"bi imah bisa temani aku jalan jalan nggak?"tanya erika saat mendapati sang asisten rumah tangga nya melewati kamarnya
"mau jalan jalan kemana non?sudah ijin sama den reza?"tanya bi imah
"ketaman depan komplek aja bi,sudah tadi lewat telpon,mas reza kan lagi diluar kota bi"
"oh begitu,ya sudah ayo...kebetulan kerjaan bibi juga sudah selesai non"
erika dan juga bi imah pun berjalan beriringan menuju taman didekat komplek perumahan sang mertua
dan disaat arika tengan asik menikmati udara pagi tiba tiba perutnya berdenyut dan erika pun merintih kesakitan.
"aawwww...ssstttt..."
"kenapa non?parutnya sakit ya?"tanya bi imah yang mendengar rintihan dari erika
"iya bi,kok tiba tiba sakit gini ya,kenapa ya bi?"
"mungkin mau lahiran non"
"tapi waktunya masih minggu depan bi,tapi kok makin sakit ya bi?"ucap erika tak berhenti merintih dan mengusap perutnya
bi imah pun bergegas menghubungi sang majikan dan meminta bantuan nya untuk membawa erika kerumah sakit.
tak berselang lama mobil milik keluarga reza pun telah sampai didepan taman tempat erika dan bi imah berada.
"ada apa bi,kok erika bisa kesakitan?"tanya bu seli saat tiba ditaman beserta supir pribadi nya.
"kurang tau nyonya,sepertinya mau lahiran"
"ya sudah ayo kita bawa karumah sakit,kamu masih bisa jalan kan nak?"
"iya bisa mah,tapi pelan pelan saja ya mah soalnya sakit banget"
"iya yang sabar ya,memang sakit kalo mau lahiran tapi mamah yakin kalau kamu pasti kuat dan kamu bisa bertahan"ucap bu seli memberi semangat kepada menantunya.
Bu seli pun segera membawa erika kerumah sakit ibu dan anak,saat dalam perjalanan bu seli menyempatkan diri untuk menghubungi reza yang kini masih berada diluar kota.
"halo assalamualaikum mah...?"sapa reza saat menerima telpon dari sang mamah.
"za kamu pulang sekarang za"
"ada apa mah,kenapa aku harus pulang sekarang?kerjaan aku belum selesai"
"tapi za erika masuk rumah sakit,sepertinya dia mau melahirkan"
"bukan nya jadwalnya masih minggu depan ya mah?kok mau lahiran sekarang?"
"mamah juga tidak tau sayang,pokoknya pulang sekarang nak"
"baiklah,aku akan langsung pesan tiket pesawatnya sekarang mah,tolong temani dia dulu sampai aku tiba disana"
"iya nak,kamu hati hati dijalan ya"
"iya mah,assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."
setelah menempuh perjalan selama 3 jam akhirnya reza pun sampai dirumah sakit tempat erika akan melahirkan
reza mempercepat langkahnya menyusuri setiap koridor dan sampailah reza didepan ruangan bersalin tempat erika merintih kesakitan karna kontraksi
"bagaimana keadaan erika mah?"tanya reza begitu mendapati sang mamah tengah berdiri menatap pintu yang tertutup tempat erika berada
"masih didalam za,semoga lahiran nya lancar ya za...aamiin"
"aamiin mah,aamiin..."
tak berselang lama suara tangisan bayi pun terdengar oleh reza dan sang mamah,rasa haru menyelimuti ibu dan anak itu kala hadirnya keluarga baru mereka.
seorang perawat membawa keluar bayi mungil itu dan memberikan nya kepada reza untuk diadzani
"maaf apa bapak ayah dari bayi nya ibu erika?"tanya suster yang membawa bayi mungil itu
"iya sus,saya ayahnya"jawab reza
"ini pak adzani dulu anaknya sebelum saya bawa keruang observasi"
"baik sus,mari berikan pada saya sus"
reza pun menggendong bayi mungil berjenis kelamin laki laki itu dan mulai mengadzani nya dan sekilas dia pandangi wajah mungil itu dengan rasa haru
entah mengapa,ingin rasanya bahagia namun kembali lagi wanita yang melahirkan anaknya kini bukan lah wanita yang reza cintai tapib reza sekuat tenaga menekan perasaan nya dan mulai menata hati agar dapat menerima erika dan juga sang anak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments