Pura-pura Bodoh

Indra mengemudikan mobilnya dengan santai, sesekali melirik ke arah Nilam yang tampak manis dengan penampilannya. Sudah cukup lama mereka tidak keluar berdua. Tentu saja hal itu karena Indra terlalu sibuk dengan selingkuhannya. Namun, Indra sepertinya mulai menyadari bahwa Nilam memang menarik. tiba-tiba saja ada rasa takut di dalam hati Indra melihat Nilam yang saat ini terlihat semakin cantik dan pasti akan menjadi perhatian kaum adam dimana-mana.

"Kenapa melihat aku seperti itu sedari tadi, Ndra?" tanya Nilam tanpa menoleh kepada suaminya itu, dia masih asik bermain ponsel tetapi dia sadar bahwa dari tadi Indra sudah memperhatikannya.

"Gak apa-apa, aku merasa memang sedikit ada yang aneh denganmu. Kau jadi tampak berbeda," kata Indra mengeluarkan rasa penasaran di dalam hatinya.

Nilam tersenyum kecil kemudian dia menoleh kepada suaminya itu.

"apanya yang beda? Aku tetap Nilam yang dulu yang selalu patuh kepadamu."

"Bukan itu, maksudku sekarang kau lebih modis."

"Loh, bukannya sebelum aku menikah denganmu dan awal-awal pernikahan kita, memang seperti inilah penampilanku, tetapi karena sudah terlalu lama berada di rumah jadi aku memang keseringan memakai daster, daripada berpenampilan seperti ini. Kan aku patuh sekali kepadamu, Ndra, apapun yang kau inginkan maka pasti akan aku turuti agar hatimu senang."

Indra tampak diam, tahu bahwa Nilam sekalian menyindir dirinya yang memang sudah selama ini tidak memperhatikan istrinya itu.

"Kau berpenampilan seperti ini bukan karena sedang tertarik dengan orang lain, bukan?" tanya Indra Nilam. Ingin sekali Nilam tertawa keras di depan suaminya itu, siapa yang berselingkuh siapa pula yang menuduh.

"Ya enggaklah, aku seperti ini karena keinginanku sendiri. Mikirmu itu loh, Ndra, kejauhan. Lagi pula, memang akhir-akhir ini aku lebih suka untuk pergi keluar, hangout bersama teman-temanku. Kau tahu, berada di rumah terus memang seperti membuat aku jadi kehilangan diriku sendiri."

"Tapi aku tak terlalu suka kau sering keluar, Lam. Kau harus ingat bahwa kau adalah seorang perempuan yang sudah bersuami jadi memang lebih baik jika kau sering berada di rumah kan?"

Sebenarnya pernyataan itu membuat hati Nilam terbakar. Indra berkata seperti itu seolah dia adalah seorang suami yang paling sempurna di muka bumi ini, yang tidak pernah meninggalkan istrinya yang tidak pernah membohongi istrinya, yang selalu membahagiakan istrinya, padahal kenyataannya terbalik. Lelaki itu malah membohonginya selama ini. Dan sekarang malah sok-sokan untuk menahan keberadaan Nilam agar tetap berada di rumah saja.

"Menurutku apa yang kau katakan itu tidak benar, Ndra. Kalau kau terus-terusan membiarkan aku berada di rumah, aku akan ketinggalan hal-hal baru di luar sana, kau mau punya istri yang kuno yang tidak tahu apa-apa?" tanya Nilam yang hanya disambut oleh Indra dengan tatapan melengos.

" Ya sudah, sekarang aku hanya ingin bersenang-senang denganmu, kita akan kemana?" tanya Indra kepada istrinya itu lagi.

"Terserahlah mau ke mana. Aku ikut saja denganmu, Ndra," sahut Nilam acuh tak acuh.

Indra akhirnya melaju ke sebuah mall tetapi bukan mall di mana tempat Indra bekerja. Tapi baru saja dia akan memarkirkan mobilnya, Nilam mengutarakan niat untuk pergi ke mall tempat Indra bekerja.

"Mau apa ke sana? Tidak ada yang istimewa, Sayang. Lagipula kau sudah sering ke sana bukan?" kata Indra cepat, wajahnya seperti keberatan saat Nilam mengajaknya pergi ke tempat itu.

"Kebetulan ada baju yang dari kemarin aku incar. Aku ingin kau menemani aku ke sana."

Mau tidak mau, akhirnya Indra mengangguk juga. Tapi di wajahnya masih tampak gurat keberatan yang tentu saja di tanggapi oleh Nilam dengan pura-pura tidak tahu. Entah mengapa Nilam ingin sekali pergi ke sana walaupun sebenarnya dia tidak punya niat sama sekali sebelumnya untuk pergi ke tempat itu.

Padahal dia tahu sendiri dia sudah salah orang kemarin, mengira bahwa perempuan yang ternyata adalah bawahan Indra itu sebagai selingkuhannya. Tapi entah mengapa, masih kuat keyakinan Nilam bahwa selingkuhan Indra ini ada hubungannya dengan tempat Indra bekerja juga, hanya saja saat ini hal itu luput dari pengintaiannya.

"Nah di toko baju itu aku melihat dress yang aku inginkan," kata Nilam dengan semangat sesampainya mereka di dalam sebuah toko baju dengan brand terkenal.

Namun, Indra nampak enggan untuk masuk ke dalam. Saat Nilam tak sengaja melihat seorang perempuan berpakaian rapi dengan setelan blazer dan rok di atas lututnya mendekati mereka, barulah Nilam paham mengapa indra enggan untuk masuk ke sana.

Sedikit terkejut Nilam, tetapi dia segera menguasai diri dan dengan berpura-pura bodoh dan tidak tahu kepada perempuan itu. Indra sendiri tertangkap oleh Nilam, sedang melihat perempuan itu dengan sorot mata yang lain.

"Saya manajer di toko baju ini, Mbak. Mbak mencari baju yang mana?" tanya perempuan yang bernama Marisa itu, mendekati Nilam. Sepertinya dia sengaja ingin menantang Indra dengan mendekati istri sah suami Nilam itu.

"Saya suka dua baju itu, kau bisa mengambilkannya untukk?" tanya nilam dengan sedikit mengangkat dagunya tapi tetap terlihat anggun.

Perempuan itu menatap Nilam dengan senyum palsunya kemudian dia memanggil bawahannya yang ada di sana.

"Tidak, aku ingin kau yang mengambilkannya."

Perempuan itu nampak tersentak. Baru kali ini dia diperintahkan oleh customer. Tapi dia tentu saja tidak bisa menolak karena di mana-mana tetap saja customer itu sama dengan tamu yang artinya adalah raja yang harus dilayani.

Marissa kembali dengan dua dress yang ditunjuk oleh Nilam. Tatapannya kesal tapi mengarahkannya kepada Indra yang pura-pura tidak melihat mereka dan sibuk dengan ponselnya.

"Sayang, aku ke kamar ganti dulu ya, mau mencoba baju-baju ini," ujar Nilam dengan mesra kepada Indra. Indra mengangguk dan tersenyum pada istrinya itu, lalu membiarkan Nilam masuk ke dalam kamar ganti. Nilam sendiri kemudian sedikit menyibak tirai dan melihat Indra dan Marissa saat ini. Ia mengeluarkan ponselnya, merekam dengan hati-hati. Terlihat Marissa mendekat ke arah Indra dan mereka tampak bertengkar.

Nilam tertawa sendiri di dalam kamar ganti sampai dia puas mengambil video cekcok dua sejoli haram itu. Lalu dia benar-benar mencoba baju-baju itu, kemudian membawanya keluar. Ia berpura-pura bodoh ketika melihat Indra tampak menjauh dari Marissa setelah dia selesai dari ruang mencoba.

"Aku jadi membelinya, Mbak," kata Nilam dan menyerahkan dua dress itu kepada Marissa yang segera membungkusnya untuk Nilam. "Sayang?" Nilam memanggil Indra lagi dengan mesra dan seolah tahu maksudnya, Indra segera mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli dua dress itu.

Dari sudut matanya, Nilam bisa melihat bahwa Marisa terlihat sangat marah saat ini, apalagi melihat Indra membelikan Nilam baju yang cukup mahal harganya itu.

Nilam menggamit lengan Indra dengan mesra dan membawanya keluar dari toko baju brand ternama itu. Tak lama setelah itu, mereka pergi ke cafe yang ada di dalam mall itu juga. Baru beberapa menit mereka duduk sembari menunghu pesanan datang, terdengar suara ponsel Indra berbunyi dari tadi.

"Siapa? Angkat saja, Ndra, mungkin itu penting," ujar Nilam kepada Indra, padahal dia sudah bisa menebak bahwa Marissalah yang saat ini sedang sibuk menelpon suaminya itu.

Indra melihat Nilam sekilas lalu melihat layar ponselnya.

"Baiklah, aku sekalian mau ke toilet dulu, Sayang," kata Indra kepada Nilam.

Nilam mengangguk saja, membiarkan Indra pergi ke toilet di dalam cafe itu. Dia hanya tersenyum sinis memandang Indra yang sudah semakin menghilang dari pandangan dan masuk ke dalam toilet. Pasti sekarang Marissa sedang protes habis-habisan kepada Indra tentang kehadiran Nilam sore ini di toko baju tempat ia bekerja, Nilam tertawa sinis membayangkannya.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

kebalik deh... hrsnya yg marah siapa😏🤦‍♀️

2024-11-17

0

niktut ugis

niktut ugis

pelakor selalu ngamuk saat yayang memanjakan istri sah 😀

2024-06-27

2

Shepty Ani

Shepty Ani

buhahaa bt suamimu bucin lagi abis itu tinggalin

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!