Tak seberapa lama Bo Qin menunggu kemudian datanglah seorang pria berpakaian putih dan mengenakan jubah berwarna putih pula, pria tersebut tak lain adalah Liang Chu.
"Qin'er dimana gurumu."
"Entahlah mungkin lagi tidur, tadi sudah dipanggil dan diketuk pintunya tapi tidak ada jawaban."jawab Bo Qin dengan nada malas
"Emmm..... baiklah sebaiknya kita bangunkan dahulu dia."
"Baiklah."sahut Bo Qin
Bo Qin dan Liang Chu pun segera pergi ke kediaman Zhu Luoning. Sesampainya mereka di sana Liang Chu langsung mengetuk pintu kamar Zhu Luoning.
Tok..tok..tok..
"Ning'er... Ning'er..bangun sudah saatnya kita berangkat."ucap Liang Chu sambil mengetuk pintu kamar Zhu Luoning.
"Minggir senior Chu, biarkan aku yang membentuknya."ucap Bo Qin
Setelah Liang Chu menyingkir Bo Qin lalu mengetuk pintu dengan normal. Tidak lama kemudian Bo Qin jadi kesal karena tidak kunjung dibukakan pintu.
BRRRAAAKKK
Bo Qin langsung saja menendang pintu itu sehingga pintu itupun hancur, dan terlihat Zhu Luoning yang sedang asik tidur dan kondisi kamar yang berantakan. Bo Qin pun segera mendatangi tempat tidur Zhu Luoning.
"Woi.... guru sialan bangun katanya mau jalan. Kemaren malam menyuruh saya untuk bangun tepat waktu eh malah kau yang belum bangun, cepat bangun."ucap Bo Qin sambil menendang ranjang tersebut
"Dasar murid sialan apa kau tidak punya sopan santun terhadap gurumu."ucap Zhu Luoning sambil memukul kepala Bo Qin
"Dasar guru sialan sakit tahu."ucap Bo Qin sambil mengusap kepalanya yang kena pukulan.
"Siapa suruh susah di banguni, senior Chu juga susah membangunkan mu. Dari tadi mengetik pintu gak dibukain."ucap Bo Qin
"Apa dia juga disini."
"Ya dia menunggu di depan pintu, dia tidak mau masuk melihat kamarmu yang berantakan. Takut guru malu katanya."ucap Zhu Luoning
"Baiklah sekarang lebih baik kau keluar, aku akan bersiap-siap."ucap Zhu Luoning
Bo Qin segera keluar dan meninggalkan Zhu Luoning sendiri di dalam kamarnya. Setelah menunggu sebentar Zhu Luoning segera keluar dengan mengenakan pakaian berwarna merah dengan sedikit campuran warna putih.
"Baiklah sekarang kita berangkat, pertama ayo kita cari toko baju."ucap Zhu Luoning dengan semangat.
Mereka bertiga pun segera pergi dari kediaman Zhu Luoning menuju ke gerbang sekte, saat mereka bertiga berjalan banyak yang melihat mereka seperti satu keluarga yang bahagia. Liang Chu yang berjalan dengan penuh senyuman, Zhu Luoning yang terkadang menganggu Bo Qin jika ada kesempatan, sedangkan Bo Qin dia berubah yang awalnya kejam menjadi suka berlindung di balik Liang Chu yang membuat Zhu Luoning tambah kesal sehingga makin sering Zhu Luoning menjahili dia.
"Ning'er jangan menganggu Qin'er lagi, dia itu masih anak-anak jangan dianggap serius."
"Hiks.. hiks.hiks senior Chu guru memang begitu dia sering memukul kepala ku, padahal aku gak ada salah."
"Sialan kau, Chu ge'ge dia yang sering ganggu aku bukan aku, dia juga selalu ngeledek aku."ucap Zhu Luoning
"Qin'er apa benar kata Ning'er."
"Benar tapi gak sering senior Chu, cuma saat ada kesempatan saja. Tapi guru lebih sering senior Chu."
"Kalian berdua sama saja. Ouh ya Qin'er kenapa kau terus memakai topengmu bahkan di dalam sekte aku tidak pernah melihatmu melepas topeng."
"Biar keren saja senior Chu dengan sebuah topeng, ditambah caping seperti pendekar pengelana saja. Lagipula topeng ini kan cuma melindungi daerah wajah bagian atas mulut ku masih terbuka jadi masih bisa makan. Kalau caping itu bisa berguna saat panas seperti ini senior Chu."ucap Bo Qin sambil memasang capingnya yang semula dia gantungkan di belakang lehernya.
Tak berapa lama mereka sampai di depan gerbang sekte, mereka segera keluar sekte. Para penjaga tidak menghentikan dan menayai tujuan mereka karena mengenali Zhu Luoning yang terkenal sadis.
Setelah mereka keluar dari sekte mereka segera pergi ke kota terdekat, memang sekte mereka itu didirikan tidak di dalam suatu kota tetapi di pinggiran hutan, sedangkan hewan buas yang di sekitar sekte telah tiada itu sudah di basmi para tetua.
Setelah cukup lama berjalan sambil menikmati pemandangan, mereka akhirnya sampai di depan gerbang kota terdekat dari sekte mereka yaitu KOTA SERIBU BUNGA. Saat mereka ingin memasuki kota mereka di hentikan oleh penjaga.
"Berhenti, tunjukkan identitas kalian."
Liang Chu segera mengeluarkan token miliknya yang melambangkan Sekte pedang naga. Para penjaga segera membiarkan mereka masuk.
Setelah didalam kota mereka segera mencari toko baju yang menjual berbagai macam baju, setelah menemukan toko yang sesuai yaitu toko baju 9 harta mereka segera memasukinya. Di sana Zhu Luoning segera memilih banyak baju yang menurutnya bagus, sedangkan Bo Qin dan Liang Chu hanya melihat saja kelakuan Zhu Luoning.
"Qin'er sini pilihlah pakaian yang kau suka. Chu ge'ge gak beli baju juga..?"ucap Zhu Luoning
"Tidak."ucap Bo Qin dan Liang Chu bersamaan
"Ayolah pilih saja, jarang-jarang para tetua tidak pelit begini mereka mengasih uang yang cukup banyak kepadaku."ucap Zhu Luoning
"Aku tidak usah saja lebih baik kau belikan Qin'er saja."ucap Liang Chu
"Sini Qin'er, kau pilihlah yang cocok untukmu."ucap Zhu Luoning sambil menarik lengan Bo Qin
"Tapi guru."
"Sudah pilih saja."
Bo Qin pun yang terus di desak oleh Zhu Luoning akhirnya memilih sebuah jubah berwarna merah gelap dan memiliki corak naga dan phoenik bewarna hitam. Setelah membeli jubah itu Bo Qin langsung mengenakannya dan melepaskan jubah murid miliknya dan menyimpannya ke dalam cincin, capingnya segera saja dia gantungkan di belakang lehernya kembali.
"Nah sepertinya sudah cukup ayo kita keliling lagi mencari sesuatu yang bagus."
Saat mereka berkeliling Zhu Luoning melihat pedagang mainan anak-anak.
"Chu ge'ge ayo ikut kali ini aku tau apa yang harus dibeli selanjutnya."ucap Zhu Luoning sambil menarik tangan Bo Qin dan Liang Chu mengarah ke pedagang mainan anak-anak.
"Nah Qin'er pilihlah yang kau inginkan, kau itu masih kecil jangan cuma berlatih terus. Cukup percayakan kepada kami saja orang dewasa untuk melindungi mu."ucap Zhu Luoning
"Itu benar Qin'er kau itu masih kecil jadi nikmatilah masa kecilmu itu."
"Hmmm tapi aku sudah dewasa dan aku harus segera membalaskan dendam ku."
"Tidak baik seperti itu Qin'er, kau itu harusnya nikmati seperti anak-anak lainnya."ucap Liang Chu
"Tapi pembunuh orang tuaku akan semakin lama hidupnya jika aku tidak berlatih dan dia nantinya semakin kuat."
"Hei nak, benar kata kedua orang yang di sampingmu kau harus menikmati masa kecilmu jangan cuma berlatih mulu. Orang tuamu disana pasti ingin kau hidup dengan bahagia dan menikmati hidupmu. Sudahlah Paman beri diskon setengah harga untukmu."
"Nah Qin'er pilihlah yang mana kamu suka."ucap Liang Chu
Bo Qin pun memilih beberapa mainan yang menarik minatnya. Karena siapa tahu ada yang berguna buat dia.
"Ini apa paman."ucap Bo Qin sambil mengambil mainan yang berukuran kecil seukuran kelereng tetapi bergambar tengkorak manusia.
Itu bom air jika di lemparkan ke tanah dengan keras itu akan pecah dan airnya akan menyebar.
Hehehe ini bisa membantuku saat bertarung aku akan menggantikan isinya dengan racun atau sesuatu yang bisa mengeluarkan asap agar aku bisa kabur atau membunuh musuh hanya dengan racun.pikir Bo Qin dengan senyum senang
"Aku mau semua jenis ini guru."ucap Bo Qin ke Zhu Luoning
Tetapi belum sempat Zhu Luoning menjawab sudah di jawab oleh Liang Chu terlebih dahulu.
"Ambillah....yang manapun kamu mau."ucap Liang Chu
Setelah mereka selesai membeli semua mainan yang dipilih Bo Qin. Mereka segera pergi dari tempat tersebut.
"Qin'er kau membeli semua bom air, apa kamu ingin menggantinya isinya dengan racun atau asap untuk memudahkan pertarungan mu."ucap Zhu Luoning
"Tidak guru, aku hanya suka dengan warnanya."ucap Bo Qin sambil menoleh kearah lain tidak mau melihat Zhu Luoning dan Liang Chu.
"Sudah kuduga, itu baru muridku. Aku dulu juga berpikir seperti itu tetapi aku tidak tau cara menggantinya. Sampai aku rusak buat melihat cara perakitan tidak tahu juga."
"Nanti aku pikirkan guru. Sebaiknya kita pulang atau cari makan saja dulu guru kasian senior Chu sudah lapar."ucap Bo Qin dengan pandangan serius.
***SEKIAN DULU YA SEMUANYA, TERIMAKASIH ATAS SEGALA BENTUK DUKUNGANNYA. JIKA ADA TYPO JUGA BISA DITULIS DI KOMENTAR YA. KALAU ADA KRITIK DAN SARAN* SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR**_-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-09-18
0
Ana Dasuki
mantap tenan
2022-04-12
0
Yono Sujono
mulai seru thor
2022-03-30
0