Mobil dikemudikan semakin cepat oleh Kirana, dengan keheningan yang terjadi, Hani semakin khawatir dengan keadaan Sahabatnya yang sedang menyetir.
"Ehem, kalau kau terus menambah kecepatannya, aku khawatir tidak lama lagi kita masuk Rumah Sakit, atau memang itu yang kamu inginkan kiran?"
Kiran masih terdiam, tak lama kemudian menarik nafas panjang dan terdengar suara istighfar lirih tertangkap telinga Hani, disaat itulah Hani menyadari kalau Kirana benar-benar tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Menepi lah, tenangkan dirimu dulu, atau setidaknya biar aku yang menggantikan menyetir, jangan khawatir, laki-laki itu tidak akan mengejar kita" ucap Hani.
Kirana segera menepi lalu menyandarkan kepalanya di kursi mobil, sejenak mengatur nafasnya kembali, Sedangkan Hani masih terdiam, melirik Kirana beberapa saat untuk memastikan keadaan sahabatnya.
"Apa laki-laki itu benar Alfaro, sepupu tuan Edward?" Ucap Hani memberanikan diri.
Kirana masih terdiam sesaat, dan kemudian menganggukkan kepalanya pelan dan hampir tidak kelihatan, Hani pun ikut menarik nafas panjang karena apa yang di khawatirkan ternyata benar, laki-laki yang sangat di benci sahabatnya tiba-tiba saja muncul di saat yang tidak tepat.
"Kiran, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini, tapi aku ingatkan, apapun keadaanmu, besok kau harus berkonsentrasi untuk wawancara awal pekerjaan mu sebagai model di Agensi terbesar Paris"
"Iya, Aku tau, tidak akan aku biarkan laki-laki brengsek itu merusak semua mimpi dan Cita-cita ku, jangan harap itu akan terjadi" ucap Kiran dengan tatapan tajamnya ke arah depan.
"Hem, bagus, aku harap ucapanmu bisa aku pegang, sudah jangan kau pikirkan lagi" sahut Hani.
Kirana tersenyum kecut, lalu dirinya segera turun dari kursinya berjalan memutar dan kemudian membuka pintu di mana Hani sedang duduk disana.
"Loh, kenapa kamu berjalan kesini Beb?" Tanya Hani heran.
"Jangan jadi Asisten durhaka, sana, setir mobilnya, aku pengen istirahat, besok katanya kau suruh konsentrasi wawancara" ucap Kirana sambil berkacak pinggang.
"Dasar kau, menyetir sebentar saja, sudah ngatain aku durhaka, awas nanti malam kalau gak istirahat dengan baik" sahut Rani kesal, sambil turun dan berganti tempat duduk dengan Kirana.
"Nanti malam kalau gak bisa tidur kan tinggal ikut tidur di kamar kamu, kasih cerita yang bagus ke aku, pasti deh, aku langsung terlelap"
"Eh, enak aja, gak mau, emang aku ini baby sister kamu, tidur sendiri saja, gak usah kelayapan ke kamarku" sahut Hani, dan membuat suasana kembali indah saat keduanya kini terkekeh bersama.
**
Tiba saatnya wawancara di lakukan di sebuah Agensi Model besar yang ada di kota Paris yaitu Star Elite Model, yang biasa mereka singkat dengan kata SEM.
Dengan semangat yang tinggi, Kirana kini sudah berjalan di dampingi oleh Hani sang asisten memasuki gedung megah di Agensi SEM, semua mata yang memandang kedatangan Kirana sangat kagum akan kecantikan dan juga keramahannya.
Hingga keduanya kini berlari mengejar liff yang sepertinya akan segera tertutup, namun betapa terkejutnya Kirana saat akan masuk, dilihatnya seorang laki-laki yang dia kenal sedang bermesraan dengan kekasihnya dengan tidak tau malu.
Dengan sorot mata yang tajam dan cuek Kirana segera masuk diikuti dengan Hani di belakangnya, sontak Alfaro sangat terkejut dan langsung melepaskan ciumannya begitu saja.
"Apa yang kau lakukan Beby, aku masih menginginkanmu" ucap wanita itu masih bergelayutan manja di tubuh Alfaro, dengan lembut Alfaro memberikan alasan ke Viona agar bisa mengontrol dirinya jika sedang berada di tempat umum.
Sejenak keadaan di dalam lif menjadi hening, posisi Alfaro yang tepat di belakang Kirana membuat hidungnya di penuhi dengan bau khas parfum yang membuat Alfaro begitu merindukannya, Alfaro tanpa sadar menghirupnya perlahan dan berkali-kali.
Sementara Hani hanya menggenggam tangan sahabatnya untuk memberikan ketenangan, sejenak Kirana tersenyum menoleh ke arah Hani hingga membuatnya tenang kembali.
Akhirnya Kirana bisa bernafas lega saat dirinya dan Hani keluar dahulu sebelum mereka, namun tidak dengan Alfaro yang kini sedang bersitegang dengan kekasihnya.
"Jangan berani membohongiku lagi, jadi kau mengenal wanita yang ada di depanmu tadi?, Katakan siapa wanita itu" Ucap Viona.
"Dia masih saudara dekatku, adik angkat dari Alena, istri dari saudaraku Edward"
Sontak Viona terkejut dan kemudian tertawa, "oh jadi cuma anak angkat keluarga Nugraha, dan tidak jelas asal usulnya, menjijikkan!"
"Jaga ucapan mu Beb, aku tidak suka kau menghinanya, dia juga wanita yang baik, tidak seperti yang kau bayangkan"
Viona tertawa lagi dan kemudian dengan sorot mata yang tajam dia menatap ke dalam netra kekasihnya.
"Kalian saling mengenal, lalu, kenapa kalian hanya terdiam saat bertemu, apa ada sesuatu yang terjadi dengan kalian Baby?"
"Ck, sudah lah Baby, jangan merusak mood ku, sebentar lagi kita akan melakukan tes, sebaiknya bersiap saja akan hal itu" sahut Alfaro dengan muka yang sudah berubah.
Viona membenarkan posisi berdirinya kembali, dia bisa menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang sudah terjadi dengan kekasihnya dan wanita yang baru saja di temui nya.
"Aku sebaiknya lebih waspada, sepertinya wanita tadi seorang model, kalau benar dia salah satu model yang bekerja di Agensi ini, aku tidak akan tinggal diam" batin Viona dalam hatinya.
Seperti yang sudah di duga oleh Viona, beberapa saat kemudian dirinya sudah berhadapan langsung dengan Kirana untuk melakukan tes wawancara, dengan tatapan meremehkan, dia menatap Kirana.
Sementara Kirana sangat terkejut dan jantungnya hampir melompat dari tempatnya saat menyadari bahwa Alfaro dan Kekasihnya yang akan melakukan tes wawancara semua model yang akan bekerja di Agensi SEM.
"Jadi kau berasal dari Indonesia?" Tanya Viona.
"Iya Nona Viona"
"Hem, ada kontrak perjanjian yang kau ajukan dan disini tertulis kau tidak akan menjadi model pakaian dalam dan juga pakaian tidur, kenapa?"
"Maaf nona, saya punya prinsip yang saya pegang, dan dua hal ini melanggar prinsip saya"
"Kau tau, Model dunia seperti kita dengan syarat sepertimu, sangat munafik sekali, kau membuatku ingin tertawa, tapi kita lihat saja nanti, seberapa jauh kau akan melangkah, persaingan disini sangat ketat, siapapun bisa di depak kapan saja kalau Agensi merasa sudah tidak membutuhkan, ingat itu"
Kirana masih tetap tenang dan mengangguk pelan, kemudian wawancara di sudahi, kini bergeser ke tempat Alfaro berada. Kirana hanya tertunduk, menatap meja yang ada di depannya, sementara Alfaro merasakan kebencian yang dalam dari wanita yang membuatnya kini sangat merindukannya.
"Apa kabarmu Kiran?"
"Baik"
"Aku minta maaf atas apa_"
"Maaf tuan Alfaro, silahkan melakukan tugas anda mewawancara saya dengan benar" sahut Kirana, dan membuat Alfaro seketika terdiam dan menghela nafas panjang.
"Baiklah, aku sudah melihat semua profile mu, aku rasa Agensiku sangat membutuhkanmu, selamat bergabung disini, dan hati-hatilah, persaingan dunia Model di sini sangat keras, aku_"
"Terimakasih Tuan, kalau sudah tidak ada lagi pertanyaan, saya permisi" ucap Kirana berdiri untuk segera menghindari kontak apapun dengan Alfaro.
"Kiran tunggu, aku mohon, maafkan aku dan biarkan aku menjelaskan semuanya, aku bersalah padamu sudah mengingkari janjiku, aku akan menjelaskan asal kau_" ucap Alfaro yang kini sudah memaksa memegang tangan Kirana dan hampir saja memeluknya.
"Menjauh dariku tuan Alfaro, minggir!!" Teriak Kirana memberontak dan berusaha mendorong tubuh Alfaro, namun percuma, Alfaro semakin mengeratkan pelukannya, hingga pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka.
BRAK
Keduanya tersentak, seorang gadis cantik kekasih Alfaro sangat terkejut dengan apa yang dilakuan keduanya.
"Beb, apa yang kau lakukan ha!" Teriak Viona dengan amarahnya.
"Tenanglah Beb, ini tidak seperti yang kau pikirkan, kami hanya berusaha memperbaiki keadaan saja" ucap Alfaro yang langsung menghempaskan tubuh Kirana begitu saja hingga hampir terjatuh.
Sementara Alfaro mengejar wanitanya, Kirana sangat terluka mendapatkan perlakukan dari Laki-laki yang dulu pernah memberikan harapan padanya.
"Dasar breng*sek kau Alfaro, laki-laki sialan!!" Teriak Kirana dalam hatinya yang kini semakin tercabik dan menambah lukanya.
**
Sejak saat itu pekerjaan Kirana sebagai Model di Agensi itu semakin penuh dengan tantangan, berkali-kali Viona berusaha untuk membuatnya jatuh dan di permalukan, dan berkali-kali pula Kirana bangkit sendiri dengan support dari Hani sang Asisten.
Jangan tanya kemana Alfaro atau apa yang di lakukan olehnya untuk Kirana, bahkan dia tidak pernah ada saat Kirana jatuh bangun melawan semua kecurangan yang di lakukan oleh beberapa model yang bersaing kotor dengannya, tentu saja Viona selalu tertawa saat melihat semua penderitaan yang dialami oleh Kirana.
Seperti yang dialami oleh Kirana saat ini yang sudah terbaring di sebuah Rumah Sakit karena luka di kakinya, hingga dia berakhir harus istirahat selama satu Minggu dari kegiatan modelnya.
Hani tersenyum sambil membelai rambut sahabatnya yang sedang terbaring di atas tempat tidur Rumah Sakit.
"Jangan khawatir, kita pasti bisa melalui hal ini" ucap Hani dengan lembut dan menggenggam tangan Kirana.
"Sudah banyak poin yang aku lewatkan Han, kalau seperti ini terus, aku yakin Agensi ini akan merasa di rugikan dan akan mengeluarkan ku" sahut Kirana.
"Aku berusaha untuk memberikan alasan yang tepat Beb, aku yakin pasti mereka mengerti, dari semua model, semua tau, kamu yang paling bekerja keras di sana"
"Hem, percuma saja kalau aku selalu di sabotase seperti ini, aku yakin ini perbuatan Viona, karena aku sempat melihat sepatuku berpindah posisi saat aku masuk dan melihat wanita itu baru saja keluar dari ruangan ganti" ucap Kirana
"Keterlaluan, sayang kita tidak punya bukti, masalahnya lagi, dia adalah salah satu pengurus kuat di Agensi kita, dan sayangnya tuan Alfaro sepertinya_"
"Sudahlah Han, jangan menyebut nama laki-laki itu lagi, aku tidak ingin mendengarnya" sahut Kirana.
**
Sementara di sebuah perusahaan besar Eagle Rich Company, nampak seorang CEO Yang tak lain Adalah Alfaro terlihat begitu cemas dengan pemberitaan salah satu model Agensinya mengalami sebuah kecelakaan yang cukup memalukan.
"Bagaiman bisa ini terjadi dengan Kirana, aku akan segera melihatnya" batin Alfaro yang sudah bersiap melangkahkan kaki keluar dari ruang kerjanya, namun seorang wanita cantik membuatnya menghentikan langkahnya.
"Apa aku melewatkan sesuatu Beb?" Ucap Viona.
"Aku melihat ada masalah dengan salah satu model di Agensi kita" sahut Alfaro.
"Maksudmu Kirana, lalu?"
"Aku hanya ingin melihat keadaanya"
"Kenapa, dia sudah mendapatkan penanganan yang semestinya, dan terlalu istimewa kah dia, hingga harus kau sendiri yang menjenguknya?"
"Beb, ayolah, dia masih saudara istri sepupuku, setidaknya aku melihatnya karena menghargai mereka sebagai saudaraku"
"Okey Beby, santai lah, dan aku sangat menginginkanmu, setelah itu kau bisa pergi ke sana" ucap Viona yang kini sudah mendorong Alfaro diatas sofa lalu menaiki tubuhnya, dengan lihai Viona menyingsingkan baju bawahnya dan sedikit gerakan kain penutup bagian pentingnya sudah terlempar.
Alfaro tidak pernah bisa menolak permainan panas kekasihnya, dirinya pasrah saat sang pusaka sudah tenggelam ke dalam mulut Viona, lalu berganti tempat yang kini sudah masuk dan melesak nikmat ke dalam in*tim kekasihnya, penyatuan terjadi, hingga keduanya berteriak dalam kenikmatan bersama.
Tenaga Alfaro terkuras dengan permainan gila dari wanitanya, hingga merasa cukup kelelahan, dan seperti inilah cara Viona menggagalkan rencana Alfaro saat akan berada di dekat Kirana.
Bersambung
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
nobita
dasar Kirana wanita gila
2025-02-16
0
Sulaiman Efendy
KNP SI KIRANA HRS BRJODOH DGN LAKI2 PEZINAH SPRTI ALFARO.. KYK TK ADA TOKOH LAKI2 LAIN SAJA.. AUTHORNYA DOYAN DGN CRITA BRGENRE ZINAH, PELECEHAN, PENCULIKAN, PELAKOR & PEBINOR.. DARI AWAL AKU IKUTI NOVELNYA SLLU SPRTI ITU..JLN CRITANYA..
2024-07-12
4
kalea rizuky
menjijikan jangan ampe balik ma alfaro
2024-01-29
2