Setelah Ji kang pergi Bo Qin pun keluar ruangan, sebelum pergi Bo Qin meninggalkan sekantung koin emas. Setelah Bo Qin keluar ruangan, lalu dia pun melompat keatas atap penginapan. Disana dia melakukan meditasi sampai pagi
Saat matahari sudah mulai menampakan dirinya, Bo Qin segera berhenti berkultivasi dia segera memasuki penginapan, dan duduk di lantai satu.
"Pelayan.."panggil Bo Qin
"Ada apa tuan."
"Saya ingin makan dan tolong siapkan teh herbal terbaik untuk saya."kata Bo Qin sambil menyerahkan 1 koin emas. Bo Qin dari awal sudah menambah biaya penginapan untuk layanan makan tiga kali sehari tetapi itu cuma untuk menu biasa, seperti Bo Qin yang memesan menu terbaik dia harus menambah sedikit biaya lagi. Karena Bo Qin tidak punya koin perak ataupun perunggu jadi dia hanya membayar menggunakan koin emas.
"Baik tuan, tetapi untuk menu utama kami itu belum selesai di masak yang ada cuma menu biasa untuk sarapan pagi para tamu. Karena tuan juga telah menambahkan biaya untuk makan tiga kali sehari pada saat masuk. Maka makanan ini gratis."
"Baiklah terimakasih, tetapi arak terbaik ada kan."ucap Bo Qin
"Ada tuan."
Pelayan itu segera pergi meninggalkan Bo Qin. Tak lama kemudian makanan Bo Qin akhirnya datang. Bo Qin pun makan dengan lahap.
"Ah akhirnya aku bisa juga makan dengan tenang."ucap Bo Qin setelah selesai makan
"Sepertinya guru belum bangun, aku akan tunggu disini saja dulu."
Tak lama kemudian dari atas tangga turunlah seorang wanita cantik menggunakan pakaian merah. Wanita itu segera menghampiri tempat duduk Bo Qin dan duduk di depannya, ia dia adalah guru Bo Qin.
"Qin'er kenapa kau itu selalu memakai caping(topi bambu) itu, kau juga selalu memakai topeng. Ayolah biarkan aku melihat wajah mu. Masa guru sendiri tidak tahu wajah muridnya."
"Baiklah guru."ucap Bo Qin sambil melepas caping dan topengnya
"Wahh wajah murid ku ternyata tampan, lebih baik kau pakai lagi nanti banyak wanita yang terkagum-kagum padamu."ucap Zhu Luoning dengan wajah memerah, aku pun juga hampir terpesona oleh wajahnya pikir Zhu Luoning
"Baik guru."
"Setelah ini kita berangkat ke sekte, aku akan segera mendaftarkan mu."
"Baik guru."
Setelah Zhu Luoning selesai sarapan pagi juga, Bo Qin segera menyerahkan kunci kamar ke penjaga penginapan tersebut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka ke sekte pedang naga. Mereka melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh masing-masing, mereka melesat dengan cepat.
Zhu Luoning yang melihat kecepatan Bo Qin merasa terheran-heran, dirinya yang berada di , tingkat Xian Tian tahap puncak mampu di imbangi oleh seorang Huo Tian tahap akhir. Setelah Bo Qin mempelajari kitab penyembunyi kultivasi dengan sempurna dirinya mampu mengendalikan aura mencekam dirinya, dia juga menyembunyikan kultivasi miliknya hingga tahap Huo Tian tahap akhir.
Selama satu Minggu mereka terus menggunakan ilmu meringankan tubuh, mereka hanya berhenti untuk makan dan mengisi Qi yang hilang. Walaupun Qi Bo Qin tidak banyak yang hilang karena lautan Qi Bo Qin yang luas, tetapi dia juga ikut mengisi kembali energi Qi dirinya. Dari kejauhan mereka juga sudah mulai melihat bangunan yang besar.
"Itulah Qin'er tempat tinggal barumu, sebentar lagi kita sampai."ucap Zhu Luoning sambil menunjuk suatu bangunan besar yang sudah mulai terlihat.
"Baiklah Qin'er ayo kita percepat."lanjut Zhu Luoning lagi sambil menambah kecepatan
Bo Qin pun ikut menambah kecepatan, tak lama kemudian mereka telah sampai di depan gerbang sekte pedang naga. Mereka segera berjalan ke arah gerbang tersebut, para murid penjaga gerbang yang melihat salah satu tetua yang datang segera memberi hormat.
"Hormat kami pada tetua Zhu."ucap murid-murid penjaga gerbang.
"Biarkan kami masuk."ucap Zhu Luoning
Para murid segera membuka gerbang dan mempersilakan Zhu Luoning dan Bo Qin masuk.
"Qin'er kau ikuti aku dulu, aku akan mendaftarkan dirimu dulu. Disini ada beberapa jenis murid yang berjubah putih adalah murid luar, berjubah biru adalah murid dalam, berjubah kuning adalah murid inti, berjubah ungu adalah murid langsung salah satu tetua, berjubah merah adalah tetua, aku menjadi tetua termuda di sini aku berhasil jadi tetua saat aku masih berusia 37 tahun sedangkan mereka rata-rata menjadi tetua di usia diatas 50 tahun. Aku termasuk jenius lo pada usia 37 tahun sudah bisa menjadi kultivator tingkat Xian Tian menengah."ucapnya dengan bangga
"Tapi ada satu orang lagi lebih jenius daripada diriku tetapi dia menolak jadi tetua, dia bisa mencapai tingkat Xian Tian menengah di usia 27 tahun. Tapi ini hanya diketahui oleh beberapa tetua dan patriak sekte saja."
"Waktu itu tetua kedua membawa seorang anak kecil, katanya dia adalah anak sahabatnya dulu dan sahabatnya itu telah tiada. Sahabatnya itu meninggal akibat penyakit bekas pertarungan pada masa mudanya dulu, melawan aliran hitam. Sejak memasuki sekte dia selalu berlatih, setiap pertandingan persahabatan antar sekte ataupun sesama murid dia selalu menjadi juara pertama dan aku selalu menjadi kedua. Mungkin dia sekarang sudah tingkat Emperor menengah. Mungkin jika dia menerima jadi tetua dia akan menjadi salah satu 5 tetua terkuat. Tapi dia lebih memilih menjadi pengurus penerimaan dan perlengkapan murid" Ucap Zhu Luoning
"Sebenarnya aku cukup kagum sama dia,dia bisa menjadi kuat saat masih muda. Walaupun aku tidak pernah mengatakannya pada dia. Sudahlah ayo kita temui dia untuk memasukkan kamu menjadi murid ku, dan mengambil jubahmu."
"Terus apa yang dia lakukan guru kepada orang yang telah membunuh orang tuanya..?"tanya Bo Qin
"Waktu dia keluar dari sekte untuk melakukan sesuatu dia bertemu dengan pendekar yang membuat orang tuanya tiada. Mereka bertemu di suatu desa saat pendekar itu sedang berbuat ulah di desa, mereka pun bertarung dan dia berhasil memenangkan pertempuran tapi kultivator aliran hitam tersebut tidak dibunuhnya cuma di potongnya tangan kanannya. Di pertemuan kedualah penjahat itu dia bunuh."
"Kalau aku, saat pertama kali bertemu pembunuh orang tuaku akan langsung kubunuh dan kubuat mayat mereka tidak memiliki tubuh yang lengkap."ucap Bo Qin dengan sedikit aura pembunuh nya keluar tapi langsung dia tarik kembali. Tetapi itu sudah terlambat aura pembunuhnya sudah di sadari oleh patriak dan beberapa tetua mereka pun melesat ke langit dan melihat aura pembunuh itu berasal dari seorang pemuda yang dibawa Zhu Luoning. Mereka pun tetap terus mengawasi pemuda tersebut yang tak lain adalah Bo Qin.
Deegg..
Zhu Luoning yang mendengar itu terkejut, tapi dia dengan cepat menenangkan dirinya.
"Ya...ya...ya terserah kamu saja Qin'er, apapun yang kamu lakukan guru akan mendukungmu. Selama yang kau bunuh itu memang orang yang berniat mencelakakan atau mengganggu dirimu. Nah kita sudah sampai." ucap Zhu Luoning di depan sebuah bangunan bertuliskan aula murid baru
Patriak dan para tetua yang mengawasi di atas langit pun tetap mengawasi Bo Qin. Sebenarnya Bo Qin sudah mengetahuinya tetapi tetap dia biarkan. Setelah dia mempelajari kitab dewa naga kegelapan menguasai semesta seluruh Indra miliknya meningkat. Dengan seiring kultivasinya Indra miliknya juga ikut meningkat pesat, jadi menyadari ada yang mengawasipun tidak terlalu mengherankan.
Zhu Luoning dan Bo Qin pun memasuki aula murid baru tersebut, di dalamnya ad seorang pria muda yang cukup tampan.
"Chu ge'ge, aku membawa seorang murid daftarkan dia menjadi murid langsung ku.'
"Salam senior."ucap Bo Qin sopan, sambil menangkupkan tangan dan sedikit menundukkan kepala.
"Junior yang sopan, jadi siapa namamu dan juga usiamu."tanya Liang Chu
"Bo Qin, 9 tahun senior."ucap Bo Qin
"Jadi kau belum berusia 10 tahun ya Qin'er"ucap Zhu Luoning
"Belum guru, sebentar lagi."
"Baiklah, ini jubahmu dan ini juga tokenmu sebagai murid langsung. Nanti teteskan saja darahmu dilingkaran yang ada di token itu nanti namamu akan secara otomatis tertulis di lingkaran tersebut" Kata Liang Chu sambil memberikan jubah berwarna ungu juga token bewarna ungu
"Terimakasih senior."
"Iya sama-sama, oh ya Ning'er jangan kau ajarkan dia yang tidak-tidak. Jangan kau jadikan seperti dirimu."
"Hehehe terlambat Chu ge'ge, dia sudah seperti diriku mungkin bahkan lebih parah daripada diriku." ucap Zhu Luoning
"Qin'er perkenalkan namaku Liang Chu, kamu bisa memanggilku senior Chu. Ouh ya kamu itu jangan meniru sikap buruk gurumu itu ya. Kau harus bisa belajar memaafkan atau melepaskan, jangan seperti aliran hitam yang selalu membunuh."
"Iya senior Chu, saya tidak akan mengikuti kegilaan guru."ucap Bo Qin sambil tersenyum
"Nah itu bagus."
"Melepaskan gundulmu, saat kita membantai keluarga Zong pun kamu tidak melepaskan satupun. Kau juga mencari sisa-sisa keluarga Zong yang masih diluar keluarga dan membunuh mereka. Yang menyerah juga kau bunuh, yang kabur juga kau kejar sampai dapat."ucap Zhu Luoning sambil menjewer telinga Bo Qin
"Bahkan kau membunuh mereka dengan kejam, tadi saat aku menceritakan tentang Chu ge'ge pun. Kau juga bertanya kenapa Chu ge'ge tidak membunuh musuhnya di awal dan malah cuma memotong tangan kanan saja, malah membunuhnya di saat pertemuan kedua. Apakau mencari muka dengan Chu ge'ge. Kau juga mengatakan jika dirimu di posisi Chu ge'ge kau akan membunuh musuh mu dan membuat mayat mereka tidak memiliki tubuh yang lengkap." Ucap Zhu Luoning sambil makin keras menjewer Bo Qin
"Eh membantai keluarga Zong, jadi itu ulah kalian."ucap Liang Chu sambil menatap tajam mereka berdua. Zhu Luoning yang menjewer telinga Bo Qin pun langsung melepaskannya dan langsung menarik tangan Bo Qin untuk pergi ke kediaman mereka.
"Ayo kita pergi melihat kediaman kita, aku juga sudah rindu rumah."
"Senior Chu kata guru dia mengagumi dirimu. Walaupun dia tidak pernah bilang pada mu dia selalu mengagumi"ucap Bo Qin sebelum meninggalkan ruangan itu
Setelah kepergian Bo Qin, patriak dan empat tetua pun langsung masuk ke aula murid.
"Salam patriak dan para tetua."ucap Liang Chu
"Haiss sepertinya, bertambah satu lagi pembuat masalah."ucap patriak
"Hahahaha biarkanlah, biar ada yang menghukum para murid yang suka berbuat onar."ucap tetua kong yang menjabat juga sebagai pengurus aula hukuman
"Hahahaha benar juga katamu tetua ke 3 ucap." Tetua yin yang menjabat menjadi penjaga perpustakaan.
"Tetua ketiga, tetua ke empat kalian ini. Apa tidak memikirkan sesibuk apa lagi nanti para tetua akibat olah bocah ini nantinya aku yakin sikapnya tidak beda jauh dari Ning'er."ucap tetua long atau tetua kedua yang juga sibuk memikirkan aula pengobatannya akan penuh lagi.
"Hahahaha tetua ke 3 tetua ke 4, ayolah jangan meledek tetua kedua kasian dia aula pengobatannya akan penuh lagi jadi dia tidak bisa ikut minum lagi, karena harus mengurus aulanya Hahahaha."ucap tetua Yan atau tetua pertama.
"Sudahlah kalian ini, Liang Chu apakau tau kenapa bocah itu sempat mengeluarkan aura pembunuh miliknya."
"Tidak tetua, tapi ada kemungkinan dia juga sama seperti saya yang orang tuanya terbunuh. Mungkin mereka lagi membahas diri saya waktu melawan pembunuh orang tua saya. Jadi dia teringat orang tuanya dan itu membuat dia marah."
"Baiklah terimakasih Liang Chu, sekarang kami akan pergi dulu."
Para tetua pun pergi, sedangkan Bo Qin dan Zhu Luoning tadi mereka segera ketempat Zhu Luoning tinggal. Yang awalnya dia menarik tangan Bo Qin sekarang dia menarik telinga Bo Qin lagi sampai kediamannya. Mereka menjadi tontonan murid yang sedang berlatih. Bo Qin yang sedang ditarik telinganya hanya menyilangkan kedua tangannya di dada, dia juga meletakkan kaki kirinya di depan kaki kanannya dia tak mau berjalan. Bekas Bo Qin yang diseret gurunya pun terlihat di sepanjang jalan menuju kediaman Zhu Luoning. Bo Qin yang menjadi tontonan cuma terus mengumpat Zhu Luoning dengan sebutan guru sialan, guru tidak berperi kemanusiaan, guru kampret, guru kejam, dan lainnya. Zhu Luoning hanya diam saja dan malah semakin keras menarik telinga Bo Qin. Para murid hanya menatap Bo Qin dengan kasihan.
SEKIAN DULU YA TERIMA KASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA. TERUS DUKUNG YA PPNK. MAAF KALAU ADA SALAH-SALAH KATA SAYA MASIH PEMULA, KALAU ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR. -._-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Harman LokeST
kasihan Bo Qin di jewer telinganya
2023-09-18
0
Harman LokeST
kasihan Bo Qin di jewer telinganya
2023-09-18
0
Bobo Hot
Gurunya berpesan agar rendah hati, tapi malah cerewet dan menjadi pembunuh berdarah dingin, preeetttttt lah
2023-06-05
1