Lelaki Sinting

Patah hati yang sekarang sedang dirasakan oleh Nilam membuat sekujur tubuhnya terasa sakit. Dia sudah menangis semalaman di dalam kamar hotel, membayangkan suaminya tengah mereguk kemesraan bersama perempuan lain bernama Marissa di atas ranjang, bergulat penuh nafsu durjana.

Nilam jijik kepada Indra, tetapi di hatinya masih ada cinta untuk lelaki yang sudah dua tahun menjadi suaminya itu. Ia tahu dia sudah salah mengenal dan percaya pada Indra yang dikiranya akan setia.

Nilam beranjak dari tempat tidurnya, dia mengintip dari lubang kamar hotel, ingin melihat apakah Indra dan selingkuhannya sudah keluar dari kamar mereka. Namun, yang dilihatnya adalah seorang pelayan yang sedang membawakan sarapan ke kamar suaminya itu.

Lalu, pintu di seberang sana kemudian terbuka dan saat itulah Nilam melihat dengan jelas rupa dari perempuan itu. Cantik, tapi dia juga tidak kalah cantik. Perempuan itu hanya memakai kimono handuk dengan beberapa tanda merah tercetak di lehernya. Nilam bisa melihatnya dengan jelas walaupun hanya dari lubang pintu.

Kalau saja Nilam tidak ingat bahwa dia saat ini sedang main cantik, sudah keluar dia dari kamar itu dan pasti sudah ada adegan jambak menjambak di antara Nilam dan Marisa saat ini, tetapi lagi-lagi Nilam masih menahannya, dia tidak ingin mengacaukan segala hal yang sudah disusun dengan rapi.

"Permisi."

Pelayan yang tadi mengantarkan sarapan ke kamar seberang sekarang beralih ke kamarnya. Nilam baru berani membuka pintu setelah dia memastikan Marissa sudah menutup pintu kamar mereka.

"Ini sarapannya, Mbak," kata pelayan hotel yang memakai seragam dengan dasi kupu-kupu itu sambil tersenyum kepada Nilam. "Mbak ini kan Nilam ya, artis yang dulu sempat naik daun itu?" Pelayan itu bertanya dengan wajah berbinar-binar. Nilam hanya mengangguk singkat, saat ini dia tidak ingin melayani sesi foto bersama karena wajahnya masih tampak sembab. Jadi sebelum sempat pelayan itu mengeluarkan ponsel, Nilam sudah menutup pintu kamar setelah ia mengambil sarapannya.

"Yaaaaah, Mbak, kan saya pengen foto."

Nilam mengabaikan suara pelayan itu yang terdengar sedih dari luar sana, saat ini Nilam memang tidak ingin melakukan hal apapun. Kondisi hatinya sedang tak baik, bahkan sebenarnya dia pun tidak ingin makan karena tidak punya selera makan sama sekali. Namun, tetap disantapnya pula secara perlahan makanan yang sudah disajikan untuknya.

Nilam merasa sudah cukup dengan semua bukti-bukti ini, entah akan diapakan bukti-bukti itu. Untuk membawanya ke pengadilan, Nilam sendiri masih merasa berat hati, karena cintanya kepada Indra masih terasa besar.

Nilam menyantap makanannya dengan tidak berselera, dia juga tidak bisa menghabiskan sarapan itu. Nilam memilih untuk mandi kemudian keluar dari kamar hotel dan akan pulang ke rumah.

Saat dia akan turun, tak sengaja dia menabrak seorang yang berjalan berlawanan arah dengannya. Sialnya, minuman yang dibawa oleh lelaki itu jadi tumpah dan membasahi kemeja yang tengah ia kenakan.

"Hei! Kalau jalan lihat-lihat, kau tidak punya mata?!" seru lelaki itu, sementara Nilam yang terlalu asik dengan lamunannya tidak menyadari bahwa dia sudah membuat minuman lelaki itu jadi membasahi kemeja ketatnya.

Nilam menoleh, kemudian melihat lelaki yang sangat tampan dengan tatapan tajam yang tengah menatapnya penuh kekesalan sembari menunjukkan bajunya yang sudah basah.

"Maaf, aku tidak sadar ada orang di depanku tadi. Aku akan mengganti kemejamu," kata Nilam cepat, karena tidak ingin memperpanjang urusan dengan orang lain saat ini.

"Kau pikir aku ini hantu, tidak kelihatan? Makanya kalau jalan itu pakai mata bukan pakai dengkul!"

"Ssongong sekali kau! Kan sudah aku bilang aku minta maaf. Aku akan ganti kemejamu yang basah ini. Nih!" Nilam menyerahkan beberapa lembar uang merah karena dia tahu baju itu pasti mahal dan bermerk. "Lagi pula jalan itu pakai kaki, nggak ada sejarahnya mata bisa jalan!" sambung Nilam lagi, membuat lelaki itu jadi melotot lalu sambil berkacak pinggang ia mendekati Nilam yang refleks jadi mundur. "Apa kau?" tanya Nilam seraya menantang lelaki itu dengan sudah menyiapkan ancang-ancang, padahal dia sendiri saat ini sudah sangat takut melihat tampang menyeramkan dari wajah tampan di depannya.

"Aku suka sekali menghukum perempuan sombong sepertimu ini!" desis lelaki itu yang sudah semakin dekat dengan Nilam dan merapatkannya ke tembok, membuat Nilam merasa risih lalu mendorong lelaki itu dengan kesal.

"Dasar lelaki sinting! Kau pikir kau siapa mau menghukumku! Kalau tidak mengingat ini hotel, sudah ku hajar kau ya!" kata Nilam yang membuat lelaki itu tambah melotot kepadanya. Baru kali ini ada perempuan yang berani terhadap dirinya. Apa perempuan itu tidak tahu siapa dia? Dia tidak pernah melihat majalah bisnis?

"Kau tidak sadar sedang berbicara dengan siapa?" tanya lelaki itu lagi, dia menunduk ke arah Nilam yang memang Nilam lebih pendek darinya.

"Gak penting siapa dirimu! Aku harus segera pergi, kau hanya menambah rasa stres di kepalaku sekarang!" umpat Nilam membuat lelaki itu jadi kehilangan kata-katanya.

Dia membiarkan Nilam berlalu begitu saja dan masuk ke dalam lift.

"Semua lelaki sama saja!" desis Nilam di dalam lift.

Sementara lelaki itu segera dihampiri oleh asistennya yang tergopoh berlari ke arahnya saat ini.

"Tuan Tommy, kenapa bisa begini? Sebentar saya akan segera menyiapkan kemeja baru untuk Tuan," kata asistennya itu dengan penuh hormat.

Lelaki bernama Tommy itu hanya mengibaskan tangan, dia masih terngiang-ngiang dengan wajah Nilam yang berani melawannya sekaligus merasa tertantang dengan penemuan barunya itu.

Terpopuler

Comments

Trisna

Trisna

Apakh Tommy yang sama?
yang dulu menolong Nilam, walau ada insidennya

2024-05-24

3

Retno Anggiri Milagros Excellent

Retno Anggiri Milagros Excellent

nah.. kamu ketahuan.. ada orang penasaran lho...nanti nyesel lho kamu Indra.. 😂😂

2024-03-04

1

Em Mooney

Em Mooney

ini Tomi mantan ny bkn sih

2024-03-03

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!