Seperti yang di perkirakan, keberadaan Kirana di Paris semakin berjaya, Fashion show yang diadakan oleh Christopher Nolan dan beberapa kolega bisnis yang ikut terjun di dalamnya mendapatkan perhatian publik yang luar biasa, hingga mempengaruhi nilai penjualan brand model fashion di dalam perusahaannya.
"Kapan aku bisa bertemu denganmu Kiran?" Tanya Christopher di dalam saluran telepon.
"Maaf Chris, aku masih sangat sibuk akhir-akhir ini, kalau sudah ada waktu, aku janji akan segera menghubungimu" jawab Kirana yang kini sudah memanggil Christopher seperti temannya sendiri.
"Kalau malam ini aku datang menjemputmu untuk hadir di undangan itu, bagaimana?"
"Kalau kau ingin membuat gosip tidak sedap, silahkan saja" sahut Kirana sambil tertawa.
"Yah, sayang sekali, menyembunyikan keberadaan mu saat bersamaku itu tidak mungkin juga ya, apalagi seorang Kirana adalah wanita sukses dan sangat tenar di Paris saat ini" goda Christopher.
"Sudah, jangan menyanjungku, aku hanya wanita biasa seperti wanita lainya, hanya saja sedang di berikan amanah yang cukup berat saat ini" jawab Kirana.
"Hem, kau selalu merendah Kirana, dan seperti nya aku semakin jatuh hati padamu, bagaimana ini?"
"Hahaha, kau selalu bisa membuatku tertawa dengan candaan mu Chris" jawab Kirana.
"Aku mengatakan yang sesungguhnya Kirana, dan sayang sekali aku tau, pintu hatimu masih kau tutup rapat" batin Christopher Nolan.
"Oh ya Kiran, terimakasih kamu sudah memberikan informasi tentang Islami center yang ada di tengah kota, aku menyukainya saat berada di sana bersama dengan orang-orang yang sama penasarannya sepertiku" ucap Christopher.
"Oh ya, Alhamdulillah, terimakasih kau sudah menyempatkan waktu untuk pergi ke sana" ucap Kirana.
"Apa maksudmu, justru aku yang berterimakasih padamu Kiran, jadi untuk waktu dekat ini, tidak ada kesempatan untuk ku walaupun hanya sekedar berbincang denganmu?" Tanya Christopher berharap.
"Maaf Chris, aku sangat sibuk, sungguh, kalau ada waktu pasti aku akan menghubungi mu" jawab Kirana dan kemudian segera pamit untuk memutuskan sambungan teleponnya saat Hani memanggilnya untuk segera bersiap menghadiri acara besar dan bergengsi penerimaan penghargaan bagi orang-orang yang berprestasi di dunia model dan Fashion tingkat Dunia.
Kirana segera masuk ke ruangan ganti yang ada di Mansion nya, terlihat Hani sudah bersiap memakai bajunya dengan penampilan yang luar biasa, Kirana tersenyum dan mengacungkan jempol untuk memberikan penilaian gaya busana Hani yang keren saat ini.
Hani tersenyum lalu segera mengambil baju rancangannya untuk di pakai oleh Kirana, dan betapa terkejutnya Kirana saat melihat baju yang dipersiapkan khusus oleh Hani untuk menghadiri acara malam ini.
"Ya Allah Hani, kau benar-benar wanita yang sangat jenius, tanganmu luar biasa menciptakan sebuah maha karya, aku sangat suka model baju ini, keren!" Ucap Kirana sambil memasangkan baju yang diberikan Hani di depan tubuhnya dan berputar berkali-kali di depan cermin besar yang ada disana.
"Alhamdulillah, Allah memberikan ide-ide cemerlang di dalam pikiranku untuk menciptakan sebuah maha karya yang baik untuk di pakai seorang wanita muslim, dan aku mendapat pahala nya bukan?"
"Insyaallah sayang, kau memang yang terbaik, aku akan mengganti bajuku dulu ya, dan kita guncang dunia model dan Fashion malam ini dengan hasil karyamu"
"Tentu saja di dukung oleh model terbaik seperti mu" sahut Hani dengan kedua jempolnya sudah tampak di depan Kirana.
Kirana tertawa lalu kembali masuk ke keruangan tertutup untuk mengganti bajunya dengan baju rancangan terbaru Hani untuk di bawa ke acara bergengsi malam ini, dan saat Kirana keluar, Hani takjub melihatnya.
"Sudah, tidak ada waktu untuk bengong, ayo, kita akan terlambat!" Ucap Kirana dengan senyuman nya dan segera menyeret Hani yang masih terbengong untuk keluar menuju mobil yang sudah di siapkan oleh para pengawalnya.
"Kau luar biasa dengan baju rancangan ku ini Kiran, Aaaa..!!, Aku sangat senang!!" Teriak Hani tidak perduli.
Cup Cup Cup
"Ish kau ini, jangan membuatku risih Hani!!" Teriak Kirana saat sahabatnya menciumi pipinya untuk mengungkapkan kebahagiaannya, sementara kedua pengawalnya yang ada di depan, tersenyum geli melihat tingkah polah kedua majikannya yan kadang sangat kekanakan sekali.
Sampai di acara penting itu, Kirana dan Hani mendapat sambutan di karpet merah seperti undangan lainya, penampilan yang anggun nan natural tapi terkesan mewah, kali ini mengundang decak kagum beberapa pesohor di dunia model yang sudah ada di sana.
Dan seorang penerima undangan menyambut Kirana dan Hani lalu membawanya menuju ketempat duduk mereka yang sudah di sediakan, Rupanya setiap kursi mempunyai nomer tersendiri, hingga masing-masing tamu undangan di berikan peringatan untuk tidak berpindah tempat tanpa sepengetahuan penyelenggara acara.
"Kenapa tempat duduk kita terpisah Kiran?" Tanya Hani sambil menoleh ke belakang.
"Entahlah Han, aku tidak mengerti, setidaknya kita masih berdekatan, aku ada di belakangmu" jawab Kirana.
Hani tersenyum senang karena Kirana yang ada di belakangnya sedikit mendekat padanya dan merangkul pundaknya dari belakang, hingga kemudian Kirana di kejutkan dengan suara yang menyebutkan namanya.
"Kirana?"
Kirana segera menoleh kesamping dan membelalakkan mata saat melihat Alfaro kini sudah bersiap duduk di kursi sebelah kirinya.
"Alfaro?" Batin Kirana lalu terdiam dan menata duduknya kembali, sementara Hani hanya memandang sekilas Kirana ke belakang sebentar memastikan keadaannya baik-baik saja.
Sejenak keduanya saling terdiam, dan kemudian Alfaro memulai pembicaraan.
"Kau sudah datang dari tadi?" Tanya Alfaro.
"Belum, baru saja" jawab Kirana.
"Selamat, aku lihat karier mu semakin meroket di Paris, dan kau kelihatan luar biasa malam ini" ucap Alfaro dan mendapati tatapan tajam sekilas dari Kirana.
"Terimakasih, dan hati-hati dengan ucapan mu, aku tidak ingin punya masalah dengan kekasih mu" jawab Kirana.
Alfaro hanya tersenyum mendengar jawaban dari Kirana, lalu melanjutkan perbincangannya.
"Bagaimana kabar keluarga Nugraha?"
"Kau bisa menanyakannya sendiri ke saudara mu bukan, atau kau takut?" Sahut Kirana sambil tersenyum sinis.
"Jangan asal bicara, memangnya apa yang perlu aku takutkan?" Sahut Alfaro.
"Lalu kenapa kau tidak pernah menghubungi mereka, setidaknya kak Edward sepupumu, dan aku dengar kak Edward susah sekali untuk menghubungi mu, bisa kau jelaskan padaku alasannya?" Ucap Kirana tanpa menoleh sedikitpun ke Alfaro saat berbicara.
"Itu bukan urusanmu, aku punya alasan sendiri untuk hal itu"
"Oh ya, semoga bukan ketakutan, seperti yang aku pikirkan" jawab Kirana.
"Terserah, bisa kau jelaskan padaku kenapa aku harus takut dengan Edward, aku bahkan tidak pernah punya masalah dengannya" ucap Alfaro.
"Benarkah?, Apa perlu aku ingatkan, apa hubunganku dengan kak Edward dan bagaimana kau berdiam diri dengan nyaman melihat apa yang terjadi denganku saat pertama kali aku ada di kota ini?, Bahkan aku yakin kau bisa merasakan bahwa orang terdekatmu yang sudah merencanakan kejahatan yang di lakukan padaku" sahut Kirana.
"Maksud mu kau menuduhku?" Tanya Alfaro terkejut.
"Berpikirlah dengan jernih saat kau akan bicara, tanya hati nurani mu sendiri untuk mencari jawabannya, kecuali hati nurani mu sudah lama mati" jawab Kirana.
Alfaro terdiam dan terpaksa menahan dirinya untuk tidak berkomunikasi lagi dengan Kirana, saat melihat kedatangan seseorang di samping kanan Kirana.
Bersambung
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN untuk mendukung Novel Author.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Ridho Syam
kasih pelajaran dl utk si viola itu
2022-08-10
3
Alwi
mantaaappp,,,👍👍👍👍
2022-07-31
0
evi vivi🥰
🤫
2022-05-23
0