Farhan semakin tertekan, ia bingung harus berbuat apa? Mau marah? Kepada siapa? Mau protes? Karena apa?. Farhan hanya bisa membalas senyuman orang-orang itu yang masih menatapnya berharap dirinya ingat akan mereka semua. Tapi, bukankah dirinya itu bukanlah Arsyan? Jadi kenapa dia harus berusaha mengingat orang-orang itu? Gumam Farhan dari dalam hati kecilnya.
"Jadi? Lo belum ingat semua orang yang ada disini? Termasuk Gue? " Ujar pria bernama Suga sembari menunjuk dirinya sendiri.
Farhan menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak kenal semua orang di situ, wajah boleh berubah penampilan boleh berubah tapi tidak dengan ingatan seorang Farhan yang masih menyimpan ingatan buruk tentang hidupnya yang selama ini berantakan tanpa tujuan
"Sayang, coba sedikit saja untuk mengingat kita, kalau belum bisa mengingat semua setidaknya berusahalah mengingat oma, kamu cucu kesayangan oma kan? " Ujar wanita parubaya di depannya itu yang memanggil dirinya Oma.
"Maaf! Saya bukannya tidak mengingat kalian! Tapi saya benar-benar tak kenal kalian semua! Dan nama saya Farhan bukan Arsyan!"Ujar Farhan yang terlihat sangat tak nyaman dengan semua orang yang memaksanya untuk mengingat semua hal yang jelas tidak pernah ada dalam hidupnya.
Semua orang yang ada di sana hanya terdiam, hati merekanmereka rasanya tertohok mendengar perkataan yang keluar dari mulut pria kecil muda itu.
" Sayang... Tolong ingat kita sedikit saja! "
"Berhenti! Tolong.. Saya benar-benar tak mengingat kalian! Dan saya juga tak pernah mengalami amnesia, saya masi sehat! Saya Farhan bukan Arsyan! "
Farhan tak ingin masalah ini berlarut-larut, ia ingin menjelaskan kepada semua orang siapa sebenarnya dirinya itu. Dia tak ingin semua orang salah faham tentang nya dan berharap lebih kepada dirinya, dia juga tak ingin hatinya memberontak dan akhirnya tak mendengarkannya. Dirinya lebih baik hidup sebagai Farhan yang sebatang kara. Tak apa, jika dia harus sendirian karena ia sudah terbiasa dengan kesendirian yang ia hadapi semasa hidupnya.
"Saya ingat kalau saya itu Farhan, saya ingat saya di lahirkan di desa bahkan saya ingat tanggal lahir saya yang berbeda dengan tanggal lahir Arsyan, dan terlebih saya juga ingat kalau saya alergi susu, segala jenis makanan atau minuman berbahan dasar susu saya alergi! "Teriak Farhan membuat semua orang berhenti mentap dirinya.
" Arsyan! "Teriak Nanda membuat suasana semakin memanas.
" Apalagi? Saya sudah berusaha hormat kepada anda tuan! Tapi perlu tuan ingat saya Farhan bukan Arsyan anak tuan atau cucu dari dua orang tua ini! Bahkan, bukan juga anak dari wanita ini ! "Teriak Farhan yang membalas bentakan Nanda, sembari menunjuk semua orang satu persatu, menegaskan kalau dirinya itu memang benar-benar bukan Arsyan.
" Arsyan... Cukup! "Teriak Nanda yang suaranya lebih keras dari teriakannya tadi, api amarah telah membakar dirinya, ia tak bisa tinggal diam mendengarkan putranya yang berbicara kasar pada semua orang.
"Papa gak pernah ajarin kamu bersikap seperti ini! Bagaimana mungkin kamu akan jadi pimpinan perusahaan papa kelak! "Ujar Nanda sembari melemparkan tatapan tajam ke arah putranya itu.
" Karena anda bukan siapa-siapa? Dan anda tak pernah mengajari saya apapun! Dan satu lagi! Saya gak minat untuk menjadi pimpinan perusahaan anda tuan!"
Suasana menjadi hening seketika ketika Farhan memanggil pria itu dengan sebutan tuan! Semua saling menatap tak percaya atas semua ucapan yang terlontar dari mulut Farhan.
Prak..
Prak...
Suara tepuk tangan akhirnya menggema di sela-sela suasana hening itu.
"Bagus adik ku sayang! Kamu memang pandai kalau masalah akting! Gak rugi kamu di sekolahkan di sekolah terbaik! Kamu memang pandai dalam segala hal apalagi dalam urusan tipu menipu! "Ujar Suga disertai senyuman sinis yang berbinar dari mulutnya.
"Apa maksudmu? Gue memang bukan Arsyan! " Teriak Farhan yang semakin kesal karena ulah Suga.
"berpura-pura tak ingat diri sendiri? hah? Berpura-pura ingin jadi orang lain? Kamu mau kita percaya? Buat apa? Kamu ingin keluar dari rumah ini? Gak mau jadi penerus perusahaan? Atau, kamu ingin berfoya-foya dengan Kaesnan?Hah trik yang kuno! "
Farhan terdiam hanya terdiam, ia tak percaya dengan ucapan laki-laki berwajah polos yang ada di depanya itu. Apa tadi ia bilang? Trik? Trik apa? Fikir Farhan sembari menatap tajam Suga yang masih dengan senyum sinisnya.
"Trik? Lo gila! Gue gak main trik! Dan lo juga jaga ucapan lo! Muka lo aja polos ucapan lemes kayak cacing pita aja lo! "Ujar Farhan yang membalas ucapan Suga dengan sangat kasar, bahkan ucapan Farhan membuat Alsan hampir meneteskan air matanya.
Ia tak habis fikir kenapa semua orang tak percaya kepadanya, kenapa semua orang kekeh memanggil dirinya dengan sebutan Arsyan? Hanya karena wajah nya berubah, semua jadi berantakan. Ia bukannya tak mau menerima takdir! Tapi memang bukan ini takdir yang ia harapkan! Hidup bersama orang-orang asing? Bukan itu yang ia inginkan!
" Ok, kalau kalian tak percaya, gue bisa buktikan siapa jati diri gue sebenarnya! Tapi gue perlu kembali ke tempat asal gue! "Ujar Farhan yang sudah kehabisan ide, bagaimana caranya agar mereka semua percaya pada dirinya!
Semua hanya terdiam, tak ada respon sama sekali! hal seperti itu bukan lah hal yang seorang Farhan inginkan! mereka yang tak percaya mereka yang gak mau buktikan! Hanya itu yang ada di fikiran yang membuat seorang Farhan sedikit stres tentang keadaan yang menimpanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Zhivana anindia Lestari
mungkin kalau sudah ada bukti baru mereka percaya
2023-01-11
0