa membahayakan mu.."
"Kenapa aku menambahkan kata mungkin di depan perkataanku karena dunia ini tidak ada yang mustahil kau kuat tetapi ada yang lebih kuat, kau dikatakan terkuat di suatu tempat bukan berarti kau kuat di tempat yang lain. Ingatlah itu."
"Janganlah sombong akan pencapaianmu merendahlah tapi jangan direndahkan. Orang yang merendahkan orang lain itu lebih buruk dari kotoran. Jangan gunakan kedudukanmu untuk menindas orang lain. Juga ingatlah kataku ini lakukanlah apa yang dianggap hatimu benar jangan takut untuk melaksanakan nya."
"Jika kau perlu menghabisi seseorang maka habisilah jangan pernah ragu apapun latar belakangnya. Semenjak kau jadi muridku kau tidak boleh ragu melakukan sesuatu yang kau anggap benar."
"Nah.. sekarang kamu akan berlatih di dalam bola kristal itu selama 100 tahun setelah seratus tahun kau akan kembali lagi kesini. Tetapi tenang saja waktu 100 tahun didalam kristal itu akan sama dengan satu bulan di dunia nyata. Setelah kau keluar kau tidak akan melihat aku lagi karena diriku yang kau lihat ini hanya kekuatan terakhir yang ketinggalan untuk mengaktifkan bola kristal itu."
"Ambillah ini ...."kata Wang Yihan sambil menyerahkan 3 buah buku dan sebuah seruling.
"Buku berwarna emas adalah catatan tentang alkimia ku kau bisa mempelajarinya juga saat dalam bola kristal, sedangkan buku berwarna putih adalah buku tentang teknik menempa punyaku kau juga bisa mempelajarinya, dan yang terakhir buku berwarna biru dan seruling adalah sepasang itu berisi lagu ketenangan kau bisa memainkannya dengan seruling itu, yah walaupun itu bukan sepasang benaran aku membuat seruling itu dari bambu nyanyian naga."
"Duduklah dalam posisi meditasi letakkan bola kristal itu di depan mu.
"Baik guru..." Bo Qin pun meletakkan bola kristal di depannya dan mengambil posisi meditasi.
"Sekarang cuma ini yang bisa kuberikan. Di dalam sana ada kolam darah naga kegelapan berendam lah disana saat kau selesai berlatih dan seraplah."
"Sekarang kau akan melanjutkan perjalanan ku dan gelarmu adalah pendekar pedang naga kegelapan."
Lalu terlihatlah energi gelap berkumpul di kedua jari Wang Yihan setelah mencapai ukuran bola tenis meja energi kegelapan itupun diarahkan ke bola kristal yang didepan Bo Qin kemudian ada seberkas cahaya gelap dari bola kristal dan mengarah ke Bo Qin setelah terkena sinar tersebut Bo Qin pun menghilang. Di saat bersamaan tubuh Wang Yihan berubah menjadi bintik-bintik cahaya dan menghilang.
"Semoga kau bisa mencapai apa yang tidak bisa ku capai murid ku."
SEKIAN DULU YA MUNGKIN SAYA MEMANG LAMA GK UPDATE KARENA SAYA NULIS CUMA BUAT NGISI BOSEN DAN CERITA YANG ADA DI OTAK GK BKL HILANG. KLAU ADA SALAH-SALAH DALAM PENULISAN MOHON MAAF, DAN BILA ADA YANG INGIN NGASIH SARAN BISA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR. TERIMA KASIH [-_+]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Bo Qin demi meningkatkan kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-18
1
Ahmad Syahrullah
Yaah, berarti update nya ga tentu dong, soalnya keburu lupa sama alurnya dan tokohnya, bagi para pembaca yang punya bacaan novel yang banyaj
2023-08-05
0
Ahmad Syahrullah
Ini namanya CHEAT 😅
2023-08-05
0