Saat tetua han sedang membahas masalah Bo Qin tiba-tiba terdengar suara yang menggema ke seluruh sekte pedang naga
"Hahahaha jadi orang balai hukuman ingin menghukum diriku ya. Tapi kemampuan kalian hanya segini sungguh lemah. Hahahaha."
"Heh mereka memang pantas untuk dihajar yang satunya para perampok yang satunya para penjilat jadi emang pantas untuk dihajar. Ouh yang kubunuh yah mereka berani menghina orang tuaku jadi pantas mati."
"Kalau kalian ingin menangkap diriku silahkan saja kalau mampu. Hahahhahaahhaha sebaiknya suruh tetua kalian saja kalau ingin menangkap diriku, daripada mengutus para semut macam kalian hahahhahaahhaha."
Ucapan Bo Qin dapat terdengar di seluruh sekte pedang naga, itu membuat orang-orang tersenyum masam. Itu membuat pikiran para murid lama dan para tetua jadi satu yaitu GURU DAN MURID SAMA TIDAK ADA BEDANYA BAHKAN BO QIN INI LEBIH KEJAM LAGI.
Sedangkan di bagian tempat patriak terlihat 4 orang pria dan 1 orang wanita.
"Sialan anak itu dia benar-benar ******** kecil, sekarang akan kuberikan pelajaran dia."ucap salah satu pria disana dan ingin langsung pergi
"Sabarlah tetua Kong, mungkin sebagian orang-orang mu banyak terluka. Paling-paling juga luka ringan."ucap salah satunya lagi
"Hehh bajingannnn itu mana mungkin akan membuat cidera ringan. Kau ingat Tetua Yin yang dilakukan oleh Ning'er dulu apakah yang membuat masalah dengan dia ada yang berakhir dengan cidera ringan. Ini murid dia memiliki sikap yang sama juga seperti dia apa ada kata cidera ringan."
"Hahahhahaahhaha.......itu baru murid ku hajar siapapun yang berani mengganggu dirimu. Mungkin hukumannya karena mengatai diriku akan kukurangi."ucap satu-satunya wanita yang ada di tempat tersebut.
"Sudahlah kalian ini sekarang kita liat dulu apa yang akan dia lakukan, biarkan tetua Kong menemuinya."
"Baiklah patriak."ucap 4 orang lainnya
4 orang yang sedang berkumpul itu tidak bukan melainkan patriak tetua pertama, ketiga dan keempat sedangkan yang satu-satunya wanita adalah Zhu Luoning atau gurunya Bo Qin di Sekte pedang naga.
"Baiklah Ning'er menurutmu apa yang akan dia lakukan jika Tetua Kong menemuinya.
"Itu tergantung sikap Tetua Kong saat menemuinya jika ingin cari masalah dia pasti akan meladeninya, yang saya yakin Tetua Kong seandainya menangpun harus berbaring beberapa bulan. Karena anak ini punya banyak trik di lengan bajunya."ucap Zhu Luoning
"Heh terserah lah, yang pasti aku akan meminta penjelasan bocah itu dahulu. Kalau tidak mau ditaruh dimana wajah ku ini."ucap tetua Kong
"Baiklah temuilah bocah itu terlebih dahulu tapi jangan menindas junior."ucap tetua Yan atau tetua pertama
"Baiklah."
"Kami juga akan ikut bersamamu tapi kami akan menyembunyikan diri kami."ucap patriak
Setelah itu tetua Kong segera pergi dan di ikuti oleh para tetua dan patriak. Setelah tetua Kong sampai di tempat Bo Qin dia terkejut, begitu juga para tetua dan patriak yang sedang bersembunyi mereka juga terkejut. Di depan mereka banyak orang yang babak belur bahkan ada beberapa yang masih hidup tapi ada bagian tubuh yang terpotong ada juga yang babak belur tapi tidak ada bagian tubuh yang terpotong, selain itu juga ada mayat-mayat yang sudah menjadi potongan-potongan.
"Nak kau sangat kejam. Apa kau tidak tau dilarang membunuh di Sekte ini."ucap tetua Kong
"Aku tau, tapi mereka memang pantas untuk mati."
"Apa salah mereka nak sehingga kau membunuh mereka."ucap tetua Kong
"Ouh yang babak belur itu sebenarnya mereka cuma ikut-ikutan ingin dapat beberapa keuntungan, sedangkan yang sebagian tubuh terpotong itu akibat mereka menjilat kepada Meng Duan agar mendapat sedikit keuntungan. Sedangkan yang terbunuh itu akibat mereka menghina orang tuaku jadi mereka pantas mati dengan tubuh yang tidak lengkap."ucap Bo Qin
"Kalau begitu kau harus dihukum nak, apa kau siap menerima hukuman."
"Aku tidak salah buat apa di hukum. Seharusnya kau menghukum orang yang mencoba menjilat itu atau orang yang mencoba merampokku."
Memang setiap murid yang mengepung Bo Qin hanya murid luar dan dalam yang bekerja di balai hukuman. Dengan menghukum Bo Qin mereka ingin menarik perhatian murid langsung yang berselisih dengan Bo Qin. Karena Meng Duan sebenarnya selain menjadi murid langsung dia juga berasal dari keluarga terkenal, sehingga mereka segera ingin menghuikum Bo Qin tanpa perintah tetua yang bertanggung jawab.
Sedangkan para tetua dan patriak yang bersembunyi, terkejut mendengar ucapan Bo Qin. Sedangkan Zhu Luoning yang melihat sikap muridnya senyumnya bertambah lebar. Itu semua tidak luput dari pandangan para tetua dan patriak yang mengawasi, mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat itu.
"Hmm baiklah kalau begitu nak kau akan kulepaskan jika berhasil menahan tiga serangan ku."
"Baiklah, kalau begitu mulai saja."
TEBASAN NAGA LANGIT
Serangan energi berbentuk bulan sabit berwarna putih melesat ke arah Bo Qin. Bo Qin segera mengeluarkan salah satu jurus yang menurutnya paling lemah, karena dia merasakan tidak ada tanda kesombongan di diri penyerangnya itu murni dia ingin menghukum dirinya karena berbuat kesalahan.
TEBASAN KEGELAPAN
Duaaarrrr
Terjadi ledakan keras akibat tabrakan dua jurus mereka. Tetua itu terkejut karena serangannya berakhir imbang dengan Bo Qin yang memiliki tingkat kultivasi lebih rendah dari dirinya, Walaupun dia tidak mengeluarkan semua kekuatannya.
"Nak kau cukup hebat bisa menghentikan serangan diriku, walaupun aku tidak mengunakan 100% kekuatan ku. Hanya 20% saja."
Bo Qin hanya tersenyum mendengarnya dia pun sama, dia hanya menggunakan kekuatan sekitar 1% energi nya.
"Baiklah tetua serangan kedua."
"Baiklah kalau begitu, bersiap lah."
NAGA LANGIT MENELAN GUNUNG
Tetua Kong menebaskan pedangnya lagi kearah Bo Qin, kemudian terlihat serangan energi berbentuk naga membuka mulutnya kearah Bo Qin. Kali ini serangan Tetua Kong mengandung 50% energinya, dia yakin kali ini Bo Qin akan terluka tetapi dia segera mengerutkan keningnya saat melihat kearah Bo Qin
TEBASAN KEGELAPAN
Kemudian serangan energi berbentuk bulan sabit bewarna hitam menyerang serangan energi berbentuk naga tersebut.
DUUUUAAARR
Kembali terdengar ledakan yang keras, kali ini dua serangan energi kembali hancur bersama.
Sialan rupanya dia tidak menggunakan kekuatan penuh juga saat serangan awal, bahkan dia menggunakan serangan yang sama untuk menghancurkan serangan kedua ku.
"Hahahaha apakah hanya itu saja kemampuan dirimu pak tua."ucap Bo Qin lantang
Ucapan Bo Qin berhasil membuat senyuman Zhu Luoning tambah lebar
"Hehehe itu baru muridku, aku bangga padamu."ucap Zhu Luoning dengan senyum lebar
"Ning'er bisa tidak muridmu itu menjadi murid langsung ku saja."ucap patriak
"Tidak akan, dulu aku tidak pernah mengambil murid langsung sekarang aku punya ayah malah mau mengambilnya."
"Tapi kalau dia terus mengikuti dirimu seperti apa nanti masa depannya."ucap patriak dengan pelan seakan dirinya hanya berbicara pada diri sendiri tetapi itu tidak lepas dari pendengaran Zhu Luoning dan beberapa tetua, para tetua hanya mengangguk membenarkan sedangkan Zhu Luoning menjadi cemberut.
"Tidak akan kuberikan, lagipula sifatnya udah dari awal ketemu gitu, makanya aku suka. Sifatnya cocok banget dengan ku."
Sementara itu di pertempuran antara Bo Qin dengan Tetua Kong sudah mencapai akhir. Tetua Kong kali ini mulai mengeluarkan serangan terakhir.
TEBASAN NAGA PEMBELAH LANGIT
Bo Qin kemudian melemparkan pedang yang awalnya dia ambil dari salah satu murid yang hendak menghukum dia kesamping, lalu Bo Qin melompat kearah serangan energi itu dan ingin membalas serangan dengan serangan tinju
TINJU KEGELAPAN
Ucap Bo Qin dengan lantang
DUAAARRRR
Serangan tinju Bo Qin dan serangan energi tetua Kong bertabrakan dan menyebabkan ledakan energi yang keras. Melihat tindakan Bo Qin para tetua dan patriak yang bersembunyi menjadi terkejut Zhu Luoning juga terkejut dan segera ingin mencek keadaan Bo Qin tetapi ditahan patriak.
Belum menghilang asap akibat ledakan ada sesuatu yang melesat keluar dari asap dan mengarah ke tetua Kong
Tetua Kong yang melihat sesuatu yang keluar dari asap dan mengarah padanya segera memasang perisai energi untuk bertahan. Setelah agak jelas akhirnya semua orang tahu bahwa yang melesat keluar dari asap ternyata Bo Qin yang lagi mengarahkan tinjunya ke tetua Kong.
Cracck...crack...prang
Pelindung energi Tetua Kong segera hancur, melihat kejadian itu tetua Kong segera menyilangkan kedua tangannya ke depan dadanya untuk menahan serangan Bo Qin. Bo Qin yang melihat kejadian itu malah tersenyum
Hehehe itu yang kuinginkan kata Bo Qin di dalam hatinya.
Duaaarrrr
Tetua Kong termundur 10 langkah sedangkan Bo Qin berpura-pura mundur 30 langkah
Untunglah aku bisa menurunkan kekuatan serangannya jika tidak maka tetua itu bisa mati ucap Bo Qin dalam hati. Sedangkan tetua Kong hanya menatap Bo Qin dengan ngeri.
"Maaf tetua, sekarang saya sudah berhasil memenuhi syarat tetua. Sekarang saya pergi dulu. Dan saya ada hadiah untuk tetua tunggu saja tetua akan mengetahuinya. Lain kali kalau menghukum orang hukumlah yang memulai jangan yang dihukum yang cuma membela diri. Mungkin ini hasil yang sepadan buat anda. Sekarang aku pergi dulu."ucap Bo Qin sambil berlalu kedalam kediaman nya
Tetua Kong hanya terdiam sambil menatap kearah tangannya yang ternyata patah akibat serangan Bo Qin. Setelah Bo Qin masuk para tetua segera menampakkan diri mereka melihat bahwa para murid mereka terluka parah dan semua dalam keadaan pingsan.
"Kau tidak apa tetua Kong."ucap patriak
"Tidak apa-apa bagaimana kedua tangan ku patah mungkin perlu beberapa waktu untuk sembuh. Tapi aku penasaran hadiah apa yang dia maksud."ucap tetua Kong dengan ekspresi bingung yang segera berganti dengan ekspresi marah.
"Sialan bocah itu apa yang dia lakukan, kenapa tubuhku gatal semua. Sialan jadi ini maksud dia mematahkan kedua tangan ku. Bocah iblis."teriak tetua Kong Untung saja yang ada disana hanya para murid yang pingsan beserta para sahabatnya saja tetua yang lain sudah pergi duluan dan kediaman Zhu Luoning ini juga termasuk tempat yang jarang dikunjungi akibat kelakuan Zhu Luoning itu kalau tidak dia bisa dianggap gila.
"Hahahhahaahhaha dia memang murid terbaik, aku semakin bangga padanya. Dia juga membantuku menghasilkan uang. Hei Tetua Kong kau harus mengganti kerusakan depan kediaman ku, aku tidak mau tau kau harus menggantinya."ucap Zhu Luoning tanpa memperdulikan keadaan tetua Kong yang menderita
Mendengar ucapan Zhu Luoning membuat dirinya menyemburkan darah dari mulutnya. Dia baru sadar dari tadi serangan dia dan Bo Qin mengarah ke depan kediaman Zhu Luoning.
Bo Qin sengaja meledakkan serangan mereka di dekat kediaman Zhu Luoning. Pikir Zhu Luoning tentu saja dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk memeras tetua Kong
Sekian dulu ya terimakasih atas segala dukungannya. Jika ada salah kata mohon dimaafkan. Bagi yang punya kritik dan saran bisa tuliskan di kolom komentar . Sampai jumpa di episode berikutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
spooky836
otak kosong no manner
2024-12-31
0
Putra_Andalas
Pengulangan sih sah aja ,cuma gk panjang² juga kaleee... nyaris 2 Chapter noh 😬
2024-03-12
0
Harman LokeST
satu satunya murid yang menolak untuk di hukum
2023-09-18
0