"Tolong ambilkan aku satu hidangan lagi" lalu Andika menggesekkan kartu nya lagi.
Melihat itu Erika menjadi bingung, karena tak ada cara lain lagi Erika lalu memeluk Rendi dan berkata dengan manja.
"Kak Rendi, dia jahat sekali" ucap Erika dengan manja sambil menggoyangkan tangan Rendi.
"Baiklah, aku akan mengakhiri semua ini. Memangnya kenapa jika dia memiliki uang banyak? Aku akan mengusir nya dari restoran ini" kata Rendi lalu mengambil handphone nya untuk menelfon kenalan nya di restoran Region Campania.
Setelah menelfon seseorang mereka menunggu seseorang yang di telfon oleh Rendi.
Beberapa menit kemudian..
Datang lah seorang pria berjas hitam datang dan orang itu berkata.
"Tuan muda Rendi, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap orang itu sambil tersenyum kepada Rendi.
"Dia, pria sampah ini mengganggu ku. Apa anda bisa mengusir dia dari sini?" jawab Rendi sambil menunjuk Andika yang sedang memakan makanan nya dengan lahap.
Orang berjas hitam itu adalah Nanta Wijaya dan juga seorang Manajer umum di restoran Region Campania.
Nanta menatap Andika lalu ia mengerutkan keningnya saat melihat cara makan Andika dan selera pakaian yang di kenakan nya.
"Tuan muda, restoran ini hanya melayani costumer yang berpakaian pantas saja jadi mohon segera pergi dari sini" usir Nanta dengan blak-blakan.
"Bahkan setelah aku menghabiskan lebih dari 900 juta?" tanya Andika.
"Tidak!" jawab Nanta dengan percaya diri.
Karena dari pakaian dan cara makan Andika, ia yakin Andika hanya lah O. K. B atau di sebut juga dengan Orang Kaya Baru.
Jadi ia tak menganggap serius Andika bahkan ia tak mempedulikan Andika yang notaben nya orang kaya.
Bagaimana pun juga, Andika tak ada apa apa nya dengan diri nya yang menjadi manajer umum dan Rendi yang merupakan anak dari manajer umum Mediatik Witra.
Toh jika Andika di usir, Restoran Region Campania ini tak akan rugi sama sekali.
"Oh? Boleh saya minta nomor handphone bos anda?" tanya Andika tak memedulikan apa yang di katakan oleh Nanta.
"Tuan muda, ini sudah menjadi aturan di restoran ini meski pun Anda mengenal bos kami jadi di mohon kan anda segera pergi dari sini sebelum saya memanggil keamanan" bantah Nanta tak mau menyerah untuk mengusir Andika dari restoran Region Campania.
Erika langsung tersenyum puas saat melihat Andika yang sebentar lagi pergi dan tak menganggu diri nya dan Rendi.
"Tuan muda ini nomor handphone bos kami" ucap Pramusaji yang tadi melayani Andika sambil menyerahkan sebuah kertas catatan.
"Sartika Wardani, Apa yang kamu lakukan?!" bentak Nanta sambil menatap tajam Sartika.
Sartika tak memedulikan Nanta yang telah membentak diri nya.
Sementara itu Andika pergi menjauh untuk menelfon boss restoran Region Campania.
Lalu beberapa menit kemudian Andika datang dan duduk di kursi yang tadi ia duduki tadi sambil menulis sesuatu di atas kertas.
Nanta melirik apa yang di lakukan oleh Andika dan ternyata dia menulis sesuatu di atas kertas cek.
"Tuan muda Andika, saya tau anda gagal membeli restoran ini setelah menelfon boss kami jadi anda tak perlu memberi saya tip yang tidak berguna itu!" ucap Nanta dengan sinis.
Lagi lagi Andika tak memedulikan apa yang di ucapkan oleh Nanta.
Sambil menyerah kan cek tersebut, Andika berucap.
"Ini adalah uang pesangon mu di bulan ini dan mulai saat ini kamu tidak lagi kerja di restoran ini karena mulai sekarang dan seterusnya restoran ini saya lah pemilik nya" ucap Andika tak terbantahkan.
"Apa? Uang pesangon? Dan aku di pecat?!" teriak Nanta tak percaya.
Tetapi tak lama kemudian Nanta tertawa terbahak bahak karena ia mengira bahwa Andika mengucapkan sesuatu hal yang konyol untuk membuat nya takut.
Bahkan Erika dan Rendi pun juga ikut tertawa karena mengira Andika telah membuat sebuah lelucon yang lucu untuk membuat mereka takut.
Tak di sangka bahwa, Andika masih melakukan vidcall dengan bos restoran Region Campania di handphone nya.
Lalu Andika memberikan handphone nya pada Nanta agar perkataan nya lebih jelas.
"Nanta Wijaya, saya sebagai mantan pemilik restoran Region Campania dengan resmi memecat anda sebagai manajer umum di restoran ini!" ucap seorang pria paruh baya di handphone Andika dengan nada rendah.
Mendengar ucapan yang familiar itu, seketika hati Nanta mencelos saat mendengar bahwa dirinya beneran di pecat.
Karena orang yang berkata di handphone Andika ia lah pemilik restoran Region Campania yang dulu sebelum Andika mengakusisi restoran ini.
Terlebih lagi diri nya baru saja mengejek pemilik baru restoran Region Campania ini.
"Habislah riwayat ku kali ini" Pikirnya dengan panik.
"Bos apa maksud mu ini benar?" ucap Nanta dengan ragu.
"Menurut mu? Sudah lah cepatlah kemasi barang-barang mu lalu pergi jika tidak kau lakukan dengan segera jangan salahkan diri ku jika memanggil keamanan untuk mengusir mu dari restoran ini! Dan waktu mu hanya ada 10 menit dari sekarang" ucap pria paruh baya itu dengan acuh tak acuh lalu setelah mengatakan hal tersebut ia menutup telfon nya.
Tak lama kemudian datanglah 4 keamanan yang menjaga restoran Region Campania dan menghampiri Nanta.
"Tuan Wijaya ah ralat maksud saya Nanta, waktu anda hanya ada 600 detik lagi dan segera lah kemasi barang-barang anda!" ucap salah satu dari ke 4 keamanan yang menghampiri Nanta dengan nada mencemooh.
Melihat itu, Erika dan Rendi menjadi ternganga seolah olah tak percaya dengan apa yang di lihat mereka.
Nanta bergumam dengan tatapan kosong seakan akan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, "Aku benar-benar di pecat?"
Lalu tatapan nya beralih ke Andika dan bertanya.
"Bagaimana anda bisa melakukan ini?" tanya Nanta penasaran.
"Simple, karena aku baru saja membeli restoran ini" ucap Andika dengan santai sambil meneguk anggur merah nya.
Benar, Andika baru saja membeli restoran Region Campania seharga 460 miliar rupiah.
"Ugh!" Nanta seketika mati kutu saat mendengar perkataan Andika.
Nanta seketika menatap Erika dan Rendi yang tengah tak bisa berkata apa apa.
"Dasar Bajingan sialan! Ini semua salah mu! Gara kalian diri ku di pecat!" seru Nanta sambil menggerakkan gigi nya.
Lalu Nanta berlari menuju Rendi dan Erika.
Duak!
"Berani nya kamu memukul ku?!" seru Rendi tak percaya karena Nanta berani memukul diri nya. Lalu karena tersulut emosi Rendi membalas Nanta dengan pukulan juga.
Buak!
Kedua nya lalu berkelahi dengan snegit dan tak mau kalah satu sama lain.
Sementara itu, Andika melanjutkan makan nya yang tadi sempat terjeda karena mereka ber tiga.
Setelah selesai makan, ia laku memanggil keamanan untuk melerai mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Chaidir Palmer1608
ngaco
2025-03-04
0
Don T
kertas cek nya dari mn?
2023-08-21
1
Harman LokeST
makanya jangan selalu merendahkan orang akhirnya di pecat
2023-05-04
0