Main Cantik

Nilam tak jadi menyimpan benda menjijikkan itu. Meski dia sudah merasa ada yang tak beres dengan suaminya, tapi dia ingat pesan Yuki.

Kau musti tenang, Lam. Jangan gegabah, cari dulu semua bukti.

Akhirnya Nilam meletakkan kembali benda itu di tempatnya semula tapi dia sudah memotret benda itu sebagai bukti pertama.

Nilam masuk mengendap-endap lewat pintu belakang lagi. Di lihatnya situasi masih sepi. Indra masih tertidur di ruang tengah. Namun, ia kali ini menangkap sesuatu yang menyala dengan sinarnya. Sebuah cahaya ponsel.

Setahunya tadi dia tidak melihat benda itu, tapi sekarang ponsel Indra sudah tergeletak di atas lantar beralaskan permadani putih miliknya. Tak jadi Nilam ke atas, ia berjingkat lalu mengambil benda itu dengan perlahan.

Benda itu dalam keadaan terbuka, sepertinya Indra lupa menguncinya. Ia segera membukanya dengan cepat. Alangkah kagetnya Nilam ketika melihat sebuah foto tak senonoh yang dikirim oleh sebuah nomor tak dikenal.

Kau main matikan saja, Ndra. Padahal aku lagi enak. Gara-gara istrimu itu kau tak jadi ke tempatku.

Foto tak senonoh berikut sebuah pesan. Tak salah lagi, memang durjana Indra ini. Dada Nilam sesak, tapi ditahannya mati-matian rasa itu. Dia segera memotret pesan juga foto sekalian pula dengan nomor itu.

Kemudian diletakkannya di tempat semula agar Indra tak curiga bahwa dia sudah tahu sepak terjang suaminya itu. Nilam beranjak meninggalkan ruang tengah dengan hati berdenyut sedari tadi.

Saat sudah di atas, dia jadi berpikir sepertinya memang tadi Indra sempat video call dengan perempuan itu. Tapi dia sadar jika Nilam sedang menuju ruang tengah jadi dia berpura-pura tidur dan menyembunyikan ponsel di bawah bantal.

Tapi bodohnya dia malah betulan ketiduran kemudian hingga benda itu jatuh begitu saja ke atas lantai. Dua bukti sudah dikantonginya. Nilam memandangi sekeliling kamar. Rumah ini adalah hasil kerja kerasnya dan Indra. Mereka membelinya bagi dua. Dia tak mau selingkuhan Indra nanti menguasai apa yang bukan haknya.

"Astaga bodohnya aku tak memeriksa pesan-pesan lain. Pasti sudah banyak uang yang Indra transfer untuk perempuan sundal itu!" Nilam mengutuk dirinya sendiri yang lupa dengan hal itu.

Baiklah, dia akan bertekad untuk mencari tahu kebenaran lainnya lagi. Dia yakin, perempuan yang kemarin dicurigainya itulah selingkuhan Indra.

Lalu, Nilam jadi berkaca, pantulan dirinya di cermin terlihat cantik. Dia tak kalah cantik dengan perempuan kemarin. Perempuan itu hanya menang umbar paha. Nilam mematut dirinya, tubuhnya tetap terawat dengan dada berisi juga bagian belakang yang tak kalah padatnya. Sisa hasil kerja kerasnya di gym selama beberapa tahun dulu. Tapi memang sekarang dia jarang keluar, kehidupannya seputar rumah saja. Hingga dia jarang berdandan dan berpakaian bagus seperti dulu. Sekarang juga dia jarang pergi ke Gym. Sungguh hidupnya hanya di titik-titik rumahnya.

"Aku akan berpura-pura tidak tahu, Ndra. Tapi lihat saja, aku akan mencari tahu lagi. Setelah kau betulan sudah main serong dan tidur dengan perempuan lain, kau akan melihat bagaimana seorang Nilam membalas dendamnya! "

Nilam mengepalkan tangan, kemudian memilih untuk kembali memejamkan mata. Dia harus memulihkan diri, karena berpura-pura bahagia juga butuh tenaga.

Pagi harinya, Nilam sudah bangun, dia sudah masak seperti biasa. Menghidangkan sarapan, menyiapkan baju kerja buat Indra. Bahkan dia berlagak tak terjadi apapun di antara mereka. Dia menyambut pagi dan Indra dengan senyum.

Tak salah aku jadi artis kan, actingku hebat!

Nilam jadi memuji dirinya sendiri ketika saat ini dengan menahan rasa kesal, menggantinya dengan senyum saat Indra meraih jemarinya lalu menggenggamnya erat sembari mereka menyantap sarapan.

Astaga, Ndra. Sungguh pandai kau melakoni sandiwaramu! Nilam mengumpat lagi tapi bibirnya masih menyunggingkan senyum.

"Nanti aku pulang cepat, Sayang. Rencananya mau mengajakmu ke restoran langganan kita."

"Benarkah, aku pasti senang jika jadi," sambut Nilam dibuat seantusias mungkin.

"Ya, aku ingin menebus semua kesalahanku kepadamu."

"Kesalahan yang mana, Ndra?" pancing Nilam masih dengan santainya.

"Karena terlalu sering lembur dan meninggalkanmu di rumah sendirian akhir-akhir ini."

Nilam mengangguk. Hanya menebus itu, bukan hal lain. Tentu saja, bodoh sekali jika Indra sampai mengakui mentah-mentah perselingkuhannya dengan perempuan lain.

"Tak apa, Ndra. Aku pikir, memang aku saja yang kurang paham dirimu. Harusnya aku gak menuduh yang macam-macam. Aku paham, kau sedang banyak kerjaan dan pertemuan dengan orang-orang pusat."

"Syukurlah kalau kau mengerti. Tapi aku pasti akan menyediakan waktu lebih banyak lagi untukmu setelah ini."

Nilam hanya mengangguk. Dalam hati meneriaki Indra. Dia sudah mengantongi beberapa bukti. Dia harus tetap bertahan dengan sikap pura-pura tak tahunya walaupun hatinya sudah benar-benar tergores oleh pisau yang ditorehkan oleh suaminya sendiri.

Terpopuler

Comments

Nova Angel

Nova Angel

nah gitu donk main cantik

2024-09-11

2

Badai Z

Badai Z

lucu jg si nilam ya😍😍😍😍bagus lah kl gitu maen kucing kucingan aja ama indra biar dia ngerasa km udah bisa dibohongin lg trus nnti dia balik selingkuh skrang lg ketahuan sok baek nutupin aib selingkuhnya

2024-08-10

0

Anonim

Anonim

buktinya sudah 3 Nilam...yg nota pembelian lingerie bukti pertama

2024-05-27

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!