Pernikahan

Masih di Restoran.

Megan tak langsung menjawab pertanyaan bocah tampan di depannya. Ia sedang memikirkan jawaban terbaiknya. Tanpa sadar ia bertanya dalam hatinya sendiri,

Apa aku menyukainya?

Melihat wanita didepannya tudak bisa menjawab, David menyunggingkan senyum kecut.

"Jadi tante juga tidak menyukai ayahku. Baiklah, itu bagus. Orang tidak harus saling menyukai." tuturnya.

Megan mengerut alis lalu bertanya,

"Kenapa bilang begitu?"

"Ya... tentu saja, ayah dan ibunya temanku juga tidak saling menyukai. Mereka bahkan bertengkar setiap hari tapi tetap bersama."

"Jadi menurutmu, aku dan ayahmu juga akan bertengkar setiap hari?"

"Bisa saja. Karena kalian tidak saling menyukai. Baiklah kalau kalian nekad menikah tanpa perasaan apapun, aku akan menikmati neraka bersama kalian."

Apaa? Bocah iniiiii...!

David menganggap pernikahan Megan dan Morgan hanya akan diwarnai oleh pertengkaran. Bagaimana tidak? Keduanya bahkan belum saling mengenal sisi buruk satu sama lain.

Menurut dia, tante Megan dengan tempramennya yang sedikit kacau pasti hanya akan membuat ayah marah. Apa lagi, dimata David, Megan Berlian bukanlah type wanita yang disukai sang ayah.

"David, kau hanya belum mengenalku. Aku juga pandai menyenangkan orang." Kau tenang saja bocah, aku bisa menciptakan surga untukmu, sampai kau lupa apa itu neraka.

Entah apa yang akan terjadi di depan, Megan hanya berharap dia bisa terus melangkah.

Berusaha menerima kehadiran tiga orang baru dalam hidupnya sekaligus, dia sadar bahwa dirinya pun tidak begitu siap.

.

.

Ruangan rawat Erick.

Megan kembali ke ruangan itu, kali ini suasana terasa mencekam, wanita itu datang untuk bertemu empat mata dengan Erick, walau remaja itu sedang berada di alam bawah sadarnya.

"Rick, kapan kau akan bangun?" kembali ia genggam tangan itu seperti yang biasa ia lakukan.

"Rick, aku akan menikah dengan ayahmu. Apa tidak mengapa? Saat kau bangun, banyak hal yang telah berubah dalam hidupmu. Apa kau akan senang, atau sebaliknya? Rick, aku juga takut akan pernikahan. Yang harus kau tahu, aku tidak mengambil ayahmu. Nenek buyut hanya ingin melihatku memiliki teman hidup.

Rick, menikah dengan ayahmu mungkin adalah hal baik dan aku diam-diam merasa senang karena ... kau dan adikmu akan menjadi putraku. Aku tidak perlu melahirkan anak-anak tapi aku memiliki dua anak yang sudah sebesar kalian.

Rick, apa kau akan menerima semua ini? Wanita yang kau tolong di pinggir jalan tiba-tiba saja sudah menjadi ibumu saat kau bangun nanti. Aku pun bingung memikirkan ini." Megan menangis dalam diam. Air matanya terus saja turun namun dengan cepat pula ia menghapusnya.

"Ah iya... Rick, 2 bulan lagi usiamu 17, kan? Bangunlah sebelum hari itu tiba, oke? Aku berjanji akan memberi hadiah apapun yang kau inginkan, hmm," Megan dengan penuh semangat berjanji pada Erick seolah anak itu mendengarkannya. Megan benar-benar berharap Erick segera bangun untuk memberinya sedikit kelegaan.

Megan berjanji dalam hati, akan merawat Erick sepenuh hati, merawatnya dengan tulus memberinya ketulusan seorang ibu.

Apapun kondisimu nanti, aku akan menjadi orang yang selalu mendampingimu. Kalaupun aku harus menikahi ayahmu karenamu, aku akan melakukannya dengan benar.

.

.

Hari Pernikahan tiba.

Megan sedang dipoles dalam balutan gaun pengantin yang wah..

Apa dia Megan berlian? Kenapa terlihat sangat manis? Megan menatap dirinya yang sudah lengkap dengan riasan dalam pantulan cermin.

Megan fokus pada warna bibir dan area matanya yang terlihat begitu manis, nyaris sempurna.

Selepas kepergian tim MUA, masuk tiga wanita dengan hebohnya. Siapa lagi kalau bukan ketiga sepupunya.

"Megan, kau yakin akan menikahi duda dua anak itu?" Lisa.

"Bukankah ini yang kalian inginkan? Aku menikah sebentar lagi jadi jangan ribut." Megan.

"Iya, tapi apa kau sudah sangat yakin? Kami tidak mau kau sampai menyesal." Gea.

"Penyesalan? Kenapa aku menyesal? Pak Dokter cukup tampan dan handal di bidangnya. Dua anak tampannya itu juga akan jadi anak-anakku. Aku bahkan tidak perlu hamil dan melahirkan." Megan dengan penuh percaya dirinya.

"Iya, tapi kau belum mengenal bagaimana mereka. Bagaimana kalau anak-anak itu hanya akan menyusahkanmu?" Minda.

"Tidak apa-apa. Aku yang menjalaninya, bukan kalian." Megan merasa muak dengan ketiganya yang terus memprovokasi. Padahal Megan sangat tahu bila mereka tidaklah tulus peduli padanya.

"Iya, tapi-"

"Tidak ada tapi-tapi, kak Minda. Anggap saja ini hari terbahagiaku dan tolong jangan merusak mood-ku!"

"Baiklah, baiklah. Cukup sudah. Kami hanya mencoba membuka matamu, tapi kau berhak memilih." sela Lisa.

"Ayo segera turun, pria itu sudah menunggumu." timpal Gea Pula.

Ketiga kakak sepupunya ini ditugaskan oleh sang nenek untuk menjemput pengantin wanita.

.

Aku tak percaya, diusia ini aku sedang menjadi seorang pengantin pria. Tidak mengapa, anggap ini sebagai tanda trima kasihku atas mata ini. Tidak apa-apa Morgan, kau bisa melakukannya.

Wanita ini ... aku akan menikahinya.

Paman Gian, aku berjanji akan menjaga tuan putri-mu ini. Apa kau bisa melihatnya dengan mata ini? Aku akan melihatnya untukmu, dengan matamu ini, paman.

Morgan menyambut kedatangan Nona Megan yang diapit perlahan oleh sang nenek.

Mata keduanya bertemu. Tatapan ini, tatapan apa ini? Entahlah. Hanya mereka yang merasakannya.

"Kuserahkan cucu-ku untuk dicintai olehmu, Morgan Erlangga."

Kalimat sederhana itu keluar dengan lugas dari bibir nenek tua itu.

Satu saja kalimatnya mampu membuat setiap yang menyaksikan merasa terharu.

Akhirnya sang nona 'Megan Berlian' melepas kebebasannya sebagai nona dan berakhir menjadi nyonya Erlangga.

Semua orang turut bahagia seharusnya. Namun berbeda dengan seorang remaja berusia 15 tahun, David Erlangga.

Kuharap nenek tua tidak menyesal telah menitipkan tante Megan pada ayah. Hah! Cinta?

David sangat yakin sesuatu yang bernama 'cinta untuk wanita' sudah tidak berlaku lagi bagi ayahnya, Morgan.

Proses pernikahan sudah berakhir. Mereka telah menjadi pasangan resmi. Saatnya sesi foto berlangsung.

David sangat enggan untuk ikut serta tanpa hadirnya sang kakak. Namun karena ini harus maka dia pun mau tak mau melakukannya.

"Senyum!" abab-aba dari kameramen.

Belum cukup dirinya sudah bergabung, David masih harus tersenyum pula. Ia benar-benar tidak mampu untuk memamerkan senyum palsu seperti yang dilakukan ayah dan ibu barunya ini.

.

Malam sudah sangat larut. Seluruh hadiri telah pulang termasuk anak-anak dan cucu nenek yang lain.

Nenek meminta pengantin baru merayakan malam pertama mereka di kediamannya yang juga tempat tinggal Megan sekarang.

Untuk pertama kalinya David menapakkan kaki ke bangunan seluas ini. Anak itu merasa heran. Apa aku sedang bermimpi? Kenapa nenek memiliki tempat tinggal sebagus dan seluas ini?

Ada banyak sekali lampu-lampu dan itu semua menyala.

Pemborosan energi. Batinnya.

.

.

Guys.. jangan lupa tap like, love and vote yaaa🙏

Jangan lupa komen juga🤭

Makasih guysss!

Terpopuler

Comments

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

fix David copyan Morgan, sama2 blng Megan wanita kacau 😂😂😂

2024-11-13

1

pipi gemoy

pipi gemoy

kado buat pengantin 🌹

2023-02-25

0

Kharina.

Kharina.

proud of you Megan,,, meski di luar Megan selalu bilang tidak minat menikah tapi di dalam hati dia berniat bersungguh-sungguh dalam menjalankan pernikahan 🥰🥰

2022-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!