PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!

"Nek, beristirahatlah. Anda pasti sangat capek seharian ini."

Nenek sudah berbaring di atas kasur empuk di kamarnya. Sudah hampir 20 menitan mulutnya tidak berhenti membicarakan tentang cucu perempuannya yang baru saja menjadi istri sah dari pria ini, Morgan Erlangga.

Tentang bagaimana keras kepala dan sikap dinginnya Megan yang kini sudah jauh berbeda setelah bertemu dengan Morgan, oh! Tepatnya perubahan itu terlihat saat Megan bangun pasca kecelakaan yang menimpa dirinya dan Erick.

Dia banyak berubah, menjadi pribadi yang lebih hangat. Mau bersikap ramah pada sesama di sekelilingnya.

Tidak lagi mudah tersinggung, tidak lagi mudah marah. Tidak lagi mengucapkan perkataan penuh kutukan, bersikap hormat dan sopan pada paman dan bibinya padahal selama ini Megan yang nenek kenal adalah wanita paling jahat yang pernah ia temui.

.

Di kamarnya, Megan duduk di hadapan meja rias. Baru saja dia selesai dengan ritual mandi air hangat. Jantungnya tak berhenti berirama kala memandangi kamar ini yang telah dipenuhi dengan hiasan ala pengantin baru.

Dia merasa merinding saat berpikir bahwa kini ia telah memiliki status baru.

"Kau belum tidur?"

Ah! Benar! Kehadiran orang lain yang akan berbagi kamar dengannya membuatnya tidak bisa tenang.

Morgan baru saja masuk setelah mengantar nenek ke kamarnya.

"Aku baru saja selesai mandi," jawab Megan, apa adanya.

Pria dibelakangnya itu mengangguk. Dia rasa dirinya juga harus mandi biar tidurnya bisa nyenyak malam ini.

Morgan keluar dari kamar mandi 10 menit kemudian dengan pakaian tidur lengkap. Megan masih terlihat sama, duduk di tempatnya semula.

"Kau belum ngantuk, nona Megan?"

"Emmm, sedikit mengantuk, Dok." Mata yang jelas terlihat memerah, masih jawab sedikit mengantuk. Morgan hanya bisa memakluminya.

Pria itu kembali mengangguk. Ia pun meraih ponsel dan duduk di sisi ranjang.

Megan pun melakukan hal yang sama, memainkan ponselnya dan memghampiri tempat tidur yang penuh dengan taburan bunga berwarna merah itu.

Keduanya sibuk dengan ponsel masing-masing, tidak saling bicara. Sampai akhirnya Megan melihat pria yang berada dalam jarak satu meter darinya sudah tertidur.

Haaaah! Pria ini bahkan tidak merasa canggung? Apa karna dia sudah pernah menikah sebelumnya? Aku sangat gelisah dan tidak bisa tidur sedangkan dia menutup matanya dengan tenang. Tapi tak apa, yang penting jangan mati, soalnya kami baru saja menikah. Apa kata dunia kalau aku menjanda saat malam pertama menikah.

Megan membolak balik tubuhnya namun tidak juga bisa tidur. Dia akhirnya memutuskan untuk berpindah tempat tidur. Sofa panjang berwarna navi itu kini menjadi saksi bagaimana Megan menghabiskan malam pengantinnya hanya dengan terlelap.

Saat subuh menjelang, Morgan terbangun dan merasa dirinya sedang berada di tempat asing.

Dimana aku?

Sedetik kemudian ia tersadar bahwa dirinya berada di kamar sang istri.

Tapi dimana dia? Jangan bilang dia bangun secepatnya untuk menyiapkan sarapan untukku.

Morgan turun dari tempat tidur hendak ke kamar mandi, namun dalam kegelapan ia melihat seseorang tertidur di atas sofa. Ia pun membelok arah dan mengangkat tubuh istrinya ke tempat tidur yang seharusnya.

Morgan menggeleng tak habis pikir. Ini membuatnya merasa buruk. Seolah kehadirannya disini merampas kenyamanan dalam kamar Megan.

Pasca membuang racun dalam tubuhnya melalui air kecil, Morgan mengambil bantal membawanya ke arah sofa. Merasa tidak enak pada Megan, takut jika wanita itu tidak nyaman tidur berdua dengannya.

Pagi datang. Megan terbangun.

Apa ini? Kenapa aku berada diatas kelopak bunga ini?

Megan sontak duduk tegak saat teringat akan Morgan.

Apa pria itu memindahkanku dan kami tidur bersama?

Deg deg.

Saat melihat Morgan tertidur di atas sofa membuat Megan merasa bersalah seketika.

Drrrrt drrrt drrrt.

Panggilan dari rumah sakit.

[Ya, Halo!]

[Bu Megan, kami mau mengabarkan bahwa pasien Erick telah sadarkan diri.......]

Deg deg deg.

Ada rasa bahagia, rasa takut bersamaan. Megan panik. Kabar bahwa Eric terbangun dan mengamuk saat tidak bisa menggerakkan kedua kaki, membuatnya khawatir, takut, dan ... entah.

"Dok, Dok, Dokter!" Membangunkan Morgan.

Morgan membuka mata.

"Ke rumah sakit segera. Erick sudah bangun."

Megan dan Morgan melewatkan waktu mandi. Selama perjalanan tidak saling bicara. Percayalah, keduanya sibuk memikirkan bagaimana menjelaskan tentang pernikahan ini kepada Erick. Dan yang tidak kalah penting juga, memikirkan kesedihan remaja itu atas kenyataan bahwa kedua kakinya sedang mengalami kelumpuhan.

Tiba di ruangan rawat Erick, suasana sangat hening. Rupanya petugas medis terpaksa memberinya obat penenang yang membuatnya kembali tertidutidur, hanya tidur.

.

Kembali ke kediaman keluarga Berlian.

David terbangun. Dalam keadaan setengah sadar dia menatap seluruh ruangan.

Sedang dimana aku? Ia berpikir sedang bermimpi.

"Cicitku yang tampan, kau baru bangun, sayang?" Nenek buyut menghampirinya.

"Nenek?"

"Iya, kumpulkan kesadaranmu dan ayo temani nenek sarapan."

Untung saja ini hari minggu kalau tidak David akan terlambat ke sekolah.

Usai mandi, David turun untuk sarapan seperti ajakan sang nenek.

Tapi apa ini? Kenapa hanya berdua dengan Nenek buyut? Ia menoleh kiri dan kanan mencari keberadaan ayah dan ibu tiri.

"Tapi dimana ayah dan wanita itu? Apa mereka sudah pergi?"

"Ehmmm. Kau menyebut ibumu 'wanita itu"?

Nenek membuat David tersadar akan kesalahannya. Bukankah semalam wanita itu sudah memperingatkannya?

"Maaf." ucap David.

"Belajarlah menerimanya. Nenek bisa menjamin, dia adalah orang baik. Anggap dia seperti ibumu sendiri. Kau bisa kan, David?"

Remaja itu hanya diam. Untuk saat ini dirinya tidak bisa mengiyakan apapun sebelum berunding terlebih dahulu dengan sang kakak.

"Sehabis makan kita berdua akan menyusul ayah dan bunda-mu ke rumah sakit." sambung sang buyut lagi.

"Rumah sakit?"

"Kau lupa kakakmu ada di rumah sakit? Kita akan menjenguknya."

Nenek sengaja tidak memeberitahu David tentang kondisi Eric saat ini. Kalau tidak, anak itu akan berlari ke rumah sakit dan mengabaikan sarapan.

.

.

Rumah sakit.

"Ayah! Ayah! Ayah!" Erick berteriak memanggil ayahnya begitu membuka mata.

"Erick, tenanglah, aku disini. Ayahmu sedang di ruang operasi."

"Kak-kakak? Ini kau?" Menatap wanita yang dengan sigap mendekatinya.

Megan mengangguk dengan tatapan bersalah.

"Panggil ayahku sekarang juga. Panggil dia! Ayah tahu caranya agar aku bisa sembuh! Cepat!" Bentaknya.

Erick menunjuk ke arah pintu, mendesak agar Megan pergi memanggil ayahnya yang adalah seorang dokter. Ia kembali histeris saat menyadari kedua kakinya terasa tak berdaya.

Selimut yang menutupinya habis berpindah ke lantai akibat kemarahannya itu.

"Tenanglah, jangan panik, okey," Megan meraih paksa tubuh Erick yang sudah sangat kurus.

"Jangan marah, maafkan aku." Megan menangis. "Karenaku kau jadi begini. Maafkan aku, Erick."

Bruak!

Megan terjatuh. Eric mendorongnya sekuat tenaga yang ia punya.

"KAKAK HANYA ORANG ASING! JANGAN SENTUH AKU! PERGI DAN PANGGIL AYAH SEKARANG JUGAAA!"

Bukannya merasa bersalah telah mendorong Megan hingga terjatuh, Erick semakin memarahinya.

"Dia bukan orang asing. Tapi dia istri ayah!" suara Morgan terdengar saat pintu terbuka.

.

.

.

Part ini cukup, silahkan tggu part berikutnya di atas jam 6 sore ya guys! tolong jgn lupa dukungannya guys.. 🤭🤭🤭✌

Terpopuler

Comments

Kinan Rosa

Kinan Rosa

jeder Eric kaget🤣🤣🤣

2022-11-06

0

Lucy Liestiarini

Lucy Liestiarini

seruuu nich

2022-10-20

2

pena_knia04

pena_knia04

Erik masih remaja mengalami kecelakaan dan koma, pas bangun lumpuh pasti shock berat....tugas Megan sebagai ibu sambung sangat berat.....harus bisa mengambil hati kedua bocah remaja itu

2022-09-10

5

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!