3 Tahun kemudian....
"wah anak ibu cantik sekali,sudah siap kerja nak?"tanya bu rani pada putri yang tengah memperhatikan penampilan nya didepan cermin dengan stelan kantornya.
"bismillah bu,doakan ya bu semoga pekerjaan aku diberi kelancaran"
"aamiin nak,semoga lancar selalu ya nak"
"aamiin bu"
"oh iya kamu berangkat dengan siapa nak?"
"nanti berangkat bareng indra bu,lagi pula indra kan juga kerja disana bu"
"begitu,baiklah sok atuh berangkat nanti terlambat loh,kan tidak baik masa hari pertama kerja sudah terlambat"
"tidak apa apa bu kan bos nya juga teman putri"
"iisss tidak boleh begitu,walaupun atasan kamu nak ega tapi tetap kamu harus propesional na jangan asal asalan"
"iya bu,putri cuma becanda kok,ya sudah putri berangkat dulu ya bu"
"iya nak,hati hati dijalan"
"baik bu,assalamualaikum...ayo ndra berangkat"ajak putri pada sang adik yang tengah duduk dikursi ruang tamu rumahnya dan dengan setia menunggu sang kakak siap berangkat kekantor.
"siap kak,bu aku juga pamit ya,assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."
Indra pun melajukan motornya membawa putri kegedung kantor prayoga grup berada.
setelah lulus putri memutuskan untuk ikut bergabung dengan perusahaan yang dibangun oleh sahabatnya rega.
dan sebelumnya sang adik telah lebih dulu ikut bergabung disana,walaupun masih berstatus mahasiswa namun indra tengah bekerja dengan ega
dan ega pun menerima indra dengan suka rela walaupun sesekali indra harus bolos kerja karna harus
mengerjakan tugas kampus namun selama ini indra selalu melakukan pekerjaan nya dengan baik dan itu cukup membantu ega.
"mbak aku harus kekampus dulu,tidak apa apakan kalo mbak masuk dan bertemu dengan pak ega sendirian?"tanyab indra saat motornya berhenti didepan gedung kantorb prayoga grup.
"iya dek,kamu pergi aja biar mbak masuk sendiri"
putri memasuki gedung perkantoran itu dan melangkah menuju lift dan memasuki lift itu
disaat pintu lift akan menutup tiba tiba sebuah tangan menahan pintu agar terbuka kembali
putri tertegun saat melihat orang yangv menahan pintu lift itu,pria yang selama 3 tahun ini berusaha putri lupakan namun tetap belum sepenuhnya bisa melupakan nya
walaupun kini telah ada seseorang yang dengan setia berada disamping nya dan menmani hari harinya yang berat.
"mas reza?"
"putri"
putri mau pun reza sama sama tertegun dan mematung,tubuh keduanya keakan membeku dan tak dapat digerakan
reza mau pun putri baru tersadar saat pintu lift akan tertutup kembali,dengan cepat reza memasuki lift yang sama dengan putri.
"kamu kerja disini put?"tanya reza saat keduanya berada didalam lift yang sama.
"i_iya mas,mas sendiri kenapa ada disini?"tanya putri sedikit gugup setelah sekian lama ini pertemuan pertama mereka dan menimbulkan sebuah kecanggungan
"mas juga kerja disini,ega meminta mas untuk ikut bergabung disini"jawab reza sedikit kaku.
"kamu kerja dibagian apa put?"
"belum tau mas,ini hari pertama aku kerja jadi masih belum tau mau ditempatkan dimana,
kemarin ega hanya meminta aku untuk datang aja kesini,tapi buat aku dimana pun itu yang penting aku mengerti cara kerjanya bagi aku tidak masalah mas"
"baiklah kalo begitu mas duluan ya,mas turun disini kalau kamu mau keruangan ega dia ada dilantai 5"
"baik mas,terima makasih informasinya"
reza dan putri pun berpisah saat reza turun dilantai 4 tempat nya bekerja sedangkan putri menuju ruangan ega yang berada dilantai 5.
Putri melangkahkan kaki nya menuju keruangan ega dan menanyakan prihal keberadaan sang atasan kepada sekertarisnya
"maaf mbak apa pak rega nya ada?"tanya putri pada sekertaris ega yang bername tag rini.
"anda sudah buat janji mbak?"tanya rini pada putri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments