Lembar 18.Rafel Than?

Rumah sakit Media Tama. Kota C.

"Baiklah saya akan memindahkan pasien ini ke ruang rawat agar lebih aman! " Seru seorang perawat ke arah wanita berambut hitam panjang terurai . Lengkap dengan tas branded yang melingkar di tangan kanannya.

"Saya tidak mau jika pemuda ini bangun sebelum rencana saya terselesaikan! " Ucap wanita itu kepada perawat sembari menyodorkan segepok amplop coklat.

"Hmm... Tentu saya akan menuruti perintah nyonya! " Balas perawat itu dengan senyum licik ke arah wanita tersebut, sembari menerima amplop coklat yang pastinya berisikan uang tersebut.

"Sebentar lagi Rafael Than sayang? Kamu akan jadi penguasa harta kekayaan keluarga Alsan! " Bisik wanita itu ke telinga kanan pemuda bernama Rafael tersebut dengan sorot mata penuh rahasia yang ia simpan.

.............................................................

"Sus, tolong bantu saya bawa adik saya! " Teriak Suga ke suster yang ada di depanya.

"Kenapa dengan adik mas ini? " Tanya suster tersebut sembari membantu Suga memapah Farhan yang nampak tak sadarkan diri, dan menaruhnya di kursi roda.

"Tiba-tiba saja dia pingsan! " Balas Suga dengan nada panik berusaha berlari kecil bersama suster tersebut dan membawa Farhan ke ruang instalasi.

"Mas tunggu sebentar! Biar kami yang tangani! "

Salah satu perawat melarang Suga untuk ikut masuk kedalam rungan itu.Suga hanya mengangguk kecil tanpa lawanan, ia tahu pasti pihak rumah sakit akan berusaha semaksimal mungkin.Tak lama pintu ruang instalasi tertutup dan menyisakan Suga di luar sendirian.

Di rumah yang megah nan besar seorang Alena duduk terdiam menunggu kabar dari sang kakak, tiba-tiba entah kenapa setelah menatap layar ponselnya, gadis belia itu berlari ke dalam rumahnya, meninggalkan para pelayan yang bermain bersamanya.

"Maaaaaa...Kak Arsyan maa.! " Teriakan Alena menggema di dalam rumah mewah tersebut, memanggil Alsan yang masih bercengkrama dengan kakak tertuanya. Alena dibuat terkejut, oleh pesan yang barusan ia Terima dari kakaknya yaitu Suga, yang memberitahu keadaan kakak yang paling ia cintai masuk rumah sakit bahkan sampai tak sadarkan diri.

"Kenapa kakak mu? " Alsan terbangun spontan mendengar Alena putri semata wayangnya menyebut nama Arsyan.

"Tadi Alena lihat kak Arsyan di bawa kak Suga, katanya mau ke rumah sakit, tapi tadi kak Arsyan dalam keadaan sadar ma. Tapi, sekarang kata kak Suga, kakak Arsyan tak sadarkan diri, gimana ma hik.. Hikss... Hikss! "

Penjelasan sang putri sembari menangis tanpa henti membuat Alena bingung .Di sisi lain, dia harus menyelesaikan rencananya dengan Arthan. Tetapi, di sisi lain dirinya harus menjadi ibu buat dua anak nya yang lain.

"Tenang sayang, baiklah ayo kita pergi jenguk kakak mu! " Ucap Alena sembari menatap lembut kedua bola mata putrinya yang masih berkaca-kaca.

Alena mengangguk kecil, dan kembali mengeratkan pelukannya ke tubuh Alsan.

"Ck.. Drama! " Gumam Arthan yang melihat kejadian itu dari kejauhan.

"Yaudah gih siap-siap, mama mau ngomong dulu sama kak Arthan, siapa tahu dia mau ikut. " Ucap Alsan sembari mengusap rambut Alena yang berantakan. Alena hanya mengangguk mendengar perintah sang mama, ia berlari kecil ke kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, tempat sang kakak di rawat.

"Arthan, mau ikut sayang? " Ucap Alsan menghampiri Arthan yang masih terduduk di sofa sembari bermain ponsel di tangannya.

"Gak deh, mama aja sama Alen, biar Arthan di sini jaga rumah! " Balas Arthan dengan suara lugasnya. Membuat Alsan hanya menggelengkan kepalanya dan perlahan berjalan pergi meninggalkan sang putra sulungnya itu.

"Sampai kapan kamu harus jadi musuh adik kamu Arthan? " Gumam Alsan sepanjang perjalanan menjauhi Arthan.

Arthan dan Arsyan memang terlahir dengan jarak yang cukup jauh, kebencian Arthan kepada sang adik di mulai ketika sang adik di nobatkan sebagai pewaris utama keluarga Alsan, yang seharusnya kepercayaan itu jatuh kepada dirinya sebagai putra tertua. Namun,Arthan bagi Alsan hanya pintar dalam kelicikan.Sedangkan, Arsyan yang memiliki kepintaran di atas kakak-kakaknya, di anggap mampu meneruskan bisnis keluarga yang telah lama mereka jalani.

"Erika! " Suara pria dengan nada tinggi terdengar tiba-tiba dari ruangan tersebut, memanggil nama Erika, ajudan wanita keluarga Alsan.

"Iy.. Iyyaa tuan! " Jawab Erika yang sudah berada tepat di depan pria parubaya tersebut. Tanpa basa-basi, tanpa menegur Arthan yang terduduk di depannya pria parubaya tersebut berlari kecil meninggalkan rumah dan bergegas masuk ke dalam mobil yang terparkir rapi di depan pintu rumah besar itu.

"Erika! Apa itu tadi papa? " Tegur Arthan ke arah Erika yang berjalan kembali ke arah Kantornya.

"Iya tuan, tadi tuan besar datang bertanya tentang tuan muda Arsyan! " Jawab Erika yang gugup, ia tahu bahwa majikan mudanya itu paling sensitif di banding yang lain.

"Sepenting itukah Arsyan bagi papa? Begitu saja pergi, meninggalkan anak sulungnya yang ada di depanya ini? " Gumam Arthan sembari membuang mukanya yang semula menatap Erika, kini tatapan pemuda itu kembali fokus ke ponselnya. Memainkan beberapa game untuk menghilangkan rasa bosanya.

Terimakasih semua buat pembaca, pengikut dan yang sudah komen&like 😆❤❤❤ semoga rezeki kalian lancar. Maaf juga bila beberapa kata mungkin kurang berkesan&beberapa diksi mungkin kagak pas maaf ya para pembaca next eps, bakal di perbaiki ❤❤🌈🌈🌈

Terpopuler

Comments

lamps 2

lamps 2

jangan lupa mampir❤

2022-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 1.Prolog
2 Lembar 1
3 3.Lembar 2
4 Lembar 3
5 Lembar 4.
6 Lembar 5.
7 Lembar 6.Tuan Muda?
8 Lembar 7.
9 Lembar 8.
10 Lembar 9.Suga?
11 Lembar 10.Menyebalkan!
12 Lembar 11.Pemuda Asing!
13 Lembar 12.Air Mata Farhan!
14 Lembar 13.Kenapa?
15 LEMBAR 14.Alena !
16 Lembar 15.Pelayan !
17 Lembar 16.Perhatian
18 Lembar 17.Erika
19 Lembar 18.Rafel Than?
20 Lembar 19.Kakak Angkat
21 Lembar 20.Tak Pernah Ada!
22 Lembar 21.Kasih Sayang
23 Lembar 22.Kecupan Manis!
24 Lembar 23.Kedatangan Sahabat!
25 Lmbar 24.Tubuh Farhan?
26 Lembar 25.Kakak?
27 Lembar 26.Prince ?
28 Lembar 27.Pengakuan
29 Lembar 28.Arthan?
30 Lembar 29.Action
31 Lembar 30.Gedung Tua
32 Lembar 31.Claudia?
33 Lembar 32.Hidupnya?
34 Lembar 33.Toko Buku
35 Lembar 34.Devan?
36 Lembar 35.Rahasia !
37 Lembar 36.Bunuh Diri?
38 Lembar 37.Menemukan Petunjuk
39 Lembar 38.Kemana?
40 Lembar 39.Obat Pelumpuh Saraf
41 Lembar 40.Egois Untuk Kebaikan
42 Lembar 41.Histori Devan
43 Lembar 42.Penasaran
44 Lembar 43.Buku Catatan Arsyan
45 Lembar 44.Devan Pembunuh?
46 Lembar 45.Mimpi Devan dan Kembali ke Sekolah
47 Lembar 46.Penjaga Sebelum ke Sekolah
48 Lembar 47.
49 Lembar 48.Flasback
50 Lembar 49.Bible & Biu
51 Lembar 50.Emosi
52 Lembar 51.Kembali Sekolah
53 Lembar 52.Pohon Baringin
54 Lembar 53.Sebuah foto
55 Lembar 54.Sakit
56 Lembar 55.Merubah Ceritanya
57 Lembar 56.Benang Merah
58 Lembar 57.Syan dan Han
59 Lembar 58.Pelukan Menenangkan
60 Lembar 59.Bertemu Sosok Istimewa
61 Lembar 60.Bertemu Arwah Arsyan
62 Lembar 61.Indigo
63 Lembar 62.Syan dan Suga
64 Lembar 63.Pelangi itu?
65 Lembar 64.Rahasia Semesta
66 Lembar 65.Anak Buangan?
67 Lembar 66.Usai
68 Lembar 67.Bingkai Kenangan
69 Lembar 68.Kecelakaan Itu
70 Lembar 69.Miris
71 Lembar 70.Sama Pentingnya!
72 Lembar 71.Atap!
73 Lembar 72.Keluarga
74 PENGUMUMAN
75 Lembar 73.Bunda Lesna!
76 Lembar 74.Mentalnya
77 Lembar 75.Akhir Sebuah Cerita
78 Pengenalan Karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
1.Prolog
2
Lembar 1
3
3.Lembar 2
4
Lembar 3
5
Lembar 4.
6
Lembar 5.
7
Lembar 6.Tuan Muda?
8
Lembar 7.
9
Lembar 8.
10
Lembar 9.Suga?
11
Lembar 10.Menyebalkan!
12
Lembar 11.Pemuda Asing!
13
Lembar 12.Air Mata Farhan!
14
Lembar 13.Kenapa?
15
LEMBAR 14.Alena !
16
Lembar 15.Pelayan !
17
Lembar 16.Perhatian
18
Lembar 17.Erika
19
Lembar 18.Rafel Than?
20
Lembar 19.Kakak Angkat
21
Lembar 20.Tak Pernah Ada!
22
Lembar 21.Kasih Sayang
23
Lembar 22.Kecupan Manis!
24
Lembar 23.Kedatangan Sahabat!
25
Lmbar 24.Tubuh Farhan?
26
Lembar 25.Kakak?
27
Lembar 26.Prince ?
28
Lembar 27.Pengakuan
29
Lembar 28.Arthan?
30
Lembar 29.Action
31
Lembar 30.Gedung Tua
32
Lembar 31.Claudia?
33
Lembar 32.Hidupnya?
34
Lembar 33.Toko Buku
35
Lembar 34.Devan?
36
Lembar 35.Rahasia !
37
Lembar 36.Bunuh Diri?
38
Lembar 37.Menemukan Petunjuk
39
Lembar 38.Kemana?
40
Lembar 39.Obat Pelumpuh Saraf
41
Lembar 40.Egois Untuk Kebaikan
42
Lembar 41.Histori Devan
43
Lembar 42.Penasaran
44
Lembar 43.Buku Catatan Arsyan
45
Lembar 44.Devan Pembunuh?
46
Lembar 45.Mimpi Devan dan Kembali ke Sekolah
47
Lembar 46.Penjaga Sebelum ke Sekolah
48
Lembar 47.
49
Lembar 48.Flasback
50
Lembar 49.Bible & Biu
51
Lembar 50.Emosi
52
Lembar 51.Kembali Sekolah
53
Lembar 52.Pohon Baringin
54
Lembar 53.Sebuah foto
55
Lembar 54.Sakit
56
Lembar 55.Merubah Ceritanya
57
Lembar 56.Benang Merah
58
Lembar 57.Syan dan Han
59
Lembar 58.Pelukan Menenangkan
60
Lembar 59.Bertemu Sosok Istimewa
61
Lembar 60.Bertemu Arwah Arsyan
62
Lembar 61.Indigo
63
Lembar 62.Syan dan Suga
64
Lembar 63.Pelangi itu?
65
Lembar 64.Rahasia Semesta
66
Lembar 65.Anak Buangan?
67
Lembar 66.Usai
68
Lembar 67.Bingkai Kenangan
69
Lembar 68.Kecelakaan Itu
70
Lembar 69.Miris
71
Lembar 70.Sama Pentingnya!
72
Lembar 71.Atap!
73
Lembar 72.Keluarga
74
PENGUMUMAN
75
Lembar 73.Bunda Lesna!
76
Lembar 74.Mentalnya
77
Lembar 75.Akhir Sebuah Cerita
78
Pengenalan Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!