"Kak? " Kenapa dengan kak Farhan? " Ucap Alena yang berada tepat tak jauh dari pintu kamar Farhan. Ia berniat menjenguk sang kakak akan tetapi, dirinya di buat kaget tak terkira. Saat melihat Suga memapah Farhan yang terlihat sudah sangat pucat.
"Siapa dia? " Ucap Farhan dengan suara rintih menahan sakit di kepalanya.
"Kakak lupa? " Gadis belia itu tak henti-hentinya menggoyangkan tangan Farhan, dan terus mencecar nya dengan banyak pertanyaan. Membuat Farhan pusing dengan semua perkataan yang keluar dari mulut gadis belia itu.
"Cukup! Alen. Kakak mau bawa Arsyan ke rumah sakit terlebih dahulu. Apa yang kamu tanyakan bisa kakak jawab nanti sewaktu kakak sudah kembali! " Bentak Suga sembari memopoh Farhan, meninggalkan adik perempuannya yang masih cerewet dengan pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulutnya.
Alena hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya, ia tak bisa berkata apa-apa lagi, saat kakak tertuanya sudah angkat bicara. Alena memundurkan badanya, melihat sang kakak tertua membawa Farhan dan akhirnya pergi meninggalkan dirinya dengan seribu pertanyaan yang masih ia pendam di hatinya.
"Lo jangan kasar napa sama adik lo! " Ucap Farhan dengan suara sangat lirih bahkan hampir tak terdengar oleh Suga.
"Adik lo juga tuh! " Balas Suga sembari melirik kearah Farhan mencoba memastikan apakah adiknya itu baik-baik saja.
Melihat tingkah laku sang adik. Membuat Suga sedikit gemas,ia tak menyangka jika adiknya itu bisa berubah drastis dari yang bar-bar menjadi slow ketika sedang sakit.
"Erika..! Buka pintu mobilnya! " Teriak Suga menyebut nama Erika.
"Saya akan mengantar tuan muda ke rumah sakit!" Ucap Erika dengan mata berkaca-kaca melihat keadaan Farhan yang melemas pucat,Erika adalah seorang ajudan wanita kepercayaan Alsan yang selalu di tugaskan Alsan untuk menemani keluarga utama jika berpergian keluar.
"Tidak usah! Hari ini biar saya yang menemani tuan muda Arsyan ke rumah sakit! " Jawab Suga sembari menutup paksa pintu mobilnya.
"Tapi..Nyonya besar bilang? ". Ucapan Erika yang belum sempat selesai terpotong oleh Suga yang nyaris membentak Erika tanpa alasan.
"Saya bilang biar saya yang ngantar adik saya ke rumah sakit! " Ucap Suga dengan Nada yang tinggi,membuat Erika hanya terdiam.Namun kali ini Erika penasaran kenpa tuan muda Suga melarang untuk ikut bersamanya? Bukankah tiap kali tuan Suga pergi selalu minta di antar? Ada apa? . Entah apa alasannya,Erika hanya bisa menuruti permintaan sang tuan muda. Ia tak mau jika harus berdebat dengan putra konglomerat yang memberinya gaji untuk dirinya bisa bertahan hidup selama ini.
Karena sedikit gemas dan sedikit paksaan dari hati, Suga menidurkan Farhan tepat di sebelahnya, ia tak ingin menidurkan pria malang itu itu kursi bagian belakang karena ia takut pria yang terlihat gemesin itu jatuh karena goncangan.
"Loh tuh gemesin. Tapi sayang, mulut lo itu tak bisa di ren saat ngomong sama gue! " Ucap Suga yang reflek memukul mulut gemas Farhan dengan telunjuknya.
Suga memasangkan sabuk pengaman dengan sangat perlahan, agar tidak membuat Farhan yang masih tertidur lelap tiba-tiba terbangun dan mengeluarkan kata-kata umpatan yang pastinya nanti akan menganggu Suga ketika mengemudi.
Dengan Ekpresi yang terlihat menahan panik, Suga mengemudikan mobil sport nya meninggalkan Erika dan para pelayan yang masih berada di depan rumah mereka. Menyaksikan tuan muda mereka berkendara dengan aman.
.....................................................
"Selamat datang tuan Arthan! " Ucap para pelayan yang berjejer di depan pintu masuk rumah membungkuk sedikit,menyapa dan menghormati Arthan yang berjalan masuk ke dalam rumah dengan para pelayan miliknya.
"Maa...! " Teriak Arthan memanggil Alsan yang baru saja keluar dari kamar Farhan di temani putri semat wayangnya dari belakang.
"Duduk dulu Arthan! " Suruh Alsan kepada anak tertua di keluarga tersebut.
"Arthan di sini hanya mau bilang! Kalau Macau sudah kami tangkap! " Ucap Arthan sembari meneguk minuman buatan Alena. Alena pergi menjauh dari dua orang itu. Alena hanya tak ingin dekat-dekat dengan Arthan sang kakak yang ia benci sedari dia remaja.
"Baiklah, mama serahkan semua padamu! Untuk urusan Arsyan biar mama yang menangani! " Ucap Alsan sembari menepuk pelan bahu Arthan.
"Apa yang di rencakan mereka? " Gumam Alena yang ternyata menguping pembicaraan mamanya dengan kakak tertuanya, membuat gadis belia itu di penuhi rasa penasaran tentang apa yang mereka berdua bicarakan.
❤Kira-kira apa yang akan terjadi antara keluarga utama dengan Farhan/Arsyan.?Dan siapakah Macau?Kenapa Arthan berbicara kalau dia telah menangkap Macau.?
Thanks ya para pembaca telah memberikan banyak dukungan semoga karya ini bisa saya selesaikan dengan ending yang pas ❤❤... Dan maaf bila ada perkataan atau gaya tulis yang kurang pas❤❤
TOKOH VISUAL.
NAMA:Arthan Leon Adi Putra
Lahir:Indonesia 12 Juli 1992
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments