"iya rumah aku terhalang 3 rumah dari keluarga kurniawan,jadi pacar kamu anaknya pakkurniawan ya?"tanya adnan
"iya...tapi kok kamu bisa kenal sama papah nya mas reza?"tanya putri heran
"yang kenal itu papah,cuma aku sudah beberapa kali bertemu beliau
tapi tidak pernah ketemu anaknya makanya aku tidak tau kalo pacar kamu anaknya dari pak kurniawan"jelas adnan
"kamu habis nangis put?"tanya adnan kala melihat mata putri yang sembab
"ngaco kamu"kilah putri
"jangan bohong,aku tau kamu put"ujarnya santai.
putri bergeming tak lagi menanggapi pertanyaan yang adnan layangkan padanya.
putri benar benar masih syok atas penuturan reza beberapa saat lalu 'apa yang harus aku lakukan ya allah,sakit banget,walaupun tanpa sengaja dan tanpa sadar kamu telah menyentuh wanita lain mas' ucap putri dalam hati.
"ini rumah kamu put?"tanya adnan begitu sampai dihalaman rumah sederhana milik kedua orang tua putri
"iya,maaf ya rumahnya tidak seperti milik kamu"ucap putri merasa minder kala memperlihatkan kondisi rumahnya.
"kenapa berkata seperti itu?aku bertanya untuk memastikan bukan untuk mengejekmu put"
"baiklah terima kasih ya sudah mau antar aku pulang"
"ga ngajakin mampir nih,nawarin minum kek istirahat bentar kek,sama temen kok pelit amat"adnan brenggut
putribterkesiap dengan tingkah adnan yang diluar kebiasaan nya selama mereka kenal dan menjadi teman.
"astaghfirullah maaf,memang mau gituh mampir kegubuk aku?"
"kenapa nggak?"
"ya sudah,ayok masuk kalo begitu"
"assalamualaikum...ibu putri pulang"sapa putri begitu memasuki rumah sederhana nya.
"wa'alaikumsalam nak,syukurlah kamu pulang nak"jawab ibu muncul dari arah kamar dengan membawa tas yang lumayan besar.
"ibu mau kemana?kenapa bawa tas milik bapak?"tanya putri heran
"bapak anfal lagi put,tadi sudah dibawa kerumah sakit sama indra,
ini ibu mau nyusul sekalian bawa bekal takutnya harus dirawat lagi"
"astaghfirullah...ya sudah ayo ibu pergi sama putri ya"
"mari bu saya antar"percakapan putri dan bu rani terpotong kala mendengar suara seseorang.
"ini siapa nak?"tanya ibu yang baru pertama kali ditemuinya
"astaghfirullah...kenapa aku ini?"ucap putri menepuk jidatnya
"kenalin bu,ini temana putri dikampus namanya adnan"
"adnan bu"sapa adnan mengulurkan tangan pada bu rani.
"saya bu rani,ibu nya putri"bu rani menyambut uluran tangan adnan
"ya sudah ayo mari bu,saya antar ibu kerumah sakit tempat bapak dirawat"tawar adnan pada bu rani
"apa tidak merepotkan nak?"
"tidak bu,kebetulan saya tidak ada kegiatan apa apa jadi ibu tenang saja,ayo mari itu mobil saya ada didepan"
"baiklah kalo begitu,terima kasih ya nak"
"iya bu sama sama"
🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhinya ibu,putri dan juga adnan sampai dirumah sakit tempat pak ahmad dirawat.
sesampainya disana ada indra yang terlihat cemas menatap ke arah pintu tempat pak ahmad diperiksa
"bagaimana keadaan bapak dek?"tanya ibu pada indra setelah sang ibu sampai disana
"masih diperiksa bu,dokternya masih belum keluar dari tadi"jawab indra cemas.
stelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter pun keluar dan memberitahukan kondisi pak ahmad
"maaf bu kami sudah berusaha tapi kondisi pak ahmad masih kritis,kami akan berusaha semampu kami bu semoga kondisi bapak segera membaik,
untuk sekarang tolong bantu kami dengan doa ya bu,semoga bapak lekas membaik,kami permisi dulu"ujar sang dokter
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Anizza Nuur
tetap semangat ya tor...
2022-07-21
1