Christopher tercengang dengan penjelasan Kirana, dia bahkan tidak pernah berpikir akan hal itu sebelumnya.
"Aku sangat kagum dengan cara berpikir mu Kirana"
"Agamaku yang mengajarkan semua itu" ucap Kirana.
"Oh ya, dan semua perubahan mu ini karena tuntutan Agama mu?" Tanya Christopher.
"Dalam Agama ku tidak ada tuntutan tuan, tapi lebih pada menata hati dan keimanan ke pada-NYA sang maha Pencipta, hingga kita nanti dalam keadaan baik saat kembali pada-NYA, karena saya meyakini dunia ini hanya sementara, dan tempat berlomba untuk mempersiapkan diri masuk ke dalam surga di alam kekal nanti"
"Jadi kau percaya dengan semua itu?" Ucap Christopher Nolan.
"Tentu saja, apa anda tidak percaya?"
"Entahlah, aku dulu seorang yang beragama, tapi aku tidak pernah menemukan kepastian di sana hingga aku tidak mempercayai apapun lagi soal Agama, tapi saat melihat semua yang kau jelaskan padaku, aku merasa penasaran dengan apa yang diajarkan oleh Agama mu" ucap Christopher.
"Saya juga masih terus belajar memperbaiki diri tuan Christopher, kalau anda ingin tau tentang Islam, anda bisa ikut acara islami center yang ada di pusat kota, di sana banyak sekali yang bisa anda pelajari tentang Islam" ucap Kirana.
"Hem, terimakasih infonya Kiran, kapan-kapan aku akan datang kesana"
Tak lama kemudian datanglah Hani yang kini sudah duduk kembali di depan Christopher Nolan dan menyerahkan semua berkas yang perlu di tandatangani, dan perjanjian kontrak kerja sama pun sudah di sepakati.
Kemudian Christopher memberikan sebuah undangan pertemuan even terbesar ajang penghargaan model dan Desainer dunia di Paris, tentu saja Kirana dan Hani sangat terkejut saat nama mereka berdua ikut masuk dalam tamu undangan di acara bergengsi dunia itu.
"Apa ini tidak salah tuan Christopher?" Tanya Hani tak percaya.
"Tentu saja tidak" kalian mendapatkan tempat tamu undangan disana, selamat ya, kalian sudah berhasil masuk di kalangan pesohor model di dunia"
"Alhamdulillah, ini luar biasa Kiran!" Teriak Hani senang.
"Oh iya aku lupa, saat kita kerja sama mengadakan pertunjukan Fashion show brand rancangan perusahaan ku nanti, disana akan ada model yang lain berasal dari Star Elite Model (SEM)
Agensi milik Alfaro dan Viona, apa kalian tidak apa-apa?"
Kirana dan Hani terdiam, lalu kemudian mereka tersenyum.
"Kami tidak ada masalah dengan mereka tuan, tentu saja tidak menjadi kendala apapun" ucap Kirana.
"Kami siap bekerja dengan siapapun dengan profesional tuan" sahut Hani.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Christopher yang kemudian segera pamit untuk undur diri karena dirasa sudah cukup untuk membicarakan bisnisnya.
Kirana dan Hani segera mengantar Christopher Nolan keluar dari gedung Agensi nya.
**
Akhirnya Acara fashion show di Agensi NCL Company milik Cristopher Nolan segera berlangsung, perlahan dan pasti semua model dan agensi yang ikut terlibat sudah mulai berdatangan. Begitu juga dengan pemilik Agensi SEM yang tak lain adalah Alfaro dan Viona beserta para model yang berada di bawah naungannya.
Tak berselang lama, banyak orang yang sudah berada di tempat itu di hebohkan dengan kedatangan pemilik Agensi yang sedang melejit namanya yang tak lain adalah Kirana dan Hani, pemilik Agensi NAHA, sambutan yang sangat meriah pun di dapatkan, para model yang mengidolakan mereka segera berebut untuk sekedar menyapa dan berjabat tangan dengan mereka, Kirana dan Hani tersenyum dan menyapa mereka semua dengan pengawalan yang ketat tentunya.
Viona yang terkejut melihat pemandangan itu tersenyum sinis, ada kebencian di dalam hatinya saat melihat kesuksesan Kirana, apalagi kedatangannya kali ini dengan mobil mewahnya yang harganya sangat fantastis dan sayangnya Viona belum mampu untuk membelinya.
"Dasar wanita sombong, datang kesini dengan niat memamerkan dirinya, percuma berhijab tapi kelakuan nya sama saja" ucap Viona dan terdengar oleh beberapa model yang ada di sana.
"Jadi dia benar-benar Kirana yang dulu pernah kita kerjai?" Tanya beberapa model dari Agensi SEM.
"Oh my God, lihat seperti apa dirinya sekarang, kita bisa mati kali ini kalau berurusan dengannya" sahut model yang lainya.
Berbeda dengan para Model yang dulu baik dan mendukung karir Kirana, mereka semua terlihat senang dengan kehadiran Kirana saat ini.
"Aku tidak salah bukan, dari dulu sudah ku bilang dia wanita yang luar biasa, pantas dia mendapatkan kesuksesan seperti sekarang ini"
"Iya, aku ingat, dulu dia bahkan melemparkan baju ke muka Nona Viona saat prinsip kerjanya di langgar"
"Aku suka pertunjukan dan kata -kata kerennya saat itu, dia benar-benar model idola ku"
Begitulah perbincangan para model yang mendukungnya saat menyambut kehadiran Kirana dan Hani di sana.
Kirana berjalan di dampingi Hani memasuki ruangan yang telah di sediakan, setelah sebelumnya menyapa semua model yang telah menyapa dirinya.
"Wow, aku tidak menyangka akan semeriah ini sambutan mereka dengan kedatangan kita Kiran" ucap Hani masih tidak percaya.
"Aku juga tidak menduganya Han, aku sangat terkejut" jawab Kirana.
"Untung ada pengawal kita yang siap dengan segala kondisi, Kita jadi ikut terbantu karenanya"
"Hem" Kirana mengangguk dan terus berjalan di samping Hani, hingga kemudian mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang menghadang jalannya.
Rupanya Viona sudah ada di depan Kirana dan Hani, sengaja menghentikan langkah Kirana lalu melipat tangannya, menatap Kirana dengan senyuman yang meremehkan.
"Rupanya kau sudah sukses sekarang Kirana, luar biasa" ucap Viona.
"Terimakasih" jawab Kirana tenang.
"Tapi sayangnya, kesuksesan mu berawal dari menggunakan kekuasaan keluarga Nugraha, bukan hal yang mengejutkan dan lebih pada menjijikkan"
"Kau_!, Jaga bicaramu!" Sahut Hani yang tersulut emosi, Kirana segera menarik tangan Hani untuk tetap di sampingnya.
"Maaf nona Viona, terserah apa yang ingin kamu katakan, saya tidak ada kepentingan dengan anda, jadi biarkan kami lewat" ucap Kirana.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, dan bersikap tenang seolah tidak terjadi apapun, aku tau kau hanya ingin terlihat baik di depan umum, padahal kelakuanmu sama saja, jangan kau gunakan tameng Agamamu untuk mendapatkan perhatian publik, sok memakai pakaian tertutup agar terlihat alim, padahal kelakuanmu sama saja, memamerkan kekayaan di sana sini"
"Sekali lagi saya peringatkan nona Viona, jaga bicaramu, aku tidak ada urusan denganmu" ucap Kirana lagi.
"Kenapa, kamu takut ketahuan topeng mu, takut kau hanya berpura-pura menjadi wanita Alim, sok berhijrah di jalan Allah, bukan tempat orang-orang sok suci dengan memakai ajaran Allah berada di dunia Model seperti ini, dasar munafik!" Ucap Viona.
"Nona Viona!, Jangan menghina ajaran Allah dan Agama kami, kau juga orang yang beragama sama dengan kami, tidak malu kah anda mengatakan hal itu!!" Teriak Hani yang tidak kuat menahan dirinya lagi.
"Kalian yang harusnya malu, kenapa harus aku, datang ke Paris hanya untuk sekedar pamer kekayaan dan kekuasaan, jangan kau kira aku takut dengan hal itu, hanya anak pungut keluarga Nugraha saja sombong!!" Ucap Viona.
"Keterlaluan_!" Teriak Hani yang sudah bersiap maju untuk memberi pelajaran ke Viona, beruntung Kirana segera menghadang tubuh Hani dengan tangannya.
Kirana maju perlahan dengan tatapan tajam menyorot mata Viona. Hal itu membuat Viona terkejut dan mundur saat Kirana sudah berada sangat dekat dengannya.
"Aku tidak akan menamparmu atau menghajar mu walaupun sebenarnya kau sangat pantas mendapatkannya dan aku dengan mudah bisa melakukanya nona Viona, karena kau bukan Wanita selevel kita, minggir!!" Ucap Kirana dan membuat Viona terjingkat kaget lalu segera menyingkir.
Kirana segera lewat dengan memegang tangan Hani yang takutnya akan berbuat nekad ke Viona karena emosinya.
"Apa yang kau lakukan Kiran, kenapa kau tidak membalasnya, setidaknya kita memberi pelajaran padanya karena sudah menghina Agama kita, kita harus membela Agama kita, membela ajaran Allah" ucap Hani.
"Jangan salah mengartikan semuanya Hani, sejak kita masuk Islam, Allah yang sudah melindungi kita, membela kita dengan semua ajarannya, memangnya apa lah kita sampai mengikrarkan bisa membela dan melindungi Alloh, dia sang Maha Kuasa atas segalanya, kita kecil di hadapannya, lalu kau dengan percaya diri mengatakan akan melindungi-NYA?, Jangan takabur Hani, itu akan membuat kita jatuh dalam kesombongan" Ucap Kirana memperingatkan.
Hani tersentak dan langsung beristighfar saat menyadari kesalahannya, rupanya emosinya menyeret dirinya jatuh dalam kesombongan yang tanpa dia sadari.
"Maaf Kiran, aku termakan oleh emosiku sendiri dan tidak bisa berpikir jernih"
"Minta ampunan pada-NYA, bukan padaku, dasar kau ini, sudah yok, kita bersiap" ucap Kirana sambil tersenyum dan merangkul Hani berjalan masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan untuk mereka.
Bersambung
jangan lupa VOTE, VOTE, VOTE... ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Alwi
baguss Kirana,, ayo lawan orang yang sombong,, setidak nya ,,kita harus sombong di hadapan orang yg sombong,,💪💪💪💪💪
2022-07-31
5
evi vivi🥰
👍
2022-05-23
0
Tetet Yonan
kadang aq tuh tak abis pikir n geli yaa ada sbagian orang2 yg teriak2 dgn kata2 atas nama "membela agama Allah" n seolah2 mereka pemegang kunci sorga..🤭😁 bener kata othor Allah tdk perlu d bela, DIA Maha Kuasa atas sgala'y n DIA jg Pemegang Kunci Sorga&Neraka👏🏻👍🙏
2022-05-11
3