Tengah malam pun tiba, hingga mereka tak bisa minum lagi.
Akhirnya mereka menyuruh seorang pelayan untuk menyimpan botol wine yang tersisa termasuk Te Della Wish 4 yang belum mereka minum atau pun sentuh dari tadi.
"Apa rencana mu setelah ini, Andika?" mumpung Liana sedang berada di toilet, Nathan dengan sigap memberi Andika isyarat.
"Liana adalah gadis yang baik, tetapi gadis itu sudah di jodoh kan oleh keluarga nya dengan pewaris yang kaya raya dan Itu membuat nya kesal. Alasan dia ingin bertemu dengan kita adalah untuk menghilangkan stresnya. Aku harap kau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal Liana lebih jauh lagi"
Andika hanya tersenyum saja saat mendengar penuturan Nathan.
"Mungkin kalian sebaiknya jangan pulang dulu dan carilah hotel untuk menghabiskan malam bersama. Liana tampaknya cukup tertarik pada mu jadi inilah kesempatan yang bagus untuk mu Andika." saran Nathan sambil mendesak Andika untuk mendekati Liana.
Tetapi tepat pada saat itu juga, Liana keluar dari toilet dan bertanya "Apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Oh bukan apa apa" jawab Nathan sambil menggeleng kan kepalanya.
"Supir ku sudah menunggu ku di parkiran bawah tanah dan aku sekarang akan pergi" ucap Nathan sambil mengambil handphone nya lalu melirik nya sekilas.
"Baiklah, ayo kita ke parkiran bersama sama karena tadi aku memarkirkan mobil ku di sana" ajak Andika.
"Wow! Jadi kau sudah membeli mobil! Ah, Astaga! Kenapa aku bisa lupa bahwa kau sekarang sudah menjadi orang kaya. Jadi mobil apa yang kau beli? McLaren? Bentley? BMW? Lamborghini? Atau Bugatti?" tanya Nathan berturut-turut karena penasaran dengan mobil mewah yang di beli oleh Andika.
"Nanti juga kau akan tau jika sudah sampai di parkiran bawah tanah" ucap Andika dengan santai.
Mereka bertiga akhirnya sampai di parkiran bawah tanah.
Meskipun di parkiran bawah tanah begitu banyak mobil mewah tetapi mobil Rolls-Royce Boat Tail milik Andika tak bisa di ragukan lagi merupakan mobil yang begitu paling menarik perhatian.
"Astaga, itu mobil Rolls-Royce Boat Tail! Pemilik mobil ini pasti orang kaya raya! Dan ku dengar dengar harga mobil ini seharga 398 milliar rupiah!" seru Nathan dengan heboh setelah melihat mobil mewah itu.
Bahkan Liana pun tak kalah semangat nya dengan Nathan, hingga ia pun mengeluarkan ponsel nya untuk mengambil gambar bersama mobil mewah tersebut.
Setelah melihat ke antusiasan teman nya, lalu Andika menekan kunci mobil yang ada di tangan nya dan pintu mobil Rolls-Royce Boat Tail pun terbuka.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini akan tetapi orang kaya raya yang kau katakan adalah aku"
Mendengar perkataan Andika membuat Nathan tertegun sejenak. Dengan tatapan kosong Nathan berkata,
"Apakah kau anak presiden? Mengapa kau bisa sekaya ini?"
Mendengar itu, Andika mencoba menahan kekehan yang akan keluar karena dia geli melihat Nathan menatap nya dengan tatapan seperti melihat makhluk halus.
"Omong kosong macam apa itu? Aku hanya lah orang biasa. Mana mungkin aku bisa menjadi anak presiden!"
"Tapi kekayaan mu hampir setara dengan kekayaan orang orang yang ada di majalah Forbes!"
Setelah berkata tersebut Nathan duduk di kursi pengemudi Rolls-Royce Boat Tails dan menatap kagum interior yang ada di dalam mobil.
"Andika, apakah aku boleh mencoba mengemudikan mobil mu?" tanya Nathan dengan tatapan mata penuh binar.
"Tentu saja tapi karena kau mabuk maka aku tidak mengijinkan mu untuk mengendarai nya malam ini" jawab Andika sambil tersenyum tipis.
Meskipun mobil Andika ada mode Auto Drive, Andika sedikit ragu dengan Nathan yang nanti pasti hanya akan memakai mode itu.
"Baiklah, aku akan mengemudikan nya lain kali! Aku jadi tidak sabar mengemudikan nya dan memamerkan nya keorang lain.
Lalu tak lama kemudian, supir Nathan akhirnya datang. Nathan yang melihat itu pun dengan tergesa gesa masuk kedalam mobil. Dan meninggalkan Andika dan Liana sendirian berdua di parkiran bawah tanah.
Terlihat sekali bahwa Nathan melakukan itu hanya untuk membuat Andika lebih dekat dengan Liana dan menghabiskakn waktu bersama.
Setelah masuk kedalam mobil, Andika berkata pada Liana, Masuklah, Aku akan mengantarkan mu pulang"
"Oke!" jawab Liana setuju dengan semangat laku masuk kedalam mobil.
Melihat Liana sudah masuk kedalam mobil, Andika lalu menekan tombol mode Auto Drive.
Vrooom!
Mobil pun melaju keluar dari parkiran bawah tanah Bar Rolleto.
Hingga 7 menit kemudian, Mobil Andika sampai di gedung apartemen dimana Liana tinggal.
Liana keluar dari mobil lalu bertanya pada Andika dengan pipi yang bersemu karena saat ini diri nya tengah di tatapan intens oleh Andika, "Apa kau mau masuk kedalam? Lalu minum dan berbincang bersama di dalam apartemen ku?"
Tanpa sadar Andika berkata, "tidak, terimakasih. Aku tidak sedang haus saat ini"
Lalu tak lama Andika menyesali kata-kata yang sudah keluar dari mulut nya itu.
Liana jelas memiliki maksud lain dari pertanyaan nya.
Kecewa dengan tanggapan yang ia terima, Liana pergi sambil menggandeng tas di tangan nya dengan perasaan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Harman LokeST
next author
2023-05-04
0
Dimas Setiawan
minta sodok 🤣🤣🤣🤣
2022-11-11
1
@Ou_Heart
mungkin nanti ya soalnya author lgi sibuk sekolah dan lagi terkadang setiap pulang sekolah author langsung tidur karena kecapean hehe
2022-10-07
2