Jenasah pak ahmad pun telah berada dikediaman nya,para tetangga berdatangan untuk melayat begitu juga dengan reza dan bu seli.
"putri sayang,yang tabah ya nak,semoga bapak tennag disana dan diterima disisi allah,yangb kuat ya sayang"ucap bu seli memeluk tubuh lemas putri.
"kenapa tidak mengabarai kalo bapak sakit?"tanya reza dengan raut muka kecewa dengan sikap putri
"maaf mas,toidak sempat"jawab putri singkat
"put bapak mau dimakamkan kamu sama ibu mau ikut atau tunggui disini?"reza tertegun kala mendapati sesosok pria asing disana dan tengah lumayan alkrab dengan keluarga kekasihnya itu
"ibu sepertinya tidak bisa kak,beliau masih belum sadarkan diri,aku aja yang ikut"jawab putri menjauhkan diri dari hadapan reza yang ingin memeluk nya namun urung kala putri menghindarinya.
"aku ikut put"ujar reza mengejar putri yang sudah melangkah terlebih
pemakaman pun berjalan lancar dan kini semua yang telah membantu memakamkan pak ahmad telah kembali kekediaman masing masing dan meninggalkan segelintir orang yang masih disana.
"ayo put kita pulang,sudah sore"ucap reza mengajak putri kembali kerumah kala hari sudah sore.
putri bergeming,tak menjawab ajakan yang reza ucapkan
"iya put,kasihan ibu lebih baik kamu kembali kerumah dan temani ibu"adnan menimpali ajakan indra
"iya kak,sebentar lagi ya,kalo kakak sama mas reza mau kembali duluan saja aku masih mau disini sebntyar lagi ajah"
reza kembali tertegun dengan sikap putri kala putri menanggapai adnan tapi tidak dengan dirinya,
reza pun menatap curiga terhadap adnan yang masih setia menemani putri,ada rasa kecewa yangv reza rasakan kala putri lebih menanggapi adnan dari pada dirinya.
namun reza sadar,kejujuran nya kemarinmungkun menjadi pemicu berubahnya sikap putri terhadap nya.
reza hanya bisa pasrah dengan apa yang putri lakukan terhadapnya,reza sadar kalo kesalahan nya kemarin tidak mudah dimaafkan begitu saja
terlebih putri sangat menjaga hubungan nya agar mereka berpacaran secara sehat,tak pernah ada kontak fisik yang lebih dari pelukan
bahkan untuk ciuman saja reza dan putri menahan diri masing masing agar tidak melakukan nya sebelum mereka terikat secara halal danm sah dimata hukum dan agama.
Dengan langakah gontai putri pun akhirnya meninggalkan makam sang bapak di ikuti oleh reza dan juga adnan
sebenarnya adnan ingin pulang terlebih dahulu namun langkahnya terhenti kala tangan putri meraih tangan nya dan menahan nya disana
bahkan adnan tak mengerti kenapa putri masih menahan nya kala reza sudah berada disana menemani nya
"assalamualaikum,ibu sudah bangun"ucap putri kala memasuki rumah dan mendapati bu rani tengah berbincang dengan bu seli.
"wa'alaikumsalam,sudah pulang nak?kenapa pulang nya sore sekali?"tanya bu rani pada putri.
"putri cuma masih berat melepas kepergian bapak bu"ucap putri sendu tak kem,bali air matanya membasahi wajah cantiknya
reza menarik putri kedalam pelukannya dan membiarkan putri menangis didada bidang nya,sedangkan adnan hanya mentap sendu.
ingin rasanya dia melakukan itu namun apa daya dia tak punya kuasa untuk tubuh itu,adnan pun pergi begitu saja meratapi hati yang telah singgah dihati milik orang lain.
sakit melihat orang yang disayangi berada dipelukan orang lain namun harus ikhlas kala orang itu bukan lah miliknya.
dengan berat hati adnan pun meninggalkan kediaman putri dan kembali kekediaman nya.
menata hati agar kembali bangkit walaupun penuih dengan rasa sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Anizza Nuur
duuh kasian si adnan.. tambatan hati dipeluk org.🙂🙂🙂
2022-07-21
2