Pengintaian

Begitupun saat Nilam melepas kepergian Indra menuju kantor dengan mobilnya, Nilam masih sempat-sempatnya melambaikan tangan dengan wajah sumringah hingga mobil itu menghilang dari pandangan. Setelah itu, wajah Nilam nampak mengeras. Dia marah betul tapi harus pintar cari muka dulu agar rencananya juga berjalan lancar. Kalau terkenang dengan g-string merah jambu di dalam mobil suaminya juga dengan foto-foto tak senonoh dari ponsel Indra, mual rasanya perut Nilam.

Dia jijik dengan kelakuan suaminya di belakang dirinya selama ini. Memang dulu tak salah, Yuki sempat meragukan pilihan Nilam ketika memutuskan memundurkan diri dari panggung hiburan karena lelaki itu dulu. Sekarang, Nilam duduk dengan tenang di pinggir kolam renang rumahnya. Suara cicit burung menemani paginya yang sebetulnya sudah ternodai dengan kemarahan terpendam.

Ia membuka ponsel, iseng melihat story Yuki yang tengah memotret sebuah lokasi syuting. Betapa Nilam rindu kembali jadi selebriti seperti dulu. Seandainya saja Indra tidak berulah seperti ini, dia tentu tidak akan menyesali keadaannya sekarang yang hanya seorang ibu rumah tangga.

Saat tengah bernostalgia dengan kehidupan pribadinya dahulu, ponselnya berdering. Ada telepon masuk dari ibunya terkasih. Nilam bergegas mengangkatnya.

"Iya, Bu."

"Kau tak apa, Lam? Kok Ibu perasaannya gak enak."

Nilam diam sesaat, dia paling tahu ibu paling khawatir dengannya. Mungkin, ikatan batin mereka yang terlalu kuat hingga ibu bisa merasakan bahwa di tanah rantau sang anak juga sedang tak baik-baik saja.

"Aku baik kok, Bu. Ibu bagaimana? Ayah mana?" tanya Nilam berusaha seceria mungkin meski murung wajahnya justru terbayang hingga ke kampung sana.

"Ibu baik, Nak. Ayah sedang di toko, tengah ramai orang belanja sembako. Entah kenapa dari semalam Ibu gelisah, terkenang kau, Nilam," keluh ibunya.

Nilam diam lagi, naluri seorang ibu memang tak pernah salah. Entah bagaimana hancurnya perasaan kedua orangtuanya jika tahu bahwa menantu mereka sudah menyakiti anak satu-satunya itu.

"Memang beberapa hari ini sedang tak enak badan saja, Bu. Tapi Ibu Jangan risau, sekarang sudah mulai membaik."

"Ya sudah kalau begitu. Ibu cuma berpesan agar kau selalu menjaga kesehatanmu. Oh iya, kalau ada waktu, sesekali pulang lah ke desa kita. Ajak Indra suamimu sekalian. Kalian sudah lama tak pulang."

"Ya, Bu. Nanti aku pasti pulang."

"Ya sudah, Ibu matikan ya teleponnya. Ingat, jaga kesehatanmu, Lam."

Nilam membiarkan ibunya mematikan sambungan telepon itu kemudian kembali merenung di pinggir kolam. Kemudian Nilam terkenang dengan janji Indra yang akan mengajaknya dinner malam kelak. Nilam sangsi, bisa saja ajakannya pagi tadi hanya untuk menyenangkan hati Nilam sesaat. Setelahnya, pasti Indra akan mencari-cari alasan untuk membatalkan rencana itu.

Nilam menekan kontak suaminya, terdengar sambungannya terbentur dengan panggilan lain. Nilam mencoba sekali lagi, tetap saja. Dia akan menunggu hingga setengah jam lagi. Setelah setengah jam berlalu, sambungan teleponnya masih saja terbentur panggilan lain.

Nilam mengerang kesal, ia kemudian beranjak dari pinggiran kolam menuju ke atas. Percuma saja dia mencoba menelepon karena nyatanya suaminya itu betul sedang bertelepon dengan orang lain.

Namun, tak lama kemudian Indra menelepon balik dirinya. Dengan hati masih tertahan emosi, Nilam mencoba menetralkan perasaannya lalu mengangkat benda itu.

"Sayang, maaf, tadi aku sedang bertelepon dengan atasanku."

Nilam melengos. "Ya, tak apa, Sayang. Aku mengerti kau sedang sibuk."

"Ya, syukurlah jika kau mengerti. Tapi aku juga harus menyampaikan hal ini kepadamu, malam ini sepertinya rencana kita ke restoran batal dulu. Aku harus mengerjakan beberapa laporan penting yang harus dikirim ke pusat tepat pukul tujuh pagi besok."

Nilam menarik nafas panjang, ternyata perkiraannya sama sekali tidak salah. Suaminya memang sengaja mempermainkan dirinya.

Baiklah, sabar, Nilam. Ikuti permainan Indra.

"Tak apa, Ndra, aku mengerti. Bekerjalah dengan baik ya. Aku juga sedang tak bersemangat untuk keluar, kepalaku agak pusing. Sepertinya aku hanya ingin tidur seharian ini."

"Ya, lebih baik kau istirahat, Sayang. Jangan kemana-mana karena itu hanya akan menambah rasa pusing di kepalamu."

Aku pusing karena kau, Bajingaan!

"Baiklah, matikan saja teleponnya. Aku ingin segera istirahat sekarang."

Sambungan telepon itu mati kemudian. Nilam menghempaskan ponselnya dengan kesal ke atas ranjang.

"Di rumah saja? Jangan mimpi!"

Nilam mengepalkan tangannya, memukul-mukul bantal dengan kesal. Ia sudah punya rencana sore ini, ia akan membuntuti Indra. Nilam sudah menyewa sebuah mobil yang pasti tidak akan dikenal oleh Indra. Sempat terpikir ingin meminjam mobil Yuki, tetapi itu sama saja bohong, Indra pasti tahu mobil manager Nilam itu.

Sore harinya, Nilam bergegas keluar dari rumah. Dia sampai di mall dan sengaja parkir tak jauh dari mobil suaminya. Ia akan menunggu sampai Indra keluar.

Pukul setengah lima harusnya Indra sudah pulang, Nilam mengetuk-ngetuk setir mobil dengan gelisah karena belum juga nampak batang hidung lelaki itu. Namun, ketika waktu hampir menunjukkan pukul lima sore, Indra keluar dengan seorang perempuan. Perempuan yang kemarin dia lihat. Ia segera melajukan mobilnya mengikuti kemana Indra akan membawa gadis kurang ajar itu pergi.

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

tiati Nilam ngikutin suamimu bersama selingkuhannya

2024-05-27

2

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kurang ajar punya ulat bulu....tahu nya buka paha saja... tunggu juga balasan mu

2024-04-01

0

Aiur Skies

Aiur Skies

sedekat itu juga aku dg ibuku, beliau klo sdg resah, gelisah langsung telpon aku dan menanyakan apakah aku sehat? apakah aku baik2 saja? meski kondisi sebenarnya kadang aku pun menutupi dr ibu ku, takut beliau banyak pikiran 😭😭😭

2024-03-18

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!