Tante? Panggil Bunda!

David, remaja itu melangkah dengan ragu memasuki hunian mewah milik wanita tua dan ibu tirinya ini.

Beberapa hari yang lalu nenek buyut ini mendatangi rumahnya dan memohon pada dia dan sang ayah tentang tinggal bersama di kediamannya setelah pernikahan ini.

(Sisa waktu-ku hidup tidaklah lama lagi. Jadi aku ingin kalian tinggal denganku. Aku tidak ingin kesepian lagi.) Itulah yang dikatakan nenek tua kepada keduanya.

Setelah Morgan dan David mengambil waktu untuk berpikir, mereka sepakat mengatakan iya, walau dengan berat hati tentunya.

Perumahan elit yang menjadi tempat tinggal Morgan dan kedua anaknya tidaklah buruk untuk ditinggali, cukup luas untuk menambah dua anggota baru, tante Megan dan nenek tentunya. Namun, setelah David melihat tempat tinggal wanita yang dinikahi ayahnya, dia merasa takjub dan berpikir orang seperti keluarga ini tidaklah nyaman bila diajak pindah ke area perumahan elit sekali pun.

"Apa yang kau pikirkan, David? Ayo masuklah, sayang, kau akan bertemu dengan kamar barumu, hmm," nenek bahkan meraih lengan David membuat langkah beratnya terpaksa maju.

Morgan hanya bisa tersenyum tipis. Dia mengerti apa yang sedang dipikirkan putranya saat ini. Anak itu pasti merasa tidak nyaman.

Para pelayan menyambut kedatangan mereka. David kembali terperanga, bahkan pembantu ditempat ini memiliki seragam seperti anak sekolah. Seingatnya, tukang cuci dan setrika dirumahnya yang biasa ia panggil bulek, hanya mengenakan pakaian biasa.

Keempatnya berkumpul di ruang tengah.

"Terima kasih banyak, Morgan, David. Nenek sangat senang kalian setuju tinggal disini." ucap sang nenek.

"Neek, sudahlah! Sejak di mobil nenek sudah berulang kali menyebutkan kata terima kasih." Megan mengingatkan sang nenek. Orang bisa merasa tidak nyaman bila terus mendengar ucapan yang sama.

Nenek juga sangat berterima kasih pada Megan karena saat ini cucunya itu mau menurutinya untuk menikah. Hati nenek sangat legah pastinya.

"Kalian istirahatlah, nenek juga sangat lelah. Megan, pergilah ke kamar lebih dulu. Morgan akan mengantarkan nenek ke kamar. Dan kalian berdua, antar tuan muda ke kamarnya."

Perintah itu diangguki oleh dua pelayan yang stay disana siap menerima perintah.

"Mari, Tuan Muda,"

David mengerutkan alis, kebingungan. Sapaan ini terdengar sangat aneh ditelinganya.

David mengikuti keduanya naik ke lantai 2.

"Tuan Muda, ini kamar anda. Silahkan masuk dan beritahu kami jika ada yang kurang."

"Tunggu! Tuan muda? Panggil aku David! Aku tidak mau ganti nama." Panggilan ini sungguh menggelikan.

Dua pelayan yang sedari tadi bersikap hormat dan selalu menurunkan pandangan, serentak saling bertatap dan setengah mati menahan senyuman.

David meninggalkan keduanya di ambang pintu.

Ini sangat berlebihan. David menatap seluruh sudut kamar.

Tempat ini terlihat sangat bagus. Aku takut tidak bisa keluar karna terperangkap dengan rasa nyaman.

"Hai, bagaimana? Apa kau menyukai kamar barumu?"

Megan tiba-tiba saja sudah ada di ambang pintu dengan melipat kedua tangan di atas perut, ia berjalan masuk. Terlihat menyebalkan.

"Berapa lama aku dan ayah akan tinggal di sini?"

"Emmmm. Selamanya mungkin," jawab Megan.

"Hah! aku penasaran berapa lama kalian bisa bertahan." Anak ini terdengar sedang meremehkan pernikahan ayahnya sendiri.

"Bukankah selamanya lebih baik? Hidup denganku selamanya tidaklah begitu buruk. Oia, apa ada yang masih kurang dari kamar ini?"

David mengendus napas kasar. "Ini sudah lebih dari cukup, tante."

"Tante? Kau memanggilku tante? Kau lupa aku siapa?" protes Megan.

"Hanya istri ayahku." Jawab David dengan malas.

"Karna aku istri dari ayahmu, maka panggil aku bunda. Okey, jangan seperti anak kecil yang tidak mengerti silsilah dalam keluarga."

Megan pergi setelah mengakhiri kunjungannya dengan sikap manis. "Tidurlah, Nak, selamat istirahat." Ingin rasanya menjewer telinga anak ini saking gemasnya.

"Kenapa dia sangat cerewet?" David menggerutu pelan.

.

.

Cukup dulu, guys... jgn lupa like, komen, vote, hadiah dan tap love ya...🥰🥰

Terpopuler

Comments

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

keren ihhhh kak.... beda nich dari yg lain

2024-09-08

1

Suci Lestari

Suci Lestari

kenapa q membayangkan nyai BADASS🤣🤣

2023-04-01

2

Kinan Rosa

Kinan Rosa

hahaha 🤣🤣
David awas nanti kamu bisa bucin sama bunda

2022-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!