Tempat Apa Ini?

"Kau yakin akan pergi bersama mama dan Erick?"

Morgan bertanya sekali lagi pada sang istri, saat mereka sudah berada di atap rumah sakit, akan segera menaiki helikopter yang akan membawa Erick ke Miami.

Megan mengangguk. Sedikit berharap, suaminya sekedar memberinya pelukan perpisahan seperti yang dilakukan banyak pasangan lainnya.

"Aku akan pergi. Jaga dirimu, ya Dok. Dan jangan mengabaikan David meskipun anda sangat sibuk."

"Tapi kau bahkan belum membuatkan susu coklat manis untukku."

"Apa?"

Bisingnya gemuruh pesawat kecil itu membuat pendengaran terganggu dan keduanya harus bicara sambil berteriak.

"Pergilah, jaga dirimu juga. Aku akan mengurus cuti agar bisa menyusul."

Morgan sudah malas membahas tentang susu coklat manis.

Megan kembali mengangguk, entah dia mendengar dengan jelas atau tidak.

.

.

[Nak, jaga dirimu, turuti saat pelayanmu memberimu makan dan jangan lupa minum vitamin-nya.]

[Jangan lupa sekolah dan belajar dengan benar.]

Sebelah alis David terangkat kala membaca pesan singkat dari bunda yang sangat cerewet dan banyak aturan itu.

Tidak perlu diingatkan, David sudah sangat rajin turun sekolah apa lagi belajar.

[Ya...] jawabnya, membalas pesan bunda Megan.

Malam tiba ...

Morgan baru tiba di rumah saat pukul 8 malam. Sebelum ke kamarnya, ia mengunjungi nenek lebih dulu untuk memberi salam.

"Nek, aku pulang."

"Morgan, baguslah sudah pulang. Tapi maaf, nenek sudah makan malam bersama David."

"Iya, Nek. Tidak perlu menungguku. Oia, apa anak itu menyusahkanmu?" Yang dimaksud Morgan tentu saja David, putranya.

Nenek menggeleng. "Dia bukan tipe anak yang banyak bicara, tapi dia bisa tunjukkan sikap sopan santun terhadap orang tua. Kau telah mendidiknya dengan baik, Morgan."

Morgan hanya mengulum senyum atas pujian dari sang nenek. "Baguslah. Nek, aku akan mandi lalu makan. Nenek bisa menghubungiku jika butuh sesuatu."

Sadar diri telah mengirim Megan jauh ke Miami, sebaik mungkin Morgan akan menjaga sang nenek bahkan menggantikan peran sang istri sekalipun jika perlu.

"Ada banyak pelayan yang akan membantuku. Kau urus saja dirimu sendiri, Nak. Pergilah makan."

Morgan mengangguk, lalu pamit undur dari kamar itu.

Masuk ke kamarnya, Morgan tidak lagi mendapati Megan. Kebersamaan mereka yang baru dua malam sudah mampu membuatnya merasakan kehampaan.

.

.

Miami.

Erick terbangun dan mendapati dirinya berada di tempat yang sangat asing, sebuah ruangan yang bukan lagi rumah sakit, tapi lebih terlihat seperti sebuah kamar hotel yang biasa ia temukan dalam film-film.

Erick merasa curiga.

"Nenek! Ayah! Nenek! Ayah!"

Tap tap tap tap tap.

"Erick, sudah bangun rupanya,"

"Aku panggil ayah dan nenek. Kenapa kakak yang muncul?" Kembali memarahi Megan. Namun ibu tirinya ini seperti tidak menanggapi.

Lihatlah Megan malah menghembus napas kasar seraya melipat kedua tangan di atas perut. Bertingkah menyebalkan dimata Erick.

"Nenekmu sedang istirahat di kamarnya. Kalau ayah ..." Megan sengaja menggantungkan kalimatnya.

"Dimana ayahku?" Bentaknya lagi.

"Ayah tidak ikut karena harus bekerja. David juga sedang bersiap untuk ujian kelulusan."

Mendengar itu Erick menatap ke sekelilingnya dengan wajah polos yang tampak kebingungan. Ia yakin dirinya sudah jauh dari tanah air tercinta pemilik bendera Merah Putih itu.

Megan mendekat perlahan. Duduk di sebelah remaja itu.

"Kita ada di Miami saat ini. Jangan marah, ya..." meraih satu tangan anak itu dan menyentuh jemarinya dengan lembut, berusaha membujuknya.

Erick membiarkan saja apa yang dilakukan Megan kali ini. Anehnya, kenyamanan dia rasakan.

"Kamu mungkin sangat bingung dengan situasi yang banyak berubah dan terjadi begitu saja. Tapi beginilah hidup. Masih banyak lagi kejutan di depan sana yang akan kamu alami."

"Apa aku bisa sembuh dan bisa berjalan lagi?"

"Ya... pasti bisa jika kau mau. Kita akan menjalani terapi dan berbagai pengobatan lainnya. Kau mau kan?"

Erick kemudian mengangguk sambil menatap wajah Megan. Dia benar-benar berharap bisa sembuh dari kelumpuhan ini.

Megan kemudian mengajak Erick berkeliling untuk menikmati keindahan di luar kamar.

"Tempat apa ini?" tanya Erick yang hanya duduk di atas kursi roda sambil melihat ke semua arah.

"Tempat ini bunda anggap villa. Kita akan tinggal disini selama pengobatanmu." jawab Megan.

"Tempat ini milik siapa?"

"Tentu saja milik kita."

"Milik kita?"

Erick menatap heran.

"Ya ... milik bunda dan tentu saja milikmu juga. Karena kau-"

"Stop, jangan katakan itu lagi." Erick Menghentikan kalimat ibu tirinya dengan mengangkat sebelah tangan. Ia merasa sangat terganggu saat wanita ini mengingatkan hubungan mereka sebagai ibu dan anak. Masih sulit menerima keadaan ini.

Megan mengambil posisi duduk di sisi Erick. Keduanya menikmati pemandangan laut yang sangat indah dari atas ketinggian.

"Apa ayah akan datang?" Erick mengganti topik pembicaraan.

"Ya... dia akan menyusul. Ayahmu masih harus mengurus cuti terlebih dahulu."

"Lalu kakak, apa kakak seorang pengangguran, jadi bisa menemaniku?" Menoleh ke arah Megan. Wajah ibu tirinya terlihat sangat teduh dan tenang.

"Iya, bunda ini pengangguran. Jadi selama apapun pengobatan ini, bunda akan menemanimu."

Ketidaktahuan Erick tentang wanita yang dinikahi ayahnya ini membuatnya tercengang. Ia pun sangat tahu, segala biaya pengobatannya ditanggung oleh wanita ini.

"Lalu dari mana tante mendapatkan semua ini? Ayahku telah bekerja sejak aku belum lahir tapi dia tidak mampu membeli villa."

.

.

Bersambung, sorry guys telat up. Yuk semangat.

Terpopuler

Comments

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

skrng gnti manggil tante 😂😂😂

2024-11-13

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Ya beda kelaslah...

2024-10-11

0

Hera Puspita

Hera Puspita

Erick mulai menerima Megan 🤗🤗

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!