Dia kemudian membantu Erika bangun sambil berpura-pura penuh kasih sayang.
Melihat tindakan Andika, seketika wajah Erika berubah menjadi cerah menganggap bahwa Andika telah percaya pada akting nya.
Bayangan menjadi istri seorang CEO dari perusahaan GoldenOne terlintas di benak nya, membuat diri nya hampir kehilangan keseimbangan saat ingin berdiri karena saking bahagia nya diri nya.
Tetapi hal yang tak terduga terjadi.
"Kamu di pecat!" ucap Andika pada Erika sambil tersenyum ramah.
Bruk!
Mendengar itu, seketika tubuh Erika meluruh kebawah dengan keadaan frustasi.
Surya akhirnya telah selesai memukuli Rendi dan lalu dengan tergesa-gesa menuju ke arah Andika untuk meminta maaf. "Tuan Pratama, maafkan anak saya yang telah melakukan kesalahan besar. Kami akan menerima apa pun yang akan anda berikan."
Tidak menghiraukan Surya, Andika mengeluarkan sebuah kertas cek lalu menulis sesuatu di sana.
Lalu kemudian ia memberikan cek tersebut pada Surya dan berkata, "ambil ini. Lalu gunakan uang ini untuk biaya pengobatan Rendi."
Surya menghela sebelum membalas, "Tuan, anda tak perlu seperti ini. Anak saya yang bodh telah menghina mana berani saya mengambil uang anda dengan semua yang telah terjadi pada anda tadi. Saya tidak pantas di biayai oleh untuk pengobatan nya."
Bersamaan dengan itu ia diam diam membatin, "Tuan Pratama sepertinya tidak tersinggung. Dia memang lah pemuda yang baik hati nya!"
"Jangan dipotong dulu ucapan saya, saya belum selesai berbicara. Cek ini bukan hanya untuk biaya pengobatan Rendi tetapi juga merupakan uang pesangon untuk kalian berdua, saya memecat kalian berdua. Anda bisa bertanya kepada anak anda jika anda ingin tau alasannya. Lagi pula, dia pernah bilang bila seseorang dapat melakukan apapun yang ia ingin kan jika memiliki kekuasaan yang tinggi dan juga kuat. Nah karena saya merupakan CEO baru di perusahaan GoldenOne, jadi saya memiliki hak kuasa tertinggi di perusahaan ini." ucap Andika sambil mendorong cek tersebut dengan keras ke dada Surya.
Hunter yang baru saja sadar langsung pingsan lagi setelah mendengar perkataan Andika.
"Kami sudah tamat! Kami benar-benar tamat sekarang!" batin Surya meracau lalu tak lama kemudian ia pingsan karena tak sanggup menerima kenyataan yang pahit itu.
Sementara itu, Andika menatap Zhang Lin dan berkata. "Mari kita membahas lebih lanjut nya di kantor pusat perusahaan GoldenOne."
Setelah itu, Andika pergi tanpa melihat ke arah belakang.
"Baik tuan!" jawab Zhang Lin dan para eksekutif senior dengan serempak setelah itu mereka mengikuti Andika dari belakang.
Adapun, Surya hanya tinggal diam untuk menunggu para security mengusir mereka berdua dari perusahaan.
✒ ✒ ✒
Di kantor yang memiliki luas 3000 meter persegi.
Zhang Lin datang dengan setumpuk kertas dan dokumen di tangan nya.
"Tuan Pratama, dokumen ini adalah berisikan daftar perusahaan yang yang berada di bawah naungan kita. Dan ada beberapa kertas yang harus anda tanda tangani."
" Tuan Zhang, anda adalah senior dan tangan kanan dari CEO sebelum nya di perusahaan ini. Seharusnya anda jangan melakukan tugas tugas seperti menyusun laporan ini. Suruh orang lain saja yang melakukan ini." ujar Andika pada Zhang Lin dengan hormat karena Zhang Lin merupakan seorang ahli dalam bidang industri hiburan.
Perkataan itu membuat Zhang Lin tersentuh, lalu ia menjawab sambil tersenyum. "Anda baik sekali, tuan Pratama"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Wiwin Asfika
mengapakah sawah kami di kampung kantor nya
2023-08-12
0
Harman LokeST
sssssssssiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippppppppppp ssseeeeeekkkaaaaaaaaalliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ccceeeeeeeeeeeeeeerrrriiittaaaaannyyyaaa author lanjut terus
2023-05-04
0
Izhar Assakar
itu kayak ukuran loket penjualan tiket bioskop thoor,,sempit amat buat ukuran sebuah kantor
2023-04-25
0