***
"Aku sangat bodoh,harusnya aku meredakan emosi Alex" Suara kecil bercampur serak dari skila.Skila pun merasa bersalah karna kelakuannya pada Alex.
"Alex... "skila pun memberanikan diri memanggil Alex.Alex pun terkejut karna skila memanggilnya,Alex pun sontak berlari kekamar mandi menghampiri skila.
Alex melihat wajah skila yang berderaian air mata dan melihat darah yang keluar dari hidung skila,membuat Alex cemas dan mendekat mengusap darah yang keluar dari hidung skila.Alex pun membaringkan tubuh skila ke lantai agar darah dari hidungnya tidak keluar lagi.
"Maafkan aku skila atas apa yang aku lakukan padamu, andai saja aku tidak kasar,mungkin semua ini tidak akan terjadi" kembali mendudukan skila dan menyandarkan didadanya.
"Seharusnya aku yang minta maaf,karna membuat ini semua terjadi" suara serak skila.
"Sudahlah...kamu salah dan aku juga tidak benar'' Alex menenangkan skila,agar skila tidak menyalahkan dirinya sendiri.Alex pun menyandarkan tubuh skila pada tembok kamar mandi,Alex lalu mengisi bak mandi dengan air.
Skila hanya diam saja dengan apa yang dilakukan Alex.Alex pun mendekat dan mencabut beling halus yang tertanjap ditelapak kaki skila.
"Aaaaaah… " suara teriakan skila.
"Tahan lah sebentar, ini akan sedikit sakit " Alex pun melanjutkan mencabut pecahan vas bunga yang menempel ditelapak kaki skila.
Alex menggendong skila kebak mandi yang sudah baru saja di isi Alex air panas untuk mandi lalu menaruh tubuh skila dengan lembut.Skila yang masih cegukan karna terlalu lama menagis dan hanya diam dan menatap alex.
"Besok kamu harus istirahat sampai kaki kamu pulih " Membelai pipi skila.Alex pun melepas baju skila,hingga tidak ada sehelai kainpun menutupi tubuh putih beningnya lalu memandika nya.
"Alex..aku minta maaf,karna membuat tangan kamu terluka" Skila menundukan kepalanya.
"Sudah ku bilang itu bukan salahmu" Alex mencoba menenangkan skila.
Alex pun memandikan skila dan mencuci rambut skila juga.Alex memijit kepala skila dengan lembut,hingga membuat skila sedikit tenang dan hangat didekat alex.Alex pun mengangkat tubuh skila,lalu alex memakaikan kimono(jubah mandi) pada skila dan merebahkan tubuh kecil skila diatas tempat tidur.
"Alex aku kedinginan" menarik tangan alex yang ingin keluar meninggalkan kamarnya.Alex pun langsung membaringkan tubuhnya didekat tubuh skila dan memeluknya.
"Jangan tinggalkan aku hiks...hiks "membuat alex sedih."kamu jangan menangis sayang" mengusap pipi skila yang berlinang air mata.
"Skila kenapa kamu sangat imut yah..ketika kamu menagis?? " Menggoda skila serambi semakin erat memeluk skila.
"Alex...kamu ngeselin " Memukul dada Alex.
"Aahhh skila…" suara mendesis.
"Alex kamu kenapa sih??kok gitu? "suara kesal dan mencubut dada Alex.
"Kan kamu yang buat aku begini" goda Alex membuat muka skila memerah.
"kan tadi aku mukul kamu,seharusnya kamu teriak kesakitan donk " menyaringkan suaranya.
"Benarkan??.... owh berarti kalo kamu mukul atau nyentuh aku,aku harus teriak kencang-kencang donk" tawa lepas Alex membuat skila terkejut.
"Bukan gitu juga"membalikan tubuhnya kearah jendela membelakangi Alex.
Dasar setan jahat...licik kek ngak ada kerjaan aja heran gue, nih orang lama-lama buat pusing aja.
" Hoho...kamu mulai mengabaikan aku yah??... " membalikan tubuh skila sehingga tak sengaja skila mencium bibir alex.
"Alex..apa yang kamu lakukan?? "sedikit bergeser menjauhi Alex.
"Sudahlah,sekarang kamu harus tidur" memeluk skila dan skila pun mulai tertidur dipelukan alex.
***
Sinar mentari pun masuk dari jendela kamar Alex sinar hangatnya jatuh menyilaukan wajah skila dan membangunkannya.
"Emmm..."Skila terbangun sambil meregangkan tubuhnya dilihatnya Alex masih tidur,skila pun ingin pergi kekamarnya.
Aku harus pergi kekamar sekarang sudah jam tujuh pagi,pasti mamahnya alex memanggilku berasa calon menantu yang malas.
"Auuu.." Skila yang tidak memikirkan bahwa kakinya terluka lalu terjatuh disamping tempat tidur dan membangunkan Alex.
"Apa yang kamu lakukan" Teriak Alex panik lalu mengangkat tubuh kecil skila ketempat tidur.
"Apa yang kamu lakukan skila??... kamu kan tahu bahwa kaki kamu terluka" Suara yang tiba-tiba lembut.
"Maaf kan aku??... tadi aku hanya mau pergi kekamar ku" Seketika air mata berlinang membasahi wajah putih mulus skila.
Apa yang aku lakukan,seharusnya aku tidak memarahinya.Sekarang aku membuat dia sedih dan ketakutan.
Alex yang merasa bersalah karna sudah memarahi skila pun memeluk skila dengan lembut dan membelai rambut hitam panjangnya Skila hanya mengeluarkan air mata tanpa suara.
"Hari ini kamu ngak usah keluar kamar, nanti biar pak Darta yang mengantarkan makanan kesini " Kecupan Alex mendarat dikening skila.
"Tapi klo ibu bertanya kenapa aku ngak keluar-luar kamar gimana?... " menarik tangan Alex yang hendak pergi kekamar mandi.
Alex pun menggendong tubuh skila dan membawanya kekamar mandi.
"Apa yang kamu lakukan??... " skila tidak mau melepaskan tangannya yang melingkar dileher Alex.
"Skila leherku mulai sakit cepat lepaskan" Teriak Alex.
"Bukanya kamu yang gendong aku??... jadi aku ngak mau lepasin" Kesal.
"Apakah aku terlalu memanjakanmu yah?... sehingga kamu sekarang sangat berani " menjatuhkan skila ke bak mandi.
"Aduhhh...kamu jahat banget sih lex " merengek kesakitan karna luka dikakinya terkena air.
"Kamu kenapa sih gitu aja nangis " Alex pun melepaskan kimono yang dipakai skila lalu memandikanya.
"Hikss..hikss..hikss"
Skila masih menangis.Alex pun melepaskan pakainya dan berendam dibak mandi yang sama.
"Skila kamu kok nangis gitu??... jelek tahu?... " cetus Alex.
"Aku memangang jelek,tapi kalo aku mau nangis emang bisa ditahan apa?... "Kesal
Dasar pria ngak peka,udah tau aku kan sedang luka masih aja mau rendam aku dibak mandi,bersama dia malah kesel deh.
" Aaaahh perih hikss...hikss" Skila seketika berteriak menangis.
"Apa luka kamu masih perih??... "Alex yang panik pun langsung mengangkat skila dari bak mandi dan segera memakaikan pakaian pada skila.
Skila pun hanya menangis terseduh-seduh seketika pingsan tidak sadarkan diri Alex yang kawatir dengan skila karena tidak sadarkan diri langsung membawanya kerumah sakit.
***
"Dimana aku?? " Siuman setelah beberapa jam tidak sadarkan diri.Dilihatnya Alex yang tertidur disampingnya masih memegang tangan skila.
Apa lagi nih orang masih di sini kerja kaga tiduran iya, ini dimana juga kek berasa di rumah sakit aja
" Skila kamu sudah sadar yah??" memeluk skila.
"Sudah lah aku sudah memaafkan mu,tapi mamah sama papah mana??... " suara skila yang berubah seketika menjadi resah.
"Mamah sama papah kembali ke Jerman katanya sih?...mau nyelesain pekerjaan selama empat sampai lima minggu tenang aja nanti balik lagi kok " mengecup pipi skila.Muka skila pun seketika memerah.
"Ratu setan muka kamu memerah tuh " menggoda skila.
"Apaan sih?...bikin kesal aja " membalikan wajahnya menghadap ke arah jendela.
Tinggalkan komen dan like kalian dan jangan lupa kasih vote yah biar Author lebih semangat update.
Nantikan Chapter baru segera hadir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments