Lelah Menguntit

"Kakaak ... kakak..." David mengguncang lengan kakaknya yang tak berdaya. Seperti biasa tidak ada respon.

David nampak panik, tidak lagi tenang seperti biasanya dia.

"Kak, kuharap kau bangun dan hentikan pernikahan ayah seperti yang kau lakukan dulu."

Kabar pernikahan Morgan dengan Megan sudah tersiar.

David termasuk orang yang sangat tidak setuju. Dia pun yakin jika sang kakak tidak akan menyetujui hal ini. Untuk itu dia meminta kakaknya itu segera sadar dari tidur panjangnya.

Sepuluh tahun lalu, Morgan bercerai usai perselingkuhan sang istri yang memilih pergi dengan laki-laki kaya, memiliki tingkat sosial jauh diatas level Morgan yang hanya seorang dokter.

Saat itu David masih belajar sebagai murid TK sedangkan Erick baru mulai naik ke tingkat 2 jenjang SD.

Kepergian ibunya yang tiba-tiba, tentu saja menoreh luka di hati Erick maupun David.

Lima tahun kemudian, tepatnya sekitar lima tahun lalu Morgan bertunangan dengan kekasih barunya. Menjelang pernikahan hubungannya kembali dilanda dengan yang namanya perselingkuhan.

Erick adalah orang yang membongkar kelakuan calon sang ibu tiri setelah melakukan penyelidikan. Ia dapati wanita ayahnya itu bermesraan dengan pria lain.

Sejak saat itu Morgan tidak lagi berpikir untuk memulai hubungan ataupun menikah.

Demikian pula untuk sekarang, David akan mengandalkan kakaknya untuk melakukan hal yang sama. David ingin kakaknya menyelidiki dan menemukan kebusukan tante Megan yang sekarang menyandang status sebagai calon mama muda untuk mereka.

"Kalau kakak tidak bangun, biar aku yang akan melakukannya."

Memikirkan kehadiran seorang ibu tiri membuat David ketakutan. Ia tidak ingin orang asing hadir membuat ketentraman dalam keluarganya menjadi terganggu.

.

.

[Nona Megan, kau dimana?] tanya Morgan melalui telepon.

[Saya sedang bekerja, Dok. Ada apa?]

[Bisa kita bertemu saat makan siang?]

[Boleh, Pak Dokter.]

Siang tiba.

Megan datang lebih dulu ke 'WITH YOU Resto', duduk manis disana menunggu kedatangan calon suaminya.

Lima menit kemudian muncul pria yang ditunggu. Megan berdiri menyambut kedatangannya.

Kali ini penampilannya nampak seperti masih gadis perawan.

Megan dengan style yang kali ini tampak kalem dengan dress biru laut selutut, bibir yang diberi warna lembut, alas kaki yang mengenakan sepatu kets. Terlihat sangat cantik.

Megan yang selama ini Morgan lihat sebelumnya adalah wanita dengan bibir merona, alis tajam, pakaian glamour terkesan menakutkan, heels yang tidak kurang dari 10 cm. Benar-benar pemandangan yang bikin sakit mata bagi pria itu.

"Dok, anda sedang lihat apa?"

Megan merasa dirinya sedang ditatap dari atas sampai ke bawah.

"Tidak, aku hanya berpikir apa ini benar Nona Megan." Morgan lalu duduk.

Cissh! Hah! Dia pasti baru sadar kalau aku sangat mempesona.

Makanan datang.

"Kami sudah terbiasa bicara sambil makan. Apa Nona Megan tidak keberatan?"

Morgan memulai pembicaraan sambil sesekali menyantap. Sedang Megan, makan dengan sikap duduk tegak seperti yang diajarkan dalam keluarganya, sangat elegant.

"Silahkan, Dok. Santai saja."

"Baik, sebelum pernikahan ini benar-benar terjadi, apa mungkin kau punya kekasih atau teman kencan di luar sana?"

"Tidak ada. Kenapa? Dokter takut aku akan berselingkuh?"

"Begini Nona Megan, kau juga tahu putraku tidak menyetujui pernikahan ini."

Megan mengangguk.

"Aku tidak sengaja dengar bahwa dia akan menyelidikimu. Jadi berhati-hatilah."

Megan lagi-lagi mengangguk. Kali ini anggukannya sangat panjang. Rupanya remaja dingin itu ingin menyelidiki dirinya.

"Baiklah saya paham. Dok, Anda mengajak makan siang hanya ingin mengatakan ini?"

"Ya, benar."

Apa dia diam-diam ingin melihatku? Ah! Apa yang aku pikirkan? Mungkin saja dia ingin tahu aku lebih banyak sebagai seseorang yang akan menemaninya setelah menikah. Menikah? Ya ampun, apa itu akan benar-benar terjadi dalam hidupku?

"Oia, Dok, em ... tentang setelah menikah, maaf jangan tersinggung ya Dok,"

Morgan menaikkan satu alisnya menatap Megan, menunggunya selesai bicara. Biasanya wanita itu bicara dengan lantang, tapi kali ini dia sepertinya sangat hati-hati.

"Ya? Setelah menikah kenapa?" Sepertinya Morgan tahu apa yang ingin dikatakan oleh Megan.

"Emmm ... bisakah kita tinggal bersama nenek saja?" Mendengar itu Morgan menarik napas panjang.

"Soal itu, akan kupikirkan lagi. Rasanya ini tidak mudah."

Tentu saja tidak mudah bagi Morgan untuk tinggal dengan pihak wanita. Ini menyangkut harga dirinya sebagai laki-laki.

.

.

Di suatu sore. David sudah sangat lelah menguntit Megan dengan segala aktivitas padat wanita itu seharian dalam beberapa hari terakhir ini.

David telah mengorbankan uang tabungannya yang terkuras banyak, energinya yang terbuang sia-sia, hanya berbekal sebuah tas ransel berisikan air mineral dan beberapa roti, namun tidak membuahkan hasil.

"Kenapa wanita itu banyak sekali urusan? Dia juga mengulang aktivitas yang sama setiap hari. Aku sangat lelah." gerutunya seraya mengibas-ngibas topi di depan wajah untuk mendapatkan udara lebih banyak. Wajah putihnya memerah karena terpapar teriknya matahari saat melakukan aksinya.

"Mungkin kalau kakak ikut, kami berdua akan menemukan hasil yang baik." gumamnya pelan. Ia pun duduk sendirian di halte.

Tin! Tin! Bunyi klakson mobil mengagetkannya yang sedang meneguk botol air.

Tante? David menengok kanan dan kiri.

"Hei! Ayo ikut!" seru Megan dari dalam mobil BMW berwarna hitam yang ia kemudikan sendiri.

David mengacuhkannya dengan membuang pandangan ke sembarang arah. Pura-pura tidak kenal.

Brandal kecil ini. Megan terpaksa keluar dari mobil dan memanggil,

"David, ayo!"

"Tante memanggilku? Kenapa tante ada disini?" acuhnya.

"Kau lihat gedung itu?" Megan menunjuk 'Megan Berlian Jewerly' yang berdiri kokoh. "bangunan itu beserta isinya adalah milikku. Itu sebabnya aku berada di sekitar sini."

"Hah! Tante sedang pamer?"

Wajah malas David terlihat sangat menggemaskan. Ingin rasanya Megan mencubit pipi si jutek ini. Meski mengetahui David telah membuntutinya selamah berhari-hari, Megan sama sekali tidak merasa terganggu.

Apa sebaiknya kita memberinya reward atas kerja kerasnya ini?

"Lalu, kau sendiri sedang apa di sini? Oh, apa perlu ku telepon ayah untuk menjemputmu?"

"Tidak tidak tidak!" David sontak berdiri.

"Kalau begitu ayo ikut denganku. Aku akan mengantarmu pulang."

Belum jadi ibuku saja dia sudah semerepotkan ini. David menggeleng pasrah sambil mengikuti Megan masuk ke mobil.

Wajah David terus saja murung selama perjalanan. Keduanya tidak lagi saling bicara.

Krruuuuk.

Sebuah suara terpaksa membuat keduanya saling tatap.

Rupanya kau lapar, bocah!

Mobil membelok ke sebuah restoran.

"Ayo turun, kita makan."

Cukup murah hati, sepertinya dia sedang berusaha mengambil hatiku. David mengikuti wanita yang masih terasa asing namun sebentar lagi akan jadi ibunya itu.

"Mengapa tante mau menikahi ayahku?"

Uhuk uhuk uhuk uhuk. Megan tersedak air yang baru diteguknya.

"Menikahi ayahmu? Ayahmu yang mengajakku menikah. Bukan aku yang mau menikahinya." Megan memberi koreksi pada kalimat tanya bakal putranya itu.

"Jadi tante tidak menyukai ayahku?"

Bocah dingin itu terus bertanya dengan tatapan yang sangat tenang.

.

.

Guys... mohon dukungannya🥰🙏

Terpopuler

Comments

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

hahaha apa yg kau dapatkan bocil penguntit!! 😂😂😂😂

2024-11-13

0

Rose Mustika Rini

Rose Mustika Rini

cocok aja Megan ketemu sama keluarga Morgan ini...si Megan yg berkuasa kejam tegas dingin ketus tapi baik hatinya dengan keluarga Morgan yg bermacam karakter yg membentengi diri mereka dng sikap yg tidaj byk bicara..tp kekeluargaan mereka erat saling mendukung..

sepertinya emank cocok untuk digabungkan..secara Megan yg biasa memerintah mengatur cocok itu jadi ibu yg mengatur membimbing anak2 yg seperti David dan Erik..kurang kasih sayang dan perhatian dr seorang ibu..

2023-01-08

2

Ingka

Ingka

Ga kebayang ya Megan yg lama melajang tiba-tiba menikah dan dpt anak yg udh ABG yg notabene tdk menyetujui pernikahanny dgn bpknya...lucu, seru kyknya. Apalagi anaknya jutek banget...hahaha..Pasti perasaan Megan nano-nano deh...semangat berjuang Megan bwt mereka meleleh dgn kasih sayangmu....💪

2023-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!