Lembar 8.

"Awas aja tuh mulut, minta gue tabok ntar. "

"Bos..! tuh Velisa nyamperin kesini, Buruan bersihin tuh kursi deket lu. "

Faiz yang melihat Velisa berjalan menuju arah mereka, Bergegas menyuruh Akbar membersihkan tempat duduk yang ada di sampingnya, Karena mereka tahu bahwa Velisa akan ngomel kagak jelas jika duduk di tempat duduk yang kotor , Bahkan akan mengamuk jika ada sisa makanan yang jatuh di tempat biasa yang ia duduki.

"Mampus...! Ngapain tuh anak setiap jam segini selalu bolos kesini, gak di bogem papanya apa."

Ucap Lintang sembari menepuk jidad nya sendiri, ia tak habis fikir walaupun papa Velisa seorang pemilik sekolah dan menjadi kepala sekolah, Velisa tak ada takut-takutnya untuk bolos pelajaran.

"Dasar mulut lemes...! "

Velisa yang berjalan menuju arah Geng Devil terus ngedumel sendirian sambil menendang nendang kan kakinya.

"Ck.Halah pasti jam nya ibu Gres makanya dia kabur, lo tau sendiri kan tuh anak gak suka sama ibu Gres. " Ucap Akbar sambil memakan bakso sapi yang ia pesan.

"Hallo...! bu bos cantik. "

Tegur Faiz yang memang sangat ahli dalam mencairkan suasana yang sedang panas.

Velisa hanya terdiam sambil menghela nafas emosinya.

"Gak makan Ve..nih makan punya gue aja ,gue dah kenyang? " Tanya Akbar sembari menyodorkan mie sisa yang ia makan kepada Velisa.

"Gak...! Masih kenyang "

Dengan nada sedikit menahan emosi Velisa menolak pemberian dari Akbar. Bukan karena jijik , walaupun Velisa suka kebersihan, akan tetapi ia tak akan menolak pemberian dari temannya. Apalagi teman segeng nya entah itu makanan yang habis mereka makan,atau minuman yang habis mereka minum, karena menurut Velisa itu gak menjijikan tapi itu kekeluargaan.

"Kenapa muka lo ketus gitu, cerita oi . "

Akbar menepuk pundak Velisa yang sedari tadi hanya memonyongkan bibirnya sambil menghela nafas tanda ia sedang emosi.

"Cerita dong bu bos...! "

Lintang manusia itu paling kepo,bukan dia namanya kalau gak kepo ,apalagi menyangkut Velisa ,yang saat ini muka Gadis kecil itu sudah di tekuk seperti cucian basah di sertai gembungan pipi yang merupakan ciri khasnya saat marah.

"Gue di usir sama si Gres. "

Perkataan Velisa membuat garpu yang di pegang Faiz terjatuh.

"Kutukupret.. Lo di usir sama selingkuhan papa lo. "

Dengan santainya Faiz melontarkan perkataan yang hampir membuat Velisa naik daun koreksi naik darah maksudnya.

"Jaga bicara lo, Sebelum mereka selingkuh dah gue bacok tuh Gres. "

Plak...!

"Ih...dasar mulut lemes. "

Lintang menampol bagian kepala Faiz yang dari tadi ngomong emang gak pernah di filter dulu, asal keluar aja dari tuh mulut.

"Lanjut gak nih...."

Velisa yang hampir bete akhrinya bercerita tentang apa yang dia alami di kelas, dan kenapa dia bisa sampai ke KBS saat pelajaran Gres.

"Noh bocil lu Bar yang buat bu bos kita di usir. " Ucap Faiz sembari menunjuk ke arah Akbar yang sibuk bermain game di ponsel nya.

"Ya.. maafin lah Vel, otak dia kan kagak penuh dan ngomong nya juga suka ngada-ngadi. " Ucap Akbar sambil memainkan handphonenya tanpa menatap Velisa sedikitpun, ia tahu jika Velisa moodnya sedang kalau, gak bakal ada yang berani ganggu dia.

"Untung pacar lu , kalau kagak dah gue bogem kalik Bar. " sambil mengepalkan tanyanya ke arah Akbar,

Di KBS saat itu hanya ada Velisa, Akbar, Faiz dan Lintang mereka sering menghabiskan waktu bersama saat jam-jam tertentu, sembari bercengkrama satu sama lain. Ya namanya juga geng pasti ada markasnya.

"Ehh... Anak baru....!"

"Dah males bahas dia. "

belum selesai Faiz ngomong Tentang Bima yang ada di kelas Velisa, Velisa memotong apa yang hendak Faiz tanyakan, Karena bagi Velisa itu malah membuat dia naik darah.

"Sensi amat neng, jadi orang "Ucap sosok pria dari belakang Velisa sembari mengacak-ngacak rambut Velisa.

"Ihh ntar rusak... "

Jerit Velisa sambil berusaha menoleh ke arah pria tersebut.

Ketika menolehkan kepalanya ke belakang ternyata yang datang adalah Bima dan Freya. Membuat Velisa kaget.

"Ngapain Frey, tumben gak sama Hellen. "

Ucap Akbar yang heran tentang Freya yang baru kali ini mau datang sendiri tanpa di temani Hellen ke KBS, ya walaupun KBS markas geng Angel dan Devil, tetapi jarang sekali Freya datang tanpa seorang Hellen, karena Akbar tahu Hellen sama Freya kayak prangko yang tak bisa di pisahkan, dimana ada Hellen di situ pasti ada Freya.

"Takut di marahin sama tuh... "

Sambil memajukan wajahnya ke arah Velisa.

"Gak gue gak marah. " ketus Velisa

"Oh ya bawa sapa tuh ,gebetan baru. " Ucap Lintang dengan nada keponya.

"Ni cowok? "ucap Freya

Sambil menunjuk ke arah Bima .

" Murid baru di kelas gue, Namanya Bimo. "

Velisa menjawab pertanyaan dari Lintang yang seharusnya di tujukan kepada Freya.

"Bima Vel...!"Cetus Bima sambil mengoreksi namanya yang salah di ucapkan oleh Velisa, teman-teman Velisa tak heran, emang pada dasarnya Velisa suka mengubah nama orang se enak jidadnya.

" Hm.. !nama kagak penting yang penting gede. "

Cetus Velisa sembari mengangkat garbu yang ada di tangannya.

"Ck.Paaan Vel yang gede, punya gue lebih gede. "sahut Faiz yang

" Mata lo... !yang gue maksud nyalinya oon. "

Velisa yang memang selalu Ceplas-ceplos dalam berbicara sering membuat teman se geng nya merasa ambigu tentang apa yang Velisa omongkan. Apalagi kalau sampai Faiz dengar pasti otak pria berwajah bebelac bermuka buaya itu langsung travelling entah kemana.

"Ngomong dong Vel. "

Sontak perkataan Velisa tadi membuat geng Akbar Dan Lintang menahan tawa

"Nama gue... "

"Akbar kan, kamu Faiz dan kamu Lintang. "

semua hanya menngangguk

.

Belum sempat mereka menyebutkan nama, Bima sudah tahu nama-nama mereka bahkan umur mereka yang masing-masing beda 2 bulan.

"Dan ada satu lagi yaitu Niko, dan kalian semua tergabung dalam geng Devil. "

perkataan Bima Membuat semua terdiam suasana saat itu dari yang rame berubah menjadi sunyi dalam sekejap.

"Kok lo tahu, kan kita belum cerita apa-apa.hah?"Velisa menegur Bima sambil berdiri bertatapan muka kini muka mereka saling bertatapan.

Vampir tampan itu tak ada rasa takut sama sekali menghadapi Velisa, ia tak kehabisan alasan untuk menjawab pertanyaan dari gadis mungil tapi tomboy yang saat ini berdiri di depannya tersebut. Ibarat kalau gak ada perjanjian dengan Valentina pasti nih bocah udah di gigit sama si Bima.

"Oh gue baca di mading bk. "

Dengan wajah sombongnya, Bima menjawab pertanyaan Velisa tanpa gugup sekalipun.

Semua masih terdiam di sertai rasa heran yang amat tinggi di benak mereka masing-masing.

"Dah bocil gue pergi dulu.kenalannya lanjukan nanti aja. "Sambil mengusap kepala Velisa, Bima pergi meninggalkan Velisa dan yang lainya. Membuat jantung Velisa berdegup kencang.

Velisa masih terdiam sambil memegangi dadanya yang berdegup saat Bima mengelus ujung kepalanya.

"Baru gitu aja Baper. "

Ucap Bima dari kejauhan yang ternyata bisa mendengar dekat jantung Velisa.

"Anjirr...! tuh orang hebat banget. "

Celoteh Faiz yang heran dengan Bima.

"Ciee baper... "

Akbar yang sedari tadi melihat tingkah Bima beralih pandangan ke arah Velisa yang masih terdiam memegangi dadanya yang tersus berdegup tak beraturan.

"Paan sih. "

Ucap Velisa tersadar dari lamunannya dan melepaskan tangannya yang sedari tadi memegangi dadanya.

"Yuk cabut Frey,males lama-lama disini. "

Ucap Velisa sambil menarik tangan sahabatnya tersebut, meninggalkan Akbar dan teman-temannya yang lain.

"Buset bos kalau baper sensi amat. " Celoteh Faiz sembari memakan kuaci di depanya.

"Dah yuk cabut, bentar lagi jam pulang sekolah"

Ajak Akbar , Sambil berusaha tidak berfikiran negatif tentang Bima.

Walaupun tidak bisa di pungkiri kalau si Akbar tetap penasaran darimana Bima bisa tahu semuanya, padahal mereka belum juga ngomong, tapi ia singkirkan persaan itu karena ia tak mahu salah sangka kepada murid baru tersebut.

Terpopuler

Comments

Rama Dwi Prasetyo

Rama Dwi Prasetyo

kasih ingatan lah biar paham gimana sih

2022-07-19

2

MALES NGETIK

MALES NGETIK

farhan mudah emosian dah lah

2022-03-31

1

lamps 2

lamps 2

mampir ya kakak semua makasih

2022-03-31

1

lihat semua
Episodes
1 1.Prolog
2 Lembar 1
3 3.Lembar 2
4 Lembar 3
5 Lembar 4.
6 Lembar 5.
7 Lembar 6.Tuan Muda?
8 Lembar 7.
9 Lembar 8.
10 Lembar 9.Suga?
11 Lembar 10.Menyebalkan!
12 Lembar 11.Pemuda Asing!
13 Lembar 12.Air Mata Farhan!
14 Lembar 13.Kenapa?
15 LEMBAR 14.Alena !
16 Lembar 15.Pelayan !
17 Lembar 16.Perhatian
18 Lembar 17.Erika
19 Lembar 18.Rafel Than?
20 Lembar 19.Kakak Angkat
21 Lembar 20.Tak Pernah Ada!
22 Lembar 21.Kasih Sayang
23 Lembar 22.Kecupan Manis!
24 Lembar 23.Kedatangan Sahabat!
25 Lmbar 24.Tubuh Farhan?
26 Lembar 25.Kakak?
27 Lembar 26.Prince ?
28 Lembar 27.Pengakuan
29 Lembar 28.Arthan?
30 Lembar 29.Action
31 Lembar 30.Gedung Tua
32 Lembar 31.Claudia?
33 Lembar 32.Hidupnya?
34 Lembar 33.Toko Buku
35 Lembar 34.Devan?
36 Lembar 35.Rahasia !
37 Lembar 36.Bunuh Diri?
38 Lembar 37.Menemukan Petunjuk
39 Lembar 38.Kemana?
40 Lembar 39.Obat Pelumpuh Saraf
41 Lembar 40.Egois Untuk Kebaikan
42 Lembar 41.Histori Devan
43 Lembar 42.Penasaran
44 Lembar 43.Buku Catatan Arsyan
45 Lembar 44.Devan Pembunuh?
46 Lembar 45.Mimpi Devan dan Kembali ke Sekolah
47 Lembar 46.Penjaga Sebelum ke Sekolah
48 Lembar 47.
49 Lembar 48.Flasback
50 Lembar 49.Bible & Biu
51 Lembar 50.Emosi
52 Lembar 51.Kembali Sekolah
53 Lembar 52.Pohon Baringin
54 Lembar 53.Sebuah foto
55 Lembar 54.Sakit
56 Lembar 55.Merubah Ceritanya
57 Lembar 56.Benang Merah
58 Lembar 57.Syan dan Han
59 Lembar 58.Pelukan Menenangkan
60 Lembar 59.Bertemu Sosok Istimewa
61 Lembar 60.Bertemu Arwah Arsyan
62 Lembar 61.Indigo
63 Lembar 62.Syan dan Suga
64 Lembar 63.Pelangi itu?
65 Lembar 64.Rahasia Semesta
66 Lembar 65.Anak Buangan?
67 Lembar 66.Usai
68 Lembar 67.Bingkai Kenangan
69 Lembar 68.Kecelakaan Itu
70 Lembar 69.Miris
71 Lembar 70.Sama Pentingnya!
72 Lembar 71.Atap!
73 Lembar 72.Keluarga
74 PENGUMUMAN
75 Lembar 73.Bunda Lesna!
76 Lembar 74.Mentalnya
77 Lembar 75.Akhir Sebuah Cerita
78 Pengenalan Karya baru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
1.Prolog
2
Lembar 1
3
3.Lembar 2
4
Lembar 3
5
Lembar 4.
6
Lembar 5.
7
Lembar 6.Tuan Muda?
8
Lembar 7.
9
Lembar 8.
10
Lembar 9.Suga?
11
Lembar 10.Menyebalkan!
12
Lembar 11.Pemuda Asing!
13
Lembar 12.Air Mata Farhan!
14
Lembar 13.Kenapa?
15
LEMBAR 14.Alena !
16
Lembar 15.Pelayan !
17
Lembar 16.Perhatian
18
Lembar 17.Erika
19
Lembar 18.Rafel Than?
20
Lembar 19.Kakak Angkat
21
Lembar 20.Tak Pernah Ada!
22
Lembar 21.Kasih Sayang
23
Lembar 22.Kecupan Manis!
24
Lembar 23.Kedatangan Sahabat!
25
Lmbar 24.Tubuh Farhan?
26
Lembar 25.Kakak?
27
Lembar 26.Prince ?
28
Lembar 27.Pengakuan
29
Lembar 28.Arthan?
30
Lembar 29.Action
31
Lembar 30.Gedung Tua
32
Lembar 31.Claudia?
33
Lembar 32.Hidupnya?
34
Lembar 33.Toko Buku
35
Lembar 34.Devan?
36
Lembar 35.Rahasia !
37
Lembar 36.Bunuh Diri?
38
Lembar 37.Menemukan Petunjuk
39
Lembar 38.Kemana?
40
Lembar 39.Obat Pelumpuh Saraf
41
Lembar 40.Egois Untuk Kebaikan
42
Lembar 41.Histori Devan
43
Lembar 42.Penasaran
44
Lembar 43.Buku Catatan Arsyan
45
Lembar 44.Devan Pembunuh?
46
Lembar 45.Mimpi Devan dan Kembali ke Sekolah
47
Lembar 46.Penjaga Sebelum ke Sekolah
48
Lembar 47.
49
Lembar 48.Flasback
50
Lembar 49.Bible & Biu
51
Lembar 50.Emosi
52
Lembar 51.Kembali Sekolah
53
Lembar 52.Pohon Baringin
54
Lembar 53.Sebuah foto
55
Lembar 54.Sakit
56
Lembar 55.Merubah Ceritanya
57
Lembar 56.Benang Merah
58
Lembar 57.Syan dan Han
59
Lembar 58.Pelukan Menenangkan
60
Lembar 59.Bertemu Sosok Istimewa
61
Lembar 60.Bertemu Arwah Arsyan
62
Lembar 61.Indigo
63
Lembar 62.Syan dan Suga
64
Lembar 63.Pelangi itu?
65
Lembar 64.Rahasia Semesta
66
Lembar 65.Anak Buangan?
67
Lembar 66.Usai
68
Lembar 67.Bingkai Kenangan
69
Lembar 68.Kecelakaan Itu
70
Lembar 69.Miris
71
Lembar 70.Sama Pentingnya!
72
Lembar 71.Atap!
73
Lembar 72.Keluarga
74
PENGUMUMAN
75
Lembar 73.Bunda Lesna!
76
Lembar 74.Mentalnya
77
Lembar 75.Akhir Sebuah Cerita
78
Pengenalan Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!