***
"tapi bagai mana dengan kamu" tanya alex sekali lagi pada skila.
"ngak papa kok....hiks...hiks.." terus menangis.alex pun mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di lihatnya skila yang terduduk dengan darah masih keluar di pergelangan kakinya, karna terbentur hebat pada lemari kaca tempat sabun dan pasta gigi.Alex pun segera membalut tubuh skila dengan handuk dan mengangkatnya dari dalam kamar mandi ke tempat tidur.Alex pun menduduk kannya di kasur dengan lembut.
"Aku akan mengambil kotak obat dulu,kamu tahan sedikit yah"segera beranjak mengambil kotak obat yang berada di lemari.
" Alex.....ini sangat sakit....hiks...hiks.."menahan darahnya dengan kain.
"tenang...yah..aku akan balut luka kamu "mengobati luka skila dan membalutnya.
" Aku akan bantu kamu memakai baju"hampir selesai membalut perban di pergelangan kaki skila.
"tapi........aku malu."seketika wajah skila memerah.
"Apa sih yang belum aku lihat dari tubuh kamu ???..." Alex mulai melepas handuk skila dan membantu skila memakai baju.
skila hanya pasrah ngak ada gunannya juga klo skila melawan,karna ngak ada yang ngak pernah di lihat Alex dari tubuhnnya.
"Alex makasih yah..... "suara kecil yang membuat alex tersenyum.
"Tidurlah dan instirahat....aku akan temani kamu sini." menyelimuti skila dan berbaring di samping skila yang masih cegukan setelah habis nangis.
"Owh....astagah sekarang babi juga bisa cegukan yah." menghibur skila dan lantas membuat skila tertawa.
"Apaan sih....sakit tau jadi nangis terus cegukan" kesal pada alex.
"Terus apa lagi setelah cegukan ?....apa akan keluar moncongnnya?.... "nmenarik hidung skila ssmpai merah.
"Aku bukan babi tahu....aku lebih cantik dari babi. "kesel memukul dada alex.
"klo aku punya peliharaan babi yang cantik kaya gini...aku rela menikahinya." sekali lagi mencubit hidung skila dan membuat skila memalingkan tubuhnya ke arah lain.
"Babi kecil kamu sangat cantik."Tiba-tiba memeluk skila dari belakang,karna skila memalingkan badannya dari alex.
" Alex apa yang kamu lakukan."Membalikan kembali badannya ke hadapan alex.
" Diamlah dan tidurlah aku sudah ngentuk..."Meeratkan pelukannya pada skila.
Skila pun hanya bisa pasrah melihat kelakua alex.
"Alex seandainya aku pergi tanpa pamit....apakah kamu akan membenci ku."Mengusap muka alex yang sudah tertidur lelap,tapi masih memeluk tubuh skila.
***
"Morning zayank"Mengusap wajah skila yang baru bangun.
"Apaan sih!!..."wajah skila pun memerah dan berusaha mencoba melepaskan pelukan alex yang masih memeluk tubuh skila.
" Wajah kamu kenapa tiba-tiba merah ?...kamu demam yah ??..."Menyentuh kening skila.
" Eh ngak panas kok..lalu kenapa makin memerah."tertawa kecil menatap skila.
" Apaan sih..."menepis tangan Alex seraya melihat wajah Alex yang tersenyum pada skila.
"Sekarang kamu jangan banyak bergerak aku akan ambilkan sarapan untuk kamu.
"mengecup kening skila lalu pergi ke meja makan mengambil makan dan minuman untuk skila.
"Alex kita harus pergi ke London ada rapat penting yang harus kamu hadiri." menyiapkan berkas-berkas dan menaruh nya di atas meja makan.
"Berapa lama kita ke sana." menampakan wajah yang terlihat sedih.
"sekitar 3-5 hari. " tertawa kecil,karna melihat ekspresi wajah alex.
"siapkan semua yang kita butuhkan disana dan cek kembali berkas-berkas nya." suara kecil.
" Tenang aja semua sudah aku siapkan."menjawab dengan santai.
Mengingat dimas lah yang paling dapat di andalkan dalam semua pekerjaan.Semua yang dia kerjakan pun selalu membuat alex puas.
BERSAMBUNG.....
klo suka jangan lupa like yah😍😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments