Kediaman Nenek

Apa maksud orang ini? Apa dia tahu penyebab dari luka-luka ini? Aduuh, kenapa dia harus menyaksikannya? Megan menangis histeris dalam hati.

"Pertolongan pertama sudah selesai. Segeralah ke rumah sakit."

"Baik Dok,"

Megan meraih ponselnya, Morgan kembali mengemas peralatan medis miliknya.

"Siapkan pesawat, saya mau ke Miami saat ini juga."

Perintah Megan pada seseorang via telepon tidak lolos begitu saja dari pendengaran Morgan.

Miami? Wanita ini mengerikan. Karena luka-luka kecil saja harus rela jauh-jauh ke Luar Negeri.

"Anda tidak harus ke Luar Negeri Nona Megan, di Jakarta ini ada banyak rumah sakit terbaik."

"Tidak bisa, Dok. Luka-luka diwajah ini harus sembuh dengan cepat. Dan lihat ini," Megan menunjuk hidungnya. "Mungkin saja hidung saya patah atau bergeser. Ini harus kembali normal dengan segera." Megan merasa sangat tidak sabar untuk bertemu teman baiknya sekaligus dokter andalannya yang adalah seorang dokter bedah plastik terpercaya di dunia.

Morgan mengangguk. Terserah kau saja. batinnya.

Keduanya memasuki lift bersama dengan tujuan yang tentu saja berbeda. Morgan yang kembali ke lantai dasar untuk sampai di parkiran bawah sedang Megan menuju Hellypad yang tentu saja berada di paling atas gedung hotel ini.

[Iya nek,] sahut Megan pada telepon yang baru saja berdering.

[Kau dimana sayang? Nenek dengar kau pergi berkencan. Apa itu benar?] terdengar suara nenek yang sangat antusias.

[Nek, aku baru masuk ke pesawat. Karena ada urusan pekerjaan di Malaysia. Tidak ada kencan.] Kebohongan Megan membuat Morgan lantas menggeleng, bisa-bisanya Miami jadi Malaysia.

.

.

Hari-hari dilalui seperti biasa. Morgan semakin sering mengunjungi Erick, putranya. Namun, bagaikan mimpi buruk, Morgan baru saja mendapat kabar terbaru yang megatakan bahwa kondisi kesadaran putranya semakin menurun yang mengakibatkannya koma dan entah kapan akan bangun.

Mendapatkan berita itu Megan tidak tinggal diam saja. Dengan cepat ia bertindak untuk Erick.

Pulang dari Miami Megan langsung saja menuju ruang kerja Morgan di rumah sakit. Dengan penuh percaya diri membawa wajahnya yang sudah mulus glowing halus seperti semula. Tidak ada lagi bekas luka atau goresan akibat amukan istri Reyhan yang membabi buta tempo hari.

Megan berjanji akan lebih berhati-hati mulai sekarang. Ah! Seleranya terhadap lawan jenis semakin memburuk.

"Hallo Dokter Morgan,"

Morgan yang disapa dengan tiba-tiba lantas mendongak dari tempat duduknya.

Wajah yang sudah beberapa pekan tidak ia lihat kembali muncul dengan sendirinya, masuk dengan langkah anggun tubuh tegaknya tanpa mengetuk pintu.

Sungguh wanita aneh.

Megan tampil mempesona dengan gaya rambut baru bergelombang yang diwarnai coklat klasik, yang sebelumnya hitam panjang. Belum lagi warna lipstiknya yang ... ah, entah.

"Ada apa, Nona Megan?"

Terlihat jelas bahwa mantan pasiennya ini sudah sembuh total, lalu untuk apa lagi dia menemui dirinya?

Morgan menebak-nebak dalam hati.

"Ini soal Erick. Dok, bersiaplah karena kita akan membawanya segera ke Miami."

Seperti mendapat sebuah perintah, Morgan menegang.

"Apa?"

Morgan berdiri ditempatnya.

"Saya akan membawa Erick ke Miami. Tim medis kepercayaan dunia sudah menunggunya disana."

Megan berusaha memperbaiki gaya bicaranya agar bisa diterima oleh Morgan.

"Atas dasar apa Anda berhak atas putra saya?"

Morgan bersikap tak terima. Hal ini sungguh melukai harga dirinya sebagai seorang ayah, dokter spesialis bedah tulang terkenal di rumah sakit ini.

"Maaf, Dok. Saya tahu ini melukai harga diri Anda sebagai dokter. Tapi kita harus cepat bergerak sebelum semuanya terlambat. Apa saya harus menjelaskan semua tentang kondisi Erick?"

Keduanya sama-sama diam sejenak dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

"Saya, tidak setuju."

"Saya akan memaksa."

Wajah keduanya sama-sama terlihat saling menantang, adu kekuatan mata, saling melempar tatapan serius, hingga sebuah dering ponsel harus membuyarkan adu tatap itu.

[Iya, Mah,] jawab Morgan dan raut wajah Megan berubah pias.

Aku telah melupakan satu hal. Dokter Morgan adalah suami dari seseorang. Ada perasaan kecewa yang mencubit hati Megan.

[Oke, Mah. Tunggulah sebentar lagi.] Morgan tampak berbicara dengan tenang, bahkan terdengar sangat lembut masuk ke telinga. Sangat jauh berbeda ketika tadi ia berbicara dengan Megan, penuh penekanan.

"Saya akan melupakan tentang perkataan Nona Megan barusan. Permisi," Morgan berlalu begitu saja meninggalkan Megan yang masih tergugu disana. Namun langkah kakinya terhenti saat,

"Saya akan bicarakan hal ini dengan ibunya Erick."

Perkataan itu berhasil membuat Morgan tersenyum mengejek. "Silahkan saja." balas Morgan.

Keduanya keluar dari ruangan itu dan terpisah disana.

Dia wanita yang tidak bisa kuremehkan. Setiap kata-katanya selalu mengandung suatu keharusan. Tapi...

Langkah Morgan terhenti.

Bagaimana dia bisa tahu tentang keberadaan ibunya Erick? Apa dia bahkan sudah tahu seluk beluk keluarga kami? Kembali Morgan tersadar bahwa Megan tak bisa dianggap enteng.

Morgan tiba di parkiran sementara Megan masih mengayunkan langkahnya memasuki ruang rawat Erick.

Ditatapnya wajah tampan yang pucat itu. Kembali ia mengingat moment saat Erick meghampirinya dengan motor.

Ada yang bisa saya bantu, tante?

Suara itu kembali terngiang diingatan Megan. Ingatan saat mereka berdebat soal Megan menolak di panggil tante, saat Erick mengatakan dalam tiga bulan dia akan berusia 17, ocehan Erick saat diperjalanan. Semua itu kembali berputar seperti sebuah kaset yang diulang-ulang.

Erick yang tampak ramah dan ceria, jauh bertolak belakang dengan Morgan dan putra bungsunya yang memiliki aura sedingin kulkas tujuh pintu.

Mungkin dia mirip ibunya.

Bicara tenta ibunya Erick, Megan kembali bertanya-tanya, rasanya dia tidak pernah bertemu dengan istri sang dokter sejak awal Erick dirawat. Ia lalu menyentuh punggung tangan Erick seraya mengusapnya.

Karena ponselnya yang tiba-tiba berdering, Megan bergegas keluar agar suaranya tidak mengganggu Erick.

Itu adalah telepon dari sang nenek yang memaksanya untuk pulang ke kediaman sang nenek sekarang juga.

Dalam perjalanan Megan menyempatkan diri untuk membeli bunga mawar sebagai buah tangan atas kedatangannya. Hampir dua pekan ia berada di Miami dan selama itu pula ia harus membuat berbagai alasan dan tidak bisa menemui sang nenek.

Sesampainya dikediaman elite milik nyonya tua itu Megan melihat penampakan yang mengganggu matanya. Sebuah Mobil sedan biasa terparkir disamping BMW dan Alphard mikik sang nenek. Megan pun mengingat-ingat apa adakah kerabat neneknya yang berasal dari kalangan biasa? Mobil asing itu sudah pasti bukan milik nenek tercintanya.

Agar tidak penasaran Megan melangkah masuk dengan langkah elegannya.

"Megan, cucu perawanku." Nenek menyambut kedatangan cucunya itu dengan penuh semangat. Didalam ruangan yang sama ada seseirang yang tersenyum mengejek dalam hati merasa lucu mendengarkan wanita tua itu selalu menyemat kata 'perawan tua' pada cucunya yang ia kira polos.

"Nek, ada apa ini? Ada pak Dokter?"

rasa penasaran Megan terjawab sudah. Mobil yang terparkir diluar sudah pasti milik dokter Morgan. Tapi rasa penasaran lain pun juga muncul atas keberadaan Morgan dikediaman sang nenek.

"Sapalah tamu nenek,"

Megan pun melangkah mendekat. Lagi lagi ia harus tercekat. Ada seorang wanita paruh baya juga disana.

Apa wanita ini ... ibunya Erick? Tua sekali.

Terpopuler

Comments

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

hadehh knp di penghujung akhir 2024 bru nemu ini novel, kocak beud dah 😂😂

2024-11-13

2

Putri Nunggal

Putri Nunggal

😆😆😆😆maklin aja dok dunia wanita yang penuh

2023-04-25

2

🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾

🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾

Aneh2 pemikiran para pameran hahahaahhahaha.. Bikin ktwa mulu

2022-10-25

5

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!