Bo Qin lalu mengikuti Zhu Luoning ke suatu kediaman yang besar, di depannya tertulis kediaman tetua Yan. Zhu Luoning segera mengajak Bo Qin untuk masuk lewat pintu belakang. Mereka masuk lewat belakang juga dengan mengendap-endap.
"Guru kenapa kita harus masuk lewat belakang dengan mengendap-endap pula."ucap Bo Qin
"Ini supaya kita dapat lebih banyak makanan, kalau dari depan kita cuma dapat sedikit kalau dari belakang kita dapat makan sepuasnya."ucap Zhu Luoning dengan tampang serius
"Hah kalau begitu, baiklah guru demi makanan yang banyak."ucap Bo Qin dengan semangat
"Bagus itu baru muridku."
Setelah beberapa waktu berjalan dengan mengendap-endap dan menghindari orang-orang yang lewat mereka telah sampai di depan meja berisi berbagai macam makanan.
"Hehehe sepertinya ini enak guru, ayo kita makan."ucap Bo Qin
"Nanti dulu ayo kita bawa makanan sebisa kita, kalau ada yang melihat mereka bisa iri."ucap Zhu Luoning
"Baiklah guru, biarkan aku membawa semuanya."ucap Bo Qin sambil mengibaskan tangannya dan membuat semua makanan menghilang
"Kau hebat Qin'er guru lupa kamu mempunyai cincin penyimpanan, ayo segera pergi."ucap Zhu Luoning sambil meninggalkan sebuah catatan kecil diatas meja yang sebelumnya berisi makanan
Mereka segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kediaman mereka. Tak lama setelah kepergian mereka masuk seorang pria paruh baya dengan rambut yang sebagian telah memutih, yang tidak lain adalah tetua Yan
"Kemana semua makanan yang ada di sini bukankah kata pelayan makanan sudah siap."ucap tetua Yan lalu tanpa sengaja melihat sebuah kertas kecil di meja tersebut.
Tetua Yan segera mengambil surat itu, setelah itu dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sambil bergumam.
"Jadi ini ulahmu lagi ya Ning'er, yah sepertinya aku bisa tidak akan makan siang ini."ucap tetua Yan sambil meletakkan surat dari Zhu Luoning
TERIMAKASIH ATAS MAKANANNYA TETUA PERTAMA ANDA SANGAT BAIK PADAKU DAN MURIDKU, seperti itulah tulisan surat tersebut.
Sementara itu di suatu tempat di bawah pohon yang rindang terlihat 2 orang yang sedang makan.
"Ha..ha..ha..ha ini sungguh enak guru aku jadi ingin tambah lagi." Bo Qin sambil mengambil lagi makanan yang tersedia
"Kau benar murid ku, pasti si tua Yan itu lagi tidak bisa makan."
"Mengapa guru."
"Karena kita mengambil makanan miliknya, dan dia itu paling malas kalau harus menyuruh pelayan untuk memasak kembali. Dia itu selalu melakukan sesuatu sesuai waktu yang ditentukannya."
"Jadi kita ini, mencuri makanan dia ya guru. Sungguh sesuatu yang tidak baik, seharusnya seorang guru itu mengajarkan hal-hal yang baik kemuridnya."ucap Bo Qin sambil terus memakan makanan yang di depannya.
"Heh murid bodoh kau mengatakan bahwa itu tidak baik dan kau masih memakannya."ucap Zhu Luoning dengan kesal karena dia sempat menganggap serius perkataan Bo Qin dan memikirkannya tetapi melihat sikap Bo Qin yang terus makan saja membuat semua pikirannya hilang.
"Heh biarkan saja, anggap saja hukuman karena dia telah ikut mengawasi kita dari atas langit waktu itu bersama 4 orang lainnya."ucap Bo Qin santai
"Kapan itu terjadi Qin'er."
"Saat aku baru masuk sekte guru, waktu itu aku sedikit mengeluarkan hawa pembunuh ku karena mendengar cerita guru."
"Ouh saat itu."
Saat mereka sedang asik berbincang, mereka di datangi oleh seseorang yang tak lain adalah Liang Chu.
"Ning'er, Qin'er ternyata kalian disini."
"Ada apa Chu ge'ge."
"Kalian itu besok mau keluar kemana."
"Kami tidak ada keluar senior Chu."jawab Bo Qin
"Kau tidak tahu ya Qin'er, gurumu esok pagi akan mengajak mu keluar sekte dan aku diminta menemani kalian."
"Eh benarkah itu guru."
"Iya Qin'er guru akan mengajak mu jalan-jalan, guru lupa memberi tahumu."ucap Zhu Luoning
"Asik kita esok jalan-jalan. Kalau begitu aku pulang dulu guru mau istirahat."ucap Bo Qin dengan girang
Bo Qin segera berlari meninggalkan Zhu Luoning dan Liang Chu
"Yah bagaimanapun kuatnya dia, dia tetaplah anak kecil yang membutuhkan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya. Benarkan Chu ge'ge."
"Kau benar Ning'er seharusnya dia itu masih bersama orang tuanya dan menjalani kehidupan yang damai."
Sementara itu Liang Chu dengan Zhu Luoning masih bercakap-cakap. Bo Qin saat ini yang sudah kembali ke kediaman Zhu Luoning segera mengambil posisi lotus untuk berkultivasi.
Bo Qin terus berkultivasi hingga malam, setelah itu baru dia berhenti berkultivasi dan tidur. Keesokan harinya Bo Qin segera bersiap-siap untuk pergi dengan gurunya dan juga senior Chu, ia telah memakai caping dan juga topengnya dia juga sudah memakai jubah ungu pertanda murid langsung.
"Sekarang aku sudah siap tinggal nunggu berangkat saja lagi, lebih baik aku menemui guru saja."
Bo Qin segera pergi ke kamar Zhu Luoning, setelah sampai disana ia segera mengetuk pintu. Walaupun sudah mengetuk lama tetapi pintu tidak kunjung dibuka.
"Apa guru ketiduran ya, ah lebih baik aku ke depan gerbang langsung aja."
"Aku akan menunggu senior Chu dan guru di sana saja."
Bo Qin segera berangkat menuju ke gerbang sekte untuk menunggu Liang Chu dan Zhu Luoning.
Sesampainya di depan gerbang sekte, para penjaga segera menanyai Bo Qin hendak kemana.
"Hei, apa yang kau lakukan disini. Apa kau ingin pergi menyelesaikan misi."ucap penjaga gerbang
"Tidak, aku hanya menunggu senior Chu dan guru kami hari ini akan keluar kata guru."
"Terus dimana guru mu."
"Mungkin masih tidur tadi aku ketuk kamarnya tidak dibukakan, padahal dia yang menyuruh bangun cepat eh malah dia telat dasar guru sialan."
"Eh siapa gurumu."
"Nama guru saya Zhu Luoning si gadis sialan."ucap Bo Qin dengan tegas.
DEG....
Mendengar nama itu penjaga gerbang terkejut.
"Eh aku sekarang agak sibuk, jadi tidak bisa menemani bicara maaf ya."ucap penjaga tersebut sambil pergi dengan cepat.
Huh sepertinya dia adalah orang yang lagi sering dibicarakan oleh para murid deh, dengan sikap kejamnya sama seperti gurunya. Untung saja aku tadi tidak mencari masalah.itulah pikiran penjaga gerbang.
Tak seberapa lama Bo Qin menunggu kemudian datanglah seorang pria berpakaian putih dan mengenakan jubah berwarna putih pula, pria tersebut tak lain adalah Liang Chu.
***SEKIAN DULU YA TERIMAKASIH YANG TELAH DUKUNG. SAYA LAMA GAK UPDATE KARENA MAGANG. JIKA ADA KRITIK DAN SARAN BISA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR YAH
SEE YOU***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
seeeeeeeeerriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiuuuuuuuuuuuusss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Bo Qin
2023-09-18
0
Yono Sujono
semangat untuk melanjutkan thor
2022-08-13
0
Samy Angwar
lanjut thor
2022-05-15
0