Jam menunjukan pukul 10.00 Wib, itu artinya sudah 3 jam kelas kosong tanpa seorang pengajar. Dan berarti sudah 1 jam Akbar menenangkan Velisa yang mengamuk karena ulah geng Mark.
"Ibu gres datang anjir...." Teriak Ibel ketua kelas di kelas tersebut.Sambil berusaha menyembunyikan handphonenya.Walaupun Ibel ketua kelas tapi dia malah senang kalau kelasnya kosong apalagi saat jam bu Gres dia lebih senang kalau guru jahat itu tidak datang.
"Anjir...! Dah kita bahas lagi nanti. " Dengan buru-buru Akbar pergi meninggalkan kelas Velisa, karena ia pun takut terkena masalah oleh Ibu Gres yang di kenal menakutkan bagi anak-anak kelas dua belas.
"Pagi semua...! " Ucap tegas ibu Gres kepada anak didiknya yang sedari tadi pura pura anteng padahal habis ada keributan.
"Pagi bu....! " Sontak semua menjawab dengan rada sedikit terpaksa.
"Aduhh...! Males banget gue sama nih orang. " Velisa yang duduk paling belakang pun Ngedumel sambil menutupi wajahnya dengan majalah.
Ibu Gres hanya menggelengkan kepala, karena ia tahu sifat Velisa itu bandel kalau ia tegur pasti akan lari ke papanya. Dan kabur dari pelajaran.
"Oke... ibu akan memperkenalkan siswa baru yang akan menjadi teman kalian selama satu tahun ke depan. "
semua murid melihat bu Gres dengan tatapan datar karena mereka semua sudah mengetahui desas-desus tentang siswa baru pindahan dari Australia tersebut.
"Masuk...! " Teriak ibu Gres
Tap...
Tap...
Tap..
Semua mata tertuju pada sosok pria tinggi tegap berambut rapi yang menggunakan sweater hitam, Velisa yang dari dulu terkenal sangat dingin bahkan tertegun melihat sosok pria yang masuk ke kelasnya tersebut.
"Hallo...! Nama gue Bima Septian Vigara panggil gue Bima. "
Semua tercengang saat Bima menyebutnya namanya, suara yang besar di tambah serak-serak basah membuat seluruh isi kelas hanya terdiam.
"Gue kayak gak asing sama nih orang. "
Hellen menepuk pundak Freya sembari dia berusaha mengingat sosok Bima tersebut.
"Gue kayak pernah lihat ,tapi dimana." Hellen terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang Bima.
"Halah lu ngimpi kali. " Tegur Adizti.
Disisi lain Velisa pun tercengang karena ia baru sadar kalau Bima yang pernah hadir dalam mimpinya beberapa saat lalu, ada di hadapannya.
"Buset...! Ini gue mimpi lagi. ? "
sambil menepuk pipinya sendiri Velisa yang sedang bergumam, membuat Freya dan Adizti tertawa melihat tingkah Velisa yang ia kira salting karena ada cowok sekeren Bima di kelasnya.
"Ok Bima kamu boleh duduk di samping Velisa."
Gres menyuruh Bima duduk di dekat Velisa, membuat semua seisi kelas kaget. Karena mereka tahu bahwa Velisa tak ingin ada yang menempati tempat duduk di sampingnya. Jangankan teman sek kelasnya, teman yang dari orok yaitu Adizti pun tak di izinkan duduk di samping nya.
"Vel...!"
Bentak Freya yang dari tadi melihat Velisa melamun.
Tap..
Tap..
Tap..
Bima berjalan menuju arah Velisa sembari tersenyum ke arah Freya, Adizti dan Hellen.
"Boleh gue duduk di sini. ? " tanya Bima dengan suara khasnya.
"Em....!"
Hanya sepatah kata itu yang keluar dari mulut cewek super cerewet itu.
"Hah...! kesambet apa tuh anak. "
Freya heran dengan sikap Velisa, dia terus bertanya-tanya kenapa ia tak uring-uringan saat Bima minta duduk di samping nya.
"Benih-benih cinta sepertinya. "
ucap Hellen dengan polosnya.
"Hih...!"
Adizti menyentil jidad Hellen yang kadang bicaranya suka ada benernya juga wkwkw..
**Apakah setelah Bima duduk bersama Velisa membuat Velisa jatuh hati pada Bima? Bagaimana rasanya jika cewek dingin kayak Velisa jatuh cinta..
tunggu selanjutnya.. 🥰🥰🥰salam cinta
dari penulis boy:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
rm_zzreinhart666ry
lanjut thor semangat
2022-03-28
1
lamps 2
kuyyy
2022-03-28
1