G-string Merah Jambu

Nilam masuk ke dalam kamar dengan langkah gontai dan hati semakin sakit. Memang belum sepenuhnya terungkap, tetapi dia yakin cepat atau lambat, Tuhan pasti akan menunjukkan keburukan suaminya di luar sana.

Nilam memilih untuk mengguyur tubuhnya di bawah pancaran air. Dia kira, menikah akan membuatnya bahagia. Bahagia memang di awal saja, setelah itu, hanya ada kebohongan yang dia dapatkan dari Indra.

Tadinya dia mau menuruti saran Yuki untuk tenang dan bersikap seolah tak terjadi sesuatu, tetapi sebuah struk belanja di bawah mobil Indra malah membuat emosinya kian tersulut. Tadinya juga, dia berharap setelah masuk ke kamar akan melihat bungkusan yang berisi lingerie agar terhempas lagi kecurigaannya kepada Indra, berharap Indra memang sengaja ingin memberikan kejutan manis untuknya dengan benda kesukaannya itu.

Sayangnya tak ada, memang nampaknya kecurigaan Nilam beralasan, hanya saja belum menemui titik terang.

"Sabar, Lam ... Tarik nafas, buang nafas." Ia mulai menenangkan dirinya sendiri. Lalu keluar dari tempat itu hanya dengan sehelai handuk.

Tak dia kira, ternyata di kamar mereka sudah menunggu Indra. Lelaki itu tampak mendekatinya.

"Maafkan aku terlalu sibuk akhir-akhir ini. Aku sayang kau, Lam. Tak mungkin aku bermain api di belakangmu."

Nilam berusaha tak menggubris, tetapi dia yang memang sudah cukup lama tidak disentuh oleh suaminya itu, jadi tak bisa menghindar saat Indra mulai memberi sentuhan-sentuhan sensual di tubuhnya juga di titik-titik rangsaang hingga membuat Nilam jadi terlupa dengan permasalahan mereka saat ini.

Nilam mulai terbawa suasana, membuka pahanya lebih lebar saat Indra mulai bermain di sana. Tapi kemudian, Nilam menyentak Indra, dia seketika jadi jijik mengingat apa yang Indra lakukan di luar sana dengan perempuan lain. Meski belum terbukti, tapi entah mengapa, Nilam geli.

"Kenapa, Sayang?" tanya Indra, berusaha kembali menyentuh Nilam yang kali ini menghindar dengan cepat.

"Kau bahkan belum menjelaskan kepadaku, lingerie siapa itu."

Indra tampak menatap Nilam kesal. "Bisa gak kalau kita sedang mesra, jangan kau kacaukan dengan tuduhan-tuduhanmu itu! Aku sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan kita! Hargai!"

"Kau yang mesti hargai aku! Kau pikir aku tak sakit hati?"

"Astaga, Nilam. Itu struk salah satu pembeli di mall tadi. Ada yang komplain dengan barang belanjaannya jadi aku terpaksa turun tangan. Struk itu memang duplikat yang harus dipegang oleh manager."

Alasan Indra memang masuk akal, tapi Nilam tetap saja tak percaya. Dia melengos, tak berniat untuk melanjutkan permainan mereka. Nilam menarik satu set piyama tidur lalu bergegas membaringkan tubuhnya.

"Aku sengaja pulang cepat agar kau tak marah," ujar Indra.

"Kau memang pintar!" desis Nilam dingin.

Tak ada lagi sahutan dari Indra. Nilam juga lelah, dia butuh tidur. Jadi tak lama berselang, matanya mulai terpejam. Indra pun melakukan hal yang sama.

***

Pukul setengah dua dinihari, Nilam terbangun dari tidurnya. Dirabanya sisi sebelah dia berbaring. Kosong! Ia segera turun, dibukanya kamar mandi dan tak ditemukan keberadaan suaminya.

Nilam beranjak lagi, kali ini turun ke bawah. Suasana di bawah sepi dengan lampu temaram. Namun, ada suara. Ia bergegas menuju ke bawah mencari suara samar-samar itu. Semakin dekat suara itu semakin terdengar jelas, bukan suara biasa, itu suara perempuan yang sedang mendesah. Godaan-godaan menjijikkan terdengar membuat Nilam mual mendengarnya.

Namun, ketika Nilam semakin mendekat dengan ruang tengah, suara tadi menghilang, dilihatnya Indra tengah tertidur di depan televisi yang menyala. Apa tadi suara film dewasa?

Nilam memutari tempat itu, lalu mematikan televisi. Ia membiarkan Indra tidur di bawah dan kembali lagi ke atas. Sekembalinya Nilam ke atas, dia jadi berpikir lagi, apa mungkin memang dia yang terlalu menuduh Indra.

"Tapi aku yakin betul, dia memang bermain api di belakangku!"

Nilam mulai mencari ke sekeliling kamar. Mungkin dia bisa menemukan sesuatu di sana. Oh tidak, bukan di kamar, sepertinya dia harus menyelidiki isi mobil suaminya itu.

Tepat pukul empat pagi, saat subuh menjelang, Nilam dengan perlahan keluar dari pintu belakang setelah ia meraih kunci mobil yang diletakkan begitu saja oleh suaminya. Nilam mulai masuk, suara alarm mobil sempat membuat Nilam takut jika Indra akan terbangun tapi setelah menunggu beberapa saat, tak ada tanda-tanda lelaki itu keluar.

Nilam mulai menjelajahi isi dari mobil suaminya. Tak ada benda yang ditemukannya untuk beberapa saat tapi saat melongok ke belakang, tepat di bawah kursi, dia melihat sesuatu berwarna merah jambu di sana.

G-string?

Nilam mengepalkan tangannya. Ia meraih benda itu dengan tampang jijik lalu membawanya ke rumah. Apa suaminya akan bilang bahwa benda itu juga milik ibunya?

Terpopuler

Comments

Linda Agustina Wardhana

Linda Agustina Wardhana

cari bukti nya gk bisa main cntik asal grusak grusuk aja, ya laki nya tmbh main cntik lah klo selingkuh

2024-11-22

0

HNF G

HNF G

isshhh.... bego, dibodohin mau aja😤😤😤

2024-11-17

0

Dewa Rana

Dewa Rana

kalau di bawah mobil gak mungkin kelihatan Thor

2024-08-22

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!