"kamu kenapa,heemmm??"tanya adnan masih dalam posisi memeluk putri
adnan membelai rambut hitam nan panjang milik putri memberi ketenangan kepada putri yang kini tengah terguncang hatinya
"kamu bisa cerita sama aku put,apa pun itu aku bersedia mendengarkan"ucap adnan saat putri mulai tenang.
"aku berpisah dengan mas reza nan...aku pikir aku akan kuat,tapi ternyata aku salah nan,aku sakit nan,sakit"ucap putri sendu
"kamu berpisah?kenapa bisa,bukan kah hubunganmu dengan nya baik baik saja?"
"hubungan ku memang baik baik saja nan tapi...tapi dia akan mempunyai anak dari wanita lain nan"
"APA...???"seru adnan tak percaya akan apa yang dia dengar.
perlahan putri pun melepas pelukannya pada tubuh adnan dan mulai menceritakan kisah awal kenapa reza akan memiliki anak dengan wanita lain.
"aku benar benar tidak menyangka akan sesakit ini nan"lirih putri saat harus melepas cintanya terhadap reza
"aku tau,tapi aku yakin kamu bisa put,masih ada aku ada ibu dan juga indra yang akan menemani kamu"
"makasih ya nan,kamu memang teman yang baik"
"itulah guna nya teman put,selalu ada disaat susah ataupun senang"adnan membelai kembali rambut putri dan merapihkan rambut yang berantakan menyelipkan kebelakang telinga nya
"sekarang kamu makan ya,mau aku suapin"
"kamu apaan sih,aku makan sendiri aja"putri meraih piring yang tersimpan diatas nakas disamping ranjang nya
walaupun tidak berselera tapi putri memaksakan untuk menyantap makanan yang sang ibu masakan untuknya.
"kok nggak dihabiskan?"tanya adnan saat putri meletakan kembali piring ke atas nakas dan isi piring masih setengahnya
"sudah nggak bisa masuk lagi"lirih putri
"tapi usahakan makan tepat waktu ya,tidak apa apa walau sedikit juga yang penting ada makanan yang masuk ke perut"nasihat adnan pada putri.
"mode bawelnya lagi on ya pak?perasaan cerewet amat dari tadi"cebik putri sedikit kesal tapi suka dengan apa yang dilakukan oleh adnan
dengan begitu sedikit mengusir rasa sepi dihatinya kala cintanya harus putus ditengah jalan.
.
🌸🌸🌸🌸🌸
.
tok tok tok...
"nak boleh mamah masuk?"tanya bu rani pada reza yang tengah duduk diatas ranjang dan sibuk dengan laptop dipangkuan nya
"masuk mah,ada apa?"
"bagaimana,kamu sudah cerita pada putri kalo erika tengah hamil?"
"sudah mah dan kami memutuskan hubungan kami tuk sementara sampai reza yakin kalo anak itu anakku atau bukan mah"jawab reza sendu
"itulah kenapa mamah berat melepaskan putri,dia anak yang baik dan juga tulus"
"lalu,apa rencana kamu kedepan nya?"
"aku akan menunggu sampai kehamilan nya berusia 4 bulan mah agar bisa melakukan tes DNA terlebih dahulu sebelum aku menikahi nya"
"tapi itu beresiko tinggi nak,apa sebaiknya kalian menikah dulu baru setelah anak itu lahir kita lakukan tes itu"
"tidak mah,aku tidak akan menikahi erika sebelum aku tau kalo itu anakku atau bukan"
tanpa reza dan bu seli sadari percakapan ibu dan anak itu terdengar jelas oleh erika yang tengah menyambangi rumah reza untuk meminta keputusan prihal kandungan nya
erika memaksa masuk dengan dalil sudah mendapat ijin dari bu seli selaku calon mertua nya.
erika yang mendengar ucapan reza pun bergegas turun ke lantai bawah menuju ke arah ruang tamu,
sesampai nya diruang tamu erika mengambil ponsel didalam tas nya dan menghubungi seseorang lewat pesan teks agar tidak ada yang tau rencana erika selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ipung Purnami
kok bisa tau kalau itu kamarnya reza
2022-06-29
1