"Baik lah kalau begitu saya pergi dulu. Dan satu lagi, mobil anda benar benar mewah dan indah" Nada Kevin terdengar seperti sangat mengagumi mobil Andika.
Lalu setelah mengatakan hal itu, Kevin pergi bersama wanita yang dirangkul nya dan meninggalkan Andika.
Berasa sudah jauh dari jarak Andika berada wanita yang di rangkul Kevin bertanya, "Tuan Nugroho, Kenapa anda tidak menanyakan nama nya? Padahal tadi adalah kesempatan bagus untuk mendekati nya"
Kevin berhenti sejenak untuk menghidupkan rokok lalu menjawab, "aku tidak sebanding dengan pria itu. Dan coba kamu pikirkan, apakah sopan jika aku menanyakan nama nya terlebih dahulu? Yang ada nanti dia akan berfikir yang tidak tidak tentang kita. Jika itu terjadi, habislah semua kekayaan yang sudah ku bangun selama ini. Jadi lebih baik kita jaga hubungan baik kita dengan pria itu"
Ucapan Kevin membuat wanita yang rangkul nya terkejut.
"Apakah sekuat itu kuasa nya?" batin nya berfikir.
"Bukti nya, Rolls-Royce Boat Tail itu hanya ada satu di negara ini. Apa kamu kira ada orang yang mampu untuk membeli mobil tersebut? Dengan membeli mobil itu menunjukan bahwa status diri nya tidak lah biasa" lanjut nya.
Sementara itu, Andika naik lift untuk memasuk ke dalam bar.
Sesampainya di dalam Bar Rolleto, terlihat bar sudah banyak di penuhi dengan musik bervolume yang keras dan orang yang minum minuman ber alkohol.
Andika lalu berjalan mengikuti petunjuk yang di berikan Nathan. Hingga tibalah ia di tempat yang di maksud Nathan.
Di tempat yang di maksud Nathan, terlihat ada 4 orang gadis dan 1 orang pemuda yang tengah duduk. Nathan tengah merangkul bahu dua gadis sambil meminum alkohol yang di pesan nya.
"Oh? Nona nona rupanya Andika sudah datang!" Nathan berseru saat melihat Andika yang sedang menuju meja.
Mendengar seruan Nathan, seketika para gadis di sekitar Nathan dengan serempak menoleh dan menatap Andika yang berjalan menuju meja mereka.
Saat melihat wajah Andika, para gadis terpesona dengan wajah tampan yang di miliki oleh Andika.
Tetapi saat melihat pakaian yang pakai boleh Andika seketika raut para gadis menjadi masam.
"Aku kira Andika adalah anak orang kaya tapi ternyata dia hanyalah pecundang dan miskin. Buang buang waktu kita saja!" batin mereka dengan serempak.
Tetapi tiba tiba seorang gadis imut dengan rambut yang di kuncir dua mengangkat wine nya dan berkata pada Andika, "baiklah karena Andika terlambat kamu harus di hukum. Hukuman mu adalah meminum wine ini hingga habis"
Sementara Andika melihat bahwa wine yang di berikan gadis itu adalah wine buah, ia langsung menghela nafas lalu menjawab dengan senyuman, "baiklah jika itu mau"
Kemudian Andika mengambil wine tersebut lalu meneguk nya sampai habis.
Tanpa mengkhawatirkan jika dia akan mabuk. Toh jugaan mobil nya ada fungsi berjalan secara otomatis.
Saat Andika hendak duduk di samping Nathan, tetapi Nathan menghentikan nya dan berkata.
"Jangan duduk di sebelah ku, kamu lebih baik duduk saja di samping gadis itu" Nathan menyuruh Andika sambil menunjuk ke arah gadis yang rambutnya di kuncir dua.
Mendengar itu, Andika hanya bisa pasrah dan menurut lalu ia duduk di samping gadis yang di tunjuk oleh Nathan tadi.
"Hai, perkenalkan nama ku Liana Sherdion" ucap Liana sambil mengulurkan tangan nya.
"Hallo, salam kenal nona Sherdion. Saya Andika Pratama" Ucap Andika sambil menjabat tangan Liana.
"Tuan Nathan, teman mu itu cukup norak ya" ucap gadis bermake up tebal yang sedang merangkul tangan kiri Nathan.
Mendengar teman nya Andika di ejek seperti itu, seketika ekspresi Nathan berubah menjadi muram.
Lalu ia mendorong jauh gadis bermake-up itu dan berkata dengan nada menekan.
"Apa anda tau apa arti nya Tata Krama, hm?"
Mendengar nada menekan Nathan, gadis bermake-up tebal itu menjadi terdiam.
Kemudian gadis tersebut menatap Andika dengan raut wajah kesal.
"Sialan! kalau bukan karena orang norak ini aku tidak akan di marahi oleh Nathan!" batin gadis itu sambil menggerutu kesal.
Suasana acara itu berubah menjadi canggung.
Selain Liana, ketiga gadis bermake-up tebal tersebut mengabaikan Andika. Padahal sudah sedari tadi Nathan mengisyaratkan mereka bertiga untuk menemani Andika.
Namun mereka bertiga menemani atau bahkan untuk sekedar berbincang bincang dengan Andika.
Lalu beberapa saat kemudian, salah satu ketiga gadis bermake-up tersebut pergi ke kamar mandi.
"Kenapa Sherly lama sekali di kamar mandi?"
Merasa bingung dengan Sherly, Nathan bangkit dari tempat duduk nya lalu mencari Sherly.
Begitu juga dengan Andika, karena merasa khawatir terjadi apa apa dengan Sherly lalu ia mengikuti Nathan untuk mencari Sherly.
Lalu beberapa menit kemudian setelah berkeliling mencari Sherly, akhirnya mereka menemukan Sherly yang saat itu sedang mengobrol dengan orang di sebelah nya.
Tidak hanya itu saja, Sherly juga sesekali memeluk orang di sebelah yang tak lain seorang pria sambil menggoda pria itu.
Melihat itu, seketika raut wajah Nathan berubah menjadi muram.
"Apa maksud mu ini, Sherly?" tanya Nathan sambil menatap Sherly dengan marah dan meminta penjelasan dengan apa yang di lihat nya.
Setelah mendengar suara Nathan, Sherly menjadi tertegun dan takut. Tetapi pria di sebelah Sherly tidak takut dengan Nathan dan dengan santainya ia memeluk Sherly.
"Oho, lihatlah siapa ini? Wah ada Nathan! Apa ada yang salah? Kau pikir kau siapa? Berani berani nya kau menakuti orang ku di meja ini. Pantas saja gadis ini datang ke meja ku, dan jangan salah kan diri ku! Salah kan saja diri mu karena kamu tidak sekelas seperti diri ku." ucap pria itu sambil tersenyum kemenangan pada Nathan.
"Brian, kamu sengaja kan melakukan ini?" tanya Nathan dengan nada dingin.
Pria itu bernama Brian Wilson. Dia adalah anak laki laki dari saingan ayah nya yaitu Egan Wilson.
Namun keluarga Januar tak sekaya dan berpengaruh seperti keluarga Wilson.
"Haha, kau seperti nya salah paham Nathan. Tadi Sherly hanya sekedar melewati meja kami tetapi saat aku menarik nya ke pelukan ku lalu dia memutuskan untuk bergabung bersama kami. Ya, begitulah." ucap Brian dengan nada angkuh nya.
"Kalau kau ingin mengambil kembali Sherly silahkan, jika dia mau pergi dengan mu"
Begitu Brian selesai berucap Sherly dengan cepat berkata. "Tidak! Aku tidak mau!"
Mendengar itu raut wajah Nathan kembali berubah menjadi lebih muram.
"Kau harus mengikuti janji mu, Sherly!"
"P€rsetan kan dengan janji ku! Kau saja tidak memiliki wine mahal dan malah memiliki orang seperti Andika yang pecundang miskin itu! Sungguh membuang buang waktuku saja!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Andika
2023-05-04
0
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiihhhh cuuiiiihhh dasar perek lacurrr nangis kau nanti lihat mobil Andika🖕🖕🖕🖕🖕🖕🖕🤣⚔️
2023-04-28
0
Abdul Muntholib Suwarto
lanjutkan
2022-07-09
1