Hani tersenyum dan dia memastikan kalau sahabatnya akan membuat kejutan untuk orang-orang yang sudah berusaha merusak reputasinya.
"Asal kau ingat Beb, mereka tidak akan memberi kita honor dengan apa yang akan kau lakukan" ucap Hani.
"Apa kau berpikir aku masih membutuhkan uang kotor dari mereka saat ini?" Sahut Kirana.
"Tentu saja tidak, dan aku mendukungmu!" Ucap Hani dengan lantang dan senyuman.
Kirana sudah melangkah bersiap di akhir penutupan acara dengan pakaiannya musim dinginnya, bahkan sebagian model yang sudah bersiap dengan tubuh yang hampir polos mempertontonkan bentuk tubuhnya, menatap aneh apa yang tengah di lakukan oleh Kirana.
Alfaro yang masih shock dengan pertunjukan baju super se*ksi di luar perkiraannya, sangat khawatir dengan keadaan Kirana.
"Bagaimana mungkin ini terjadi Viona , bukankah malam ini temanya adalah pakaian musim dingin, lalu apa ini?" Ucap Alfaro.
"Memangnya kenapa, sudah biasa kan, para model harus mampu di segala suasana" sahut Viona dengan senyuman licik.
"Tapi ini berbeda, ada beberapa model yang tidak mungkin melakukan hal ini dengan prinsip kerjanya" ucap Alfaro.
"Apa maksudmu?, Jangan bilang Kau sedang membicarakan Kirana Beb?" Sahut Viona.
"Bukan hanya Kirana, tapi yang lainya juga ada, kita tidak bisa melakukan hal ini, ini namanya bekerja di luar ketentuan kontrak kerja di awal Viona" Alfaro memperingatkan.
"Sudahlah, ini urusanku, bukankah kau menyerahkan seluruh acara fashion show ini di tanganku, jadi jangan membuat keributan dengan hal sepele seperti ini Beb" sahut Viona.
"Hal sepele katamu?!"
"Cukup, aku tidak ingin berdebat lagi Faro, kalau kau tidak suka, kau bisa meninggalkan acara ini, aku yakin acara ini pasti akan booming dan kita akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa!"
"Kau Keterlaluan!, Jangan bilang aku tidak memperingatkan mu, ingat, Kirana bagian dari keluarga Nugraha" ucap Alfaro.
"Dia hanya orang asing yang numpang di keluarga milyarder itu, buktinya, mana ada tindakan apapun dari keluarga Nugraha untuknya saat dia mengalami masalah, tidak ada kan?, Jadi jangan menakuti ku dengan hal itu Faro" sahut Viona dengan tersenyum sinis.
"Jangan sampai kau menyesal Viona, kau tidak tau seperti apa Kirana!" Ucap Alfaro dan bersiap pergi meninggalkan tempat, namun terlambat karena kini tepuk tangan gemuruh sudah menggema tatkala deretan model yang hampir saja tanpa busana sudah berjalan masuk memamerkan lek*uk tubuh mereka.
Alfaro akhirnya terduduk kembali sambil memijit kepalanya, dia sangat mencemaskan apa yang akan terjadi dengan Kirana.
Hingga kemudian terdengar suara riuh teriakan dari para penonton fashion show dengan saat seorang model andalan yang tak lain adalah Kirana muncul dengan tetap memakai baju musim dingin dan dengan kedua tangan membawa baju se*ksi yang harusnya di pakainya.
"Sia*lan, apa ini!" Teriak Viona yang tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Kirana.
Sementara Kirana masih tetap berjalan dengan tatapan anggun dan dingin menjadi satu.
Lalu kemudian hal yang tidak pernah disangka terjadi, dengan kibasan tangannya Kirana melempar satu baju bikini tepat di muka Viona dan langsung tersorot oleh kamera, tentu saja itu membuat Viona sagat terkejut.
"Sh*it!, Apa yang kau lakukan!" Teriak Viona tanpa di gubris oleh Kirana.
Dan berlanjut dengan langkah yang ge*mulai, Kirana melemparkan satu baju lagi ke muka perancang busana yang bekerja sama dengan Viona untuk melakukan hal ini.
"Berhenti!" Teriak salah satu panitia di tengah keriuhan yang terjadi, karena ternyata apa yang di lakukan Kirana tidak sedikit yang mendukung nya.
"Nona Kirana, anda sudah keterlaluan!, untuk itu anda mendapatkan skors dari Agensi untuk tidak dilibatkan dalam kegiatan model selama dua bulan!" Teriaknya.
Kirana tersenyum, lalu melangkah maju mendekat ke arah sang panitia dengan tatapan matanya yang tajam.
"Kenapa dua bulan, aku bahkan akan mengajukan berhenti seumur hidupku dari agensi laknat ini!" ucap tegas Kirana hingga membuat banyak orang terkejut.
Suara gemuruh sorakan dari pendukung dan fans Kirana langsung menggema, tim panitia terlihat malu dengan apa yang diucapkan oleh Kirana.
"Harga diri dari seorang model tidak bisa diukur seberapa banyak kalian berhasil mempertontonkan tubuhnya saja, ingat itu!!" Ucap Kirana.
"Semakin besar kau ingin mempertontonkan tubuh seorang model, semakin besar pula kau mempertontonkan kebob*rokan pribadimu!" Sambungnya lagi.
Perkataan yang membuat sebagian besar orang-orang penting disana terdiam, semua merenungkan dan merasa malu dengan apa yang sudah di perbuat dan dipikirkannya selama ini, sementara itu, seorang perancang busana ternama Christopher Nolan tersenyum puas dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kirana.
"Wanita ini benar-benar spesial tuan" ucap sektretaris pribadinya.
"Tentu saja, aku bisa melihatnya dari awal, tidak mudah untuk menggoyahkan dan merebut hatinya, butuh perjuangan yang panjang" ucap Christopher Nolan lalu menatap Alfaro sekejab dan pergi meninggalkan tempat itu.
**
Kirana tersenyum sambil membereskan semua barang-barangnya yang akan dibawakan pulang kembali ke Indonesia besok, bahkan wajahnya kini terasa lebih santai tanpa adanya tekanan seperti sebelumnya.
"Kau benar-benar gadis pujaan ku Kirana, you are my girl.." ucap Hani sambil tersenyum dan memberikan simbol hati dengan jarinya.
"Dasar kau, jadi sekarang kau jatuh hati padaku?" Sahut Kirana dengan senyuman mautnya.
"Oh Sh*it!, Kau tau, seandainya aku laki-laki, aku pasti sudah menyeret mu ke pelaminan sekarang juga" ucap Hani dan kemudian keduanya tertawa sambil melanjutkan kegiatannya.
"Boleh aku tau, apa yang membuatmu menjadi seberani itu?" Tanya Hani.
"Selembar kertas"
"Apa?!, Selembar kertas?, Maksudnya?" Tanya Hani terheran.
"Hadiah dari kak Alena padaku, selembar kertas yang ada di kotak kecil ini, membuatku tersadar bahwa aku hanyalah manusia yang ditugaskan agar menjalankan semua perintahnya untuk menghadap-NYA di alam kekal nanti, dan apa kau tau Hani, aku bahkan belum mempersiapkan apapun untuk itu, aku hanya terbius hal-hal dunia yang hanya Fatamorgana" ucap Kirana dengan raut wajah yang sangat sedih.
Hani ikut terdiam, merasakan bahwa dirinya juga sama dengan Kirana saat ini, hingga dia terhenyak penasaran ingin melihat apa yang tertulis di selembar kertas hadiah dari Alena.
Kirana tersenyum, dirinya perlahan mengeluarkan kotak kecil itu dan membukanya, kedua wanita itu kini melihat kembali apa isi di balik selembar kertas, lama mereka berdua memandang dan membacanya, hingga tetesan air mata tak terasa membasahi pipi mereka, dengan lantunan istighfar keduanya saling menguatkan dan memeluk satu sama lain.
"Aku ingin bertobat Han, aku ingin memperbaiki hidupku di jalan-NYA, aku ingin menutup Aurat ku dan tidak lagi bangga mempertontonkan nya, aku malu Han, rasanya aku seperti sedang berjalan berte*lan*ja*ng bulat" tangisan Kirana pecah seketika, begitu juga dengan Hani, keduanya menumpahkan semua penyesalannya selama ini, hingga akhir nya keduanya terdiam kembali.
Malam ini terasa panjang bagi mereka berdua, hingga mereka mengakhiri dengan sholat malam bersama lalu kembali tidur untuk mempersiapkan perjalannya kembali menuju tanah kelahirannya, tidak perduli lagi masalah apa yang sudah terjadi di kota Paris, tidak perduli lagi kabar berita yang negatif tentangnya, dan persetan dengan semua karier yang menyeretnya dalam lembah kehinaan sebagai manusia.
Bersambung
Apa yang terjadi Berikutnya, sabar dan ikuti Episode selanjutnya..jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu di tunggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
nobita
pilihan hidup yg bagus Kirana... kami mendukung mu... semangat
2025-02-16
0
Wahyu Suroso
alur ni jgan sampai faro sama kiran ..jijik taul
2025-01-02
0
Sabaku No Gaara
mampus lue viona...tgu akhir muu
2024-08-23
1