***
"tok....tok.
"pak Darta datang membawa sarapan kekamar skila.
"letakan saja di meja sana" perintah Alex.
"Baiktuan saya akan taruh di meja,sekarang saya undur diri kembali bekerja " berjalan meninggalkan Alex dan skila.
"Hari ini kita jalan-jalan gimana?" berjalan mengambil sarapan yang berada di meja.
" hah...benaran??... " tanya skila yang terheran bercampur senang.
"tapi,setelah kita sarapan" menyuapi skila.
Tidak sampai beberapa lama Skila pun selesai sarapan. Skila lalu bersiap dengan rapi sementara Alex sudah menunggu Skila di mobil.
" kita mau kemana?..." tanya skila sembari masuk kedalam mobil.
" Ikut aja nanti kamu tahu kok kita kemana" Alex yang memasangkan sabuk pengaman pada Skila seraya menghidupkan mesin mobilnya.
***
Hampir tiga puluh menit Alex mengendarai mobil dan berhenti di sebuah pantai terpencil yang tidak ada satupun orang di sana, karna pantai itu tidak terlalu banyak orang yang tahu.
" Kita sudah sampai" keluar dari mobil Alex langsung membukakan pintu mobil untuk skila.
"Wah......indah banget " langsung keluar mobil dan berlari kepinggir pantai.
Alex pun memeluk skila dari belakang dan membuat skila sedikit terkejut.
"semua akan terasa sangat indah jika kamu tetap berada di sampingku" membisikanya pada telinga skila yang masih memeluknya dari belakang.
"Tenang aja aku akan selalu berada di samping kamu kok" Skila membalikam tubuhnya kearah berlawanan lalu mengusap pipi alex.
Alex sontak mencium bibir sexy Skila.
"Hei tuan setan kamu selalu menciumku terus-menerus " memainkan mulutnya.
"memangnya kenapa nona apakah kamu mau membalasnya?... " menarik tubuh Skila lebih dekat ke tubuhnya.
" Lihat itu ada hiu" menunjukan ke arah pantai lalu mencium Skila mendarat di pipi Alex .
Alex pun terdiam sejenak lalu mengejar skila yang sudah berlari setelah melemparkan ciuman pada Alex.
"Nona kamu akan dapat hukuman jika kamu tertangkap" berlari mengejar skila.
"Ayolah tuan setan kamu duluan yang berbuat" menghentikan larinya karna kelelahan.
"Sekarang aku mendapatkan mu....hukuman apa yah yang bagus untuk nona ku yang manis ini" mengangkat tubuh skila dan membawanya ke atas mobil.
" Ngapain kok aku di taruh diatas mobil" Heran.
"Menunggu matahari terbenam" Alex yang mendudukan tubuhnya di samping skila.
Mereka berdua menunggu indahnya pemandangan saat matahari terbenam. Sinarnya yang merah ke Kuningan membuat siapa pun melihatnya terpukau
"Indah bukan?" mencium pipi Skila.
"Sangat indah" membalas ciuman Alex.
" Bagaimana kalo kita menikah dua bulan kedepan?" Alex yang mengajukan pertanyaan membuat skila terkejut.
"hah.... " terkejut
"Apa itu tidak terlalu cepat?maaf seharusnya aku tidak mengambil keputusan sendiri " Alex kawatir melihat resksi skila.
"Tidak...aku setuju kok,tadi aku hanya kaget karna senang kita akan segera menikah" memeluk alex.
"Baiklah kita akan urus pernikahan kita nanti ayah dan ibu ku akan datang besok,jadi kamu harus mengiyakan apa yang aku jawab dan katakan besok" mencium kening skila.
"Sudah mulai malam,kita harus segera pulang" membukakan pintu mobil untuk skila.
* * *
Sesampainya di rumah, Alex pun melihat skila yang sudah tertidur. Terlihat sangat manis dan cantik Karna tidak tega membangunkannya Alex pun mengangkat tubuh skila dan menggedongnya menujun kamar Alex dan merebahkannya di tempat tidur Alex pun tidak lupa menyelimutinya dan memcium keningnya.
"Maaf skila sebenarnya aku tidak sepenuhnya mencintaimu,aku ingin menikahimu karna untuk menebus kesalahan ku atas kematian kedua orangtua mu empat tahun yang lalu" mendudukan tubuhnya di samping tubuh skila yang sudah tertidur pulas.
Alex barjalan keluar kamar menuju ruang kerjanya Alex melihat Anton sudah duduk disana.
"Apakah tadi sangat menyenangkan??... "Anton melemparkan pertanyaannya pada Alex yang seraya masuk dengan muka muram.
"Apa lo udah bilang yang sebenarnya... yah lex??... " Alex yang seketika duduk di samping Anton. .
"Apakah aku sejahat itu Anton karna pura-pura mencintai skila" tertunduk karna rasa bersalah.
" Apa?? jadi kamu pura-pura mencintai skila dan ingin menikahinya kamu kenapa tega sih lex??... "Atala yang seketika muncul menyela pembicaraan Alex dan Anton.
"Atala... " Alex terkejut.
"Jadi kamu mau menikah sama skila hanya untuk menebus kesalahan kamu karna membuat orang tuanya meninggal empat tahun lalu" mendekati Alex seraya menunggu penjelasan dari Alex.
" Benar...hanya dengan ini aku dapat menebus kesalahan empat tahun lalu" Alex memegang tangan Atala.
"Tapi apakah skila memang benar anak orang tua yang meninggal waktu kecelakaan empat tahun lalu" balik tanya ke alex.
"Itu benar...karna waktu dihotel itu, aku langsung mencari identitas skila aku terkejut setelah ku temukan skila adalah anak dari sepasang suami istri yang neninggal karna kecelakaan waktu itu" nada lirih.
"Tapi lex itu kan kecelakaan bukan di sengaja" tegas Atala yang membuat Alex tambah sedih.
"Atala kamu keluar dulu...tinggalin Alex sebentar" Anton menepuk bahu Atala.
Atala pun pergi tanpa meninggalkan satu katapun dari ruang kerja Alex, tanpa menoleh ke belakang melihat Anton dan Alex dan pergi ke kamarnya.
"Aku harap skila ngak tahu akan hal ini" kecemasan Alex.
"kita memang bisa merahasiakanya,tapi setiap rahasia pasti terbongkar pada waktunya lex" ucap Anton membuat Alex semakin cemas.
"Tapi aku janji aku akan rahasiain ini semua,jadi kamu tenang saja" menepuk bahu Alex.
"Sebaiknya kamu istirahat,karna tante sama om bakalan datang besok" pergi meninggalkan Alex yang masih duduk termenung.
Alex pun pergi menuju kamarnya dan melihat skila yang masih tertidur Alex pun tidur di samping skila dan memeluknya.
***
" pagi sayang ku tercinta" kata-kata tercinta yang pertamakali didengar Alex saat bangun tidur.
"pagi juga sayang ku" mencium pipi skila.
"Cepatlah mandi lalu bersiap-siap sehabis itu turun kebawah meja makan" ucap alex menata rambut skila yang berantakan setelah bangun tidur.
**Skipp meja makan***
Skila pun duduk di samping Alex dan Skila di sambut oleh mamah dan papahnya Alex yang sudah datang dari jerman,skila sontak tersenyum malu melihat keramahan keluarga Alex pada skila.
"Jadi ini yah yang namanya skila yang membuat Alex kadang tersenyum sendiri hingga mengubah aura dinginya menjadi hangat" mamahnya Alex menarik ku dan mendudukan ku di sampingnya.
"Ngak sepenuhnya juga tante" suara halus lembut membuat mamah dan papah Alex lebih menyukai skila.
"Ngak sepenuhnya gimana sih?...owh iya skila jangan lagi panggil tante panggil aja kami berdua papah sama mamah yah??... " mengelus pundak skila.
"Iya mah... pah... "suara kecil.
"Mah... pah... nanti aja yah ngomongnya kita makan aja dulu" potong Alex pada *luna denata* mamahnya dan skila.
"Iya tuh... Alex benar mah" Potong Dika denata ayahnya Alex.
Setelah mereka menyelesaikan makanannya meraka pun berkumpul di ruang tamu dan membicarakan pernikahan Alex dan skila
"Mamah sama papah dengar kalian udah tunangan apa itu benar??... " melihat ke arah Alex dan skila yang duduk bersebelahan.
Tinggalkan komen dan like kalian dan jangan lupa kasih vote yah biar Author lebih semangat update.
Nantikan Chapter baru segera hadir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments