Membuatku Berdebar

"Selamat pagi!"

Megan masuk sembari menyapa Erick, membawa nampan berisi menu sarapan untuk remaja tampan itu.

"Aku belum lapar." ujar Erick menolak sarapan pagi berupa Waffle dan pancake yang terlihat sangat lezat.

"Makanlah, Nak. Kau tahu, ini sangat nikmat. Bunda sendiri yang membuatnya." Megan berdusta demi mendapatkan sebuah pengakuan sebagai orang yang pantas menjadi seorang ibu.

Hah! Aku tidak percaya wanita ini bisa membuat makanan lezat. Aku curiga rasanya tidak sama dengan wujudnya.

"Hei, bunda punya kabar gembira untukmu."

"Apa itu?"

"Akhir minggu ayah akan datang bersama David."

"Benarkah?" Erick terlihat bersemangat. Tidak sabar rasanya menanti hari itu. Tangannya dengan ringan menggapai menu sarapan pagi di depannya.

Megan pun ikut merasa bahagia melihat kebahagiaan Erick. Benarlah bahwa ayah dan adiknya itu sangat berpengaruh dengan suasana hati Erick.

"Rick, apa ... dokter Lena adalah kekasih ayahmu?"

Anak itu terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan ini. Pasalnya, baru tadi malam ia membahas tentang dokter Lena.

"Tante menguping pembicaraanku dengan nenek?"

"Aku pernah melihatnya membuatkan Teh untuk ayahmu. Dia terlihat perhatian. Jadi kau mengobrol dengan nenekmu tentang dia?"

"Sedikit," Erick hanya menjawab acuh.

"Apa kau ingin dokter Lena ikut dengan ayahmu kemari?"

Entah apa maksud wanita ini, Erick merasa curiga. "Memangnya boleh jika dia ikut?"

"Aku akan mengiyakan permintaan putraku. Jadi, jika kau inginkan itu, beritahu ayahmu jika dia mau mengajak kekasihnya, silakan saja." Megan tersenyum, tentu hanya sebuah senyum palsu.

"Kakak tidak marah jika ayah berkencan dengannya?"

Megan menggeleng, masih dengan fake smile-nya. "Jika ayahmu benar-benar mengajaknya, itu artinya mereka adalah pasangan kencan. Aku hanya ingin tahu seperti apa hubungan mereka."

Erick terlihat berpikir. "Baik, akan aku minta ayah mengajaknya ke sini."

Meski sedikit kecewa mendengarnya, Megan tetap berusaha terlihat biasa-biasa saja.

.

.

Malam kembali menyapa Morgan. Ketika sampai di kamarnya, ponsel yang berada di dalam tas tentengnya berdering.

Erick memanggil.

[Iya, Erick..]

[Ayah, apa ayah berkencan dengan dokter Lena yang baik hati itu?]

[Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba bertanya tentang dia?]

[Ayah, aku ingin ayah membawanya kesini jika dia benar kekasih ayah.]

[Apa kau salah minum obat? Berhenti bicara yang tidak jelas.]

[Bunda bilang, oh! Bukan! Kakak bilang ayah boleh membawanya kesini jika mau. Sepertinya kakak salah sangka dengan kedekatan kalian.]

[Apa?]

Morgan seketika panik dan mengakhiri panggilan itu membuat Erick mendumel kesal.

Tak peduli Megan sedang apa, Morgan merasa harus menghubunginya saat ini juga. Namun apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Nomor ponsel istri yang baru dinikahinya itu sedang berada di luar jangkauan.

Ia hanya tidak tahu jika istrinya saat ini sedang menghadiri salah satu acara yang sangat penting, tentu saja berhubungan dengan perhiasan mewah.

Morgan tak hilang ide, ia menelpon sang mama.

[Apa Nak?] sahut mama Monic menyapa.

[Ma, Megan di mana?]

[Oh, istrimu tadi minta izin ke mama, katanya ada undangan launching dan pelelangan perhiasan, mama kurang mengerti. Kenapa Nak?]

[Tidak ada apa-apa mah, aku hanya khawatir.]

[Kau mulai menghawatirkan istrimu sekarang?]

[Lalu bagaimana lagi? Apa aku harus mengabaikan dia?]

[Bukan begitu ... mama hanya ikut senang jika hibungan kalian ada kemajuan.]

[Tidak ada yang namanya kemajuan. Apa lagi kemunduran. Sudahlah, aku akan kembali menghubungi dia.]

[Nak,]

[Ya, ma ...]

[Ajak istrimu berbulan madu. Kalian adalah pengantin baru. Butuh waktu untuk berduaan.]

[Aku akan memikirkannya.]

.

.

Megan keluar dari sebuah gedung pencakar lanngit setelah menghadiri sebuah acara sebagai tamu undangan.

Pelelangan pun ia ikuti namun karena tidak fokus karena pikirannya sedang terganggu, ia terpaksa menerima kekalahan dalam pertempuran harga sebuah kalung berlian.

Tak mengapa, kekalahan ini tidak membuatnya merasa dirugikan sedikitpun.

Megan meraih ponsel dari tas kecilnya yang sedang bergetar.

Pak Dokter memanggil.

[Ya, dok?]

[Kau dimana?]

[Aku sedang menyetir dalam perjalanan pulang.]

[Aku ingin bicara]

[Silakan,]

[Dokter Lena bukan kekasihku]

Dari nada serius sang suami, Megan tentu saja harus mempercayainya. Satu alisnya terangkat mendengar pernyataan yang tiba-tiba ini.

[Aku dan dia bersahabat sejak kami kuliah.]

Megan tak tahu kenapa Morgan tiba-tiba menjelaskan ini. Tapi ia tidak munafik bahwa dia merasa lega mendengarnya.

[Aku senang mendengarnya. Ku kira ... kau bermain gila di belakangku.]

[Megan, Aku mau kita baik-baik saja.]

[Kau membuatku berdebar pak dokter. Kau pintar bercanda juga.]

Mendengar pengakuan Megan yang cukup meyakinkan, Morgan merasa jantungnya sedang bersorak kegirangan.

[Kau berdebar? Haruskah kita bertemu sekarang juga? Akan kutunjukkan kalau aku tidak bercanda.]

[Dok. Kenapa tiba-tiba? Apa kebetulan kau belum makan?]

[Iya... dan sekarang aku ingin memakanmu.]

.

.

.

besok lagi guys...

jangan lupa dukungannya, makasiiii.

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

knapa aq mrs aq ni si megan y trsipu malu n Detak jantungq seperti genderang mau perang hihihi emng bnr si morgan nih dokter cintaq

2025-03-25

0

Nanda Syahputri

Nanda Syahputri

aku kok deg deg kan bedebar debar ya

2024-08-08

4

Eni Nuraini

Eni Nuraini

asyik...
nona megan berdebar apalagi dimakan pak morgan wkwk

2022-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Insiden
2 Dimana Erick?
3 Jangan Mimpi
4 Uluran Tangan
5 Kediaman Nenek
6 Nenek Pingsan
7 Reyhan
8 Jauhi Erick
9 Jadi Salah Lagi?
10 Ayo, Menikah
11 Lelah Menguntit
12 Pernikahan
13 Tante? Panggil Bunda!
14 PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15 Kesepakatan
16 Ingin Membuangku?
17 Tempat Apa Ini?
18 Mereka Milikku
19 Membuatku Berdebar
20 Wanita Serakah
21 Kau Berkhianat?
22 Genggaman Erat
23 Jangan Menghilang
24 Momen Romantis
25 Ini Masalahmu
26 Megan Sayang
27 Pelan - pelan, Dok
28 Waw! Bukan Main
29 Kami Bukan Anak-anak
30 Sayang?
31 Tergila-gila Padaku...
32 Jaga Bundamu
33 Dua Teman David
34 Kekerasan di Depan David
35 Aku Menyukai Kalian
36 Mengantar David
37 Full Service
38 Dua Ronde
39 Pamer?
40 Mobil Sport
41 Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42 Tangkapan Besar
43 Keluarga Harus Bersama
44 Semakin Akur
45 Tidak Berperasaan?
46 Tersangka
47 Interogasi
48 Kerinduan
49 Bebas
50 Perdebatan
51 Ayo Bersama
52 Paniknya Seorang Megan
53 Ke Bali
54 Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55 Gelang Nama.
56 Bunda
57 Salah Jalur
58 Tugas Baru Riko
59 Rumah Lama
60 Marah!
61 Setelah 10 Tahun Pergi
62 Kedatangan Yana
63 Pregnant, Ini gawat ayah!
64 Pelukan Pertama
65 Buka Hati Untuknya
66 David yang Penurut
67 Rindu Sepanjang Hari
68 Diabaikan
69 Kejutan
70 Harinya Erick Erlangga
71 Baby M Baby M Baby M!
72 Menasihati Baby M
73 Baby M atau Bunda..
74 Baby M Lahir
75 Banyak Cinta Katanya
76 Jangan Sakit Lagi, Bunda
77 Masih Bisa Dibicarakan
78 Mervi
79 Terusir
80 Puasa Bicara
81 Sorry Bunda
82 Aku Meniru Bunda
83 Nomor Dirahasiakan
84 Tiada, baru terasa.
85 Hot Duda & Perawan Tua
86 Setelah Tiga Hari Pernikahan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Insiden
2
Dimana Erick?
3
Jangan Mimpi
4
Uluran Tangan
5
Kediaman Nenek
6
Nenek Pingsan
7
Reyhan
8
Jauhi Erick
9
Jadi Salah Lagi?
10
Ayo, Menikah
11
Lelah Menguntit
12
Pernikahan
13
Tante? Panggil Bunda!
14
PERGI DAN PANGGIL AYAHKU!
15
Kesepakatan
16
Ingin Membuangku?
17
Tempat Apa Ini?
18
Mereka Milikku
19
Membuatku Berdebar
20
Wanita Serakah
21
Kau Berkhianat?
22
Genggaman Erat
23
Jangan Menghilang
24
Momen Romantis
25
Ini Masalahmu
26
Megan Sayang
27
Pelan - pelan, Dok
28
Waw! Bukan Main
29
Kami Bukan Anak-anak
30
Sayang?
31
Tergila-gila Padaku...
32
Jaga Bundamu
33
Dua Teman David
34
Kekerasan di Depan David
35
Aku Menyukai Kalian
36
Mengantar David
37
Full Service
38
Dua Ronde
39
Pamer?
40
Mobil Sport
41
Menjelang Perayaan ULTAH Buyut
42
Tangkapan Besar
43
Keluarga Harus Bersama
44
Semakin Akur
45
Tidak Berperasaan?
46
Tersangka
47
Interogasi
48
Kerinduan
49
Bebas
50
Perdebatan
51
Ayo Bersama
52
Paniknya Seorang Megan
53
Ke Bali
54
Hal Mudah Pun, Tak Bisa
55
Gelang Nama.
56
Bunda
57
Salah Jalur
58
Tugas Baru Riko
59
Rumah Lama
60
Marah!
61
Setelah 10 Tahun Pergi
62
Kedatangan Yana
63
Pregnant, Ini gawat ayah!
64
Pelukan Pertama
65
Buka Hati Untuknya
66
David yang Penurut
67
Rindu Sepanjang Hari
68
Diabaikan
69
Kejutan
70
Harinya Erick Erlangga
71
Baby M Baby M Baby M!
72
Menasihati Baby M
73
Baby M atau Bunda..
74
Baby M Lahir
75
Banyak Cinta Katanya
76
Jangan Sakit Lagi, Bunda
77
Masih Bisa Dibicarakan
78
Mervi
79
Terusir
80
Puasa Bicara
81
Sorry Bunda
82
Aku Meniru Bunda
83
Nomor Dirahasiakan
84
Tiada, baru terasa.
85
Hot Duda & Perawan Tua
86
Setelah Tiga Hari Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!