Sudah berjam-jam Farhan tak keluar dari kamarnya juga. Membuat para pelayan dan seisi rumah membicarakan keadaannya. Tak sedikit juga pelayan yang bergosip buruk tentang perubahan sikap tuan mudanya yang berubah drastis. Semenjak mengalami koma yang cukup lama.
Plak...!
Suara tamparan keras menggema di dalam rumah yang amat besar itu. Salah satu pelayan wanita memegang pipinya yang memerah karena tamparan yang ia dapat.
"Kalian tahu siapa yang kalian bicarakan?" Bentak gadis muda yang tiba-tiba datang yang tak sengaja mendengar pembicaraan para pelayan tersebut.
"Ma... Afff.. Nyonya muda Alena! " Ucap pelayanan itu dengan suara parau sembari menundukkan kepalanya.
Alena, yang datang berniat memberi kejutan kepada sang kakak. Dibuat marah besar karena mendengar para pelayan yang tak tahu diri itu berani membicarakan hal-hal buruk sang kakak hingga terdengar oleh telinganya sendiri.
"Ikut gue! " Bentak Alena,sembari mencengkeram tangan pelayan itu dan menyeretnya keluar ruangan.
"Lo gue pecat! Pergi dari sini!" Bentak Alena yang mendorong pelayan tadi hingga jatuh tersungkur ke tanah.
Pelayan yang terlihat tak terlalu tua itu, mencoba bangun dan berjalan perlahan menjauh dari rumah yang selama ini ia tempati untuk mencari sesuap nasi. Ia tak menyangka, apa yang ia katakan bersama pelayan lain membuat Alena murka dan bahkan mengusirnya dengan sangat kejam.
"Kalau kalian gak mau bernasib seperti dia! Jangan asal bicara apalagi berani membicarakan tuan muda! " Bentak Alena kepada para pelayan lainnya yang saat itu ikut melihat langsung betapa tegasnya atasan mereka saat bertindak.
"Baik Nyonya! " Serentak para pelayan itu menjawab perkataan atasanya,sembari menatap kepergian salah satu dari mereka yang telah di usir secara brutal oleh nyonya muda mereka.
"Ada apa putri mama? " Alsan yang baru saja selesai bertemu Klein menghampiri Alena yang sedang duduk dengan wajah masih menyimpan rasa emosi yang membara.
"Alena sebel, pelayan mama gak tahu diri semua. Masak mereka berani membicarakan kak Arsyan di belakang kita! " Ucapan Alena tiba-tiba berubah manja saat Alsan sang mama datang dan ikut duduk di sampingnya.
Alena memang putri satu-satunya yang keluarga Alsan miliki. Tak heran jika sikap Alena sering kali berubah-ubah. Dia bakal marah besar jika anggota keluarganya mendapatkan gunjingan oleh orang lain. Terutama jika kakak yang ia cintai yaitu Arsyan yang mendapat gunjingan. Seorang Alena akan menghukum siapa saja yang berani menggunjing kakaknya tersebut. Alasan itulah yang membuat Alsan untuk menyuruh Alena tinggal dan menikmati kehidupannya sendiri. Bukan karena Alsan tak sayang akan putri bungsu nya. Tetapi ia hanya tak ingin masa muda yang Alena miliki sia-sia. Alsan hanya ingin putri bungsunya bahagia layaknya remaja lainya.
Tak Ada orang tua yang tak ingin melihat Anaknya bahagia. Apapun itu akan ia lakukan demi kebahagiaan sang anak.....
---By:Fisal----❤
"Sudah sana gih jenguk kakakmu! " Ucap Alsan sembari mencoba menghibur Alena yang masih terbakar api amarah.
Alena hanya melirik mamanya, tanpa merespon apa yang mamanya katakan.
"Mama mau balik ke kantor! Kalau belum siap bertemu kak Arsyan, Alena bisa bertemu kak Suga dulu,tuh dia ada di kolam renang! " Ucap Alsan sembari mencium kening sang putri dan setelahnya ia bergegas untuk kembali ke kantor.
Kehidupan Alsan memang semua di atur oleh suaminya. Terkadang hal itu membuat dirinya bersedih karena jarang sekali bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya.
Alena hanya mengangguk, dia sudah terbiasa dengan kehidupan yang mamanya miliki.Kehidupan Serba sibuk dengan pekerjaan. Bahkan pernah suatu hari di saat dirinya berulang tahun. Mamanya malah lupa akan hari bahagianya itu. Hanya kakak-kakaknya yang mengingat hari bahagia Alena! Membuat hati Alena sangat kacau dan setuju untuk keluar dari rumah dan menjauh dari keluarga utama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments