***
"Alex..skila bangun sekarang waktunya sarapan"panggil mamahnya Alex dari lantai bawah.Alex dan skila pun sontak bergegas turun ke ruang makan setelah membersihkan diri.
"Skila sayang duduk disamping mamah yah sayang" menyiapkan kursi untuk skila duduk.
"Mah... ngak perlu repot-repot,seharusnya skila yang nyiapin semuanya" tertunduk dengan suara kecil.
"Ngak kok sayang,mamah malah seneng begini" mengelus pundak skila dengan lembut.
"Mah... udah donk lebih baik kita sekarang makan"sela Atala dengan pandangan dingin.
"duh... Atala lo sudah capek hidup yah??kenapa kamu pasang muka sedingin gunung es?? " balas Alex karna membuat skila agak ngak nyaman sama tatapan Atala.
"Udah-udah sekarang ayo makan,berantemnya nanti dilanjutin setelah makan" tatap luna menatap kesal anaknya yang tidak pernah akur sedari kecil.
****
"skila ikut mamah yah??... "menarik tangan skila,karna semuanya sudah selesai makan.
"kemana mamah mau bawa skila" Alex seketika berdiri.
"Heyy... kamu urus aja masalah kamu " mengabaikan pertanyaan Alex dan langsung membawa skila keluar.
"Dimas kita mau pergi keluar,cepat siapkan mobilnya" masih menggenggam tangan skila yang ekspresinya kebingungan karna mamahnya Alex tiba-tiba membawa skila keluar.
"Mah kita mau kemana?... " masih heran.
"mau berbelanja" tersenyum kepada skila seraya masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan dimas.
**Skipp mall**
"Nyonya sekaran kita sudah sampai" dimas berhenti lalu membukakan pintu mobil.Mereka berhenti disebuah pusat perbelanjaan, Skila pun mengikuti calon mamah mertuanya dengan sedikit bingung, karna membawanya ketempat perbelanjaan.
"Skila sayang ayo pilih baju yang kamu suka" Mengambilkan banyak baju,sampai skila kebingungan memilihnya.
"Mah..ini ngak terlalu berlebihan yah?? " mengembalikan baju-baju ketempatnya.
"Sayang..mamah kan mau belikan kamu baju-baju " Mengambil kembali baju-baju yang sudah dikembalikan skila.
"Mbak bungkus semua yang sudah saya letakan diatas meja" Memanggil pegawai, Pegawai itu pun langsung membungkus barang-barang perbelanjaan.
Setelah berbelanja skila dibawa pergi ketaman kota.Di sana sangat ramai dan sangat indah
."Apa kamu menyukainnya sayang??" Mendudukan skila dikursi taman.
"Iya mah..makasih yah" kegembiraan yang terpancar diwajah skila yang imut.
Mereka hampir tidak ingat waktu,karna bersenang-senang.Skila pun akhirnya pulang dengan luna dan dimas.Tapi mereka sudah ditunggu Alex diteras.
"Kemana aja sih kalian??... udah jam tujuh sore nih" Menarik tangan skila dan menggendongnya,Alex tidak menghiraukan lagi semua orang dirumah menatapnya.
"Kamu tahu aku menunggu kamu diteras berjam-jam?... " Membawa skila kekamar Alex dan menghempaskanya ditempat tidur.
Dasar setan gila...konslet mungkin otaknya,tadi dilihat orangtuanya aja masih mau gendong aku,buat aku malu aja.Gumamnya skila dalam hati.
"Tadi kemana aja sih?... " mencengkram pundak kecil skila.
"aaaarrggh…" Teriak skila kesakitan karna cengkraman Alex yang kuat.
"Aku bertanya jawab?... " nada semakin kesal.
"Tadi keperbelanjaan lalu ke taman kota hiks...hiks " Menangis ketakutan,skila memegang pundaknya yang berbekas merah karna cengkraman Alex.
Apakah tadi aku terlalu kasar,hingga membuat skila menangis ketakutan....aku memang sangat bodoh.Gumam alex dalam hati.
"Skila apakah aku terlalu kasar??... Maaf skila" Mendekati skila,tapi skila langsung menjauh dari Alex.
"Alex kamu sangat berbeda,ah bukan....kamu bukan Alex ku hiks...hiks..hiks " berteriak ketakutan dan menangis.Tapi teriakan dan tangisan skila tidak dapat terdengar oleh orang,karna kamar Alex kedap suara.
***
Skila pun gemetar ketakutan dan berlari kepojok lemari.
"Skila aku minta maaf,jika kamu tertekan karna sikapku yang terlalu berlebihan" Alex pun turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati skila.
"Jangan mendekat,kamu bukan Alex ku"mengambil vas bunga dan melemparkan kearahkan Alex .
"Skila apa kamu sudah gila??... " suara teriak Alex yang seketika membuat skila makin ketakutan.
"Berikan itu padaku..itu sangat berbahaya,kamu akan terluka skila " Membujuk skila yang mengambil pecahan pas bunga,tapi skila tetap tidak mendengarkannya yang membuat kesabaran Alex habis.
Alex pun berjalan mendekati skila dan menarik pecahan vas.Tangan Alex seketika terluka dan mengeluaran darah, karna merebut pecahan vas bunga dari skila.
"Apa kamu puas skila!!.. itu kan yang kamu mau?? " Alex melemparkan pecahan vas bunga ke samping skila,pecahan vas bunga pun sekarang berserakan dilantai.
Skila yang ketakutan pun lari kedalam kamar mandi dengan kaki terluka,karna menginjak beling waktu berlari kekamar mandi.Skila pun seketika menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.Sementara Alex membersihkan lukanya dan membalutnya.
Sekitar hampir sepuluh menit skila masih tidak keluar dari kamar mandi dan terus menangis tanpa henti,maka alex pun mulai cemas.Alex membersihkan pecahan-pecahan vas bunga yang berserakan dilantai,karna alex takut skila menginjaknya waktu keluar kamar mandi,setelah kenenangkan dirinya.Alex pun menghampiri pintu kamar mandi yang terkunci.
**Tok..tok.tok**
suara ketukan dari luar pintu kamar mandi,skila pun tidak memperdulikanya,karna skila masih menangis ketakutan.
"Skila...sayang keluarlah aku tidak berniat melakukan itu,aku hanya kawatir" Suara lembut membujuk skila.
"Tinggalkan aku??...aku tidak mau bersamamu,aku mau pergi selamanya dari mu" teriak skila dengan suara serak,karna telah lama menangis.
"Jangan ucapkan kata-kata yang tidak masuk akal,selagi sedang marah " Bujuk alex lembut,tapi skila tetap tidak menghiraukanya.
"Skila sayang keluarlah??... nanti kamu sakit,karna terlalu lama menangis." Alex menyaringkan suaranya,tapi masih dengan nada lembut.Karna skila tetap tidak membuka pintu, Alex pun memukul pintu kamar mandi dengan kencang.
"Skila,apa kamu tuli!!... " Alex berteriak,karna kesabarannya sudah habis.Alex pun mendobrak pintu kamar mandi dan terbuka.Skila yang melihatnya berlari kepojok kamar mandi, melihat ekspresi menakutkan Alex yang seperti mengeluarkan aura membunuh.
Alex pun menghampiri skila yang ketakutan."jangan mendekat..lepaskan aku" skila berteriak.Alex pun mendekati skila dan menggoncangkan pundak skila.
"Apa kamu sudah gila??... lihat kaki kamu terluka karna pecahan vas bunga itu" Alex mendekap skila.
"Pergi kamu??...tinggalkan aku??... "melepaskan dekapan Alex.
"Cukup skila??...kamu sudah kelewatan" Menampar pipi mulus skila,sehingga meninggalkan bekas merah,karna tamparan Alex.
"kamu menamparku??... bunuh saja aku sekalian??..biar kamu puas... " Menampar dada Alex.
"Kamu sudah kelewatan skila??... lebih baik kamu diam saja disini sampai pagi" Alex meninggalkan skila yang masih dikamar mandi dan berjalan menuju tempat tidurnya,duduk dan menyandarkan tubuhnya dimeja dekat kasur.
Apa yang kulakukan??aku telah menyakiti skila.Apakah aku pantas disebut manusia??Aku pantasnya disebut binatang yang tidak punya hati.
Skila pun tetap menangis ketakutan,karna kelakuan Alex yang membuatnya tertekan,hingga hidungnya mengeluarkan darah.
Alex kamu sangat jahat,kamu yang seperti ini sangat asing bagiku.Kembalikan Alex ku ...mana Alex ku ??...hiks...hiks...hiks.
Tinggalkan komen dan like kalian dan jangan lupa kasih vote yah biar Author lebih semangat update.
Nantikan Chapter baru segera hadir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments